FacebookTwitter
Page 9 of 26« First...7891011...20...Last »

Enoshima: Kuliner Bandung Super Laknat

By on Jan 23, 2016 in Diary, Food Porn

Sudah dengar kan kisah gue jadi pembicara di The Pink Road Show dengan tema “The Blessings of Being Single”? Abis kelar dari acara itu, gue, Maeya, dan kawan-kawan mampir ke restonya sepupu Maeya. Nama restonya Enoshima. Namanya kok berbau Jepang, ya? Tentu. Soalnya, kata “Enoshima” sendiri berasal nama pulau kecil yang terletak di Kanagawa, sebelah selatan Tokyo yang terhubung oleh jembatan sepanjang 600 meter. Penduduk Tokyo dan Yokohama yang sudah merasa penat dengan kesibukan mereka, gedung-gedung pencakar langit, dan kemacetan, biasanya mereka singgah ke Enoshima yang memiliki suasana mirip Hawaii. Jadi, kalau kalian makan di Enoshima, kalian bakal merasa sedang makan di Hawaii dengan menu istimewa. Gue suka sih interior dan suasana di sana. Tempatnya instagenic banget, cozy, dan homy. Waktu kami dijamu di sana, Maeya kasih makanan banyak banget! Gue sampai nggak bisa berkata apa-apa. Hahaha… Cuma bisa bilang, “LAKNAT” banget nih menu! Sudah enak, banyak pula! Apa aja yang gue makan di sana? 1. Enoshima Big Breaky (Rp 50 Ribu)   Ini adalah menu breakfast paling best seller di Enoshima. Kalian bisa merasakan menu breakfast ala raja dan ratu jika memesan menu ini karena isinya lengkap. Ada sosis, ham, roti, baked bean, kentang, coleslaw, dan telur setengah matang. Telor setengah matangnya meleleh di mulut ketika dimakan. Cocok dimakan bersama rotinya yang agak keras karena dipanggang. Bahan-bahan lainnya seperti sosis, baked bean, kentang, dan coleslaw-nya juga turut bikin menu ini makin terasa yummy! Menu breakfast ini sangat mengenyangkan. Jika kamu nggak mau makan pagi terlalu banyak, kamu bisa bagi dua dengan teman kalian.   2. Combo Platter (Rp 45 Ribu)   Pengin makan camilan yang super lengkap? Kalian bisa mencoba menu combo platter yang best seller ini! Isinya ada sayap ayam, jamur, poprock chicken, dan kentang goreng. Sayap ayamnya nggak cuma digoreng seperti biasanya tapi juga dilumuri saos...

Permintaan Maaf dari Mariska Tracy

By on Jan 22, 2016 in Diary

Sesuai janji Kak Uung, kali ini gue mau bahas kenapa gue harus minta maaf dari hati yang terdalam. Sebelumnya, gue pengin ceritain dulu soal latar belakang masalahnya yang cukup panjang. Gue ceritain latar belakangnya supaya kalian tahu bahwa gue benar-benar tulus. Tulus di sini beda banget sama bapak Tulus yang biasa menyanyikan lagu “Teman Hidup”. Okelah langsung aja gue bahas satu per satu dengan banyak cerita yang saling berhubungan. Sabtu, 16 Januari 2016 kemarin di Gramedia, Trans Studio Mal Bandung, gue diundang sama hopeng gue, cik Maeya Zee buat jadi pembicara di The Pink Road Show dengan tema “The Blessings of Being Single”. Sekalian promo buku Maeya yang baru dirilis judulnya Thirty One Guys Thirty One Lessons. Jadi, di buku itu, kita bakal belajar mengenali dan merasakan 31 cowok. Seperti apa bentuknya, aromanya, hingga kebusukannya. Gue berangkat ke Bandung hari Jumat malam naik travel Day Trans (nggak salah kan nyebut merk di sini? Nanti di-bully lagi. Ups!) dari Lippo Mal Puri pukul 20.00 WIB. Malam banget, ya, Bray! Maklum deh, gue kan harus kerja dulu. Malam itu, sambil nunggu jam berangkat tiba, gue sempat ngopi-ngopi cantik di Starbucks pesan caramel macchiato. Ya ampun, kok gue sebut merk lagi, ya? Gue takut banget di-bully, nih. Kemarin aja gue sudah menyamarkan merk, tapi tetap aja di-bully. Sedih, deh. Karena gue berangkatnya di malam Sabtu, jadi jalanan ke Bandung itu macetnya laknat banget! Meskipun sudah minum kopi di tempat mahal, tapi tetap aja gue nggak bisa menahan rasa kantuk yang bergelora dalam jiwa. Untung aja gue duduk di belakang dan mengambil jatah kursi 4 orang di mobil travel, jadi gue bisa tidur selonjoran, deh. Sudah tidur selonjoran berkali-kali sampai ileran, pas bangun belum nyampe juga! Berkali-kali lihat hape, terus chat sama Kak RG dan beberapa teman, tapi nggak bisa sering-sering soalnya kondisi baterai...

Selamat Tahun Baru 2016!

By on Jan 11, 2016 in Diary

Mungkin ini adalah blog paling telat sepanjang jalan kenangan soalnya tahun baruannya kapan, nge-blognya kapan. Ibaratnya, sunatannya kemarin, dipestainnya lima bulan kemudian. Soalnya gue sibuk banget, sih, Bray. Gue khawatir kalau gue kebanyakan ngeblog, gue bakal kena tipes. Kan gue masih peduli sama kesehatan gue. Gue ngeblog soal Tahun Baru 2016 karena nggak afdol aja rasanya kalau tahun baru, tapi nggak malah nggak ngeblog apa-apa. Gue kan anaknya kekinian banget! Ya, meskipun isi blognya cuma kayak sampah. Okelah mari kita mulai aja. Sebelumnya, gue mau flashback soal resolusi 2015 gue yang lancar jaya. Eh, beneran deh, semua resolusi gue di tahun 2015 kemarin berhasil gue capai. Sebelumnya kan gue pernah bikin soal Resolusi Kak Uung di Tahun 2015. Nah, kalian klik deh link-nya terus baca isinya! Hebat, ya, Kak Uung berhasil mencapai semua hal yang ia inginkan. Hahaha… Isinya emang nggak ada yang bener kayaknya. Emang isinya nggak penting semua, sih. Tapi, di balik semua itu, gue merasa bahwa keputusan gue yang paling berani di tahun 2015 kemarin adalah keputusan gue buat resign dari kantor yang sudah gue tempati selama lima tahun. Keputusan itu adalah keputusan yang bisa dibilang nggak mudah untuk dilakukan karena bisa dibilang tempat itu adalah zona nyaman yang nggak berani gue tinggalin. Dari setahun sebelumnya, gue sudah punya keinginan ke arah sana, tapi gue masih nggak berani. Nah, tahun 2015 kemarinlah keberanian gue baru terkumpul. Bisa dibayangin nggak sih, kalau gue masih nggak punya keberanian buat resign? Mungkin aja gue nggak bisa dapetin apa yang gue dapetin sekarang. Kalau waktu itu nggak berani resign, nggak mungkin sekarang bisa kerja di pegipegi.com. Emang sih tadinya nggak mau kerja kantoran lagi karena mau fokus nulis buku di rumah. Tapi, kalau tawarannya menarik kenapa nggak? Kalau dengan kerja di pegipegi gue jadi punya banyak pengalaman seru kan, nantinya...

Review Bioderma Sensibio H2O

By on Dec 29, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Kalau kalian udah baca blog gue yang judulnya Review Kose Sekkisei Clear Whitening Mask & Lotion, kalian pasti tahu bahwa gue sudah lakuin skin check dan hasilnya mengenaskan. Kulit gue banyak sel kulit mati yang menumpuk karena cuma cuci muka pakai face wash tanpa cleanser. Makanya kali ini gue bela-belain beli cleanser yang lagi ngetren dan diomongin banget, yaitu Bioderma. Cleanser Bioderma ada beberapa macam dan yang gue pakai adalah Bioderma Sensibio H2O untuk kulit sensitif. Sebenarnya kulit gue dibilang sensitif banget sih nggak. Tapi, dibilang agak sensitif juga iya. Kadang gampang jerawatan kalau kena produk aneh-aneh. Dan gue naksir berat sama produk ini karena nggak mengandung alkohol, parfum, dan bahan dasarnya air, jadi nggak perlu bilas-bilas. Kalau nggak percaya, cium aja baunya. Nggak bau alkohol atau zat aneh-aneh. Kalau yang varian lain sih, ada pakai parfum, tapi cuma sedikit kok. Dahsyatnya adalah cleanser ini sangat menghemat waktu dan memudahkan hidup. Nggak perlu sabunan dulu atau bilas sesudah pakai cleanser ini. Banyak cewek yang sudah coba dan mereka mengaku sudah nggak pernah cuci muka pakai sabun lagi setelah pake Bioderma. Gue juga pernah dengar soal penggunaan sabun muka yang sebenarnya kurang baik untuk kesehatan kulit, sih. Jadi, pakai Bioderma merupakan pilihan yang tepat. Gue pun mencoba melakukan esksperimen dengan olesin eyeliner tebal di tangan lalu hapus dengan kapas yang sudah dituang Bioderma. Before After Nah, mantep banget kan hasilnya! Biasanya kan kalau kita mau hilangin eyeliner di mata susah banget, tuh! Nah ini tinggal oles sekali, eyeliner-nya langsung pindah ke kapas. Tangan gue sama sekali nggak ada bekas hitamnya. Dan, produk ini aman banget buat bersihin area mata yang di-makeup. Selama ini, gue juga mengira bahwa kalau kita sudah cuci muka pakai face wash, wajah pasti sudah bersih sempurna. Eh, ternyata itu salah, lho. Face wash nggak membersihkan wajah...

Review Kose Sekkisei Clear Whitening Mask & Lotion

By on Dec 28, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

12 Desember 2015 kemarin, gue dapat undangan acara Girls Day Out dari Kose Indonesia di hotel Holiday Inn, Emporium Mal Pluit, Jakarta bareng salah satu beauty blogger Indonesia, Jean Milka. Acara tersebut bertema ‘Japanese Lifestyle for Beautiful Skin’. Makanya di sana, kita diajarin gimana caranya merawat kulit ala cewek-cewek Jepang dengan produk Kose. Sebelum acara dimulai, kita bisa lakuin skin check. Buat ngecek apakah kulit kita mulus atau kayak jalanan rusak. Karena penasaran sudah lama nggak pernah ngecek kulit pakai alat canggih, gue pun mencoba skin check sambil berdoa supaya hasilnya bagus. Setelah diterawang, gue jadi tahu dosa-dosa apa aja yang sudah gue perbuat pada kulit gue. Yaitu, gue nggak pernah pakai cleanser, saudara-saudara. Hampir setiap hari, gue cuci muka langsung pakai face wash, tanpa pakai cleanser. Yang bikin gue malas pakai cleanser adalah kadang di cleanser ada alkoholnya, jadi gue takut pakai cleanser. Padahal udah beli olive oil buat dijadikan cleanser. Tapi, tetap aja sering lupa. Lagian, gue nggak betah juga sih waktu pakai olive oil sebagai cleanser karena berminyak banget. Alhasil, kulit gue jadi banyak sel kulit matinya. Beberapa minggu ini gue juga sadar bahwa gue sering lupa scrubbing kulit wajah. Nggak heran sel kulit mati jadi numpuk kayak begini. Kalau diterawang lebih dalam, hasilnya kayak begini. Kayak gambar gledek, ya! Tapi, itu bukan gledek, tapi kulit gue yang banyak komedo. Soalnya gue udah lama nggak scrubbing pakai odol dan garam buat hilangin komedo. Jadi, kalau kulit kita banyak sel kulit mati, bakal muncul banyak komedo, kusam, jerawat, dan kalau pakai bedak, bedaknya nggak bakal nempel di kulit. Selain itu, bikin skin care yang kita pakai jadi percuma. Skin care yang kita pakai nggak bakal menyerap di kulit dan cuma jadi kotoran yang menumpuk. Buang-buang duit banget, kan! Untuk mengatasi hal itu, kita harus rajin pakai cleanser....

Hidup Baru Gue di pegipegi.com

By on Dec 26, 2015 in Diary

Waktu bikin blog soal Makan Sehat di Pecel Lele Permata Mubarok, gue kan janji mau cerita tentang kantor baru gue pegipegi.com. Telat banget baru cerita sekarang, padahal gue udah ngantor sejak 10 Desember 2015 kemarin. Hahaha… Maklum Kak, namanya juga baru penyesuaian, jadi baru bisa bikin blog pas liburan kayak begini. Pertama-tama, gue jelasin dulu kali, ya, apa itu pegipegi.com. Pegipegi adalah online travel agent (OTA) yang melakukan seluruh kegiatannya melalui online. Jenis Travel Agent ini menyediakan layanan reservasi online yang dibutuhkan seseorang dalam melakukan perjalanan, yaitu tiket pesawat dan hotel. Pesannya mudah banget. Tinggal buka laptop atau hape, tanpa perlu repot-repot menelepon travel agent. Yang bikin gue kagum adalah harganya murah-murah, Coy! Biaya menginap di hotel bisa didapat dengan harga di bawah Rp 100 ribu! Lah, biasanya kalau kita sekali main ke mal aja, per orang bisa habis Rp 200 ribu! Gue jadi mikir, abis ini kayaknya gue bakal lebih sering main ke hotel daripada mal. Hahaha… Tiket pesawat juga begitu. Murah meriah. Kalian bisa terbang ratusan kali dalam sebulan nggak pake bohong. Mendingan langsung aja cek ke TKP. Cusss… Gue juga mau cerita, kenapa gue mau kerja kantoran lagi. Padahal kemarin bilangnya mau fokus nulis buku aja, jadi pengusaha atau raja minyak. Begini ceritanya, Kak. Buku ketiga gue kan udah mau jadi. Tinggal tunggu ketemuan sekali sama narasumber gue, abis itu ketik dikit, langsung jadi. Gue pikir, nggak ada salahnya juga sambil coba kerja kantoran lagi asal kerjaannya gue suka, ada tantangan baru, dan gaji nggak berada di bawah garis kemiskinan. Sekarang ini, perusahaan start up (perusahaan rintisan) lagi berkembang banget. Banyak yang berlomba-lomba bikin start up. Gue merasa rugi kalau nggak ikutin “tren” tersebut. Apalagi, ide kita bakal lebih didengar kalau kerja di start up dibandingkan dengan kerja di perusahaan yang udah berdiri selama puluhan tahun...

Makan Sehat di Pecel Lele Permata Mubarok

By on Dec 20, 2015 in Diary, Food Porn

Sudah lama Kak Uung nggak ngeblog soalnya sejak tanggal 10 Desember 2015 kemarin, gue resmi bekerja di pegipegi.com sebagai Content Writer. Cerita soal kantor baru gue itu bakal gue ceritain di blog selanjutnya, ya. Saking lamanya nggak buka blog ini, pas gue buka akun WordPress gue, gue bingung dong kenapa nggak kebuka-buka. Lah, ternyata gue salah masukin password. Yang gue masukin ke WordPress blog ini adalah password gue di blog pegipegi. Duh, rasanya pengin jedotin jidat gue ke tembok biar sembuh penyakit lupanya. Okelah, gue pengin cerita di sini soal  pengalaman kuliner gue beberapa hari yang lalu. Waktu bikin blog di pegipegi.com soal 5 Nasi Uduk di Jakarta yang Nggak Pernah Sepi, gue jadi terinspirasi buat ke Pecel Lele Permata Mubarok di Puri Indah. Karena letaknya nggak jauh dari kantor gue (Kebun Jeruk). Gue pun mengajak teman kantor gue, si Peggy yang nggak suka pake beha. Peggy pun setuju. Lalu berangkatlah kami ke sana pas hari Kamis, 17 Desember. Padahal esok harinya ada rapat mingguan di kantor. Gue dan Peggy belum bikin laporan buat presentasi hasil kerjaan selama seminggu dan belum bikin presentasi perkenalan diri. Itulah namanya anak gahul Jakarta. Capek, banyak kerjaan, tapi tetap gahul dan suka keluyuran di malam hari. Duilehh… Gue ke sana diboncengin Peggy pake motornya yang dudukannya empuk banget dan lebar. Kata Peggy, motornya emang didesain buat cewek-cewek berpantat lebar. Peggy bukan cuma jago soal milih makanan dan makan, tapi dia juga jago soal milih motor yang tempat duduknya super enak! Udah pake bantuan aplikasi Waze supaya nggak nyasar, tapi tetep aja nyasar. Maklumlah namanya juga buta jalan dan nggak bisa baca peta. Sesampainya di sana, barulah kami sadar ternyata ada jalan yang lebih cepat menuju TKP. Sialan juga Mbak-mbak di Waze Kasih jalan kok yang ribet. Karena tempatnya sangat fenomenal di kalangan anak...

Review ColourPop Lippie Stix

By on Dec 7, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Gue lagi suka banget pake lipstik yang warnanya “nggak etis”. Biar kalau jalan di mal, semua orang yang lihat pada kaget terus jaw drop. Terutama ibu-ibu yang cuma menganggap bahwa warna lipstik yang pantas cuma merah atau pink. Makanya gue beli Colourpop Lippie Stix warna Charm. Kalau kardusnya dibuka, bentuknya jadi seperti ini. Kalau bawahnya diputer, lipstiknya bakal nongol. Warna jenis Charm ini hijau kayak toska atau mint gitu, deh. Pas dioles ke bibir, bakal bikin muka kita jadi ajaib. Kalau kata orang-orang kayak abis keracunan makanan atau digigit tomcat. Hahaha… Bodoh amat deh kalau pada bilang aneh atau gimana. Yang penting gue suka dan pede pas pake lipstik ini. Hahaha… Dan kayaknya, lipstik kayak begini bakal lebih yahud kalau dicampur sama warna lain dan dibikin ombre. Gue belum sempet coba, sih. Nanti deh kapan-kapan! Setelah Kak Uung digigit tomcat, eh pake lipstik warna hijau cetar membahana seperti ini, gue pun bikin kesimpulan, yaitu: Kelebihan: (+) Packagingnya bagus. (+) Harganya lumayan terjangkau di tengah persaingan lipstik seharga gopekceng. Harganya Rp125 ribu (tergantung beli di online shop mana, sih). (+) Warnanya gue suka. Kalau kalian nggak suka, bodoh amat! Hahaha… Kekurangan: (-) Kudu dioles berkali-kali supaya nggak pucat warnanya. (-) Kurang waterproof. Kalau makan atau minum jadi cepat pudar. Kalau mau cakep terus-terusan harus rela tahan lapar dan haus. Foto: Dok....

Page 9 of 26« First...7891011...20...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy