FacebookTwitter
Page 22 of 27« First...10...2021222324...Last »

Review Maya Onyx Herbal Hair Colouring Essence

By on Dec 6, 2014 in Beauty, Diary, Review Produk

Tadi pagi, gue dapet Whatsapp dari asisten salah satu pejabat di Indonesia. Dia bilang, gue boleh dateng ke rumah si pejabat hari Rabu. Hore!! Nah, supaya penampilan makin oke saat berkunjung ke rumah pejabat, nggak ada salahnya kalau Kak Uung cat rambut lagi. Apalagi cat rambut kemarin udah luntur. Nggak tau kenapa cepet amat lunturnya. Mungkin karena keramasnya nggak pake air mineral mahal kayak Evian. Kebetulan banget, gue baru pesen Maya Onyx Herbal Hair Colouring Essence dari sebuah online shop di Instagram. Nggak tau kenapa nama produknya begitu. Mungkin karena yang punya bernama Maya. Keren juga ya, kalau Kak Uung punya brand cat rambut sendiri, terus ada embel-embel nama Uung di produk itu! Menurut pengakuan orang-orang, produk yang berasal dari Singapura ini oke banget. Soalnya, penggunaannya efektif banget. Tinggal keramas, rambut udah berubah warna. Jadi, pewarnaan rambutnya bisa banget dilakuin di rumah. Ngecat rambut segampang ini bisa melatih kita jadi wanita mandiri lho, karena nggak perlu ngerepotin orang lain, termasuk ngerepotin tukang salon. Udah gitu, katanya sih, Maya Onyx ini juga nggak merusak rambut, pake bahan herbal dan nggak pake bahan kimia yang aneh-aneh, jadi nggak akan membuat rambut rusak. Hasilnya pun permanen, nggak bakal luntur kayak produk lainnya yang cuma bertahan selama beberapa bulan. Warna yang gue pilih itu adalah Wine Red. Kenapa gue milik warna itu? Karena, gue masih terobsesi jadi Uungmore, saingannya Hayley Williams vokalis band Paramore. Penampakan packaging-nya itu seperti ini. Itu kardusnya agak penyok. Kayaknya gara-gara kedudukan pantat kurir JNE. Jadi, ampuni saja mereka, karena kurir hanyalah manusia biasa. Dan di dalemnya ada 5 sachets cat rambut. Gue sih pake 5 sachets, karena menurut si Sista online shop, buat rambut sebahu kayak gue dan nggak tebel-tebel banget, pakenya cukup 5 sachets aja. Jadi, beli 1 box aja udah cukup. Alhamdulillah. Nah, kalau misalnya rambut...

Sporty Ulzzang in Metallic and Denim

By on Nov 30, 2014 in Fashion, Narsis

Hai teman-teman yang gue sayangi. Sudah lama Kak Uung nggak nge-blog soal fashion. Padahal, di kehidupan nyata, gue anaknya fashionista banget, lho. Lebih tepatnya NISTA! Kemarin, gue main-main lagi ke MOI (Mal of Indonesia), Jakarta. Entah setan apa yang membawa gue ke sana. Waktu main ke sana, gue pake outfit yang cukup nggak etis. Kalian pasti bilang outfit gue kali ini spektakuler, meskipun terbilang simpel dan sporty. Tapi, masih menggambarkan kesan perempuan banget (ulzzang). Untuk rambut, gue pake hair clip kayak biasanya. Soalnya, ulzzang itu biasanya identik dengan rambut panjang bergelombang unyu gimana gitu. Lalu, yang paling spektakuler adalah metallic top gue! Sekilas, top ini kegedean banget, tapi begitu dipake ukurannya bisa mengikuti badan, jadi shape badan kalian masih keliatan kalau pake top ini. Yang penting silau mamen! Buat bawahannya, gue pake denim short, karena short itu identik dengan kesan sporty. Begitu pula dengan denim yang bisa disesuaikan dengan gaya apa pun. Kalau kata anak zaman sekarang sih, short yang gue pake itu disebut celana gemes. Karena, ukurannya yang mini itu, bikin gemes yang lihat. Bahkan, banyak juga celana gemes yang sampe menonjolkan pantat bagian bawah dan menyerupai kolor. Ah, kalau itu sih mending nggak usah pake celana sekalian. Untung short gue bentuknya masih normal. Aksesoris yang pake adalah spike bracelet yang warnanya silver. Menurut gue, gelang dan top yang gue pake adalah perpaduan yang begitu ciamik. Kayak udah menemukan jodohnya gitu. Dan, rainbow backpack yang gue pake juga cocok buat menggambarkan kesan sporty dan ceria. Soal sepatu, kayaknya nggak lengkap kalau nggak pake sneakers! Supaya badan terlihat lebih tinggi, gue pake sneaker wedges yang di-mix sama kaos kaki yang ukurannya medium! Meskipun sepatu kali ini ada unsur wedges, tapi pas dipake sama sekali nggak bikin kaki pegal dan sakit kayak pake sepatu wedges beneran. Hair Clip: Belle Wonderful Hair Metallic Top: Whateveryoursize Denim Short/ Celana Gemes: Maze_Store Spike Bracelet: Platinum Bangkok Rainbow Backpack: Roxy Socks: Naughty Accessories Sneakers Wedges: New Look...

Hidup Tanpa Smartphone

By on Nov 29, 2014 in Diary

Suatu hari, gue pernah pake baju yang udah lama banget nggak dipake. Pas gue pake baju itu, gila bajunya longgar banget, cuy! Beberapa detik gue sadar kalau bukan ukuran bajunya yang berubah, karena kainnya nggak belel sama sekali. Tapi, yang berubah adalah ukuran badan gue yang makin menyusut akibat diet yang berhasil. Di saat itulah, gue mulai sadar kalau gue udah kehilangan banyak lemak dan rasanya agak aneh. Aneh, karena dulunya gue membawa banyak lemak di badan, terus lemak itu pergi begitu aja. Dulu, gue bawa lemak itu ke mana-mana, meskipun gue bawa dengan perasaan benci. Terus, pas lemak itu hilang, gue berasa kehilangan. Karena, gue belum terbiasa dengan badan yang lebih enteng dan belum terbiasa pake baju kelonggaran. Kangen sih sama lemak, tapi kalau disuruh memiliki lagi, tentu aja ogah! Menurut gue, lemak itu jahat seperti lelaki hidung belang yang hanya bisa menyakiti perasaan wanita. Buat yang pernah punya mantan pacar yang jahat, mungkin rasa kehilangan kalian mirip kayak rasa kehilangan lemak. Ya kangen sih, tapi kalau disuruh balik lagi, tentu aja ogah! Untuk sesuatu yang kita benci aja, perasaan kangen itu bisa muncul. Apalagi, untuk sesuatu yang berharga. Itulah manusia! Baru berasa kangen, setelah kehilangan. Perasaan kehilangan macam itu, muncul lagi setelah smartphone gue rusak. Dan gue harus hidup tanpa smartphone selama dua minggu. iPhone 4S yang biasa gue bawa-bawa itu, udah gue pake selama hampir dua tahun. Pas awal-awal gue pake hape itu, tentu aja gue bangga! Karena, pake iPhone bisa menaikkan harga diri sebanyak 50%. Kata orang-orang sih begitu. Apalagi, 4S adalah karya terakhir mendiang Steve Jobs sebelum doi meninggal dunia. Tapi, lama-lama gue merasa biasa aja pas pake hape itu. Soalnya, banyak hape lebih canggih bermunculan. Apalagi, udah ada iPhone 6 dan 6 plus. Rasanya mupeng banget, pengin punya hape yang jauh lebih canggih....

Belajar dari yang Lebih “Cina”

By on Nov 23, 2014 in Diary

Tadinya, gue mau absen nge-blog, karena pengin lanjutin proyek yang bisa bikin gue makin terlihat Cina. Hahaha..  Tapi, gue nggak tahan kalau nggak share blog ini. Lalu, kenapa gue harus membuat diri gue terlihat Cina? Bukannya gue emang udah Cina dari sananya? Yup, gue emang Cina, tapi gue nggak merasa kayak orang Cina yang sesungguhnya. Ini bukan bicara soal muka gue yang akhir-akhir ini lebih sering disangka orang Jepang atau Korea. Ini juga bukan soal gue nggak bisa ngomong Mandarin sambil cadel-cadelan atau jago pijat kayak terapis asli China di panti pijat Hayam Wuruk. Terus, apa yang bikin gue merasa nggak seperti orang Cina yang sesungguhnya? 1. Karena gue nggak jago jualan. 2. Masih gawe sama orang. 3. Hartanya kurang banyak. 4. Kurang pelit. Sifat kecinaan yang paling melekat pada diri gue adalah gue sangat menghindari angka 4 saat memilih nomor hape, pin BB atau apa pun yang berhubungan dengan angka. Sebagai orang Cina, gue lebih mengutamakan angka 8 daripada angka yang lain. Karena, angka 4 dianggap bisa membawa sial dan angka 8 dianggap bisa membawa hoki. Sebenernya, gue nggak percaya sama mitos tersebut. Tapi, karena lingkungan gue pada menerapkan mitos itu dalam segala aspek kehidupan, secara nggak sadar, gue pun terlena dengan mitos itu. Angka 8 jadi terlihat lebih keren ketimbang angka 4 atau angka lainnya. Dari keempat ciri itu, gue merasa tertemplak, makanya gue pengin segera menyelesaikan proyek-proyek gue yang sempat tertunda. Kalau proyek gue kelar, tingkat kecinaan gue bakal bertambah 30%. Gue makin tertemplak sama seorang seleb yang menurut gue pemikirannya Cina banget. Sebut aja namanya Wahyu (terinspirasi dari lirik lagu Rude -nya si Magic: Wahyu gotta be so rude? Don’t you know I’m human too). Si Wahyu nggak punya darah Cina sama sekali yang mengalir di tubuhnya. Karena, aroma darahnya nggak tercium aroma babi. Gue...

Review Pobling Pore Sonic Cleanser

By on Nov 18, 2014 in Beauty, Diary, Review Produk

Tadinya, gue pikir kalau udah rajin cuci muka, tapi kulit muka masih tumbuh jerawat, itu adalah hal yang normal. Paling-paling yang disalahin adalah siklus menstruasi, stres dan makanan berlemak yang dikonsumsi. Padahal, belum tentu itu adalah kesalahan mereka, lho. Bisa jadi kesalahan ada pada diri kalian saat mencuci muka! Coba direnungkan, emang yakin muka lo udah bersih pas dicuci? Udah bersih kok, Kak! Suwer! Pasti kalian jawab kayak begitu, karena kayaknya kotoran di muka udah nggak ada. Padahal, waktu kita udah kelar cuci muka, belum tentu udah bersih, apalagi buat yang hobi pake makeup tiap hari. Karena, biasanya sisa kotoran dan makeup itu masih nyangkut di pori-pori kulit. Dan itu nggak bisa hanya dibersihkan dengan sabun dan tangan. Mungkin bisa pake scrub muka yang butiran scrub-nya tajam dan banyak. Tapi, scrub yang kayak begitu, nggak bisa digunakan setiap hari, karena bisa bikin kulit makin tipis dan kena iritasi. Di Korea Selatan, ada teknologi kecantikan yang namanya Pobling Pore Sonic Cleanser yang bisa membantu kita saat mencuci muka agar bersih maksimal. Pobling bisa bekerja sedahsyat itu, karena dia punya vibrations yang gerakannya sampe 10 ribu kali per 1 menit. Selain bisa membersihkan pori-pori, Pobling juga dipercaya bisa bikin jerawat hilang, bekas jerawat pudar, mengecilkan pori-pori, bikin minyak di wajah berkurang drastis, mengangkat sel kulit mati dan kulit menjadi cerah. Kalau pori-pori bersih, skin care pun bisa menyerap dengan baik di kulit. Kabar gembiranya adalah Pobling juga dijual di Indonesia, terutama di online shop. Sayangnya, banyak Pobling palsu yang beredar di pasaran. Gue udah baca di forum kecantikan, banyak yang ngeluh kalau Pobling yang mereka pake itu sepertinya palsu. Karena, baterenya cepet abis. Udah ganti batere, si Pobling juga tetep nggak bisa nyala. Bahkan tidak jarang, bulunya yang kasar itu bisa melukai kulit kita yang sehalus pantat bayi ini. Jadi, gue...

Ekstrak Kulit Manggis Skin Care Haul

By on Nov 17, 2014 in Beauty, Diary, Review Produk

Kabar gembira untuk kita semua Kulit manggis kini ada ekstraknya Beberapa waktu lalu, media sosial sempet rame sama meme ekstrak kulit manggis gara-gara jingle iklan Mastin yang heboh di teve. Katanya sih, ekstrak kulit manggis itu emang banyak manfaatnya. Bisa meningkatkan kesehatan tubuh, mencegah berbagai penyakit sampe bagus buat kulit. Bisa mencegah kulit berjerawat, berfungsi sebagai anti-oxidant dan mencegah penuaan dini. Gue juga nggak tau sih, apakah bener kalau ekstrak kulit manggis manfaatnya sedahsyat itu? Soalnya, gue makan buah manggis aja jarang, apalagi makan ekstrak kulitnya. Gue belum pernah coba makan buah sampe ke kulit-kulitnya, kecuali kulit ayam KFC yang super enak itu. Baru-baru ini, gue sempet main ke Watson dan gue ngeliat banyak skin care kulit manggis bertebaran di sana. Gue nggak nyangka ternyata Watson sangat peduli pada tren ekstrak kulit manggis yang in beberapa waktu lalu. Sampe-sampe dia keluarin produknya yang bermerk Super Fruits dengan kandungan buah manggis. Udah gitu, lagi diskon gede-gedean lagi. Sebenernya bukan cuma buah manggis aja sih yang diproduksi sama Watson, tapi masih ada varian lainnya. Terus, gue kepikiran buat bikin ekstrak kulit manggis skin care haul ala blogger dan vlogger di YouTube. Mungkin ada yang belum mengenal istilah haul. Haul itu nggak ada singkatannya. Haul itu istilah buat blogger atau vlogger yang abis belanja produk skin care, makeup atau fashion di suatu tempat, lalu mereka ceritain kenapa beli produk itu. Karena gue pengin haul gue kali ini berhubungan sama buah manggis dan lagi mengangkat tentang manfaat ekstrak kulit manggis yang fenomenal itu, gue pun beli keempat produk ini: 1. Super Fruits Juicy Shower Gel with Mangosteen and Goji Yang bikin gue langsung noleh pas liat produk ini adalah packaging-nya yang cute a.k.a perempuan banget! Lebih minta diminum ketimbang dipake di badan. Mumpung lagi didiskon dari harga Rp 69.900 jadi Rp 35 ribu,...

Kisah Anak Magang Culun (Part-2)

By on Nov 16, 2014 in Diary

Kali ini, gue bakal melanjutkan kisah gue sewaktu masih jadi anak magang yang culun. Sebelumnya, gue pernah bercerita bagaimana awal mula gue menjadi anak magang di bidang properti. Kisah part 1-nya bisa kalian baca di sini. Setelah gue kasih tahu ke orang-orang kalau gue udah magang di perusahaan properti, ada aja pro dan kontra yang bermunculan. Kalau pro-nya sih lebih bahas mengenai komisi yang lumayan gede. Mereka setuju banget gue magang di sana, karena siapa tau gue bisa jadi orang terkaya pertama di Indonesia. Soal jam kerja juga enak. Fleksibel. Bisa disesuaikan sama jadwal kuliah dan mengajar les privat. Tapi, ada yang kurang setuju dengan keputusan gue ini. Salah satunya si Temmy (ini cowok, bukan cewek), temen kampus gue yang biasanya akrab disapa Kecoa. Menurut Temmy, mendingan cari tempat magang lain yang lebih bonafit. “Buat apa masuk properti? Itu mah lulusan SMA juga bisa,” kata Temmy sok bijak. Padahal, kuliah aja jarang masuk. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya buat nongkrong di kantin. Kalau malem-malem sampe subuh biasanya main ke tempat dugem. Bilangnya sih diculik temen, tapi sebenernya emang demen aja diculik. “Biar gampang aja sih, Tem. Biar urusan magang ini cepet kelar. Bosnya bisa diajak kerjasama buat kibul-kibulan jadwal. Udah gitu komisinya kan lumayan kalau gue bisa ngejual rumah.” “Iya sih. Tapi, kalau gue sih ogah magang di properti. Mendingan gue cari perusahaan lain yang emang butuh pendidikan tinggi buat masuk,” kata Temmy dengan nada sombong. Suka-suka dia deh mau magang di mana. Yang penting, mata kuliah ini bisa segera dikelarin. Gue udah muak banget sama kampus gue yang bentuknya mirip Pagoda Pai Su Chen di serial drama Ular Putih itu. Gue nggak mau lama-lama semedi di sana. Gue pengin menghirup udara bebas, pengin ngerasain dunia kerja dan indahnya menuju pelaminan sampai bahagianya menggendong cucu! Oke, kembali lagi ke...

Keuntungan Memiliki Muka Lempeng

By on Nov 7, 2014 in Diary

Kata orang, muka gue lempeng. Kayak nggak punya ekspresi. Nggak bisa dibedain lagi seneng atau susah. Itu kadang-kadang doang, sih, karena pada dasarnya gue adalah perempuan yang suka berekspresi. Buktinya, gue pernah diomelin sama BOD (board on director) di kantor, karena ketawa kenceng banget kayak raksasa. Muka lempeng gue ini cuma muncul di situasi tertentu dan kadang, gue nggak sadar kalau gue abis lempengin muka. Salah satu contoh kasus adalah ketika gue menghadapi temen yang norak dan suka pamer. Dia cerita panjang lebar dan pamer hartanya yang melimpah kayak harta keluarga Cendana sampe mulutnya berbusa, tapi gue sama sekali nggak antusias. Tanpa sadar, muka gue lempeng dan cuma menanggapi dengan kata ‘oh’. Lalu, tanpa disuruh pun, dia berhenti cerita. Kebiasaan itu berlanjut di tempat kerja. Gue kerja di majalah yang terbagi dalam 3 kapling, yaitu Gaya, Gaul dan Gosip. Gue masuk ke kapling Gosip. Di kapling tersebut, udah pasti kami bertemu banyak seleb, baik lokal, maupun luar negeri. Pertama kali liat seleb, kayak liat Lamborghini-nya Princess Syahrini. Mewah banget! Tapi, lama-lama biasa aja. Kalau lihat mereka pun, gue lebih suka memasang muka lempeng. Temen-temen di kapling gue juga begitu sih. Udah nggak norak kalau ngelihat seleb. Tapi, mereka bisa norak kalau bertemu idola mereka. Bawaannya pengin teriak-teriak sambil pukul-pukul manja dada si seleb. Jikalau dapat kesempatan buat interview seleb itu, mereka bisa pingsan di depan si seleb saking tegangnya. Kalau gue sih, OGAH! Karena, gue nggak punya idola. Idola gue cuma Tuhan Yesus. Suwer! Lagipula, gue punya prinsip kayak begini: ‘Buat apa jadi fans kalau bisa jadi artis’. Quote tersebut pernah gue share di Facebook dan banyak mendapatkan ancungan jempol dari alay-alay di sana. Dan itu sempet bikin Kak Asri yang jadi editor gue bingung sama kelakukan gue yang satu ini. Anak Gosip, tapi nggak punya idola sama sekali. “Lo...

Page 22 of 27« First...10...2021222324...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy