FacebookTwitter
Page 8 of 27« First...678910...20...Last »

Custom OPPAI Snapback from @quotenation.id

By on Apr 13, 2016 in Diary, Fashion, Review Produk

Kak Uung adalah manusia biasa yang suka banget di-endorse. Kali ini, Kak Uung di-endorse custom snapback sama Kak Dennys (@quotenation.id). Langsung aja deh, doi tanya ke gue, mau bikin snapback yang tulisannya apa? Karena gue lagi suka banget sama OPPAI, jadi gue minta snapback-nya ditulis “OPPAI” aja, sekaligus ada gambar teteknya. Soalnya, OPPAI kan bahasa Jepang yang berarti tetek. Hahaha… Kak Dennys pun saranin ke gue supaya warna snapback-nya merah dan kuning biar ngejreng kayak hoodie OPPAI yang gue pernah gue pakai. Kalau mau lihat hoodie-nya, kalian bisa masuk ke sini. Proses pembuatan snapback-nya cepet banget. Request hari ini, besok udah langsung jadi snapback-nya dan sudah siap dikirim. Warbiyasak! Seperti ini deh custom OPPAI snapback buatan @quotenation.id. Gimana menurut kalian? Gue sih suka banget sama custom snapback dari @quotenation.id. Soalnya, gue jadi bisa mengekspresikan diri semau gue lewat quote yang ditulis di snapback. Bukan cuma snapback, tapi kalian juga bisa tulis quote semau kalian di kaus. Kalau pengin tanya-tanya atau pesan custom snapback-nya, kalian bisa langsung langsung capcus ke: QuoteNation.ID Instagram: @quotenation.id LINE: @qap6835q (pakai @) Foto:...

Kelasi: Makan Es Krim dalam Batok Kelapa

By on Apr 11, 2016 in Diary, Food Porn

Menjelang musim panas yang sudah menusuk kolbu, alangkah baiknya kita makan es krim kelapa. Biar nggak biasa, makan es krimnya harus pakai batok kelapa, dong. Sukur-sukur berasa kayak lagi liburan di Bangkok. Makanya, hari Minggu kemarin gue sama Kak RG main ke Kelasi, Mal Kelapa Gading. Tempatnya kecil dan nggak luas, jadi kita nggak bisa nongkrong lama-lama di sini, tapi suasananya homey. Mungkin karena interiornya dibuat lucu. Lumayan buat bagus-bagusin feed Instagram. Kelasi merupakan kependekan dari kelapa isi. Jadi, es krim kelapa di sini disajikan di dalam batok kelapa dan ditambahkan berbagai macam toping. Kalian bisa milih berbagai macam menu es krim batok kelapa di sana. Bahkan, kalian bisa kreasiin sendiri pengin makan es krim kelapa sama toping apa aja. Jika pengin pesan minuman, kalian bisa pesan minuman ini. Gue pesan Choco Boat (Rp 28 ribu) dengan tambahan toping mochi berry (Rp 5 ribu). Choco Boat ini isinya ada es krim kelapa, sticky rice, dan peanuts yang tentu aja disajikan di dalam batok kelapa. Penampilannya tentu aja cantik bingit. Bolehlah buat penuh-penuhin hashtag #foodporn Instagram kalian. Gue sih suka banget sama menu pilihan gue yang ini. Soalnya, perpaduan antara es krim kelapa, parutan kelapa dari batok kelapa, ketan hitam, dan kacang-kacangan cocok banget. Ditambahin toping mochi berry juga masih nyambung. Manisnya pas, nggak berlebihan. Isi topingnya juga nggak berlebihan. Kalian cuma perlu hati-hati aja pas makan mochinya. Soalnya, ada serbuk tepungnya. Kalau kehirup, bisa batuk-batuk. Tapi, batuk-batuknya nggak sampai TBC, kok. Tenang aja. Sementara itu, Kak RG pilih menu Choco Cruise (Rp 35 ribu) dengan tambahan toping mochi berry (Rp 5 ribu) dan mochi melon (Rp 5 ribu). Choco Cruise itu lebih meriah daripada Choco Boat yang gue pesan. Karena, menu ini terdiri dari es krim kelapa, choco candy, choco stick, milo balls, choco sauce, dan regal. Penampakan Choco...

Pertanyaan “Kapan Nikah?” Masih Dianggap Sopan oleh Angkatan Tua

By on Apr 10, 2016 in Diary

Menjelang Imlek, Lebaran, atau hari raya apa pun, biasanya pertanyaan “kapan nikah?’ jadi pertanyaan paling najis ketika lagi kumpul keluarga. Yang sudah punya pacar aja bete banget dengernya, apalagi yang masih jomlo. Kalau jomlo, mau nikah sama siapa coba? Pertanyaan itu bikin bete soalnya, masalah mau nikah atau nggak adalah urusan pribadi yang sepertinya nggak perlu diumbar ke semua orang. Ada orang yang menganggap nikah itu ibadah, penting banget, dan harus banget dilakuin karena kalau nggak nikah, bisa gatel-gatel. Ada juga yang menganggap nikah itu nggak penting dan emang nggak mau nikah. Toh, kalau nggak nikah juga nggak bakal langsung mati atau masuk neraka. Buat yang sudah lumayan lama pacaran, tapi belum nikah-nikah juga, tentu aja mereka juga punya alasan sendiri. Karena, nikah itu nggak gampang, harus mikirin kestabilan duit dan emosional juga. Jadi, ngapain sih harus ikut campur segala? Emang situ yang bayarin bujet nikah atau biaya kehidupan rumah tangga mereka nantinya? Begitu pula dengan pertanyaan-pertanyaan lanjutan setelah menikah, seperti “kapan punya anak?”, “kapan punya anak kedua?”, “kapan punya cucu?”, dan sebagainya. Nggak sekalian aja tanya kapan mati? Dan buat yang masih jomlo karena emang masih pengin sendiri atau karena belum ketemu orang yang cocok, gue rasa itu adalah hal yang wajar. Semua orang juga pasti pernah alamin hal itu. Jadi, daripada maksa orang supaya cepat-cepat punya pacar, terus malah bikin orang itu salah milih pacar, bahkan menikah dengan orang yang salah, mendingan urus aja kehidupan pribadi masing-masing. Buat kalian yang termasuk generasi nggak tua-tua amat dan generasi millennial, mungkin kalian sudah tahu bahwa pertanyaan “kapan nikah?” itu emang nggak sopan. Karena kalian sudah bersentuhan dengan meme “kapan nikah?” di Path yang sangat menyentuh kolbu, seperti ini. Nah, buat yang sudah sering lihat dan baca meme kayak begitu kan jadi sadar sendiri bahwa tanya “kapan nikah?” adalah pertanyaan...

Review Hada Labo CC Cream Ultimate Anti Aging

By on Apr 4, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Seiring bertambahnya usia, kalau memilih produk kecantikan, gue pasti milih produk yang mengandung anti aging ketimbang whitening. Bukan karena gue Cina, jadi sudah putih, terus nggak butuh whitening lagi. Tentu aja gue masih butuh produk yang bisa mencerahkan kulit karena matahari di Jakarta sangatlah JAHAP, kalau kata Bang Ipul. Tapi, untuk saat ini gue lebih fokus pada anti aging. Karena, gue ingin mengubah destiny. Ciyeee, kayak iklan apa gitu, ya! Jadi, gue memilih Hada Labo CC Cream Ultimate Anti Aging, ketimbang Hada Labo CC Cream Ultimate Whitening. Gue pilih CC cream yang warnanya royal ivory, ketimbang elegant beige. Soalnya, lebih cocok buat kulit gue yang putih bak orang Cina. Ukurannya cuma 25 gram, tapi biasanya sih BB atau CC cream lama habisnya. Malah kadang nggak abis-abis, lalu bingung gimana cara habisinnya! Dari awal, gue agak bingung, apa sih bedanya BB cream dan CC cream? Kayaknya sama aja, deh. Tapi, ternyata ada bedanya dikit nih, Kak! BB cream yang dikenal sebagai blemish balm atau beauty balm adalah bentuk ringan dari foundation dengan rangkaian formula pelembab, SPF, dan antioksidan dengan tingkat coverage medium. Karena kandungannya, kalian tidak perlu menggunakan pelembap atau tabir surya saat menggunakan krim ini. Karena coverage yang lebih ringan daripada foundation, saat kalian menggunakan BB cream, kulit kalian nggak akan terlihat seperti memakai topeng, jadi cocok untuk dipakai sehari-hari dengan makeup ringan. Sedangkan CC cream diunggulkan sebagai versi yang formulanya merupakan penyempurnaan dari BB cream. CC cream punya beberapa fungsi yang membuat kalian makin jatuh cinta. CC berarti colour control, colour correcting atau complexion care. Artinya, redness (bintik-bintik merah, bekas jerawat) di wajah akan lebih teratasi karena kandungan dari CC cream lebih mampu menyamarkan redness di kulit wajah. Dengan formula yang menutrisi kulit dan mampu membantu mengatasi problem di kulit, CC cream dipercaya dapat menutrisi, mencerahkan, memperbaiki tekstur dan...

Kose Super Dual Clear C: Peeling Gel yang Melembutkan

By on Apr 4, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Biasanya kalau gue pakai krim, gel, atau apa pun buat peeling, jatuhnya bikin kulit mengelupas sangat parah. Lalu, kulit bakal jadi tipis, merah-merah, dan sakit. Tapi, sejak gue cobain Kose Super Dual Clear C di acara Girls Day Out Kose Indonesia bulan Desember 2015 kemarin, gue langsung jatuh cinta sama produk ini. Dari nama dan penampakannya, Kose Super Dual Clear C sama sekali nggak kelihatan kayak peeling gel. Malahan lebih kelihatan kayak pelembap. Bahkan, pas dipakai pun lebih berasa kayak pelembap, ketimbang peeling gel. Tapi, khasiatnya benar-benar ampuh luar binasa. Lebih ampuh daripada pengobatan Mak Erot. Gue pun langsung beli peeling gel ini di outlet Kose Mal Taman Anggrek beberapa waktu lalu. Beli dan pakainya sudah lumayan lama. Kira-kira dari Februari 2016 kemarin. Tapi, baru sempat di-review sekarang, karena kayak biasanya, deh. Kak Uung super sibuk. Mandi aja kadang nggak sempat, bahkan abis boker aja nggak sempat cebok. Kose Super Dual Clear C ini cuma 70 ml dan harganya Rp 514 ribu. Mungkin isinya nggak terlalu banyak dan harganya mahal. Tapi, kalau kata SPG di sana, pakai peeling gel ini cukup seminggu sekali di awal. Lama-lama, penggunaannya bisa jadi dua minggu sekali. Jadi, hitungannya tetap hemat. Cara pakai produk ini adalah pertama-tama kalian tentu harus membersihkan wajah sampai benar-benar bersih. Kalau sekarang sih, gue sudah nggak pernah pakai sabun muka lagi, tapi cuma pakai Bioderma Sensibio H2O sampai di kapasnya sudah nggak ada kotoran lagi. Terus baru deh, pakai Kose Super Dual Clear C yang dituang ke kapas. Setelah dituang ke kapas, usap-usap ke seluruh bagian wajah, kecuali area mata dan bibir yang lebih tipis dan sensitif. Usapin kenceng-kenceng juga nggak apa-apa, terutama di bagian hidung dan dagu yang sering ditumbuhi komedo. Karena, seperti yang gue bilang barusan bahwa peeling gel ini nggak berbahaya sama sekali. Abis kelar diusapin,...

Resepsi Pernikahan: Tradisi yang Sebaiknya Dihilangkan

By on Mar 31, 2016 in Diary

Pernah denger nggak soal menikah di Indonesia itu ngehe banget? Kerja keras banting tulang bertahun-tahun, terus duitnya habis dalam waktu dua jam, cuma buat berdiri di depan ratusan orang sambil pakai sepatu hak tinggi yang bikin kaki semaput dan pakai gaun yang kainnya bisa nyapu lantai segedung. Waktu masih muda banget, gue setuju sama ide pernikahan ngehe kayak begitu. Makanya gue bercita-cita buat jadi orang kaya dan terkenal sebelum menikah supaya gue bisa menggelar resepsi pernikahan megah, undang banyak pejabat, artis, dan orang penting lainnya. Dan di sepanjang gedung resepsi itu, ada banyak karangan bunga yang dikasih buat gue. Tapi, kalau mau nunggu sampe kayak begitu, pastinya bakal susah banget! Kecuali kalau kalian anak konglomerat atau menikah sama konglomerat yang udah bau tanah. Sukur-sukur masih bisa dapetin anak konglomerat. Kalau bukan konglomerat, kayaknya kalian harus kerja keras banting tulang hingga sekian lama. Dan umur 50 tahun baru bisa menikah. Akhirnya gue anggap ide itu sampah banget. Kalau pun gue kaya banget sampe bisa nyumbang duit triliunan buat bangun rumah sakit, gue tetep ogah bikin resepsi pernikahan mewah nan laknat yang cuma berlangsung selama dua jam itu. Kalau kata orang, nikah aja yang sederhana biar uangnya bisa ditabung buat beli rumah, uang sekolah anak, jalan-jalan, dan lain-lain. Tapi, mau sederhana kayak apa pun, nikah di Indonesia, terutama Jakarta, minimal harus keluarin duit Rp 100 juta. Bukan cuma tetek bengeknya yang banyak, tapi undangannya juga banyak, Bray! Yang diundang itu kan nggak cuma keluarga, saudara, atau teman dekat, tapi juga ORANG-ORANG YANG SEBENARNYA NGGAK KALIAN KENAL. Misal, teman-teman ortu dan mertua kalian. Ribet deh, pokoknya. Semuanya dikaitkan dengan alasan silahturami atau kesopanan. Sejak itu, gue mikir, emang harus, ya, rayain momen spesial ke orang-orang yang nggak dikenal atau nggak kenal-kenal banget? Dua jam berikutnya abis pulang ke rumah, mereka juga lupa...

Cute Custom Case from @bananadraw

By on Mar 31, 2016 in Diary, Fashion, Review Produk

Beberapa waktu lalu, Kak Winda Yunnal dari Banana Draw kirim email ke gue, katanya doi mau endorse custom case ucul buat hape. Karena portfolio dia di Instagram ucul-ucul semua, tentu aja gue mau di-endorse, dong! Custom case yang dia buat unik banget dan beda dari yang lain. Kalau online shop lain cuma bisa gambar karakter kartun favorit terus di-print di case hape, Banana Draw bisa bikin muka kita jadi bentuk kartun supaya bisa dipajang-pajang di case hape. Cocok banget nih buat kalian yang narsis dan butuh pengakuan. Akhirnya gue kirim foto gue yang super unyu ke doi buat digambar. Saking unyunya, mungkin doi keburu pingsan sebelum gambar. Gue pesan clear case yang hard, supaya penampilannya transparan kayak penghasilan pejabat yang nggak ditutup-tutupi. Case pesanan gue pun sampai ke rumah dengan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun. Tadinya gue pikir, packaging-nya bakal biasa aja. Ternyata packaging-nya juga benar-benar cantik seperti packaging di toko-toko case hape pada umumnya. Gue nggak nyangka aja, dari rambut, muke yang dibikin lebih cute dari aslinya, baju, celana, sepatu, tas, dan lain-lain semuanya dibuat hampir mirip! Di samping muka gue ada banyak logo media sosial soalnya gue memang pilih tema blogging untuk case ini. Jadi, bukan cuma karakter yang bisa dibuat. Kalian pun bisa menentukan temanya. Bukan cuma custom case yang Kak Winda kasih ke gue, tapi dia juga kasih bonus berupa pin dan gantungan kunci. Unyu juga, nih! Rasanya nggak lengkap kalau pake case hape baru, tapi nggak kembaran sama hoodie OPPAI-nya Saitama! Mumpung gue udah lama banget nggak pake wig di mal, jadi gue pun keluyuran pake hoodie ajaib ini, beserta wig, dan atribut lainnya yang sesuai dengan gambar di case. Kalau udah dipakein ke hape, penampakannya bakal jadi kayak begini. Kalau kalian mau punya case hape kembaran sama Kak Uung, tinggal hubungi Kak Winda aja. Kalau nggak rela kembaran...

Bedanya Rohim dan Ronny

By on Mar 29, 2016 in Diary

Hilluuwww semua. Maaf bingit kalau Kak Uung udah lama banget nggak ngeblog karena banyak urusan. Gue nggak nyangka juga sih, meskipun udah nggak ngeblog selama delapan windu, tapi masih banyak aja yang baca dan nggak bosan-bosan buat menantikan blog baru. Kalian pasti bete kan, tiap buka blog gue, ternyata belum ada yang baru. Hahaha…. Dan pas buka blog ini untuk kesekian kalinya lagi, tiba-tiba kalian udah punya cucu. Kamsia banget udah selalu ingetin gue buat bikin blog baru. Tanpa kalian, gue cuma butiran debu yang nempel di sepatunya Dijah Yellow. Kenapa di bulan Maret gue sibuk banget? Karena, tanggal 8 Maret 2016 kemarin, Ama (Nenek dalam dialek Hokkian) gue meninggal karena stroke dan kondisi lainnya yang bikin badannya lemah. Nggak nyangka aja sih, doi meninggal sebulan setelah Shincia (Imlek). Padahal, waktu Shincia kemarin, doi masih bisa ketawa-ketawa dan ngobrol. Meskipun kondisi tubuhnya nggak sebagus yang dulu karena kakinya udah nggak bisa jalan dan harus pakai kursi roda. Bisa dibilang, Shincia tahun ini adalah Shincia, di mana jumlah anggota keluarga yang kumpul lumayan komplit. Kuku (Tante) gue dan lakinya sengaja datang dari Ausi ke Jakarta buat rayain Shincia, sekaligus nengokin Ama. Ini foto keluarga gue pas malam Shincia kemarin. Lengkap bingit, cuy! Bahkan, Kak RG, si juru foto juga ikutan masuk ke foto. Soalnya, doi punya alat Doraemon. Rambut, muka, dan baju gue berantakan banget, ya! Iya, soalnya lagi di rumah doang, jadi nggak usah rapi-rapi. Apalagi gue anaknya sangat bersahaja dan tidak sombong. Yang gue inget banget sih, ketika itu, Ama gayanya kayak abege banget. Tiap difoto, pasti doi langsung ngecek hasilnya. Katanya takut hasilnya jelek. Mungkin itulah siklus hidup, buat mereka yang dulunya pernah merasakan jadi abege yang takut jelek di foto, ketika tua, mereka mengalami siklus tersebut lagi. Kalau kalian masih bayi, masih balita, atau masih anak-anak...

Page 8 of 27« First...678910...20...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy