FacebookTwitter
Page 12 of 27« First...1011121314...20...Last »

Belanja Kebutuhan Anak Orang di Sumber Hidup Baby Shop

By on Oct 14, 2015 in Diary

Gue bikin judul kayak gitu supaya kalian nggak salah sangka. Gue berkunjung ke Sumber Hidup Baby Shop bukan untuk belanja kebutuhan anak sendiri, tapi belanja kebutuhan anak orang. Karena anak gue sendiri aja belum dibuat. Nanti gue kabarin kalau udah buat. Gue belanja kebutuhan bayi buat anaknya Kak Sherly Suyanto yang baru brojol tanggal 5 Oktober kemarin dan bertepatan sama anniversary kawinannya. Selamat, ya, Kak Sherly! Gue berkunjung ke Sumber Hidup Baby Shop hari Sabtu kemarin bareng Kak RG. Selain karena letaknya lumayan dekat dari rumah, gue sengaja belanja di sana soalnya yang punya lapak adalah hopeng gue sendiri yang cukup sering gue ceritain di blog ini, yaitu Kakak Mastini Ali. Sekilas namanya kayak orang Jawa campur Arab, tapi dia adalah Cina Tulen yang mukanya mirip banget sama Cici Panda. Di siang hari yang terik, kami pun sampe ke TKP. Bokapnya kerja keras banget di toko, sedangkan anaknya kayak nggak kerja apa-apa, ya? Iyalah anaknya cuma bisa main hape, ketawa terus bercanda waktu temennya dateng. Dan sempet-sempetnya Kak Mastini cariin gue uban. Untung dia nggak minta bayaran! Gue termasuk orang yang nggak gampang ubanan, tapi setiap kali kepala gue disentuh sama Mastini, pasti ada aja uban yang muncul. Dasar wanita ular pembawa uban! Barang-barang yang dijual Kak Mastini banyak banget. Gue sampe bingung mau beli yang mana. Lalu, gue pun melakukan Q&A ke Kak Mastini. Kak, sejak kapan Sumber Hidup didirikan? Sejak tahun 1986. Sebenarnya Kungkung gue yang buka duluan, tapi sebelumnya bukan toko baby, tapi toko kelontong. Tapi, pas dihibahkan ke Bokap gue, langsung diubah jadi toko baby. Kayaknya gara-gara dulu pas gue dan Kak Mastono lahir, susah cari baju baby, jadi buka toko baby aja, deh. Hahaha… Yang dijual peralatan dan perlengkapan bayi seperti apa aja, Kak? Jual perlengkapan bayi, tapi yang berbentuk kain (software). Bukan yang...

Victoria Secret Bombshell: Parfum Favorit Kak Uung

By on Oct 13, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Gue pernah nge-post foto parfum ini di Instagram dan janji bakal review di blog, tapi baru di-review sekarang. Padahal janjinya udah sebulan yang lalu. Maafkan Kak Uung, ya, kawan-kawan. Setelah mencari parfum yang cocok selama bertahun-tahun, akhirnya nemu parfum Victoria Secret Bombshell yang menurut gue oke banget! Karena selama ini gue nggak terlalu suka sama parfum bau bunga-bunga yang terlalu cewek banget. Najis tralala. Kak RG juga begitu. Katanya, dulu dia suka sama parfum Estee Lauder, tapi sekarang udah berubah pikiran karena kalau dipikir-pikir baunya kayak jablay. Pas gue cium, emang bener sih baunya kayak jablay. Kalau waktu itu nggak main ke outlet Victoria Secret, Mal Kelapa Gading, kayaknya nggak bakal nemu parfum ini, deh.  Abis semprat-semprot beberapa parfum ke kertas putih dan coba cium semua aromanya sampe idung mati rasa, akhirnya pilihan kami jatuh ke parfum Victoria Secret Bombshell. Kata SPG-nya, yang jenis Bombshell ini merupakan salah satu parfum best seller di sana. Meskipun packagingnya nggak seunyu jenis lainnya. Sayangnya gue nggak sempat foto jenis lainnya yang unyu-unyu itu. Nih, gue kasih liat packaging yang Bombshell aja, ya! Mungkin karena udah best seller kali, ya, jadi packaging-nya mau dibikin biasa aja juga nggak jadi masalah. Toh, tetep banyak yang mau! Kalau parfum Victoria Secret jenis lain yang baunya aneh-aneh itulah yang harus bekerja keras menjual diri mereka dengan packaging yang lebih unyu dan menarik. Tapi, yang Bomshell ini tetep cantik kok bentuknya! Apalagi warnanya pink. Iya, biarpun macho-macho begitu, gue tetep suka warna pink, kok. Sesuai sama jargonnya ‘Sexy Today, Sexy Tomorrow, Sexy Forever‘, parfum ini diciptakan khusus untuk cewek bombshell yang seksi, percaya diri, glamor, dan feminin. Kesannya sih perempuan banget, tapi bukan hal itu yang bikin gue tertarik sama parfum ini. Gue tertarik sama parfum ini dari aromanya yang mengandung unsur buah-buahan, makanan, dan aroma bunganya...

Review Color In Liquid Lips Etude House

By on Oct 9, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Salah satu warna lipstik yang gue suka adalah oranye. Kemarin, gue sempat pesan lipstik oranye merk Etude House di salah satu online shop. Pesannya di online shop supaya harganya jauh lebih murah. Bisa beda sampe setengah harga, Cuy! Dasar Cina! Jenis lipstik yang gue pesan adalah Color In Liquid Lips seri OR205. Kayak biasanya, beauty product dari Etude House packaging-nya selalu menarik. Gue nggak nyangka, lho, bakal ada kardusnya! Kalau dalamnya, bentuknya kayak begini. Judulnya lipstik cair, tapi bentuknya kok kayak lipstik batangan? Ternyata bagian bawahnya masih bisa dibuka dan di dalamnya ada kuas! Ucul, ya! Abis itu tinggal diolesin ke bibir deh, lipstiknya! Hasilnya jadi kayak begini di bibir. Yang foto kedua itu adalah hasil jepretan @ronnymotret saingan @riomotret, fotografer terkenal di Instagram yang udah sering fotoin seleb-seleb. Siapakah @ronnymotret? Nanti bakal gue ceritain di blog ini, deh! Btw, gue suka sama hasil pulasan oranye di bibir gue. Meskipun lipstiknya cair, tapi hasilnya nggak se-glossy kayak pake lip gloss. Masih terlihat agak matte. Warna oranyenya juga sweet dan ucul! Dan tiba saatnya Kak Uung membuat kesimpulan tentang beauty product Korea ini. Kelebihan: (+) Packaging-nya ucul. (+) Warnanya bagus. (+) Harganya lumayan terjangkau karena belinya di online shop. @ Rp115 ribu. Belinya di Instagram mybeautywonder. Kekurangan: (-) Kadang lipstiknya gampang nempel di gigi. (-) Warnanya nggak tahan lama. Kalau makannya brutal cepet pudar. Foto: Mariska, @ronnymotret...

Tunion: Fresh Home Made Tuna Spread

By on Oct 9, 2015 in Diary, Food Porn

Kata orang, kadang rasa suka itu muncul tanpa alasan. Kayak rasa suka gue sama tuna. Gue nggak bisa jawab kenapa gue suka sama tuna. Ya, emang suka aja. Dengan kata lain, emang gue aja yang rakus. Apa pun yang namanya makanan, gue pasti suka asal enak. Nah, kebetulan banget temen gue yang namanya Adisti Daramutia yang hobi nulis di laman www.krilianeh.com baru aja memulai usaha penjualan home made tuna. Home made tunanya dikasih nama Tunion. Akhirnya, gue berinisiatif buat pesan Tunion sama Kak Adisti melalui abang Gojek dan datanglah abang Gojek ke rumah gue dengan mengantar 2 jar Tunion. Sesuai dengan tagline-nya ‘Fresh Home Made Tuna Spread for Your Healthy Living’, Tunion menggunakan bahan-bahan yang segar seperti tuna, bawang, seledri, lemon, garam, dan merica. Untuk menjaga kesegarannya, Tunion dibuat pas lagi ada permintaan, bukan dengan cara dibuat banyak-banyak terus disimpan dalam jangka waktu yang lama. Jadi, kalau emang mau pesan sama Kak Adisti, ngomongnya 2 hari sebelumnya aja supaya doi bisa siapin bahan-bahannya. Selain enak dan segar ketika dimakan, ikan tuna juga banyak manfaatnya, yaitu sebagai sumber protein, mencegah stroke, mencegah tekanan darah makin tinggi, menurunkan kadar trigliserida, menjaga kesehatan jantung, mencegah obesitas, menambah kekebalan tubuh, dan mencengah kanker. Pas gue buka tutup jar-nya, gue suka banget sama aroma tunanya yang fresh dan nggak amis. Aroma sayurannya dan lemonnya juga kecium banget! Cara makannya gimana, Sis? Bisa dimakan langsung, digadoin sama roti sandwich, sushi roll, salad, dan lain-lain. Mau pake nasi juga boleh. Kalau kemarin itu, gue makannya diolesin ke roti tawar. Kalau buat yang lagi diet sih, lebih bagus pake roti tawar gandum ketimbang pake roti tawar putih kayak begini. Katanya kan roti putih jahat kayak bapak tiri dan nggak baik untuk kesehatan kalau dimakan terlalu banyak. Karena gue nggak punya roti gandum, ya udahlah roti putih pun...

Menghilangkan Komedo dengan Garam dan Pasta Gigi

By on Oct 9, 2015 in Beauty, Diary

Komedo adalah makhluk menjijikan yang menumpang hidup pada kulit manusia, terutama di area wajah yang berminyak, seperti jidat, hidung, dan dagu. Biasanya berwarna hitam (blackhead) yang terlihat kayak pori-pori membesar dan menghitam. Terjadi ketika pori-pori membesar dan terbuka ke permukaan kulit dan ke kelenjar minyak, lalu teroksidasi oleh udara hingga berubah warna menjadi hitam atau cokelat. Atau bisa juga berwarna putih (whitehead) yang tampak seperti bintik-bintik kecil berwarna putih atau kuning. Komedo jenis ini terjadi ketika minyak dan bakteri terperangkap di bawah permukaan kulit lalu mengeras. Makanya, proses pengangkatan sel kulit mati perlu bingit dilakukan supaya sel kulit mati dan kelenjar minyak pada kulit nggak menumpuk dan berubah jadi komedo. Apalagi buat yang suka pake foundation dan kerja di luar ruangan yang banyak debu dan sering terkena sinar matahari. Biasanya, penghilangan komedo dilakukan dengan menggunakan pore pack, facial di salon atau klinik, atau pencet sendiri di rumah. Nah, kalau pake pore pack nggak pernah berhasil di gue. Lebih gedean upil gue daripada komedo yang diangkat pake pore pack. Dan gue malas banget kalau harus facial karena pada dasarnya gue nggak suka muka gue dipegang-pegang orang lain. Kadang, gue suka pencet sendiri sih di rumah, cuma hasilnya nggak terlalu bersih dan cuma bikin hidung merah-merah. Ternyata, ada salah satu solusi mudah buat menghilangkan komedo di rumah tanpa harus pergi ke tempat facial, yaitu dengan menggunakan garam dan pasta gigi. Yang dibutuhkan cuma 1 sendok teh garam dan 1 sendok teh pasta gigi. Dicampur jadi satu, lalu diolesin ke hidung dan bagian wajah lainnya yang berkomedo. Diamkan selama 5 menit, lalu gosok-gosok bagian wajah tersebut secara perlahan dan bilas sampai bersih dengan air hangat. Setelah bersih, bilas wajah lagi dengan air dingin supaya pori-pori mengecil kembali. Abis itu langsung bersih, Kak! Neh, before-afternya! Klik to enlarge, ya! Keliatan bedanya kan? Yang...

Belajar Menulis Biografi dari Kak Alberthiene Endah

By on Oct 1, 2015 in Diary

Gue udah tau sosok kak Alberthiene Endah (AE)  sejak tahun 2009. Waktu itu, doi bikin buku biografi Krisdayanti berjudul My Life, My Secret. Setelah itu, makin banyak kisah orang terkenal yang doi bukukan dan kak AE jadi penulis buku biografi nomor 1 di Indonesia. Tapi, gue baru tau bahwa doi adalah mantan redaksi di majalah Femina tahun 2010. Ketika itu gue juga baru masuk ke kantor itu, tapi kerjanya di majalah GADIS (yang juga segrup). Begitu tau kak AE pernah kerja di Femina selama 10 tahun, gue jadi ngefans sama doi. Saking ngefans-nya, gue nggak cuma follow Twitternya doi, tapi juga pantengin timeline-nya setiap hari. Abis timeline-nya menarik untuk dikepoin dan di-retweet. Gue bisa ngefans sama doi kayaknya gara-gara kami punya latar belakang dan cita-cita yang hampir sama. Sama kayak kenapa gue ngefans sama Takeru Kobayashi. Sejak itu, gue juga jadi kepikiran buat mengejar cita-cita gue sebagai penulis buku lebih serius dan nggak mau lama-lama kerja di majalah. Tahun 2012, kak AE pernah buka kelas menulis biografi dan kisah nyata di gedung Gramedia. Tentu aja gue nggak melewatkan kesempatan itu dan gue memutuskan untuk jadi peserta. Di workshop itu kak AE curhat kenapa doi nggak mau lama-lama kerja di kantor majalah. Soalnya doi bosan kelamaan nenteng majalah orang lain. Doi lebih bangga kalau bisa nenteng bukunya sendiri. Gue pun makin kagum sama doi dan makin terinspirasi buat nenteng buku sendiri ketimbang nenteng majalah orang lain. Tapi, saat itu gue merasa bahwa belum waktunya gue resign karena masih harus banyak belajar di kantor gue. Doi aja belajar di sana selama 10 tahun. Masa gue kerja baru seumur jagung udah ribut mau keluar? Kak AE juga banyak bukain pikiran gue soal asyiknya menulis buku biografi dan kisah nyata. Sebelumnya kan gue merasa bahwa gue cuma bisa nulis fiksi atau karang-mengarang seperti...

Makan Cantik di House of Aranzi

By on Sep 29, 2015 in Diary, Food Porn

Saking enaknya makanan di House of Aranzi Sunter, gue sama Kak RG sampe datang ke tempat ini 2 kali. Doyan, rakus, dan laper semuanya jadi satu. Dari mana gue tau kafe ini? Bukan dari siapa-siapa, tapi emang kebetulan aja pernah lewatin kafe ini karena dekat sama rumahnya Kak RG. Kalau di malam hari, kafenya menerawang. Lampu-lampunya terang banget seolah-olah memanggil semua orang buat berkunjung di sana. Gue curiga yang buka kafe ini adalah salah satu mahasiswa atau alumni kampus kandang burung (kampus gue dulu) karena letaknya juga dekat banget sama kampus fenomenal itu. Pertama kali gue ke sana itu tanggal 24 September yang konon bertepatan sama hari raya Kurban. Sayangnya pas ke sana, nggak ada menu kambing, padahal gue pengin banget makan kambing. Terus, yang kedua kalinya itu tanggal 26 September, abis kami jalan-jalan dari Comic Con. Gue baru bikin blognya sekarang soalnya kemarin gue sempat terserang demam dan vertigo. Penderitaannya sungguh tiada akhir. Kalau nggak percaya cobain sendiri aja, Bray! Pas tanggal 24 September, House of Aranzi lagi rame-ramenya. Saking ramenya, pelayan-pelayan di sana kelihatan kebingungan saat melayani pelanggan. Sistem anteran makananya itu nggak berdasarkan sistem antrian atau siapa dulu yang datang, tapi selang-seling sama pelanggan yang datang setelah kita.  Jadi kalau misalnya kita pesan 5 menu, yang dianterin 1 dulu, terus dia layanin dulu pelanggan yang lain, layanin yang lainnya lagi, baru deh layanin kita lagi. Nunggu makanan sampe komplit, udah pasti lama! Coba kalau pesan 20 menu, mungkin aja menunya lengkap pas gue udah punya cucu. Karena sistem pelayanannya kayak begitu, nggak heran kalau pelayannya suka bolak-balik ke meja kami buat tanya ‘Pesanannya udah datang semua belum, ya?’. Untung gue orangnya baik hati, sabar, dan nggak sombong, jadi kalau ditanya kayak begitu, gue hanya bisa membalas dengan senyuman. Dan yang gue suka sih, pelayan-pelayan di sana...

Beauty Photoshoot by Froztlegend Creations

By on Sep 24, 2015 in Diary, Fashion, Narsis

Sejak Kak Uung jadi model seksi, makin banyak tawaran photoshoot yang berdatangan. Mulai dari photoshoot yang biasa aja sampai yang dewasa banget. Tapi, tidak semua tawaran photoshoot gue terima karena gue orangnya sangat selektif. Selektif bak memilih pasangan hidup. Nah, beberapa waktu lalu, gue melakukan beauty photoshoot sama temen gue yang namanya Dennys Kien Yotl. Susah banget ketik namanya dan gue harus googling berkali-kali supaya nggak salah ketik nama. Takutnya kalau salah ketik nama, gue bakal dikirimin somasi sama si Dennys, terus disuruh bayar denda seharga rumah pejabat. Mau bayar pake apa coba? Nah, si Dennys ini punya usaha di bidang design dan photography bernama Froztlegend Creations. Namanya sih beauty photoshoot, tapi konsepnya suka-suka gue aja. Dibilang beauty juga nggak soalnya kadang gaya fotonya cenderung ke premanisme dan kanibalisme. Di photoshoot kali ini, gue nggak sendirian karena fotonya juga bareng Mastini dan Susi. Photoshoot-nya dilakukan di Ancol, Jakarta Utara yang konon sangat dekat dengan daerah Pacinko (Pademangan Cina Kota). Deket sama rumah sendiri juga, sih. Kami sengaja memilih Ancol karena kami sangat mencintai produk dalam negeri (Cina Kota). Tapi, bukan berarti gue dan kawan-kawan menolak jika ditawari pemotretan di Eropa dan sekitarnya. Nah, di sekitar Ancol banyak banget spot seru yang bisa dijadikan sebagai lokasi photoshoot. Ada spot yang kayak hutan-hutanan, rel kereta, La Bridge, Talaga Sampireun, dan lain-lain. Soal baju, kali ini gue pengin bergaya ala Uung seperti biasanya. Untuk baju pertama, gue pake wig blonde yang panjangnya kayak kuntilanak itu, terus pake dress putih yang ada gambar kupu-kupunya biar dikira kupu-kupu malam, dan sepatu teplek. Baju kedua, gue pake wig abu-abu, dress bodycon hitam, kaos kaki tinggi, dan sneakers! Baju ketiga, gue pake mini dress yang atasannya kayak kemben warna pink, banyak gambar pisang, loose socks, dan sepatu disko. Untuk baju terakhir, gue pake wig blonde, little black dress, outer sheer skirt pink dari Kak Vindy Faizah, dan sneakers. Kenapa gue pake baju-baju itu? Gue juga nggak tau kenapa. Pake bawa tas koper sama pake temporary tattoo segala lagi. Udah gitu, si Dennys bilang tato gue kayak tato gratisan yang didapet dari beli permen karet. Kurang aja kau wahai fotografer laknat! Ehm, kira-kira begitu deh, cerita photoshoot gue bersama Kak Dennys. Senang, seru, capek, panas, semuanya campur jadi satu, tapi gue tetep seneng foto-foto. Hahaha… Kak Dennys juga orangnya seru, sekaligus pasrah ketika mengarahkan gaya ke gue. Yang sabar ya, Kak. Banyak-banyak elus dada dan minum obat cacing. Akhir kata, gue ucapkan terima kasih kepada Kak Dennys yang udah meluangkan waktunya demi photoshoot kali ini. Oh ya, foto-foto yang gue lampirkan tersebut baru sebagian aja, lho, karena masih ada koleksi-koleksi foto Kak Dennys lainnya. Doi juga jago mendesain dan portfolionya bisa kalian intip di: www.froztlegend.com Instagram: froztlegend...

Page 12 of 27« First...1011121314...20...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy