FacebookTwitter
Page 7 of 27« First...56789...20...Last »

Ternyata Isyana Sarasvati Belanja Online di …

By on May 23, 2016 in Diary

Baru-baru ini, lagi marak soal Isyana Sarasvati yang lakuin blunder sampai dua kali dan dianggap merugikan pihak-pihak yang kerjasama bareng dia. Buat yang udah pikun, mungkin lupa sama kisah Isyana yang lakuin blunder. Ceritanya, ada berita di koran yang bilang bahwa Isyana takut tertipu saat belanja online. Beritanya kayak begini. Terus, media sosial pun ramai omongin berita ini. Soalnya, Isyana kan brand ambassador Tokopedia yang seharusnya ajarin orang-orang buat belanja online, terutama di Tokopedia. Tapi, kok dia malah bilang takut tertipu saat belanja online? Lalu, Isyana pun bilang di Twitter bahwa bener banget dia nggak berani belanja online, kecuali di Tokopedia. Abis itu, masalah nggak kelar begitu aja, Bray. Karena, ada aja oknum yang cari kesalahan Isyana. Dan kesalahan itu gampang banget buat ditemuin kayak temuin semut dalam nasi tumpeng. Ada aja yang ngeh, Isyana nge-tweet pakai iPhone, padahal dia brand ambassador Oppo. Makin di-bully, deh! Udah jatuh ketimpa tangga, itulah yang dirasakan Isyana. Kalau kalian jadi Isyana, pasti galaunya setengah mati. Apalagi, sekarang dia lagi naik daun, pastinya Isyana nggak cuma punya kipas angin (baca: fans) yang bisa dibeli di Tokopedia, tapi juga haters. Isyana pasti jadi takut di-bully terus, atau nantinya malah nggak dapat job lagi. Ya gitu, deh, namanya juga pekerjaan, pasti ada risikonya, terutama kalau bayarannya mahal. Jadi, jangan pikir, jadi artis itu enak, tinggal pasang tampang cakep terus joget-joget di kamera, lalu dapet duit banyak! Semua pekerjaan ada risikonya tau! Jadi tukang es krim aja harus jaga-jaga, jangan sampe adonan es krimnya kejatuhan cicak. Kalau sampe kejatuhan cicak, terus pelanggan nemu cicak dalam es krim, pasti langsung dikecam netizen! Itu baru urusan cicak, belum urusan lainnya lagi, Kak! Oke, lupakan soal cicak dalam es krim. Balik ke soal Isyana, yuk! Untuk mencegah masalah makin panjang, Isyana pun menjelaskan semuanya lewat Twitter. Pastinya, kalian udah...

6 Langkah Tampak Lebih Muda dengan Bio Essence Royal Jelly + ATP

By on May 8, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

8 April 2016 kemarin, bertempat di The Maestro, Plaza Indonesia, gue diundang ke acara Beauty Secret Talkshow bareng Bio Essence, brand kecantikan terkenal asal Singapura yang baru aja dirilis di Indonesia. Yang bikin gue tertarik buat datang ke acara ini adalah produk Bio Essence dengan Royal Jelly + ATP yang dirilis di acara tersebut katanya bisa bikin muka kita terlihat lebih muda. Produk tersebut dipercaya bisa bikin bentuk muka kita yang sudah nggak V shape, jadi kembali V shape. Nggak bisa dipungkiri sih, bentuk muka V shape memang bakal bikin muka kita terlihat lebih muda ketimbang bentuk lainnya. Bentuk V shape di muka memang sudah terbentuk dari lahir dan tergantung kodrat masing-masing. Tapi, seiring bertambahnya usia, kadar V shape di muka makin berkurang. Yang dulunya V shape, sekarang jadi nggak V shape lagi, yang dulunya kotak atau bulet, sekarang makin kotak atau bulet. Dan itu bikin kita terlihat lebih tua. Selain karena proses penuaan, bentuk muka yang mengarah ke bulat atau kotak bisa juga disebabkan karena pengaruh kenaikan berat badan dan kurangnya olahraga. Kalau nggak percaya, coba deh lihat muka Dian Sastro di Ada Apa dengan Cinta 1 (AADC 1) dan di  AADC 2. Coba lihat, lebih V shape yang mana? Haish, gue kok malah jadi ngomongin orang. Hahaha… Atau yang lebih gampang, coba lihat muka kalian waktu SMA, deh. Kalau muka gue pas SMA sih kayak begini. Mending nggak usah dilihat, kan? Gimana kalau lanjut aja ke review rangkaian produk Bio Essence Royal Jelly + ATP? Ini dia seperangkat sholatnya, eh, seperangkat Bio Essence Royal Jelly + ATP maksudnya! Hahaha… Supaya proses pembentuk V shape lebih maksimal, tentunya kita harus melakukan perawatan dari dasar dulu, seperti exfoliating, cuci muka, toner, essence, baru deh face lifting! Langkah-langkahnya seperti berikut. 1. Deep Exfoliating Gel with Royal Jelly + ATP Sel kulit mati bukan cuma bikin kulit kusam dan berminyak,...

Dear Mantan, Maafkan Aku yang Dulu

By on May 1, 2016 in Diary

Pala lo!   Ngapain juga gue minta maaf sama mantan, orang gue nggak punya mantan. Hahaha… Tapi, gue lagi ngomongin orang-orang yang mantannya banyak banget itu, terus mereka bikin meme “Dear Mantan, Maafkan Aku yang Dulu“? Emangnya kalian punya salah apa sama mantan? Mentang-mentang dulunya jelek jadi harus minta maaf? Hahaha… Lagipula, kalian sudah berubah jadi secakep apa pun, belum tentu mantan masih peduli. Yang ada sih, malah jijik dan kalian dianggap belum move on. Kelihatan banget bahwa kalian masih inget banget sama mantan, minta banget dilihat perubahannya sama si mantan, terus berharap si mantan pengin balikan. Ah, nggak gitu juga kali. Apalagi kalau kalian berubahnya karena pakai aplikasi Camera 360 atau Beauty Plus. Hahaha… Orang yang sudah move on, nggak bakal keingetan mantan sama sekali. Nggak bakal inget mukanya kayak gimana, juga bakal males omongin soal mantan, termasuk minta maaf pakai meme. Jadi, kalau ada orang yang suka banget ngomongin masa lalu termasuk mantan, baik itu cuma sebut namanya, berarti doi belum move on. Nah, orang-orang kayak begini yang perlu disunat. Dengan kata lain, sembuhin dulu deh, penyakit belum move on-nya, sebelum cari pacar baru. Karena, nanti pacar barunya bakal kasihan banget. Kerjaannya bakal ngomel-ngomel sepanjang hari. Sebenarnya, untuk membuktikan kalian sudah move on atau belum, itu gampang banget! Caranya bukan dengan bikin meme pathetic kayak yang gue omongin sebelumnya. Tapi, caranya adalah dengan nggak melakukan apa-apa. Eh serius deh, kalian sudah move on, sudah bahagia atau belum, kalian nggak perlu kasih bukti apa-apa. Karena, kalau kalian masih butuh pengakuan dari mantan atau orang sekitar bahwa kalian sudah move on, berarti sebenarnya kalian belum move on. Kalian masih berharap si mantan menyesal dan minta balikan. Cara simpel supaya move on adalah cukup dengan jalani hidup kayak biasa tanpa doi. Itu aja cukup, kok. Kalian bisa mulai dengan menghapus...

Jadi Kekinian dengan Lipstik Purbasari Color Matte

By on Apr 24, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebenarnya sih, Lisptik Purbasari Color Matte sudah tren beberapa bulan lalu, jadi kalau gue baru pakai sekarang berarti gue termasuk anak kurang gaul atau kekinian. Tapi, nggak apa-apa deh telat daripada nggak gaul sama sekali. Maklum, soalnya gue memang butuh diakui sebagai anak gaul. Meskipun sudah agak telat, tapi lipstik ini masih dicari banget kok sama perempewi-perempewi di Indonesia yang katanya cinta banget sama produk lokal. Oke, langsung aja deh gue bahas lipstik yang satu ini. Begitu denger namanya, gue langsung underestimate. Kok, namanya Purbasari? Desa banget nggak, sih? Jangan-jangan warnanya purba a.k.a jadul banget! Tapi, begitu gue browsing lipstik Purbasari, ternyata pilihan warnanya banyak dan nggak termasuk purba, kok! Termasuk ucul di mata gue. Kalau kata Peggy, temen gue, cari lipstik Purbasari agak susah. Susah bukan karena tokonya harus masuk gang sempit, tapi nggak semua tempat jual lipstik ini. Pas kami mampir ke Guardian di Lippo Mal Puri aja, stoknya nggak ada. Menurut SPG di sana, lipstik ini memang lagi banyak penggemarnya. Dengan kerja keras Peggy dan nyokapnya, akhirnya doi berhasil mendapatkan lipstik Purbasari di Toko Kosmetik Raya, Tangerang. Gila, ya, cari lipstik jauh bener. Cari jodoh aja nggak sejauh itu. Hahaha… Meskipun sudah ketemu tempat beli lipstik Purbasari, tapi nggak semua nomor lipstik tersedia lengkap di sana. Jadi, gue pilih warnanya random dan dikira-kira aja. Gue whatsapp Peggy, bilang mau titip lipstik Purbasari nomor 85 dan 86. Soal cocok atau nggak di bibir, itu urusan belakangan aja. Yang penting bisa jadi anak kekinian dengan lipstik Purbasari. Langsung aja, ya, gue coba satu per satu. Mulai dari yang nomor 85 aja yang disebut Safir. Pas diolesin ke tangan, warnanya lumayan merah kayak cabai, tapi begitu diolesin ke bibir, warna merahnya nggak terlalu mencolok. Lebih ke merah agak pink. Cocok buat kalian yang pengin cobain warna merah, tapi masih...

Hidup Sehat dengan BON Homemade Granola

By on Apr 24, 2016 in Diary, Food Porn, Review Produk

Gue punya temen namanya Hendry Lam. Body fat-nya cuma 9%. Dengan kata lain, body-nya ideal banget untuk ukuran cowok dan tentu aja perutnya six pack tak terkendali. Kalian tahu sendiri kan susahnya bikin perut six pack! Lebih susah bikin perut six pack ketimbang bikin seribu candi untuk gebetan. Pastinya, tubuh ideal kak Hendry nggak lepas dari kerja kerasnya selama ini. Selain rajin berkunjung ke tempat gym. doi juga rajin makan makanan sehat a.k.a eat clean dari hari Senin sampai Kamis. Cheating-nya cuma dari hari Jumat sampai Minggu. Cheating sekalian nge-date katanya. Salah satu makanan sehat yang kak Hendry konsumsi adalah granola. Saking cintanya doi sama granola, doi pun bikin bisnis homemade granola dengan nama BON Homemade Granola bareng kak Nani Fernandez. BON Homemade Granola produksi kak Hendry terbuat dari campuran rolled oats, kacang almond yang sudah dihancurkan, biji sunflower, biji pumpkin, kismis, madu, dan bahan makanan sehat lainnya. Lengkap banget kan isinya! Dengan kata lain, kalian nggak perlu beli bahan-bahan makanan sehat secara terpisah. Biaya makan sehat pun jadi lebih murah. Packaging BON Homemade Granola seperti ini. Ada yang 250 gram dan 70 gram. Buat melindungi granola supaya tetap fresh, kak Hendry pakai zipper bag supaya granola lebih gampang disimpan kembali dan nggak masuk angin. Buat yang belum pernah lihat bentuk granola, kayak begini bentuknya. Sekilas, campuran bahan granolanya terlihat sama semua, tapi kalau diperhatikan lebih lagi, komposisi bahannya seimbang banget, lho. Baik itu rolled oats, biji pumpkin, biji sunflower, kismis, almond, dan lain-lain, semuanya ada di setiap comotan. Nggak kayak granola merk lain yang lebih banyak rolled oats-nya, sedangkan bahan lain cuma dikasih seiprit. Kalau nggak percaya, nih buktinya. Cara makannya gampang banget. Tinggal dicomot, terus dimasukin ke mulut. Rasanya enak banget! Nggak hambar kayak makanan sehat pada umumnya. Soalnya, ada campuran madu dan kismis yang bikin granola...

Aroy Mak Mak: Kerupuk Kulit Babi Homemade

By on Apr 17, 2016 in Diary, Food Porn, Review Produk

Aroy Mak Mak di sini artinya bukan emak-emak atau ibu-ibu, tapi  artinya enak banget dalam bahasa Thailand. Temen gue, si engkoh-engkoh bernama Andry Ho pakai nama itu buat dijadiin brand kerupuk kulit babinya. Karena Koh Andry sangat baik hati dan tidak sombong, doi pun endorse gue kerupuk kulit babi Aroy Mak Mak. Gue sih seneng banget di-endorse kerupuk kulit babi soalnya kulit yang enak bukan cuma kulit ayam, tapi juga kulit babi. Dengan munculnya Aroy Mak Mak, tentu aja kalian nggak perlu repot-repot cari kerupuk kulit babi sampai ke Bali. Kalian tahu nggak, kenapa kita harus makan kerupuk kulit babi? Karena makan kerupuk kulit babi lebih baik daripada jadi koruptor. Hahaha… Kalau nggak percaya, tanya aja sama engkong Soekarno. Lalu, sampailah berbungkus-bungkus kerupuk kulit babi Aroy Mak-Mak di rumah gue. Soal proses pengiriman, kalian bisa pilih sendiri, mau pakai paket JNE atau Gojek. Kalau buru-buru, kalian bisa pakai Gojek. Gue suka sama packaging-nya. Plastiknya ketutup rapat dan bikin kerupuk kulit babinya nggak masuk angin. Repot kan kalau masuk angin kulit babinya harus minum Tolak angin atau dikerok. Di bungkusnya juga ada stiker gambar babi pink yang ucul bingit. Jadi, kalau kerupuk kulit babi Aroy Mak-Mak dijadiin oleh-oleh buat teman, pacar, atau keluarga, nggak bakal malu-maluin. Kalau menurut gue, kerupuk kulit babi Aroy Mak-Mak cocok juga buat dijadikan kado Valentine. Kesannya unyu, sweet gimana gitu mentang-mentang stikernya warna pink. Hihihi… Isinya juga nggak kalah ucul jika dibandingkan dengan packaging-nya. Ada yang lurus sampai keriting. Karena packaging-nya sempurna, kualitas kerupuk kulit babinya juga tetap terjaga dengan baik, apalagi kerupuk kulit babi ini emang sengaja dibuat secara homemade. Jadi, nggak perlu khawatir teksturnya bakal berubah atau terasa alot. Pas gue makan, rasanya enak bingit! Nggak kurang asin atau terlalu asin. Gurih dan garingnya juga pas. Sekali makan nggak mau berhenti, padahal makannya...

Custom OPPAI Snapback from @quotenation.id

By on Apr 13, 2016 in Diary, Fashion, Review Produk

Kak Uung adalah manusia biasa yang suka banget di-endorse. Kali ini, Kak Uung di-endorse custom snapback sama Kak Dennys (@quotenation.id). Langsung aja deh, doi tanya ke gue, mau bikin snapback yang tulisannya apa? Karena gue lagi suka banget sama OPPAI, jadi gue minta snapback-nya ditulis “OPPAI” aja, sekaligus ada gambar teteknya. Soalnya, OPPAI kan bahasa Jepang yang berarti tetek. Hahaha… Kak Dennys pun saranin ke gue supaya warna snapback-nya merah dan kuning biar ngejreng kayak hoodie OPPAI yang gue pernah gue pakai. Kalau mau lihat hoodie-nya, kalian bisa masuk ke sini. Proses pembuatan snapback-nya cepet banget. Request hari ini, besok udah langsung jadi snapback-nya dan sudah siap dikirim. Warbiyasak! Seperti ini deh custom OPPAI snapback buatan @quotenation.id. Gimana menurut kalian? Gue sih suka banget sama custom snapback dari @quotenation.id. Soalnya, gue jadi bisa mengekspresikan diri semau gue lewat quote yang ditulis di snapback. Bukan cuma snapback, tapi kalian juga bisa tulis quote semau kalian di kaus. Kalau pengin tanya-tanya atau pesan custom snapback-nya, kalian bisa langsung langsung capcus ke: QuoteNation.ID Instagram: @quotenation.id LINE: @qap6835q (pakai @) Foto:...

Kelasi: Makan Es Krim dalam Batok Kelapa

By on Apr 11, 2016 in Diary, Food Porn

Menjelang musim panas yang sudah menusuk kolbu, alangkah baiknya kita makan es krim kelapa. Biar nggak biasa, makan es krimnya harus pakai batok kelapa, dong. Sukur-sukur berasa kayak lagi liburan di Bangkok. Makanya, hari Minggu kemarin gue sama Kak RG main ke Kelasi, Mal Kelapa Gading. Tempatnya kecil dan nggak luas, jadi kita nggak bisa nongkrong lama-lama di sini, tapi suasananya homey. Mungkin karena interiornya dibuat lucu. Lumayan buat bagus-bagusin feed Instagram. Kelasi merupakan kependekan dari kelapa isi. Jadi, es krim kelapa di sini disajikan di dalam batok kelapa dan ditambahkan berbagai macam toping. Kalian bisa milih berbagai macam menu es krim batok kelapa di sana. Bahkan, kalian bisa kreasiin sendiri pengin makan es krim kelapa sama toping apa aja. Jika pengin pesan minuman, kalian bisa pesan minuman ini. Gue pesan Choco Boat (Rp 28 ribu) dengan tambahan toping mochi berry (Rp 5 ribu). Choco Boat ini isinya ada es krim kelapa, sticky rice, dan peanuts yang tentu aja disajikan di dalam batok kelapa. Penampilannya tentu aja cantik bingit. Bolehlah buat penuh-penuhin hashtag #foodporn Instagram kalian. Gue sih suka banget sama menu pilihan gue yang ini. Soalnya, perpaduan antara es krim kelapa, parutan kelapa dari batok kelapa, ketan hitam, dan kacang-kacangan cocok banget. Ditambahin toping mochi berry juga masih nyambung. Manisnya pas, nggak berlebihan. Isi topingnya juga nggak berlebihan. Kalian cuma perlu hati-hati aja pas makan mochinya. Soalnya, ada serbuk tepungnya. Kalau kehirup, bisa batuk-batuk. Tapi, batuk-batuknya nggak sampai TBC, kok. Tenang aja. Sementara itu, Kak RG pilih menu Choco Cruise (Rp 35 ribu) dengan tambahan toping mochi berry (Rp 5 ribu) dan mochi melon (Rp 5 ribu). Choco Cruise itu lebih meriah daripada Choco Boat yang gue pesan. Karena, menu ini terdiri dari es krim kelapa, choco candy, choco stick, milo balls, choco sauce, dan regal. Penampakan Choco...

Page 7 of 27« First...56789...20...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy