FacebookTwitter
Page 4 of 27« First...23456...1020...Last »

Putih Sekejap dengan Omo White Plus Soap Mix Color

By on Sep 24, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Akhir-akhir ini gue depresi bingit. Bukan karena THR turunnya masih lama, tapi karena kulit gue belang-belang akibat kejemur matahari. Maklum aja, soalnya gue abis liburan ke Afrika Selatan. Dan kebetulan bingit, Kak Mastini baru aja pulang dari Bangkok, terus dia bawain celana sobek-sobek dan sabun Omo White Plus Soap Mix Color. Pas gue lihat sabun ini, gue jadi keingetan sama sabun yang hits bingit di Instagram. Bentuknya kayak kue lapis warna-warni, tapi merk-nya bukan Omo White Plus Soap Mix Color, melainkan Fruitamin Soap. Itu lho, sabun yang sekali dipakai, bisa bikin kulit langsung putih kayak bule, bahkan cenderung putih pucat kayak mayat. Sadis! Karena keduanya punya bentuk yang mirip, jadi gue menyimpulkan fungsi keduanya sama. Ini Fruitamin Soap yang gue sering lihat di Instagram: สบู่ฟรุตตามิน บาย วิงค์ไวท์ 💕รวม 10 สูตรในก้อนเดียว #เพียง80บาท คุ้ม!! ซื้อก้อนเดียว รวมครบแก้ปัญหาผิว 10 ประการ สารสกัดเข้มข้นช่วยให้ผิวขาวขึ้น สารสกัดเน้นๆเต็มก้อน พร้อมวิตามินจากผลไม้นานาชนิดรวมอยู่ในก้อนเดียว !!! แค่ก้อนเดียว เห็นผลตั้งแต่ครั้งแรกที่ใช้ ปรับสูตรใหม่ขาวไวกว่าสูตรเดิมๆ 6 สี ผสมกลูต้าเพิ่มขึ้น ขาวไวกว่าเดิม 10 เท่า !!!! #fruitaminsoap #winkwhite #winkwhitesoap
ก้อนใหญ่ ขนาด 100 กรัม . 💎สั่งซื้อ line : bbwnk A photo posted by ลดน้ำหนักพานา+กลูต้าแพนเซีย (@gluta_pana) on Sep 3, 2016 at 4:08am PDT Kalau ini, Omo White Plus Soap Mix Color, oleh-oleh dari Mastini: Gue sempat nggak percaya sama sabun semacam itu. Mengerikan soalnya. Kalau pun ada produk yang bisa bikin kulit kita putih dalam sekejap, bahan-bahannya tentu patut dicurigai. Takutnya nggak hanya merusak kulit, tapi juga merusak otak gue yang encer ini. Tapi, karena Omo White Plus Soap Mix Color-nya adalah oleh-oleh Mastini dari Bangkok, tentu aja gue mau pakai. Apalagi, gue sangat cinta Mastini dan Bangkok. Karena penjelasan di packaging-nya pakai huruf toge, jadi gue nggak tahu kandungan dari sabun ini. Kalau terjadi apa-apa, mungkin Mastini yang harus bertanggung jawab. Kalau menurut Google, setiap warna pada Omo White Plus Soap Mix Color mengandung ekstrak buah dan punya fungsi yang berbeda, yaitu: Delima mencegah penuaan kulit Anggur...

Makan Babi Murah Meriah di Angkringan Boy!

By on Sep 8, 2016 in Diary, Food Porn

Ada teman yang pernah bilang bahwa di Kelapa Gading ada angkringan yang nggak halal a.k.a mengandung babi. Gue langsung kagum pas dengar cerita itu, soalnya angkringan babi itu “nggak etis”, Bray! Selama ini kan yang kita tahu, angkringan itu pakai daging dan jeroan ayam atau seafood, kayak di Angkringan Sego Kucing Pesanggrahan. Jadi, kalau ada angkringan yang pakai babi, tentu aja hal itu merupakan kabar baik bagi para pecinta sapi pendek (babi). Angkringan yang mengandung babi tersebut namanya Angkringan Boy yang beralamat di jalan Boulevard Raya, Blok RA No. 19, Kelapa Gading. Namanya juga angkringan, tentu aja tempatnya nggak mewah, cuma berupa tenda biasa, tapi gue suka bingit sama suasana kedai kayak begini. Soalnya, mirip kayak street food di Bangkok. Angkringan Boy mulai dibuka jam 7 malam. Gue sampai di sana kira-kira jam setengah 8. Baru buka sebentar, tapi kedai ini udah ramai akan pengunjung! Gue dan Kak RG nyaris nggak dapat tempat duduk! Untungnya sih, ada pengunjung baik hati yang nawarin tempat duduk. Okelah, langsung bahas makanannya aja, ya! Namanya juga angkringan, jadi nasi yang disajikan di sana adalan nasi kucing yang ukurannya kecil bingit, mirip porsi makan balita. Meskipun namanya nasi kucing, tapi isinya daging babi. Kalau lihat di spanduk Angkringan Boy, jenis nasi kucing babinya memang banyak banget. Eh, tunggu dulu! Kok nggak konsisten, ya, sebutnya NASI KUCING BABI? Udah kucing, babi lagi! Sebutnya nasi babi aja, deh. Nah, yang dijual kemarin malam itu, cuma ada tiga jenis nasi babi, yaitu Nasi Babi Merah, Nasi Babi Hong, dan Nasi Babi Rendang. Mungkin dalam sehari cuma dijual tiga jenis nasi babi. Kalau dibuka nasi babinya, dalamnya kayak begini. Dari ketiga jenis nasi babi di atas, semuanya enak, tapi yang paling enak adalah Nasi Babi Rendang! Rasanya agak pedas-pedas rempah gimana gitu. Pokoknya mantap, deh! Jadi, kata siapa babi nggak cocok...

Ngopi Ala Cinko di Kopi Es Tak Kie

By on Sep 8, 2016 in Diary, Food Porn

Hilluuwww semua! Kembali lagi di blog Kak Uung yang berbau pecinan. Waktu itu, Kak Uung kan bilang pengin banget ngopi di Kopi Es Tak Kie (jalan Pintu Besar Selatan III, Gang Gloria No. 4 – 6, Glodok) yang jadul nan fenomenal itu. Nah, akhirnya kesempatan ngopi di sana pun jatuh pada tanggal 17 Agustus 2016 kemarin, tepat ketika Indonesia merayakan Kemerdekaan yang ke-71. Udah lumayan lama, ya, ngopinya. Kira-kira 5 windu yang lalu, tapi baru sempat dibuat review-nya sekarang. Maklum deh, namanya juga artis papan catur yang kesibukannya lebih padat ketimbang menteri. Sekalian aja gue dan Kak RG datang ke sana agak pagian, mengingat kedai ini cuma buka sampai jam 2 siang. Datengnya pagi-pagi buta banget, jam 10-an. Jam segitu pagi banget menurut gue, soalnya ayam aja masih ngorok. Jelas aja Kopi Es Tak Kie ramainya udah kayak pasar kaget, mengingat waktu itu adalah hari besar. Begitu masuk ke Gang Gloria aja, kami hampir nggak lihat papan nama Kopi Es Tak Kie. Kayak ketutup sama manusia-manusia, terutama penjual makanan, sekaligus para pembelinya. Begitu udah ketemu pintunya di depan mata, eh malah ditawarin nasi campur sama engkoh-engkoh. Pagi-pagi, mata sepet, kayaknya lebih butuh kopi deh, daripada nasi campur. “Nggak, Koh. Mau ke Kopi Es Tak Kie,” kata gue menolak tawaran engkoh-engkoh. “Masuknya dari mana, ya?” tanya gue karena bingung, karena susah banget temuin pintu masuknya. “Pesan nasi campur aja dulu buat makan di dalam,” tawar si engkoh-engkoh, tapi gue cuekin. Karena gue orangnya soleha banget, akhirnya gue berhasil menemukan jalan masuk. Segalanya jadi dipermudah begitu aja. Begitu masuk ke sana, tempatnya padat merayap bingit, sehingga kami nyaris nggak dapat tempat duduk. Untungnya sih, setelah nunggu sebentar, bisa dapat tempat duduk. Baru aja duduk, belum sempat napas, eh, engkoh-engkoh penjual nasi campur yang sama datang lagi buat tawarin nasi campur! Kak RG kayak terhipnotis,...

Review Batiste Dry Shampoo Sassy & Daring Wild

By on Aug 28, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Tanggal 13 Agustus 2016 kemarin, Kak Uung baru aja warnain rambut dengan warna yang “nggak etis”. Sudah agak lama gue pengin punya rambut warna salmon. Itu tuh, yang mirip ikan di resto sushi. Dengan kata lain, warna rambutnya agak pink, tapi lebih ke peach. Makanya, gue rela disiksa selama 8 jam di Hasami Kushi, Lippo Mal Puri yang AC-nya lagi rusak! Prosesnya, mulai dari gunting ujung rambut yang nggak sehat, di-bleaching lagi sebanyak dua kali (sebelumnya sudah di-bleaching sekali di Yopie Salon), dicat, lalu digunting lagi karena rambutnya patah-patah dan bentuknya jadi nggak jelas. Akhirnya, warna rambut gue jadi nggak etis beneran warnanya! Hahaha… Dan, bukan warna salmon yang gue dapatkan, tapi warna perusahaan! Warnanya mirip maskot dan suasana kantor gue (pegipegi.com). Meskipun kayak warna perusahaan, nggak apa-apa, deh. Gue tetap suka kok sama rambut gue yang memang keren! Hahaha… Apalagi, kadang bikin gue jadi mirip Hayley Williams, vokalis band Paramore. Jadi, please, panggil gue Uungmore, ya! Kalau kata Mas-mas yang ngecat rambut gue, warna rambut nggak etis kayak begini memang nggak tahan lama. Sukur-sukur bisa tahan sebulan. Untuk mencegah kelunturan rambut, gue disarankan untuk makan jeruk setiap malam agar warnanya senantiasa oranye. Selain itu, gue juga disarankan agar nggak sering-sering keramas. Demi eksistensi, gue pun ikutin saran doi. Tekad gue buat nggak sering-sering keramas pun sudah bulat! Sebulat badan Kak RG! Supaya gue nggak sering keramas, gue memutuskan untuk beli dry shampoo (shampo kering) di Instagram. Kalau kalian pernah beli shampo kering, pasti nggak asing dengan merk Batiste. Karena sebelumnya gue nggak pernah beli shampo kering, gue pilih asal aja variannya. Gue kan suka banget sama motif leopard, jadi gue pilih yang Batiste Dry Shampoo Sassy & Daring Wild. Kalau kata si penjual sih, varian yang ini best seller. Harganya Rp 75 ribu, gedenya 200 ml. Masih terjangkau...

Review Peripera Peri’s Ink #2

By on Aug 21, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebagai pecinta warna pink, pastinya Kak Uung juga suka pakai lipstik atau lip tint warna pink. Karena sudah bosan dengan lipstik atau lip tint, akhirnya gue cobain Peripera Peri’s Ink nomor 2 yang tentu aja warna pink. Kemasannya seperti ini. Sesuai dengan namanya (ink), tentu aja isinya mirip tinta. Beda banget sama lip tint atau lipstik. Cukup sekali oles aja, bibir langsung pink merona dan memesona banyak orang yang melihat. Olesnya hati-hati, ya, jangan sampai belepotan, kena bagian tubuh lain, atau baju. Karena, bakal sulit hilang! Percayalah. Harus dicuci berulang-ulang! Begitu juga ketika diolesin di bibir. Jadi tahan lama bingit, meskipun sudah makan atau minum. Kalau dilihat satu muka, bakal lebih memesona. Percayalah! Kalau mau pink yang lebih ngejreng, bisa dioles lebih dari sekali. Akhir kata, Kak Uung pun bikin kesimpulan soal produk ini. Kelebihan: (+) Packaging unyu! Sayang banget buat buang kardusnya! (+) Warnanya bagus. (+) Harganya cukup terjangkau, Rp 105 ribu karena beli di online shop. (+) Pemakaian irit karena tahan lama bingit. Kekurangan: (-) Kalau kena tangan, belepotan, atau kena baju jadi sulit hilang nodanya. (-) Ukurannya kecil bingit. (-) Nggak mengandung pelembap, jadi kalau mau pakai produk ini, pas malam-malamnya harus rajin pakai lip balm. Next Purchase: Yes! Mau cobain warna...

Review Etude House Oh My Eye Line #1 Black

By on Aug 20, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Rasanya sudah lama sekali Kak Uung nggak pakai eyeliner. Kira-kira sudah sewindu lamanya. Sampai-sampai gue takut pakai eyeliner. Takut kecolok matanya atau bulepotan. Gue sebutnya bulepotan soalnya rambut gue sekarang kayak bule. Untuk mengembalikan hasrat gue terhadap eyeliner, gue pun beli Etude House Oh My Eye Line warna hitam. Ini bukan pertama kalinya gue pakai eyeliner yang satu ini. Kira-kira sewindu yang lalu gue pernah pakai produk ini. Dulu, gue beli Etude House Oh My Eye Line pas lagi jalan-jalan ke Singapura karena harganya jauh lebih murah. Kalau sekarang, nggak perlu jauh-jauh ke negeri singa buat beli beginian. Karena sudah banyak online shop yang jualan rangkaian makeup Etude House dengan harga miring. Jika kalian adalah penggemar Etude House, pasti nggak asing dengan eyeliner ini. Eyeliner ini cair dan pakai kuas. Agak menakutkan buat pemula atau perempuan yang sudah lama nggak pakai eyeliner kayak gue. Tapi, dari pengalaman gue sebelumnya, Etude House My Oh My Eye Line mudah diaplikasikan ke kelopak mata, kok. Nggak bulepotan, cepat kering, dan nggak mudah luntur. Kayak gini hasilnya di mata gue. Itu kelopak mata bisa ngepink, soalnya sebelumnya gue pakai Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink. Kunci dari pakai eyeliner yang satu ini adalah olesinnya pelan-pelan aja, sabar, dan jangan melek beberapa detik doang. Abis itu, mata kalian langsung kebingkai dengan sendirinya. Suwer deh, cepet kering banget eyeliner-nya! Saking sudah lama banget nggak pakai eyeliner, gue kembali tersadarkan bahwa mata jadi lebih besar setelah dibingkai eyeliner. Jadi, muka gue nggak Cina-cina amat. Hahaha… Ternyata muka gue bagus juga, ya, kalau dijadiin setengah kayak begini. Apalagi kalau pakai eyeliner cuma sebelah mata. Pantesan aja dipandang cuma sebelah mata. Hiks. Kalau mau lihat versi full yang kedua matanya sudah dibingkai eyeliner, kayak begini jadinya. Ganteng nggak? Naksir nggak? Kalau nggak, ya,...

Review Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink

By on Aug 20, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Buat penggemar Missha dan Line Friends, pasti sudah tahu bahwa mereka bekerjasama bikin makeup super ucul. Kalau lihat makeup-makeupnya, pasti kalian pengin beli semuanya. Tapi, karena Kak Uung anaknya nggak konsumtif, akhirnya Kak Uung cuma beli Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink. Biar lebih singkat, orang-orang sebutnya Cony Blusher. Gue nggak konsumtif sih, tapi cuma suka lapar mata. Karena beli di store langsung harganya udah pasti kayak beli berlian, gue beli aja di online shop, jadi harganya cuma Rp 215 ribu. Packaging-nya unyu banget! Jadi sayang buat dipakai. Warna blusher-nya seputar pink ngejreng, pink soft, putih, dan cokelat. Pas dipakai ke kelopak mata, langsung berasa banyak glitter! Gue sih suka. Karena lagi pengin norak, gue pakai blush yang warna pink ngejreng di kelopak mata, sedangkan di bawah mata, gue pakai blush yang warna putih. Nggak putih-putih banget sih, sebenarnya, tapi agak silver. Udah indah belum matanya? Udah boleh disebut sipit-sipit glitter (SSG) belum? Buat yang sakit mata setelah lihat foto di atas, gue minta maaf, deh. Maklum Kak Uung nggak jago makeup. Lebih jago bikin anak orang sakit mata. Penampilan keseluruhannya jadi kayak begini. Foto itu diambil sebelum gue ganti rambut jadi kayak suku Ginger. Ganteng nggak, Say? Sekarang, saatnya gue bikin kesimpulan mengenai produk unyu ini. Kelebihan: (+) Packaging super unyu, apalagi warnanya pink! (+) Mudah dipakai. Ada kacanya pula. (+) Harga terjangkau karena beli di online shop. (+) Mengandung glitter. Suka bingit! Apalagi kalau glitternya agak jatuh ke pipi. (+) Setiap hari bisa ganti-ganti warna. Kekurangan: Nggak ada kayaknya. Next Purchase: Belum tahu soalnya habisnya pasti lama, terus gatel pengin coba warna lain. Hihihi… Foto: Mariska...

Berburu Sushi Murah Meriah di Pasar MOI, Kelapa Gading

By on Aug 15, 2016 in Diary, Food Porn

Buat kalian yang nasibnya sama kayak Kak Uung, yaitu nggak pernah ke AEON Mal, tapi pengin merasakan berburu sushi murah meriah, main aja ke Pasar MOI (Mal of Indonesia), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Buat kamu yang berdomisili di Jakarta atau daerah pecinan, pastinya bakal lebih gampang ke MOI daripada ke AEON Mal kan? Apalagi, Pasar MOI lagi tren bingit di kalangan Cinko. Karena ingin jadi Cinko super gaul, gue pun sempat main ke sana bareng Kak RG sehabis pulang gereja. Untuk menuju ke sana, tentunya kalian harus datang dulu ke MOI. Lalu, langsung turun aja ke lantai paling dasar dan kalian bakal menemukan Pasar MOI yang ramai akan kedai makanan. Konsepnya mirip Pasar Santa yang hits di Jakarta Selatan. Bedanya, kalau Pasar Santa letaknya memang di pasar sungguhan, nah kalau Pasar MOI letaknya di mal. Otomatis, tempatnya lebih mewah, bersih, adem, dan nyaman, meskipun pengunjungnya ramai bingit. Saking banyaknya makanan di sana, kalian pasti bingung mau makan apaan. Tapi, mata kami langsung tertuju sama kedai sushi yang lumayan mencolok dan gede jika dibandingkan kedai lainnya. Gue langsung teringat sama kedai yang jual sushi murah meriah di AEON Mal, padahal gue nggak pernah ke sana. Cuma pernah lihat fotonya di media sosial teman-teman. Sedih bingit, ya! Cerita kayak begini nih, yang lebih sedih daripada sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS). Ini kedainya. Namanya Shigeru Japanese Fresh Deli. Bukan cuma sushi yang ditawarin di sana, tapi juga ada aneka sate tusuk Jepang, baik yang direbus, maupun yang digoreng, hidangan onigiri, dan lain-lain. Harganya dimulai dari Rp 8 ribu aja! Coba kalau mampir ke Marugame Udon, sate tusuknya nggak bakal bisa kalian dapatkan dengan harga segitu. Jadi, siap-siap aja khilaf kalau berburu sushi dan kawan-kawannya di Shigeru! Menarik bingit buat dirampok kan, Kak? Untungnya sih, gue lagi nggak terlalu lapar-lapar banget, jadi nggak pengin rampok sushi. Lebih pengin...

Page 4 of 27« First...23456...1020...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy