FacebookTwitter
Page 21 of 27« First...10...1920212223...Last »

Kak Uung Lebih Laki, Sedangkan Kak RG Lebih Wanita

By on Jan 5, 2015 in Diary

Beberapa waktu lalu, sempat ada yang pengin gue nge-blog tentang kisah gue sama Kak RG waktu berantem. Ternyata, bukan cuma 1 orang yang pengin tau cerita itu, tapi masih ada beberapa temen yang juga kepo. Mungkin ini adalah balasan untuk gue yang juga suka kepoin orang. Nampaknya karma benar-benar eksis. Mamam tuh karma, Ung! Daripada bahas soal kisah berantem, lebih baik membahas hal lain yang lebih mendidik. Karena, gue dan Kak RG nggak ingin kalau gaya berantem kami ditiru oleh banyak orang, terutama anak muda zaman sekarang. Kalau mau berantem sama pacar mendingan cari gaya sendiri aja. Kali ini, yang pengin gue bahas adalah tentang perbedaan Kak Uung dan Kak RG. Banyak yang bilang kalau cewek itu berasal dari planet Venus, sementara cowok itu dari Mars. Itulah yang membuat keduanya berbeda dan bisa saling melengkapi. Tapi, kalau kasus gue dan Kak RG itu lain. Gue yang dari Mars, sedangkan Kak RG dari Venus. Dengan kata lain, gue lebih laki, sedangkan Kak RG lebih wanita. Lho, kok bisa? Apa karena jiwa kami tertukar kayak di film-film? Mungkin aja, sih. Berikut perbedaannya Kak Uung dan Kak RG:   1. Dari Segi Suara Mungkin ini karena pengaruh dari mana kami berasal. Kak RG adalah Cina Jawa. Lahirnya aja di Kebumen dan kuliahnya di Jogja. Sedangkan gue, lahir dan besar di Jakarta. Seluruh nafas gue hampir dihabiskan di Jakarta doang. Tentunya, itu berpengaruh terhadap gaya bicara. Meskipun Kak RG ngomongnya nggak medok kayak orang Jawa pada umumnya, tapi gaya bicaranya halus banget kayak cewek. Setiap kali gue kenalin dia ke temen gue, temen gue itu pasti komen tentang suaranya. Suaranya kecil banget, ya. Coba ulangin tadi ngomong apa? Suara lo alus banget kayak Princess Elsa di Frozen. Dan masih banyak komentar lainnya mengenai suara. Kalau udah kayak begitu, biasanya gue yang mempertegas ucapannya...

7 Shao Kao: Jajanan Sate Khas Cina

By on Jan 5, 2015 in Diary, Food Porn

Kalau di China, Shao Kao adalah jajanan sate pinggir jalan. Mungkin kalau di Indonesia, kayak kita liat jajanan gorengan tahu Sumedang yang bertebaran di mana-mana. Kebetulan, keluarga gue punya bisnis jualan sate khas Cina yang diberi nama 7 Shao Kao Chinese BBQ di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Kenapa dikasih angka 7 di depannya? Soalnya biar namanya beda sama resto Shao Kao lain yang juga buka di PIK. Keluarga gue lagi suka sama angka 7, karena angka 7 dianggap populer di kalangan bule. Awalnya gue juga heran sih, kenapa nggak pake angka 8 aja yang lebih Cina. Apalagi, filosofi angka 8 itu juga bagus, yaitu bisa membawa hoki. Tapi, kalau pake angka 8, emang kurang enak ucapinnya, sih. Lebih enak pake angka 7 (baca: Seven Shao Kao). Yang bikin resep dan bumbu-bumbunya juga bukan orang sembarangan, tapi yang ajarin itu orang China asli. Bukan Cina Kota, peranakan atau sejenisnya macam gue. Emang kebetulan, sepupu gue yang buka resto ini nikah sama cewek China asli. Eh, tapi bukan cewek China yang jago pijat lho, ya! Nah, istrinya itu punya saudara yang jago meramu bumbu sate khas Cina! Tanpa jasa doi, resto 7 Shao Kao kayanya nggak bakal ada deh. Gue ke sana tanggal 31 Desember 2014 kemarin. Emang udah direncanain banget buat makan sate pas malam Tahun Baru. Bisa dibilang, sate-sate yang gue makan di 7 Shao Kao adalah makan malam terakhir di penghujung 2014 kemarin. Perut kenyang, hati pun senang! Buat main ke sana, butuh perjuangan berat. Pasalnya, gue anak Mangga Besar, cuy! Kurang menguasai daerah PIK dan sejenisnya. Dan letaknya cukup jauh dari rumah gue. Meskipun pas nyampe ke sana gue dan Kak RG keujanan. Rambut kami juga jadi lepek bingit. Tapi, gue lega pas nyampe di sana, soalnya tempatnya cozy dan homie. Nggak perlu kuatir nggak...

10 Resolusi 2015 Kak Uung

By on Dec 31, 2014 in Diary

Siapa bilang bikin resolusi itu sulit? Bikin resolusi itu semudah membalikkan telapak tangan, semudah bilang iya waktu gebetan yang kalian suka nembak, semudah masak Indomie, semudah kentut di tempat umum. Dan masih banyak kemudahan lainnya. Tapi, ngelakuin resolusi itu yang susah! Susahnya itu mirip kayak nikung pacar orang, kerjain ulangan Fisika, kumpulin duit buat beli Ferrari. Dan masih banyak kesusahan lainnya. Cara mengatasi hal tersebut adalah dengan tidak pernah berhenti bermimpi dan berusaha. Kak Uung juga punya resolusi untuk menyambut tahun 2015, di antaranya:   1. Nggak Mau Lagi Main Sinetron Main sinetron itu tua di jalan, karena tempat syutingnya jauh. Rumah gue di daerah Mangga Besar, tapi syuting biasanya di Persari, Cibubur dan tempat jin buang anak lainnya. Udah gitu, nunggunya juga lama banget! Belum lagi kalau ada pemain lain yang datangnya telat dan harus meladeni berbagai wartawan yang ingin wawancara di lokasi syuting. Udah nunggu lama banget, nggak taunya yang disyut cuma tangan gue doang yang lagi tanda tangan. Capek banget, kan?   2. Pengin Main Film Lebih Banyak Daripada main sinetron, enakan main film. Karena, film itu terlihat lebih berkelas ketimbang sinetron. Tempat syutingnya emang jauh sih, tapi syutingnya paling 3 bulan, abis itu kelar bisa liburan ke luar negeri. Kalau sinetron syutingnya bisa berabad-abad. Duitnya gede sih, tapi percuma nggak bisa dipake, karena nggak ada waktu buat abisin duit. Waktu gue syuting film Tak Kemal Maka Tak Sayang, tempatnya deket sama rumah dan nunggu break-nya juga nggak lama. Udah gitu, bayarannya lumayan gede dan langsung di muka!   3. Nggak Mau Main Cewek Kata orangtua dan pemuka agama, main cewek itu dosa. Haram hukumnya. Jadi, gue nggak bakal main cewek. Apalagi cewek itu punya sifat egois, cepet marah, kayak setan kalau PMS dan datang bulan. Tentu aja gue nggak suka! Makanya, mendingan main cowok kan?...

Ketika Mariska Dihipnotis Tika Kuya

By on Dec 30, 2014 in Diary

Pernah liat tayangan hipnotis Uya Kuya di teve? Kalau nonton itu jadi pengin iseng dihipnotis kan? Gue punya temen sejenis Uya Kuya di GADIS namanya Mestika Safrini yang akrab disapa Tika Kuya. Lewat hipnotis ini, Tika Kuya berhasil membuktikan kalau Mariska a.k.a Kak Uung adalah pembohong. Semua kedok Kak Uung pun terungkap begitu aja. Btw, video ini diambil 3 tahun yang lalu ketika Tika Kuya belum berhijab dan Kak Uung masih “sehat”. Hehehe.. Semoga kalian masih sehat ketika menontonnya. Jika ingin dihipnotis, kalian bisa comment di bawah!  ...

Read More

Ketika Mariska Dihipnotis Tika Kuya

Garpu Ternoda Babi

By on Dec 27, 2014 in Diary

Kantor gue selalu menyediakan makan siang gratis buat pegawainya, tapi rasanya kurang berselera di lidah gue. Kalau abis makan di sana, mood langsung jelek, hasrat bekerja hilang dan cranky seharian. Alhasil, gue bisa beli makanan lagi dan makan lebih banyak daripada wanita normal pada umumnya. Kalau beli makan siang di luar setiap hari, kayaknya bukan solusi yang tepat, karena hal itu disebut pemborosan. Sebagai orang Cina, kita emang harus hidup hemat. Untuk mengatasi hal itu, gue pun minta agar nyokap gue siapin bekal setiap pagi. Karena, masakan nyokap gue itu enaknya enak mampus. Nyokap gue kalau masak emang sepenuh hati, meskipun nggak pernah gue bayar. Temen-temen di kantor aja pada suka sama masakan nyokap gue. Tapi, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, biasanya mereka suka tanya dulu ke gue. Ung, ini ada bebongnya (babi) nggak? Aman kan makanan lo ini? Wajar kalau mereka tanya begitu. Karena, mayoritas orang di kantor gue itu Muslim dan Non Cina. Udah gitu, kalau cobain masakan yang dimasak sama orang Cina dan rasanya enak mampus, pasti yang terlintas dalam benak mereka adalah ‘Ini pasti pake minyak babi!’. Ehm, kayaknya semua orang tau kalau babi itu bener-bener enak. Meskipun yang bilang begitu adalah kaum yang tidak diperbolehkan makan babi. Contohnya si Mister Kacang yang pernah kecolongan makan babi waktu sekolah di Singapura. Padahal, nggak semua makanan yang nyokap gue masak itu pake babi. Sebagai orang Cina, gue juga bukan orang Cina yang maniak sama babi. Nggak semua makanan gue harus mengandung babi, karena masih banyak makanan enak lainnya, kayak sea food, ayam, kambing dan lain-lain. Apalagi, gue kan orangnya suka diet, suka makan makanan sehat dan rajin berolahraga, Sebisa mungkin, gue hindari hal-hal duniawi, semacam babi. Lagipula, kalau makanan terlalu banyak mengandung babi, yang ada bukannya enak, tapi malah enek. Sama kayak hidup lo kalau...

Strawberry Temptation

By on Dec 25, 2014 in Beauty, Diary, Review Produk

Kemarin, abis nobar di Setia Budi One, gue mampir ke Guardian buat beli obat cacing. Biarpun udah umur segini, gue tetep parno sama yang namanya cacing. Mungkin rasa parnonya mirip kayak orang Cina yang parno mendengar kata ‘Cina’. Begitu mereka dipanggil Cina, bawaannya pengin ambil parang terus teriak ‘Jangan Panggil Aku Cina!’. Selain beli obat cacing, gue melihat ada banyak sabun stroberi bertebaran di sana. Dan rasanya jadi pengin mandi saat itu juga! Hasrat jadi cewek seutuhnya pun muncul begitu aja. Kebetulan banget, Guardian lagi ngediskonin banyak barang di sana, termasuk produknya sendiri. Mungkin menjelang akhir tahun kali, ya, sekalian biar move on dari masa lalu. Dan akhirnya, gue beli ketiga barang ini:   1. Guardian Strawberry Shower Cream   Isinya banyak bingit. Seliter, Kak! Harganya dari Rp 62.900 jadi Rp 49.900. Pas gue cobain, beh wanginya enak bingit. Wangi stroberi yang unyu-unyu gimana gitu. Ketika dibilas pun, wanginya masih nempel dan lembap di kulit. Kulit jadi halus kayak Cleopatra. Mungkin karena kandungan anti oksidan di stroberi itu bagus banget buat melembutkan kulit. Kalau pengin dijadiin scrub, shower cream ini boleh ditambain garam, gula atau oatmeal, terus digosok-gosokin ke badan. Terutama di bagian yang kering dan kasar, kayak siku, lutut dan tumit.   2. Guardian Strawberry Body Butter   200 gram body butter ini harganya Rp 42.900 dan didiskon jadi Rp 34.500. Udah lama gue nggak pake body butter pas siang hari, karena tiap pake body butter pasti hasilnya lengket bingit. Jadi, biasanya gue pake body butter pas malem menjelang tidur. Kata orang-orang sih, pake body butter itu emang lebih bagus malem. Biar pas bangun tidur, kulit langsung lembut. Tapi, pas gue pake body butter ini pas siang hari, gue sih nggak berasa lengket. Yang ada kulit gue jadi lembut bingit dan wangi stroberinya juga tahan lama. Karena kelembapannya...

15 Mitos Orang Cina

By on Dec 21, 2014 in Diary

Waktu kecil, kita pernah denger mitos kalau makannya nggak sampe bersih, pas udah gede bakal jerawatan, dapet pacar jelek dan brewokan. Kita pun percaya dan mau nggak mau harus nurut sama nyokap buat abisin makanan. Padahal, pas udah gede tetep aja jadi jones (jomblo ngenes). Mitos barusan itu kan umum banget. Kayaknya, semua ras juga tau mengenai mitos tersebut. Intinya sih, itu cuma cara emak-emak aja supaya anaknya nggak buang-buang makanan dan rajin makan. Sebenarnya, masih banyak mitos yang sering kita dengar, terutama dari kalangan gue sendiri (Cina). Kayaknya, kalau kalian masih jadi Cina totok, kalian pasti nurutin semua mitos supaya nggak sial. Okelah, gue jabarin aja ya, beberapa mitos orang Cina yang pernah gue denger:   1. Nggak Boleh Jadi Pengapit Lebih dari 3 Kali Gue nggak tau ye, ini mitos awalnya dari orang Cina atau bukan. Tapi, di kalangan gue yang kebanyakan orang Cina, hal ini cukup sering dibahas, terutama menjelang musim kawin. Dari kecil, gue sering denger mitos ini. Katanya, sekali jadi pengapit (brides maid), orang itu bakal ketunda nikahnya dan nggak boleh lebih dari 3 kali, karena bakal makin susah nikah. Iyalah, siapa bilang nikah itu gampang? Cari pacar aja susah! Makanya, banyak yang udah jadi pengapit 3 kali, abis itu udah nggak terima job itu lagi. Mungkin karena, doi lebih memilih jadi SPG yang gajinya lebih tinggi daripada angpao pas jadi pengapit kali, ya. Gue sih nggak terlalu percaya sama begituan. Soalnya, seumur hidup gue belum pernah jadi pengapit dan gue pernah jadi jomblo dalam waktu yang sangat lama.   2. Sebelum Nikah Nggak Boleh Pake Baju Pengantin Iya sih, ngapain juga pake baju pengantin, padahal belum nikah! Tapi, gue pernah iseng pake baju pengantin temen gue dan gue post fotonya di Path seolah-olah gue yang baru melepas masa lajang. Lalu, ada temen gue...

Bercengkrama dengan Anak Koh Ahok

By on Dec 15, 2014 in Diary

Mungkin kalian bakal banyak membaca tentang kisah orang Cina di blog ini. Karena, blog ini bisa lahir berkat ada cerita tentang tukang pijat sadis di daerah Hayam Wuruk. Menurut gue, kisah orang Cina itu selalu menarik untuk dibahas dan nggak rasis sama sekali kalau gue yang bahas, soalnya gue juga Cina. Kalau kalian yang cerita barulah disebut rasis! Hahaha… Nah, kisah orang Cina yang pengin gue ceritain kali ini adalah tentang hidup anak gubernur. Beberapa waktu lalu, hape pintar gue rusak dan gue sempet ceritain di sini. Waktu hape pintar gue rusak, ternyata di Path lumayan banyak yang ngomongin soal anak sulungnya Koh Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Namanya Nicholas Sean. Anak ini diomongin banget, karena pas bapaknya dilantik jadi gubernur, doi juga dateng. Ya iyalah, masa dia nggak dateng? Mau jadi anak durhaka? Nicholas ini diomongin, karena cakep dan tinggi. Dia diomongin banget di socmed, tapi gue nggak tau apa-apa. Gue pun merasa rendah diri. Bagaikan katak dalam tempurung. Ini bukan salah gue, tapi salahkan si hape pintar yang tiba-tiba ngambek dan minta diservis! Karena anak itu cakep bingit, bos-bos di kantor pun punya target yang luar biasa, yaitu memasukkan doi di rubrik Hot Boys majalah GADIS (tempat gue gawe). Mendengar hal itu, gue teramat tertantang buat cari doi. Tapi, bingung mau cari di mana, karena kayaknya nih anak nggak punya socmed. Kalau pun ada, gue juga trauma tweet gue nggak dibales. Takut sakit hati lagi, karena tweet gue ke Kaesang Pangarep (anaknya Pak Joko Widodo, presiden kita) tak kunjung dibalas. Rasa traumanya itu mirip kayak abis ditolak gebetan. Gue pernah hubungi doi lewat Twitter, karena emang mau cari doi buat wawancara. “Kak, coba gue tanya ke orang gereja, ya! Si Koh Ahok itu akrab sama orang gereja gue!” bilang gue ke Kak Asri, editor gue. “Ya cobalah Ung....

Page 21 of 27« First...10...1920212223...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy