FacebookTwitter
Page 18 of 25« First...10...1617181920...Last »

Berkunjung ke Pasar Santa (Part 2)

By on Feb 9, 2015 in Diary, Food Porn

Beberapa waktu lalu, gue pernah bikin blog tentang Pasar Santa. Di blog tersebut, gue berjanji bakal bikin lanjutannya. Karena, kalau diceritain hanya dalam satu blog, kayaknya nggak bakal cukup. Pasar Santa itu cukup luas dan kedai makanannya seabrek-abrek. Nggak mungkin bisa diabisin hanya dalam sehari atau dua hari. Apalagi, ukuran lambung gue sekarang udah terbatas banget. Nggak segede dulu ketika masih belum laku. Sekarang entah kenapa ukuran lambung gue makin mengecil, Mungkin karena Kak RG selalu abisin makanan gue. Kalau dulu, gue yang jadi pahlawan di siang bolong dengan makan semua makanan temen. Weekend kemarin, gue pergi ke sana lagi bareng Kak RG. Kalau dipikir-pikir, rajin banget, ya! Kalau waktu itu gue perginya siang, kali ini gue perginya agak sore menuju malem, soalnya pengin ngerasain Pasar Santa dengan suasana malam. Pas udah nyampe ke sana, astaga! Rame banget kayak pasar! Terutama di lantai 1, yang ada food court-nya itu. Sesuai kayak namanya juga sih. Pasar. Bukan Puskesmas. Tujuan kami langsung tertuju pada kedai DOG (dibaca @diyoji) yang super rame itu. Sebenarnya waktu pertama kali berkunjung ke Pasar Santa, gue sama Kak RG udah tertarik sama Diyoji. Penasaran kenapa kedainya rame banget! Tapi, karena perut udah kenyang dan harus buru-buru balik, jadi rencana buat menyantap Diyoji di-pending dan baru kesampean kemarin. Diyoji itu jualan black gourmet hotdog a.k.a hotdog yang disajikan pake roti hitam gitu. Biasanya kan hotdog pake roti putih. Jarang-jarang ada yang pake roti hitam. Mungkin itu yang bikin dagangan ini unik dan selalu panjang antriannya. Menurut pandangan mata, kayaknya kedai yang paling panjang antriannya di Pasar Santa adalah Diyoji. Makanya, kami penasaran banget kenapa bisa begitu rame? Apakah emang karena rasanya enak banget? Atau karena si penjual pake ilmu susuk? Liat antriannya aja udah males, tapi kalau nggak diantriin, bakal penasaran setengah mampus, nggak bisa tidur dan nggak nafsu...

Blonde Wig Party at GADIS Magazine

By on Feb 5, 2015 in Diary

Kemarin, Kak Uung bawa wig blonde aduhai yang pernah dipake buat foto fashion blog. Pas tau gue bawa wig, temen-temen kantor pun pada cobain wig itu. Begitu dipakein ke rambut, hasilnya pun aduhai banget. Kami pun merasa lebih keren daripada Iggy Azalea, Ariana Grande, Christina Aguilera, Britney Spears, Nicki Minaj dan artis Hollywood lainnya. Setelah memakai wig itu, temen-temen di GADIS pun setuju bahwa tidak mudah menjadi seorang Kak Uung yang begitu sabar dan tawakal ketika memakai wig. Karena, derita pake wig itu sederajat dengan derita pake high heels. Panas, gatel, pala jadi berat, belum lagi perasaan takut nyangkut dan kusut. Apalagi, gue punya kepala yang ukurannya jauh lebih gede ketimbang badan. Hebat ya, Uung bisa pake wig kayak begini buat jalan-jalan ke Indomaret (padahal gue pakenya di Family Mart). Emang nggak gerah, Ung? Gatel banget ya pake wig. Lo nggak kegatelan, Ung? Lo pake wig kayak begini nggak diliatin orang-orang di jalan? Ternyata nggak gampang ya jadi Uung. Kira-kira seperti itu reaksi orang-orang begitu merasakan indahnya pake wig. Sukurin lo! It’s not easy to be Kak Uung. Dan setelah wig tersebut dipake sama ribuan orang di kantor, hikmah yang bisa gue dapetin adalah wig tersebut jadi lebih enak dipake di kepala gue. Berasa agak longgar gitu. Sebelumnya kan agak sempit gimana gitu dan bikin kepala hampir migrain. Ternyata, jika ingin punya wig yang nyaman dipake adalah wig itu harus dicoba dulu oleh berbagai ukuran kepala. Foto: Mariska Mariska...

Kak RG Pernah Jadi Cinko

By on Feb 2, 2015 in Diary

Beberapa hari lalu, Kak RG pernah bikin status di Facebook yang artinya kurang lebih kayak begini: Enam tahun lalu, tahun 2009, gue baca sebuah post viral yang di-repost di mana-mana. Post itu sangat mengena di hati dan membuat hidup gue berubah. Waktu itu, gue nggak pernah menyangka kalau suatu hari, gue bisa kenalan dengan penulis aslinya. Tapi, hari ini gue sudah menemukan siapa penulis aslinya, yang ternyata sudah jadi pacar gue sejak tahun lalu.   ‘Woman’ yang dimaksud di status tersebut, tentu aja adalah gue (Kak Uung). Mungkin kalian penasaran, kenapa si Kak Uung nggak disebut sebagai ‘man’ aja? Dia kan macho! Macho pala lo. Biar begini-begini, gue lebih feminin dari kalian. Cihhh (langsung nyulam dan ngebatik ala puteri Solo). Tapi, kalian pasti lebih penasaran tentang tulisan viral yang dimaksud oleh Kak RG! Tulisan viral yang dimaksud oleh Kak RG adalah tulisan tentang Cinko yang pernah gue buat di tahun 2009 di notes Facebook. Tulisannya bisa kalian baca di sini. Tanpa disangka-sangka, tulisan itu ada beberapa bagian yang di-copy paste, sampai jadi viral di internet. Viralnya itu dari tahun 2009 sampe 2010. Bahkan, sempet jadi joke di broadcast message BBM. Nggak tau deh, harus seneng atau sedih. Sedih soalnya banyak yang copas tanpa kasih tau kalau itu joke itu gue yang bikin. Padahal, waktu gue bikin artikel itu, gue tulis semua nama temen yang gue sempet wawancarai, lalu gue tulis dengan gaya bahasa gue sendiri. Nggak sembarangan copas artikel orang tanpa izin. Sementara, di sisi lain, gue seneng juga kalau sampe viral. Berarti banyak yang suka dan pahala gue juga besar di surga, soalnya udah bikin banyak anak orang ketawa. Atau bahkan telah mengubah hidup mereka ke arah yang belum tentu lebih baik. Sejak kejadian copas-mengcopas tanpa izin itu, gue udah mulai males nulis lagi di notes Facebook. Tulisan...

Review Shampoo Metal Fortis

By on Jan 31, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Mungkin, kalian nggak asing dengan blog fenomenal Kak Uung yang membahas tentang Shampoo Kuda Mane and Tail yang di-review sampe dua part. Part-1nya bisa dibaca di sini, sedangkan part-2nya bisa dibaca di sini. Sebenarnya, sebelum mengenal shampoo itu, gue uda lama mengenal Shampoo Metal Fortis. Shampoo Metal Fortis jenis Hair Living Shampoo ini bisa digunakan buat rambut normal yang nggak bermasalah dengan ketombe. Buat yang bermasalah sama ketombe, bisa pake yang Anti Ketombe. Botolnya warna hijau. Kalau dilihat dari penampakannya, shampoo ini nampaknya berasal dari Cina. Karena, banyak tulisan Cina yang tertera di botol, terutama di bagian belakang. Kabar buruknya adalah gue nggak bisa baca semua tulisannya. Maklum, namanya juga Cina KW! Cina yang cuma senang dengan perayaan Imlek, karena masih dapat angpao. Gue tau soal shampoo ini kira-kira waktu duduk di bangku SMA. Ketika itu, ada temen gue, si Alen yang mengeluh kenapa rambutnya cepet panjang! Doi nggak suka kalau rambutnya cepet panjang. Soalnya, rambut aslinya itu kribo. Persis kayak Edi Brokoli, Achmad Albar atau Luigi, temennya Mario Bros. Kalau makin panjang, otomatis betuk kribonya bakal makin menonjol. Rambut kribo yang terlalu menonjol dikuatirkan bisa menutupi kegantengan seseorang. “Emang lo apain rambut lo sampe cepet panjang?” tanya gue sirik. Sirik karena rambut gue panjangnya lama. “Kayaknya, sebulanan ini gue pake Shampoo Metal, Ung.” “Emang beneran ngaruh? Gue sering denger, sih.” “Kayaknya ngaruh deh. Sejak itu, gue percaya kalau shampoo itu emang berkhasiat untuk membuat rambut cepat panjang. Tapi, gue agak kesulitan cari shampoo ajaib itu, soalnya jarang yang jual. Kadang ada, kadang nggak. Kayak tukang gorengan depan kantor gue yang jualan cuma pas bokek. Kalau lagi kaya, abangnya lebih milih pulang kampung atau istirahat di rumah. Gara-gara itu, gue pun nggak rutin pake Shampoo Metal Fortis. Tapi, gue percaya kalau shampoo tersebut bisa membuat rambut cepet panjang. Soalnya,...

Berkunjung ke Pasar Santa (Part 1)

By on Jan 27, 2015 in Diary, Food Porn

Weekend kemarin, gue sama Kak RG berkunjung ke Pasar Santa (Jl. Cipaku I, Tendean, Jakarta Selatan). Bolehlah sekali-kali main ke daerah Selatan. Bosen banget jadi Cinko (Cina Kota) terus! Awalnya, gue pikir Pasar Santa itu tempat berkumpulnya Santa Klaus di Jakarta, tapi ternyata dugaan gue salah besar! Pasar Santa itu tempat nongkrong yang lagi hit di kalangan anak muda Jakarta Selatan. Baru kali ini kan denger ada pasar yang bisa dijadikan tempat nongkrong? Sekilas, pasar ini mirip kayak pasar-pasar pada umumnya. Kayak Pasar Inpres gitu deh yang jual buah-buahan, sayur-sayuran dan berbagai keperluan rumah tangga lainnya. Kayak tempat gahul ibu-ibu kan? Tapi, kalau dijelajahi lebih lanjut, banyak banget spot seru di sana. Ada tempat buat beli kain, jahit baju, beli barang vintage, bahkan kuliner seru pun bisa dilakuin di sana. Kalau mau liat kucing berantem juga bisa, karena di Pasar Santa juga banyak kucing berdatangan. Gue sama Kak RG aja sampe terkesima ngeliat kucing berantem di sana. Tadinya, gue pikir kedua kucing itu pengin ciuman. Eh taunya malah berantem. Ah, nggak seru! Di lantai 1, ada food court yang lumayan gede. Pas nyampe di sana, belum banyak kedai makanan yang buka. Mungkin karena kami datengnya kepagian. Kemarin itu, kami datengnya kira-kira jam 1 siang gitu deh. Denger-denger sih, kedai makanan rata-rata bukanya agak siang menuju sore gitu. Sekitar jam 2 atau 3. Pandangan mata kami langsung tertuju pada sekelompok orang yang lagi asyik bakar-bakaran di food court. Untungnya yang dibakar bukan kucing atau kedai makanan. Tapi daging sapi, Kak! Makan daging yang dibakar sendiri di atas arang bak makan buffet di Hanamasa atau Yuraku. Saking serunya ngeliat orang-orang bakar daging, gue pun bertanya sama seorang Mbak-mbak supaya tau, di kedai mana dia jajan. Oh, ternyata jajannya di Bbo Bbo Kogi (@bbobbokogi). Kami pun pesan 2 menu, yaitu seporsi daging...

7 Ciri-Ciri Cina Kota (Cinko)

By on Jan 26, 2015 in Diary

Selama ini, yang kita tahu tentang Cina Kota (Cinko) adalah warga keturunan Cina di Jakarta yang berdomisili di Jakarta Barat, Utara dan sekitarnya. Dengan ciri-ciri fisik bermata sipit, berkulit putih atau kuning, rambut dicat merah atau kuning, gondrong kayak pemeran Meteor Garden, suka pamer motor, gemar pake kalung salib besar, tindikannya banyak, hobi pamer dada dan masih banyak ciri lainnya yang mencolok. Tapi, pengertian Cinko bukan cuma berbicara tentang ciri-ciri di atas. Karena, Cinko itu nggak melulu dilihat dari penampilan fisik. Perilaku juga harus diperhatikan. Kak Uung pun mempelajari hal ini selama seminggu dan akhirnya menemukan 7 ciri-ciri Cinko, yaitu:   1. Suka Pakai Marga Cina di Belakang Nama Maksudnya marga Cina yang ditambahkan di nama akun media sosial dan sejenisnya. Padahal, nama depannya Indonesia banget. Misalnya Mariska Wu, Mariska Wang, Mariska Chang, Mariska Liem dan sebagainya. Biar orang-orang tau kalau mereka itu emang punya darah Cina. Bukan Cina abal-abal. Tapi, terkadang ada beberapa oknum yang suka menambahkan marga Cina di belakang nama mereka, padahal nggak punya darah Cina sama sekali. Biasanya sih seleb supaya namanya catchy dan mudah diingat, macam Vicky Shu atau Mulan Kwok (nama lama Mulan Jameelah ketika masih bergabung di grup Ratu). Tapi, nggak semua Cina punya gaya hidup seperti itu. Bisa aja nama asli yang tercantum di KTP memang ada marga Cinanya. Kalau kayak begitu, oknum tersebut nggak bisa disebut Cinko.   2. Gesture Berubah Ketika Omongin Bisnis Suka liat engkoh-engkoh nongkrong di rumah makan sekitar Mangga Besar? Awalnya, mereka duduk tenang sambil makan, ngobrol dan ketawa-ketawa. Tapi, tiba-tiba aja gesture tubuhnya berubah. Entah itu tolak pinggang, tegakin badan atau angkat kaki dengan gaya agak songong. Mereka bukan lagi kesurupan atau ingin mengubah kepribadian. Perubahan mendadak itu terjadi karena mereka lagi asyik ngobrolin bisnis atau seputar uang. Mungkin itulah alasan uang bisa membutakan mata manusia....

Katanya, Cewek Nggak Boleh Ngengkang

By on Jan 19, 2015 in Diary

Kemarin, gue reunian sama temen-temen lama gue di Grand Indonesia (GI). Ada Susi, Octa dan Hellen. Karena orangnya cuma dikit, jadi gue sebutnya reuni kecil-kecilan. Emang kurang rame dan heboh bak ibu-ibu PKK lagi ngumpul buat arisan. Buat menggapai GI, kami pun naik TransJakarta dan turun di halte Tosari. FYI, kalau mau naik TransJakarta ke GI, turunnya emang di halte itu. Gue kasih tau hal ini bukannya bawel, ya, tapi karena gue peduli sama kalian. Biar kalian nggak nyasar kalau mau ke GI. Pas kelar turun dari halte tersebut, Kak Octa mendapati gue berjalan dengan perkasa. Kata lainnya ngengkang. HAHAHA… “Ung, lo dari SMA jalannya nggak pernah berubah, ya. Hahaha,” kata Octa yang udah lama banget nggak ketemu sama gue. Kurang lebih, udah 5,5 tahun gue nggak ketemu sama anak ini. Karena, 5,5 tahun yang lalu doi dapet beasiswa buat kuliah S2 di Taiwan terus kerja di sana. Kayaknya si Octa ini syok mendapati temannya nggak kunjung berubah jadi wanita seutuhnya. Untungnya, doi nggak kena serangan jantung mendadak sih. Apalagi, udara di Jakarta itu jauh lebih panas dan kotor ketimbang di Taiwan. “Jadi cewek itu, jalannya harus rapet. Harus bisa membawa diri dengan baik. Kalau kita bisa membawa diri dengan baik, cari pacar gampang. Cari kerjaan juga gampang. Di Taiwan, gue kenal sama cewek yang mukanya emang cakep. Tapi, dibilang cakep banget juga nggak. Dia pinter banget membawa diri. Makanya cari kerja apa pun juga gampang,” timpal Octa lagi. Gue jadi curiga kalau cewek di Taiwan itu adalah lulusan beauty pageant dan sejenisnya. Atau mungkin dia berasal dari Solo. Pas denger wejangan itu, gue sih nggak tersinggung sama sekali, karena gue KANGEN dengan wejangan macam itu. Tapi, gue nggak pengin menjadikan hal itu sebagai bahan untuk berubah. Hahaha… Kangen, karena gue udah lama banget nggak denger wejangan serupa lagi....

First Impression Review: Beauty and Strong Acid Water (Kangen Water)

By on Jan 14, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Sudah cukup lama Kak Uung nggak jadi perempuan sejati yang gemar me-review alat makeup atau pun skin care. Ya udalah, berhubung gue lagi kumat dan pengin jadi cewek, gue pun me-review air yang cukup fenomenal di kalangan masyarakat. Mungkin udah banyak yang denger soal Kangen Water. Pertama kali gue denger air ini, justru dari media sosial. Saking dangdutnya nama air itu, air itu pun jadi sasaran empuk para pembuat meme buat dijadikan bahan lucu-lucuan. Tadinya, gue pikir itu cuma merk air mineral biasa kayak Aqua, VIT, Ades dan sejenisnya. Namanya dibuat dangdut supaya cepet terkenal. Ternyata, dugaan gue salah. Menurut penelitian sih, orang-orang yang udah minum air tersebut, kondisi tubuhnya jadi beda. Makin sehat dan kulitnya makin bagus. Selain itu, rasanya juga lebih enak ketimbang air biasa. Tentu aja harganya jauh lebih mahal. Katanya sih gitu. Gue nggak tau sih berapa harganya dan nggak pernah beli juga. Nggak gue sangka di balik namanya yang cenderung alay itu, air ini mengandung banyak manfaat. Kemudian, Kangen Water pun berinovasi dengan menghadirkan Beauty Water dan Strong Acid Water. Gue beli kedua barang itu dari akun Instagram @BeautyWaterStore. Selain karena penasaran sama fungsinya, gue beli kedua barang itu, karena harganya terjangkau. Hahaha. Emang dasar Cina nggak mau rugi! Beauty Water 250 ml sama Strong Acid Water 100 ml harganya cuma Rp 65 ribu. Baiklah marilah kita review satu per satu. Mulai dari Beauty Water-nya, ya! Konon katanya, Beauty Water ini memiliki PH 6 yang berfungsi untuk merawat kecantikan kulit. Cara pakenya pun gampang. Tinggal disemprot aja ke muka lo pas abis mandi pagi, sebelum makeup, abis mandi sore dan sebelum tidur malam. Ternyata, manfaatnya untuk kecantikan banyak banget! Menjaga PH kulit agar tetap seimbang Melembapkan kulit Mencerahkan kulit Mengencangkan kulit Meremajakan kulit Mengatasi rambut rontok Menghilangkan flek hitam Pemakaian Beauty Water bisa makin...

Page 18 of 25« First...10...1617181920...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy