FacebookTwitter
Page 2 of 2712345...1020...Last »

Pengalaman Cobain Mie Shirataki yang Bikin Kurus

By on Apr 24, 2017 in Diary, Food Porn, Review Produk

Sekarang, lagi ramai bingit diet ketogenik (keto). Itu lho, diet yang lebih banyak makan fats (lemak), lalu disusul protein, dan rendah akan karbohidrat. Gue nggak terlalu ikutin diet keto dan masih setia ikutin diet OCD. Tapi, gue setuju bingit kalau kita harus kurangin karbo dan gula demi masa depan yang lebih sehat. Gue pernah nulis soal diet keto di Travel Tips Pegipegi. Itulah kenapa mie Shirataki lagi hits banget akhir-akhir ini. Soalnya, mie Shirataki itu rendah karbohidrat, jadi cocok bingit buat dikonsumsi sama orang-orang yang diet keto. Karbohidratnya cuma 5 gram, Kak! Juga mengandung serat pangan sebesar 4 gram. Selain itu, mie Shirataki juga bebas dari gluten, gula, dan tentu aja rendah kalori. Coba kalian bandingkan sama Indomi* atau Sarim* yang mengandung banyak karbo jahat. Jauh bingit, Cuy. Berbeda dari mie yang beredar di pasaran. Mie Shirataki dibungkus dengan plastik dan direndam air. Warnanya bening dan agak putih. Mie Shirataki berasal dari Jepang dan terbuat dari ubi porang/ubi konjac. Katanya, serat dari ubi koncak namanya glucamonnan yang bagus untuk menurunkan berat badan sekaligus memperlancar berak dan seratnya mengandung probiotik yang bisa merangsang tumbuhnya bakteri baik di usus. Kalau makan mie ini, kalian bakal berasa kenyang lebih lama. Karena tidak ingin ketinggalan zaman, gue pun cobain mie Shirataki yang lagi hits ini. Kebetulan, gue juga tau Shirataki dari Rofandi, adiknya Kak RG yang lagi rajin diet. Kalian bisa beli Shirataki di supermarket impor atau Tokopedi*. Harganya masih terjangkau, sebungkusnya kira-kira Rp 7.500-8.500. Karena terlalu antusias makan mie Shirataki, gue langsung pisahin mienya dari air, cuci, lalu goreng. Hahaha… Padahal, seharusnya direbus dulu selama lima menit. Alhasil, jadi berasa kayak goreng mie jelly. Teksturnya berasa aneh. Kalau kata Kak Lucia Leaf yang sering makan mie Shirataki, mie ini memang harus direbus dulu supaya teksturnya jadi mirip mie biasa. Inilah hasil masakan...

Memasak Daging Babi Bersama Suami dan Selingkuhan

By on Apr 16, 2017 in Diary, Food Porn

Beberapa waktu lalu, gue bikin acara memasak yang haram-haram bersama Kak RG dan selingkuhan gue. Selingkuhan gue ini unik bingit karena sekujur tubuhnya dipenuhi bulu bak orang India. Bahkan, dia pernah sengaja menutupi bulu halusnya di wajah dengan BB cream seharga setengah juta. Nama selingkuhan gue adalah Mastini Ali. Yup, dia semarga dengan Muhammad Ali yang merupakan sepupunya. Untungnya, setelah gue menikah dengan Kak RG, dia sudah menemukan pengganti gue dan jadi tunangan orang. Meskipun sudah menemukan orang lain, tapi Mastini tetaplah menjadi selingkuhan gue yang berbekas di hati. Itulah sebabnya gue mengundang dia di acara memasak. Tema memasak kami kemarin adalah daging babi. Sungguh makanan orang kafir yang sering dilaknat oleh netizen. Tadinya sih, mau bikin lomba masak, tapi karena jurinya kurang, akhirnya bikin acara masak biasa aja deh. Setelah bersemedi selama tiga tahun lamanya di Gunung Kawi, akhirnya gue mendapatkan ide untuk masak Pork Katsu Saus Keju Pedas ala KaEfSi. Sedangkan, Kak RG masak Tongseng Babi dan Kak Mastini masak Sup Bakut Kacang. Sungguh perpaduan luar biasa antara makanan bule, Jawa, dan Cina. Seperti itulah penampakan gue kalau lagi di dapur. Masak aja kayak mandi, kudu pakai shower cap. Soalnya, sayang kalau rambut kena bau minyak dan bawang. Baru keramas, Cuy! Setelah bekerja keras selama berjam-jam di dapur sampai kudu pakai shower cap, kira-kira inilah hasil masakan kami. Yummy nggak? Mastini masak Sup Bakut Kacang soalnya masakan tersebut merupakan kesukaan Mastini dan Mastono (kokonya). Ya, makanan orang Cina pada umumnya kalau lagi kumpul keluarga gitu, deh. Kalau kata orangtua zaman dulu, sehat bingit, Cuy. Kuahnya enak bingit, apalagi kalau dimakan pas masih hangat. Begitu pula dengan daging bakut, kacang, dan wortelnya. Yang bikin ganggu itu cuma tulangnya aja, sih, karena proses masak yang cukup lama, bikin tulang bakut jadi rapuh bingit kayak hati. Jadi, kudu hati-hati pas...

Resep Daging Burger Ayam

By on Apr 15, 2017 in Diary, Food Porn

Setelah bikin resep daging burger sapi, kali ini Kak Uung bikin resep yang sangat berbeda, yaitu Daging Burger Ayam. Resepnya kayak daging burger sapi. Cuma tinggal ganti daging sapi dengan daging ayam. Ingat, ya, daging ayam! Bukan daging domba apalagi babi. Bahan: 500 gram daging ayam cincang (yang di gambar nggak sampai 500 gram) 1/2 butir bawang bombay 2 siung bawang putih 1 tangkai daun bawang Garam secukupnya Gula secukupnya (gue pakai gula Tropicana Slim) 2 sendok makan tepung maizena Telur secukupnya Tepung terigu secukupnya Tepung roti Kalau di resep daging burger sapi, gue nggak pakai tepung maizena. Soalnya daging sapi cincang lebih mudah dibentuk, soalnya teksturnya agak padat. Sedangkan, daging ayam cincang, teksturnya agak encer, sehingga lebih sulit dibentuk. Jadi kudu pakai bantuan tepung maizena sedikit. Cara membuat: Cincang kasar bawang bombay dan bawang putih. Tumis keduanya dengan minyak goreng atau mentega hingga harum. Letakkan daging di wadah, masukan garam, gula, tumisan bawang bombay dan bawang putih, dan tepung maizena. Ulek adonan hingga merata. Paling kece sih aduk pakai tangan hingga 10 menit. Kemudian bentuk adonan mirip daging burger. Jangan terlalu tipis atau tebal. Yang sedang-sedang aja, Cuy! Lalu, dibalut dengan telur yang sudah dikocok dan taburi dengan tepung terigu. Kemudian, balut lagi dengan telur dan taburi tepung roti. Rata-rata bisa jadi 7-10 daging burger ayam. Kalau nggak pengin goreng semuanya, sisa adonan bisa disimpan di freezer. Kalian bisa menyajikan daging burger ayam dengan roti, telur, atau keju. Makan pakai Indomie juga boleh. Suka-suka lo deh, Say. Pastinya, resep tersebut halal, lebih sehat ketimbang beli di resto siap saji, dan buatnya gampang! Selamat mencoba! Foto: Ronny  ...

Resep Daging Burger Sapi

By on Mar 26, 2017 in Diary, Food Porn

Kalau kalian googling soal bahaya makan burger, pastinya bakal keluar banyak artikel mengenai hal tersebut. Padahal, makan burger boleh-boleh aja lho sebenarnya. Jika pengin makan burger secara sehat dan aman, mendingan coba bikin sendiri aja, seperti yang Kak Uung lakukan. Lebih sehat karena nggak pakai MSG dan bahan pengawet, juga lebih enak karena bahannya full daging sapi, bukan pakai tepung. Dan yang lebih penting, dibuat dengan penuh cinta dan kasih sayang. Hasseeekkkk! Langsung aja yuk, intip resep daging burger sapinya! Bahan: 500 gram daging sapi cincang (yang di gambar nggak sampai 500 gram) 1/2 butir bawang bombay 2 siung bawang putih 1 tangkai daun bawang Garam secukupnya Gula secukupnya (gue pakai gula Tropicana Slim) 1 butir telur Cara membuat: Cincang kasar bawang bombay dan bawang putih. Tumis keduanya dengan minyak goreng atau mentega hingga harum. Letakkan daging di wadah, masukan garam, gula, tumisan bawang bombay dan bawang putih, dan telur ayam yang sudah dikocok. Ulek adonan hingga merata. Paling kece sih aduk pakai tangan hingga 10 menit. Kemudian bentuk adonan mirip daging burger. Jangan terlalu tipis atau tebal. Yang sedang-sedang aja, Cuy! Rata-rata sih, porsinya bisa buat 10 orang. Kalau nggak pengin goreng semuanya, sisa adonan bisa disimpan di freezer. Kalian bisa menyajikan daging burger sapi dengan roti, telur, atau keju. Makan pakai Indomie juga boleh. Suka-suka lo deh, Say. Resepnya dicontek dari sini dengan sedikit perubahan. Gampang bingit kan cara buatnya? Enaknya lagi, resepnya bisa dipakai semua orang karena halal a.k.a tidak pakai pork atau lemak babi. Sekian sudah resep Kak Uung yang satu ini. Selamat mencoba! Foto:...

Resep Swedish Meatball Ala IKEA

By on Mar 23, 2017 in Diary, Food Porn

Kalian sudah tahu kan bahwa Kak Uung sekarang sudah rajin memasak? Karena adanya permintaan netizen yang ingin agar gue share soal resep, kali ini blog gue bakal bahas resep. Ini adalah blog resep gue yang pertama. Jadi maklumin aja, ya, kalau tidak sempurna. Karena, kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Resepnya nggak original sih, karena nyontek dari tempat lain. Namanya juga baru belajar jadi nggak apa-apa dong nyontek asal ngaku. Meskipun nyontek, tapi resepnya gue bedain sedikit. Disesuaikan dengan kondisi bahan dan mood. Resep masakan yang ingin gue share kali ini adalah Swedish Meatball ala IKEA. Tahu kan bakso yang terkenal di IKEA itu? Ternyata cukup banyak yang bikin resepnya, jadi bisa gue contek. Sebelumnya, gue share dulu, ya, hasil akhirnya. Yang pasti, bahannya halal a.k.a no pork dan nggak pakai minyak babi. Bahan bakso: 200 gram daging ayam giling 200 gram daging sapi giling 2 sendok makan tepung maizena 2 lembar roti tawar kupas disobek-sobek 1/2 bawang bombay cincang 3 siung bawang putih 1/2 sendok makan oregano bubuk 1/2 sendok makan garam 1 sendok makan gula (gue pakai gula tropicana slim buat orang diabetes 1 bungkus kecil) Bahan saus: 125 ml susu cair 1 sendok makan saus tiram 1/2 sendok makan kecap inggris 1 sendok makan saus tomat 1/2 sendok makan lada hitam bubuk 1 sendok makan tepung maizena Bahan Fried Potato Wedges: 4-5 buah kentang Air dan garam untuk merendam kentang Tepung Kobe Cara membuat: Bakso: Campur semua bahan bakso di sebuah wadah. Aduk hingga merata kurang lebih selama 10 menit. Paling enak sih aduknya pakai tangan aja. Lalu adonan dibuat bentuk bulat sesuai selera lalu kukus selama 10 menit. Setelah uap panas hilang, masukan kulkas sebentar agar adonan bakso menjadi kenyal. Kalau gue sih gue diemin semalaman. Hahaha… Lalu keesokan harinya baru deh digoreng hingga...

Review Sulwhasoo Herbal Soap

By on Mar 22, 2017 in Beauty, Diary, Review Produk

Kalau kalian pernah baca artikel cobain lipstik dari si Gemuk-gemuk Lincah, pasti udah tahu banget bahwa Kak Peggy Agustien suka sial karena sering salah beli barang, Selain sering salah beli barang, lalu menjualnya dengan harga murah atau memberikannya secara gratis ke teman-teman, Kak Peggy juga sering banget share aib-aib lucu di insta story Instagramnya, @mokohh. Yuk, di-follow biar kalian tahu bahwa dia rada-rada kurang waras. Cukup sekian iklan soal Kak Peggy. Gue mau lanjut cerita soal kesialannya dalam hal salah beli barang. Beberapa waktu lalu, dia beli sabun Sulwhasoo Herbal Soap di Tokopedi*. Susah bingit kan namanya! Itu lho, sabun herbal asal Korea yang lagi hits banget. Katanya bisa bikin kulit muka bersih, cerah, dan mengatasi jerawat. Kalau menurut review di forum-forum kecantikan, Sulwhasoo ini OKE OCE bingit. Tapi, untung nggak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Muka Kak Peggy malah jerawatan abis. Mukanya jadi mirip sama Andika “Kangen Band”. Kebayang nggak hancurnya gimana? Dibilang purging juga bukan. Soalnya, jerawatnya nggak kunjung hilang. Entah nggak cocok atau gimana. Akhirnya, dia pun bagi seperempat batang Suwlhasoo Herbal Soap ke gue. Gue seneng-seneng aja sih kecipratan barang gratisan dari Kak Peggy, tapi gue juga takut nantinya muka gue jadi mirip Andika “Kangen Band”. Dengan rasa nekat yang cukup bulat, gue pun pakai sabun herbal tersebut. Pas dicoba, astaga baunya mirip kayak jamu yang dijual mbok jamu gendong. Kaga ada enak-enaknya, Cuy! Tapi, bukannya sabun muka yang benar kayak gitu, ya? Baunya nggak enak karena nggak dipakein parfum atau zat aneh-aneh. Bahan yang dipakai benar-benar herbal, seperti Korean Red Ginseng, Solomon’s Seal kecil, Chinese Peony, dan Adhesive Rehmannia. Ribet bingit namanya. Untungnya, baunya nggak menyengat terus, kok. Abis kelar dibilas, lalu didiemin sebentar, bau muka kita bakal normal lagi. Hasilnya memuaskan bingit. Gue berasa kulit muka jadi halus bingit, terus bintik-bintik komedo di...

Pakai Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment Biar Kulit Kepala Sehat

By on Mar 20, 2017 in Beauty, Diary, Review Produk

Ya oloh, susah bingit sebut nama merk-nya! Kenapa nggak dipersingkat aja, misal Matrix Biolage buat kulit kepala gatal-gatal? Baiklah, langsung aja Kak Uung cerita, kenapa Kak Uung pakai Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment. Jadi, kira-kira di akhir Januari kemarin, gue benahin rambut di salah satu salon Jepang terkenal. Benahin rambut dalam arti ngecat rambut jadi warna magenta. Tulisan di brosurnya sih warna lavender, nggak tahu kenapa pas di rambut malah jadi magenta. Ya kadang orang salon menentukan, tapi Tuhan yang menentukan hasil akhir. Waktu lagi proses ngecat rambut, ada tukang cuci rambut yang bilang bahwa Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment bagus banget! Bisa merawat kulit kepala kita supaya nggak ketombean, mencegah kerontokan, dan bikin rambut lembut. Cocok buat gue yang udah berkali-kali menyiksa rambut. Setelah kelar ngecat rambut, doi pun pakein vitamin tersebut di kulit kepala gue. Berasa segeran sih dan gue suka banget sama wanginya. Kalau soal rambut jadi lembut, relatif, ya! Namanya juga abis dari salon. Rambut pasti lembut karena di-blow. Seperti ini penampakan Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment. Sebotol kecil gitu dihargai Rp 40 ribuan sama si tukang salon. Gue sih nggak ketombean, tapi entah kenapa gue tertarik banget sama vitamin rambut yang satu ini. Dan untungnya, gue cuma beli sebiji, nggak beli banyak-banyak! Soalnya, kalau beli di Tokopedi* harganya cuma Rp 25 ribuan! Ya udah deh, gue beli aja langsung dua botol. Kalau beli cuma satu rasanya nanggung bingit, sih. Karena, botolnya kecil dan sayang diongkos. Emang, ya, yang namanya darah Cina itu tidak bisa dibohongi kalau soal pengiritan. Gue juga nggak menyangka sih, beli Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment di Tokopedi* dapat gratis pipet supaya gampang dituangin ke kulit kepala. Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment bagus dipakai pas rambut masih setengah kering. Abis diolesin ke kulit kepala, jangan lupa dipijat-pijat. Begitu bangun dari...

Dulu Jadi Juri Lomba Masak, Sekarang Jago Masak!

By on Mar 19, 2017 in Diary, Food Porn

Hilluuuw! Selamat malam semua! Udah lama nggak baca blog dari Kak Uung, ya? Maklum aja, ya, soalnya sejak jadi istri orang, Kak Uung sibuk bingit hingga sulit membagi waktu. Untuk mengumpulkan semangat ngeblog lagi aja, butuh niat sebulat bakso abang-abang. Akhirnya, niat ngeblog kembali pun terkumpul di malam ini. Buat yang udah ngorok, pastinya kalian baca blog yang tidak berguna ini di pagi atau siang hari. Kak Uung pengin ngedongeng soal perubahan yang dialami sejak jadi istri pejabat, eh istri orang maksudnya. Lebih tepatnya, soon to be istri pejabat. Amin. Perubahan yang gue alami adalah gue udah bisa masak! HAHAHA… Sejak gue dalam kandung, dilahirkan, lalu jadi balita, anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga tua bangka seperti sekarang, gue sama sekali nggak pernah kepikiran untuk BISA memasak. Waktu kecil, gue buka kompor aja nggak berani karena takut meledak dan melukai kulit wajah gue yang halus bak dubur bayi. Waktu bisa nyalain kompor, gue cuma bisa masak air, Indomie, dan telur ceplok atau dadar. Masak nasi aja nggak bisa. Meski nggak bisa masak, tapi hidup gue nggak hampa-hampa amat kok, karena gue bisa jadi juara lomba makan. Prestasi lomba makan gue bisa dilihat di buku Happy Tummy! Tahun 2016 kemarin, gue juga sempat jadi juri lomba makan di acara Kompetisi Mie Warisan Nusantara 13th Jakarta Fashion Food. Membanggakan bukan? Tuh lihat sendiri kan, ada nama Kak Uung jadi juri. Hahaha… Ketika gue dinobatkan sebagai juri, banyak netizen yang protes. Soalnya, gue nggak bisa masak. Gini deh, sekarang gue mau tanya, buat menilai suatu lagu bagus atau nggak, kalian harus jadi penyanyi dulu nggak? Tentu tidak! Hahaha… Sama aja kayak gue yang nggak bisa masak, tapi gue bisa menilai makanan enak atau nggak. Karena, gue suka banget makan, Cuy! Bahkan, temen pun bisa gue makan, kalau mau. Hampir setahun yang lalu gue...

Page 2 of 2712345...1020...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy