FacebookTwitter
Page 7 of 26« First...56789...20...Last »

Review Hada Labo CC Cream Ultimate Anti Aging

By on Apr 4, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Seiring bertambahnya usia, kalau memilih produk kecantikan, gue pasti milih produk yang mengandung anti aging ketimbang whitening. Bukan karena gue Cina, jadi sudah putih, terus nggak butuh whitening lagi. Tentu aja gue masih butuh produk yang bisa mencerahkan kulit karena matahari di Jakarta sangatlah JAHAP, kalau kata Bang Ipul. Tapi, untuk saat ini gue lebih fokus pada anti aging. Karena, gue ingin mengubah destiny. Ciyeee, kayak iklan apa gitu, ya! Jadi, gue memilih Hada Labo CC Cream Ultimate Anti Aging, ketimbang Hada Labo CC Cream Ultimate Whitening. Gue pilih CC cream yang warnanya royal ivory, ketimbang elegant beige. Soalnya, lebih cocok buat kulit gue yang putih bak orang Cina. Ukurannya cuma 25 gram, tapi biasanya sih BB atau CC cream lama habisnya. Malah kadang nggak abis-abis, lalu bingung gimana cara habisinnya! Dari awal, gue agak bingung, apa sih bedanya BB cream dan CC cream? Kayaknya sama aja, deh. Tapi, ternyata ada bedanya dikit nih, Kak! BB cream yang dikenal sebagai blemish balm atau beauty balm adalah bentuk ringan dari foundation dengan rangkaian formula pelembab, SPF, dan antioksidan dengan tingkat coverage medium. Karena kandungannya, kalian tidak perlu menggunakan pelembap atau tabir surya saat menggunakan krim ini. Karena coverage yang lebih ringan daripada foundation, saat kalian menggunakan BB cream, kulit kalian nggak akan terlihat seperti memakai topeng, jadi cocok untuk dipakai sehari-hari dengan makeup ringan. Sedangkan CC cream diunggulkan sebagai versi yang formulanya merupakan penyempurnaan dari BB cream. CC cream punya beberapa fungsi yang membuat kalian makin jatuh cinta. CC berarti colour control, colour correcting atau complexion care. Artinya, redness (bintik-bintik merah, bekas jerawat) di wajah akan lebih teratasi karena kandungan dari CC cream lebih mampu menyamarkan redness di kulit wajah. Dengan formula yang menutrisi kulit dan mampu membantu mengatasi problem di kulit, CC cream dipercaya dapat menutrisi, mencerahkan, memperbaiki tekstur dan...

Kose Super Dual Clear C: Peeling Gel yang Melembutkan

By on Apr 4, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Biasanya kalau gue pakai krim, gel, atau apa pun buat peeling, jatuhnya bikin kulit mengelupas sangat parah. Lalu, kulit bakal jadi tipis, merah-merah, dan sakit. Tapi, sejak gue cobain Kose Super Dual Clear C di acara Girls Day Out Kose Indonesia bulan Desember 2015 kemarin, gue langsung jatuh cinta sama produk ini. Dari nama dan penampakannya, Kose Super Dual Clear C sama sekali nggak kelihatan kayak peeling gel. Malahan lebih kelihatan kayak pelembap. Bahkan, pas dipakai pun lebih berasa kayak pelembap, ketimbang peeling gel. Tapi, khasiatnya benar-benar ampuh luar binasa. Lebih ampuh daripada pengobatan Mak Erot. Gue pun langsung beli peeling gel ini di outlet Kose Mal Taman Anggrek beberapa waktu lalu. Beli dan pakainya sudah lumayan lama. Kira-kira dari Februari 2016 kemarin. Tapi, baru sempat di-review sekarang, karena kayak biasanya, deh. Kak Uung super sibuk. Mandi aja kadang nggak sempat, bahkan abis boker aja nggak sempat cebok. Kose Super Dual Clear C ini cuma 70 ml dan harganya Rp 514 ribu. Mungkin isinya nggak terlalu banyak dan harganya mahal. Tapi, kalau kata SPG di sana, pakai peeling gel ini cukup seminggu sekali di awal. Lama-lama, penggunaannya bisa jadi dua minggu sekali. Jadi, hitungannya tetap hemat. Cara pakai produk ini adalah pertama-tama kalian tentu harus membersihkan wajah sampai benar-benar bersih. Kalau sekarang sih, gue sudah nggak pernah pakai sabun muka lagi, tapi cuma pakai Bioderma Sensibio H2O sampai di kapasnya sudah nggak ada kotoran lagi. Terus baru deh, pakai Kose Super Dual Clear C yang dituang ke kapas. Setelah dituang ke kapas, usap-usap ke seluruh bagian wajah, kecuali area mata dan bibir yang lebih tipis dan sensitif. Usapin kenceng-kenceng juga nggak apa-apa, terutama di bagian hidung dan dagu yang sering ditumbuhi komedo. Karena, seperti yang gue bilang barusan bahwa peeling gel ini nggak berbahaya sama sekali. Abis kelar diusapin,...

Resepsi Pernikahan: Tradisi yang Sebaiknya Dihilangkan

By on Mar 31, 2016 in Diary

Pernah denger nggak soal menikah di Indonesia itu ngehe banget? Kerja keras banting tulang bertahun-tahun, terus duitnya habis dalam waktu dua jam, cuma buat berdiri di depan ratusan orang sambil pakai sepatu hak tinggi yang bikin kaki semaput dan pakai gaun yang kainnya bisa nyapu lantai segedung. Waktu masih muda banget, gue setuju sama ide pernikahan ngehe kayak begitu. Makanya gue bercita-cita buat jadi orang kaya dan terkenal sebelum menikah supaya gue bisa menggelar resepsi pernikahan megah, undang banyak pejabat, artis, dan orang penting lainnya. Dan di sepanjang gedung resepsi itu, ada banyak karangan bunga yang dikasih buat gue. Tapi, kalau mau nunggu sampe kayak begitu, pastinya bakal susah banget! Kecuali kalau kalian anak konglomerat atau menikah sama konglomerat yang udah bau tanah. Sukur-sukur masih bisa dapetin anak konglomerat. Kalau bukan konglomerat, kayaknya kalian harus kerja keras banting tulang hingga sekian lama. Dan umur 50 tahun baru bisa menikah. Akhirnya gue anggap ide itu sampah banget. Kalau pun gue kaya banget sampe bisa nyumbang duit triliunan buat bangun rumah sakit, gue tetep ogah bikin resepsi pernikahan mewah nan laknat yang cuma berlangsung selama dua jam itu. Kalau kata orang, nikah aja yang sederhana biar uangnya bisa ditabung buat beli rumah, uang sekolah anak, jalan-jalan, dan lain-lain. Tapi, mau sederhana kayak apa pun, nikah di Indonesia, terutama Jakarta, minimal harus keluarin duit Rp 100 juta. Bukan cuma tetek bengeknya yang banyak, tapi undangannya juga banyak, Bray! Yang diundang itu kan nggak cuma keluarga, saudara, atau teman dekat, tapi juga ORANG-ORANG YANG SEBENARNYA NGGAK KALIAN KENAL. Misal, teman-teman ortu dan mertua kalian. Ribet deh, pokoknya. Semuanya dikaitkan dengan alasan silahturami atau kesopanan. Sejak itu, gue mikir, emang harus, ya, rayain momen spesial ke orang-orang yang nggak dikenal atau nggak kenal-kenal banget? Dua jam berikutnya abis pulang ke rumah, mereka juga lupa...

Cute Custom Case from @bananadraw

By on Mar 31, 2016 in Diary, Fashion, Review Produk

Beberapa waktu lalu, Kak Winda Yunnal dari Banana Draw kirim email ke gue, katanya doi mau endorse custom case ucul buat hape. Karena portfolio dia di Instagram ucul-ucul semua, tentu aja gue mau di-endorse, dong! Custom case yang dia buat unik banget dan beda dari yang lain. Kalau online shop lain cuma bisa gambar karakter kartun favorit terus di-print di case hape, Banana Draw bisa bikin muka kita jadi bentuk kartun supaya bisa dipajang-pajang di case hape. Cocok banget nih buat kalian yang narsis dan butuh pengakuan. Akhirnya gue kirim foto gue yang super unyu ke doi buat digambar. Saking unyunya, mungkin doi keburu pingsan sebelum gambar. Gue pesan clear case yang hard, supaya penampilannya transparan kayak penghasilan pejabat yang nggak ditutup-tutupi. Case pesanan gue pun sampai ke rumah dengan selamat tanpa kekurangan suatu apa pun. Tadinya gue pikir, packaging-nya bakal biasa aja. Ternyata packaging-nya juga benar-benar cantik seperti packaging di toko-toko case hape pada umumnya. Gue nggak nyangka aja, dari rambut, muke yang dibikin lebih cute dari aslinya, baju, celana, sepatu, tas, dan lain-lain semuanya dibuat hampir mirip! Di samping muka gue ada banyak logo media sosial soalnya gue memang pilih tema blogging untuk case ini. Jadi, bukan cuma karakter yang bisa dibuat. Kalian pun bisa menentukan temanya. Bukan cuma custom case yang Kak Winda kasih ke gue, tapi dia juga kasih bonus berupa pin dan gantungan kunci. Unyu juga, nih! Rasanya nggak lengkap kalau pake case hape baru, tapi nggak kembaran sama hoodie OPPAI-nya Saitama! Mumpung gue udah lama banget nggak pake wig di mal, jadi gue pun keluyuran pake hoodie ajaib ini, beserta wig, dan atribut lainnya yang sesuai dengan gambar di case. Kalau udah dipakein ke hape, penampakannya bakal jadi kayak begini. Kalau kalian mau punya case hape kembaran sama Kak Uung, tinggal hubungi Kak Winda aja. Kalau nggak rela kembaran...

Bedanya Rohim dan Ronny

By on Mar 29, 2016 in Diary

Hilluuwww semua. Maaf bingit kalau Kak Uung udah lama banget nggak ngeblog karena banyak urusan. Gue nggak nyangka juga sih, meskipun udah nggak ngeblog selama delapan windu, tapi masih banyak aja yang baca dan nggak bosan-bosan buat menantikan blog baru. Kalian pasti bete kan, tiap buka blog gue, ternyata belum ada yang baru. Hahaha…. Dan pas buka blog ini untuk kesekian kalinya lagi, tiba-tiba kalian udah punya cucu. Kamsia banget udah selalu ingetin gue buat bikin blog baru. Tanpa kalian, gue cuma butiran debu yang nempel di sepatunya Dijah Yellow. Kenapa di bulan Maret gue sibuk banget? Karena, tanggal 8 Maret 2016 kemarin, Ama (Nenek dalam dialek Hokkian) gue meninggal karena stroke dan kondisi lainnya yang bikin badannya lemah. Nggak nyangka aja sih, doi meninggal sebulan setelah Shincia (Imlek). Padahal, waktu Shincia kemarin, doi masih bisa ketawa-ketawa dan ngobrol. Meskipun kondisi tubuhnya nggak sebagus yang dulu karena kakinya udah nggak bisa jalan dan harus pakai kursi roda. Bisa dibilang, Shincia tahun ini adalah Shincia, di mana jumlah anggota keluarga yang kumpul lumayan komplit. Kuku (Tante) gue dan lakinya sengaja datang dari Ausi ke Jakarta buat rayain Shincia, sekaligus nengokin Ama. Ini foto keluarga gue pas malam Shincia kemarin. Lengkap bingit, cuy! Bahkan, Kak RG, si juru foto juga ikutan masuk ke foto. Soalnya, doi punya alat Doraemon. Rambut, muka, dan baju gue berantakan banget, ya! Iya, soalnya lagi di rumah doang, jadi nggak usah rapi-rapi. Apalagi gue anaknya sangat bersahaja dan tidak sombong. Yang gue inget banget sih, ketika itu, Ama gayanya kayak abege banget. Tiap difoto, pasti doi langsung ngecek hasilnya. Katanya takut hasilnya jelek. Mungkin itulah siklus hidup, buat mereka yang dulunya pernah merasakan jadi abege yang takut jelek di foto, ketika tua, mereka mengalami siklus tersebut lagi. Kalau kalian masih bayi, masih balita, atau masih anak-anak...

6 Properti Unik yang Bisa kalian Buru di Lifull Rumah (Lifull.id)

By on Feb 21, 2016 in Diary

Akhir-akhir ini, gue lagi demen ngubek-ngubek situs yang jual rumah sambil berharap dengan sering ngubek-ngubek situs tersebut, tiba-tiba ada yang kirimin rumah mewah ke rumah gue. Hahaha… Eh, beneran lho, di usia kita yang sudah makin dewasa (baca: tua) seperti sekarang ini, kita harus tahu perkembangan harga properti. Dan yang nggak kalah penting, harus punya cita-cita buat punya rumah sendiri. Amin. Situs yang gue jelajahi adalah Lifull Rumah (lifull.id) yang nggak cuma menjual rumah biasa yang dijadikan tempat tinggal. Tapi, banyak banget jenis properti unik di sana. Selain buat tempat tinggal, ada juga yang dipakai buat jadi kantor atau toko. Buat cari kosan juga bisa, kok. Tergantung kalian butuhnya apa. Dari hasil penjelajahan yang gue lakukan, gue sudah nemu 6 properti yang menurut gue unik banget. Berikut jenis propertinya.   1. Tanah yang (Kayaknya) Nggak Mungkin Kebeli Bukan berarti nggak bisa dibeli, ya. Cuma sulit aja, terutama buat orang kayak gue si butiran debu. Jika kalian anak konglomerat atau punya toko emas yang cabangnya ada 200, kayaknya beli tanah tersebut bukan hal mustahil, deh. Letaknya cukup strategis kalau menurut gue. Di jalan Kiai Tapa, Grogol deretan RS Sumber Waras. Luasnya astajim lebar banget! 28.600 meter persegi, Kak! Harganya cuma Rp 34 juta per meter persegi dan masih bisa dinego. Coba deh dikaliin. Semoga aja kalkulator kalian nggak jebol angka nolnya. Hihihi… Kalau minat, kalian bisa langsung hubungi 08161157283 buat nego. Buat nego aja, ya! Bukan buat ajak kenalan atau modus. Untuk detailnya, bisa kalian lihat di sini. Lihat Tanah di Grogol Jakarta Barat  →    2. Kosan untuk Jomlo atau Suami-Istri Murah Meriah Pake Bingit Biasanya kan, ngekos buat sendirian aja harganya mahal bingit! Boro-boro mikit buat nikah. Lah, bayar kosan aja setengah mati. Tapi, di lifull.id ada lho kosan murah meriah pake bingit buat kalian yang jomlo (tulisannya...

Dihipnotis Pelayan Nasi Campur di Gang Gloria Glodok

By on Feb 19, 2016 in Diary

Beberapa waktu lalu sebelum Shincia gue sempat main ke Glodok sama Cik Peggy, tapi baru sempat bikin blognya sekarang. Maklum, gue kan sibuk bingit soalnya udah jadi artis internasional. Karena waktu itu Glodok lagi menyambut Shincia, penampakannya pun jadi kayak begini. Serasa kayak di negeri CINA. Eh, Tiongkok aja, deh, biar nggak di-bully sama orang-orang primitif yang sensitif sama kata Cina. Hahaha… Cina Cina Cina… Baru aja sampe tapi perut udah keroncongan dan terasa kosong bak hati abege yang perlu diisi kasih sayang. Akhirnya gue sama Cik Peggy mampir ke Pempek Eirin 10 Ulu yang tenar banget itu. Ketenarannya kira-kira beda tipis sama Justin Bieber gitu, deh. Kalau kata Cik Peggy sih, dulunya dagangan pempek ini cuma berupa gerobak. Bukan ruko kayak sekarang. Jualan pempek aja bisa jadi tajir, apalagi kalau korupsi harta negara!   Yang waktu itu kami pesan adalah pempek kapal selam, pempek lenjer kecil, pempek keriting, dan pempek kulit. Rasanya gimana? Mancaapp banget, Bray! Menurut gue sih, ini adalah pempek paling enak di kawasan Glodok. Pempeknya garing, renyah, ikannya berasa, bukan ikan campuran abal-abal, dan ukurannya lumayan gede. Btw, itu pempek yang di foto gue udah dipotong-potong jadi lebih kecil. Aslinya sih lebih gede lagi. Dan yang nggak kalah penting, kuahnya terasa banget cukanya. Apalagi kalau tambah sambal ijonya. Lebih mantap lagi, Bray. Abis makan pempek, kami pun tak lupa minum es jeruk murni yang segarnya aduhai. Gerobak es jeruk murni ini bertebaran di sepanjang Glodok. Kalian bisa minum es jeruk murni yang diperas langsung dari tangan si abang. Harganya cuma Rp 8 ribu. Kalau bawa Rp 1 miliar, kamu bisa beli es jeruk murni berserta alat buat peras jeruk, gerobak sampai abangnya. Abis menyegarkan tenggorokan, kami pun langsung keingetan buat mampir ke Kopi Es Tak Kie yang old school dan hits. Tapi, kami nggak tahu jalan. Hahaha… Dengan kekuatan Sailor Moon, akhirnya...

5 “Kebohongan” Kopi Instan yang Perlu Kalian Tahu

By on Feb 16, 2016 in Diary

Kata orang di luar sana, sebaiknya kita nggak minum kopi instan karena nggak baik untuk kesehatan dan karena banyak kebohongan di dalamnya. Siap-siap aja bakal terkeZut karena bukan hanya berpengaruh terhadap kesehatan kamu, tapi juga kebahagiaan kamu. Kebohongannya kira-kira kayak begini:   1. Kopi Instan Ternyata Nggak Mengandung Antioksidan   Katanya, kopi kan mengandung antioksidan tinggi yang baik untuk mencegah penuaan dini, mencegah kanker, mencegah stroke, dan lain-lain. Tapi, antioksidan nggak terdapat di kopi instan, cuma terdapat di kopi super mahal yang pake embel biji-bijian itu. Nggak tahu deh, itu bener atau nggak. Yang jelas sih, penggemar kopi instan kan mengonsumsi kopi instan tujuan utamanya supaya nggak ngantuk dan lebih efektif. Kayaknya ada antioksidan atau nggak di kopi instan, bukan suatu hal yang penting, deh. Kalau gue pribadi sih, gue lebih memilih mengonsumsi makanan atau minuman lain yang mengandung antioksidan, selain kopi. Misal teh hijau yang gue seduh sendiri di rumah. Lah, itu teh hijau aja yang kita seduh di rumah aja merupakan teh hijau instan yang bikinnya gampang banget! Terus kenapa nggak diklaim sekalian dibilang bohong karena nggak ada antioksidannya?   2. Kopi Instan Diolah dengan Tidak Alami   Katanya, banyak zat kimia yang terlibat sangat kopi instan diolah. Nggak seperti menyeduh kopi segar, kopi instan telah diciptakan sedemikian rumit agar dapat dinikmati dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Kopi instan memakan banyak sekali zat kimia yang jika dipaparkan terdengar sangat mengerikan. Banyak bahan pengawet yang digunakan untuk campuran kopi yang membuat kopi instan tahan lama. Kayak yang tadi gue bilang sebelumnya. Teh hijau seduh aja instan. Terus produk apa lagi yang kalian konsumsi di rumah, tapi nggak instan? Oatmeal aja yang sehat banget itu instan, susu instan, dan lain-lain. Hampir semua produk yang kita pakai itu instan dan pakai bahan kimia atau pengawet, kok. Emang sih bagus-bagus aja minum kopi BIJI...

Page 7 of 26« First...56789...20...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy