FacebookTwitter
Page 11 of 26« First...910111213...20...Last »

Review Color In Liquid Lips Etude House

By on Oct 9, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Salah satu warna lipstik yang gue suka adalah oranye. Kemarin, gue sempat pesan lipstik oranye merk Etude House di salah satu online shop. Pesannya di online shop supaya harganya jauh lebih murah. Bisa beda sampe setengah harga, Cuy! Dasar Cina! Jenis lipstik yang gue pesan adalah Color In Liquid Lips seri OR205. Kayak biasanya, beauty product dari Etude House packaging-nya selalu menarik. Gue nggak nyangka, lho, bakal ada kardusnya! Kalau dalamnya, bentuknya kayak begini. Judulnya lipstik cair, tapi bentuknya kok kayak lipstik batangan? Ternyata bagian bawahnya masih bisa dibuka dan di dalamnya ada kuas! Ucul, ya! Abis itu tinggal diolesin ke bibir deh, lipstiknya! Hasilnya jadi kayak begini di bibir. Yang foto kedua itu adalah hasil jepretan @ronnymotret saingan @riomotret, fotografer terkenal di Instagram yang udah sering fotoin seleb-seleb. Siapakah @ronnymotret? Nanti bakal gue ceritain di blog ini, deh! Btw, gue suka sama hasil pulasan oranye di bibir gue. Meskipun lipstiknya cair, tapi hasilnya nggak se-glossy kayak pake lip gloss. Masih terlihat agak matte. Warna oranyenya juga sweet dan ucul! Dan tiba saatnya Kak Uung membuat kesimpulan tentang beauty product Korea ini. Kelebihan: (+) Packaging-nya ucul. (+) Warnanya bagus. (+) Harganya lumayan terjangkau karena belinya di online shop. @ Rp115 ribu. Belinya di Instagram mybeautywonder. Kekurangan: (-) Kadang lipstiknya gampang nempel di gigi. (-) Warnanya nggak tahan lama. Kalau makannya brutal cepet pudar. Foto: Mariska, @ronnymotret...

Tunion: Fresh Home Made Tuna Spread

By on Oct 9, 2015 in Diary, Food Porn

Kata orang, kadang rasa suka itu muncul tanpa alasan. Kayak rasa suka gue sama tuna. Gue nggak bisa jawab kenapa gue suka sama tuna. Ya, emang suka aja. Dengan kata lain, emang gue aja yang rakus. Apa pun yang namanya makanan, gue pasti suka asal enak. Nah, kebetulan banget temen gue yang namanya Adisti Daramutia yang hobi nulis di laman www.krilianeh.com baru aja memulai usaha penjualan home made tuna. Home made tunanya dikasih nama Tunion. Akhirnya, gue berinisiatif buat pesan Tunion sama Kak Adisti melalui abang Gojek dan datanglah abang Gojek ke rumah gue dengan mengantar 2 jar Tunion. Sesuai dengan tagline-nya ‘Fresh Home Made Tuna Spread for Your Healthy Living’, Tunion menggunakan bahan-bahan yang segar seperti tuna, bawang, seledri, lemon, garam, dan merica. Untuk menjaga kesegarannya, Tunion dibuat pas lagi ada permintaan, bukan dengan cara dibuat banyak-banyak terus disimpan dalam jangka waktu yang lama. Jadi, kalau emang mau pesan sama Kak Adisti, ngomongnya 2 hari sebelumnya aja supaya doi bisa siapin bahan-bahannya. Selain enak dan segar ketika dimakan, ikan tuna juga banyak manfaatnya, yaitu sebagai sumber protein, mencegah stroke, mencegah tekanan darah makin tinggi, menurunkan kadar trigliserida, menjaga kesehatan jantung, mencegah obesitas, menambah kekebalan tubuh, dan mencengah kanker. Pas gue buka tutup jar-nya, gue suka banget sama aroma tunanya yang fresh dan nggak amis. Aroma sayurannya dan lemonnya juga kecium banget! Cara makannya gimana, Sis? Bisa dimakan langsung, digadoin sama roti sandwich, sushi roll, salad, dan lain-lain. Mau pake nasi juga boleh. Kalau kemarin itu, gue makannya diolesin ke roti tawar. Kalau buat yang lagi diet sih, lebih bagus pake roti tawar gandum ketimbang pake roti tawar putih kayak begini. Katanya kan roti putih jahat kayak bapak tiri dan nggak baik untuk kesehatan kalau dimakan terlalu banyak. Karena gue nggak punya roti gandum, ya udahlah roti putih pun...

Menghilangkan Komedo dengan Garam dan Pasta Gigi

By on Oct 9, 2015 in Beauty, Diary

Komedo adalah makhluk menjijikan yang menumpang hidup pada kulit manusia, terutama di area wajah yang berminyak, seperti jidat, hidung, dan dagu. Biasanya berwarna hitam (blackhead) yang terlihat kayak pori-pori membesar dan menghitam. Terjadi ketika pori-pori membesar dan terbuka ke permukaan kulit dan ke kelenjar minyak, lalu teroksidasi oleh udara hingga berubah warna menjadi hitam atau cokelat. Atau bisa juga berwarna putih (whitehead) yang tampak seperti bintik-bintik kecil berwarna putih atau kuning. Komedo jenis ini terjadi ketika minyak dan bakteri terperangkap di bawah permukaan kulit lalu mengeras. Makanya, proses pengangkatan sel kulit mati perlu bingit dilakukan supaya sel kulit mati dan kelenjar minyak pada kulit nggak menumpuk dan berubah jadi komedo. Apalagi buat yang suka pake foundation dan kerja di luar ruangan yang banyak debu dan sering terkena sinar matahari. Biasanya, penghilangan komedo dilakukan dengan menggunakan pore pack, facial di salon atau klinik, atau pencet sendiri di rumah. Nah, kalau pake pore pack nggak pernah berhasil di gue. Lebih gedean upil gue daripada komedo yang diangkat pake pore pack. Dan gue malas banget kalau harus facial karena pada dasarnya gue nggak suka muka gue dipegang-pegang orang lain. Kadang, gue suka pencet sendiri sih di rumah, cuma hasilnya nggak terlalu bersih dan cuma bikin hidung merah-merah. Ternyata, ada salah satu solusi mudah buat menghilangkan komedo di rumah tanpa harus pergi ke tempat facial, yaitu dengan menggunakan garam dan pasta gigi. Yang dibutuhkan cuma 1 sendok teh garam dan 1 sendok teh pasta gigi. Dicampur jadi satu, lalu diolesin ke hidung dan bagian wajah lainnya yang berkomedo. Diamkan selama 5 menit, lalu gosok-gosok bagian wajah tersebut secara perlahan dan bilas sampai bersih dengan air hangat. Setelah bersih, bilas wajah lagi dengan air dingin supaya pori-pori mengecil kembali. Abis itu langsung bersih, Kak! Neh, before-afternya! Klik to enlarge, ya! Keliatan bedanya kan? Yang...

Belajar Menulis Biografi dari Kak Alberthiene Endah

By on Oct 1, 2015 in Diary

Gue udah tau sosok kak Alberthiene Endah (AE)  sejak tahun 2009. Waktu itu, doi bikin buku biografi Krisdayanti berjudul My Life, My Secret. Setelah itu, makin banyak kisah orang terkenal yang doi bukukan dan kak AE jadi penulis buku biografi nomor 1 di Indonesia. Tapi, gue baru tau bahwa doi adalah mantan redaksi di majalah Femina tahun 2010. Ketika itu gue juga baru masuk ke kantor itu, tapi kerjanya di majalah GADIS (yang juga segrup). Begitu tau kak AE pernah kerja di Femina selama 10 tahun, gue jadi ngefans sama doi. Saking ngefans-nya, gue nggak cuma follow Twitternya doi, tapi juga pantengin timeline-nya setiap hari. Abis timeline-nya menarik untuk dikepoin dan di-retweet. Gue bisa ngefans sama doi kayaknya gara-gara kami punya latar belakang dan cita-cita yang hampir sama. Sama kayak kenapa gue ngefans sama Takeru Kobayashi. Sejak itu, gue juga jadi kepikiran buat mengejar cita-cita gue sebagai penulis buku lebih serius dan nggak mau lama-lama kerja di majalah. Tahun 2012, kak AE pernah buka kelas menulis biografi dan kisah nyata di gedung Gramedia. Tentu aja gue nggak melewatkan kesempatan itu dan gue memutuskan untuk jadi peserta. Di workshop itu kak AE curhat kenapa doi nggak mau lama-lama kerja di kantor majalah. Soalnya doi bosan kelamaan nenteng majalah orang lain. Doi lebih bangga kalau bisa nenteng bukunya sendiri. Gue pun makin kagum sama doi dan makin terinspirasi buat nenteng buku sendiri ketimbang nenteng majalah orang lain. Tapi, saat itu gue merasa bahwa belum waktunya gue resign karena masih harus banyak belajar di kantor gue. Doi aja belajar di sana selama 10 tahun. Masa gue kerja baru seumur jagung udah ribut mau keluar? Kak AE juga banyak bukain pikiran gue soal asyiknya menulis buku biografi dan kisah nyata. Sebelumnya kan gue merasa bahwa gue cuma bisa nulis fiksi atau karang-mengarang seperti...

Makan Cantik di House of Aranzi

By on Sep 29, 2015 in Diary, Food Porn

Saking enaknya makanan di House of Aranzi Sunter, gue sama Kak RG sampe datang ke tempat ini 2 kali. Doyan, rakus, dan laper semuanya jadi satu. Dari mana gue tau kafe ini? Bukan dari siapa-siapa, tapi emang kebetulan aja pernah lewatin kafe ini karena dekat sama rumahnya Kak RG. Kalau di malam hari, kafenya menerawang. Lampu-lampunya terang banget seolah-olah memanggil semua orang buat berkunjung di sana. Gue curiga yang buka kafe ini adalah salah satu mahasiswa atau alumni kampus kandang burung (kampus gue dulu) karena letaknya juga dekat banget sama kampus fenomenal itu. Pertama kali gue ke sana itu tanggal 24 September yang konon bertepatan sama hari raya Kurban. Sayangnya pas ke sana, nggak ada menu kambing, padahal gue pengin banget makan kambing. Terus, yang kedua kalinya itu tanggal 26 September, abis kami jalan-jalan dari Comic Con. Gue baru bikin blognya sekarang soalnya kemarin gue sempat terserang demam dan vertigo. Penderitaannya sungguh tiada akhir. Kalau nggak percaya cobain sendiri aja, Bray! Pas tanggal 24 September, House of Aranzi lagi rame-ramenya. Saking ramenya, pelayan-pelayan di sana kelihatan kebingungan saat melayani pelanggan. Sistem anteran makananya itu nggak berdasarkan sistem antrian atau siapa dulu yang datang, tapi selang-seling sama pelanggan yang datang setelah kita.  Jadi kalau misalnya kita pesan 5 menu, yang dianterin 1 dulu, terus dia layanin dulu pelanggan yang lain, layanin yang lainnya lagi, baru deh layanin kita lagi. Nunggu makanan sampe komplit, udah pasti lama! Coba kalau pesan 20 menu, mungkin aja menunya lengkap pas gue udah punya cucu. Karena sistem pelayanannya kayak begitu, nggak heran kalau pelayannya suka bolak-balik ke meja kami buat tanya ‘Pesanannya udah datang semua belum, ya?’. Untung gue orangnya baik hati, sabar, dan nggak sombong, jadi kalau ditanya kayak begitu, gue hanya bisa membalas dengan senyuman. Dan yang gue suka sih, pelayan-pelayan di sana...

Beauty Photoshoot by Froztlegend Creations

By on Sep 24, 2015 in Diary, Fashion, Narsis

Sejak Kak Uung jadi model seksi, makin banyak tawaran photoshoot yang berdatangan. Mulai dari photoshoot yang biasa aja sampai yang dewasa banget. Tapi, tidak semua tawaran photoshoot gue terima karena gue orangnya sangat selektif. Selektif bak memilih pasangan hidup. Nah, beberapa waktu lalu, gue melakukan beauty photoshoot sama temen gue yang namanya Dennys Kien Yotl. Susah banget ketik namanya dan gue harus googling berkali-kali supaya nggak salah ketik nama. Takutnya kalau salah ketik nama, gue bakal dikirimin somasi sama si Dennys, terus disuruh bayar denda seharga rumah pejabat. Mau bayar pake apa coba? Nah, si Dennys ini punya usaha di bidang design dan photography bernama Froztlegend Creations. Namanya sih beauty photoshoot, tapi konsepnya suka-suka gue aja. Dibilang beauty juga nggak soalnya kadang gaya fotonya cenderung ke premanisme dan kanibalisme. Di photoshoot kali ini, gue nggak sendirian karena fotonya juga bareng Mastini dan Susi. Photoshoot-nya dilakukan di Ancol, Jakarta Utara yang konon sangat dekat dengan daerah Pacinko (Pademangan Cina Kota). Deket sama rumah sendiri juga, sih. Kami sengaja memilih Ancol karena kami sangat mencintai produk dalam negeri (Cina Kota). Tapi, bukan berarti gue dan kawan-kawan menolak jika ditawari pemotretan di Eropa dan sekitarnya. Nah, di sekitar Ancol banyak banget spot seru yang bisa dijadikan sebagai lokasi photoshoot. Ada spot yang kayak hutan-hutanan, rel kereta, La Bridge, Talaga Sampireun, dan lain-lain. Soal baju, kali ini gue pengin bergaya ala Uung seperti biasanya. Untuk baju pertama, gue pake wig blonde yang panjangnya kayak kuntilanak itu, terus pake dress putih yang ada gambar kupu-kupunya biar dikira kupu-kupu malam, dan sepatu teplek. Baju kedua, gue pake wig abu-abu, dress bodycon hitam, kaos kaki tinggi, dan sneakers! Baju ketiga, gue pake mini dress yang atasannya kayak kemben warna pink, banyak gambar pisang, loose socks, dan sepatu disko. Untuk baju terakhir, gue pake wig blonde, little black dress, outer sheer skirt pink dari Kak Vindy Faizah, dan sneakers. Kenapa gue pake baju-baju itu? Gue juga nggak tau kenapa. Pake bawa tas koper sama pake temporary tattoo segala lagi. Udah gitu, si Dennys bilang tato gue kayak tato gratisan yang didapet dari beli permen karet. Kurang aja kau wahai fotografer laknat! Ehm, kira-kira begitu deh, cerita photoshoot gue bersama Kak Dennys. Senang, seru, capek, panas, semuanya campur jadi satu, tapi gue tetep seneng foto-foto. Hahaha… Kak Dennys juga orangnya seru, sekaligus pasrah ketika mengarahkan gaya ke gue. Yang sabar ya, Kak. Banyak-banyak elus dada dan minum obat cacing. Akhir kata, gue ucapkan terima kasih kepada Kak Dennys yang udah meluangkan waktunya demi photoshoot kali ini. Oh ya, foto-foto yang gue lampirkan tersebut baru sebagian aja, lho, karena masih ada koleksi-koleksi foto Kak Dennys lainnya. Doi juga jago mendesain dan portfolionya bisa kalian intip di: www.froztlegend.com Instagram: froztlegend...

Memudarkan Stretch Marks dengan Vicks VapoRub

By on Sep 16, 2015 in Beauty, Diary

Katanya, 90% cewek punya stretch marks di beberapa bagian tubuh mereka. Lalu, 10%-nya siapa? Kayaknya 10% itu adalah bidadari yang nggak punya cacat cela. Sebelumnya, gue pengin jelasin dikit, stretch marks adalah tanda parut berupa gurat-gurat putih yang muncul pada permukaan kulit yang garisnya berliku-liku kayak anak sungai. Stretch marks muncul karena kulit kehilangan elastisitasnya akibat “robekan” jaringan kolagen dan elastin saat lapisan dermis sebagai jaringan penyokong kulit mengembang berlebihan. Istilah singkatnya, stretch marks terjadi karena kulit meregang melampaui elastisitas atau daya regangnya. Biasanya, hal itu terjadi karena kehamilan, obesitas, dan ketika berat badan menurun secara drastis. Kalau hamil dan melahirkan sih gue belum pernah, ya. Apalagi menyusui. Yang pernah gue alami adalah jadi gemuk meskipun nggak sampe obesitas dan penurunan berat badan yang terbilang cepat ketika gue melakukan diet OCD September 2013 kemarin. Stretch marks gue nggak banyak-banyak amat, sih dan letaknya di tempat tertutup kayak paha atas, payudara, dan pantat. Nggak jadi masalah besar karena nggak keliatan. Tapi, kalau gue pengin difoto buat majalah dewasa, tentu aja stretch marks jadi masalah besar. Yup, masalah stretch marks itu cuma karena masalah estetika. Stretch marks nggak berpengaruh sama kesehatan. Jadi, kalau kalian punya stretch marks bukan berarti besoknya bakal divonis kena kanker atau jantung. Sebelum stretch marks muncul, hal itu bisa dicegah dengan diet sehat, olahraga teratur, dan mengurangi makan junk food. Kalau udah terlanjur muncul, sayangnya stretch marks nggak bisa dihilangkan begitu aja. Bisanya cuma dipudarkan. Baru-baru ini gue googling soal stretch marks dan nemu penelitian baru bahwa stretch marks bisa dipudarkan dengan Vicks VapoRub! Hahaha… Kalau lagi batuk atau pilek, enaknya gosok leher pake balsam ini terus ditutup pake kain. Abis itu, pasti bisa langsung tidur dengan nyenyak. Dan siapa yang nyangka sih, balsam mint ini bisa memudarkan stretch marks? Tinggal diolesin aja Vicks-nya ke bagian yang...

Review NYX Matte Lipstick (Rouge à lèvres Mat)

By on Sep 11, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebagai model papan catur, gue harus menjaga penampilan. Jadi, warna lipstik gue nggak boleh itu-itu aja dong. Akhirnya, gue pun beli lipstik baru merk NYX di Grand Indonesia. Meskipun harganya nggak sampe Rp500 ribu kayak lipstik yang diributin di Path, tapi gue suka banget kok sama lipstiknya. Menurut gue sih, berapa pun harga lipstiknya, semua kembali lagi ke pemilik muka. Kalau mukanya ngartis banget kayak gue, pake lipstik yang harganya goceng aja udah bagus banget. Ya, paling abis itu bibirnya langsung melepuh karena lipstik tersebut ternyata mengandung melanin. Lipstik NYX yang gue beli adalah seri Matte Lipstik (Rouge à lèvres Mat) yang kodenya MLS02 Shocking Pink (Rose Intense) dan MLS10 Perfect Red (Rouge Parfait). Gue pilih seri matte karena gue nggak suka bibir yang terlihat glossy. Bibir glossy bikin bibir kelihatan berminyak kayak abis makan gorengan sepanci dan bikin bibir terlihat lebih gede segede rumah konglomerat. Soal warna, gue pilih yang shocking pink karena gue emang suka banget sama warna pink yang ngejreng, ketimbang yang soft. Kalau bahasa gay-nya fuschia. Dan gue juga pilih perfect red karena gue lagi pengin memberanikan diri pake lipstik merah cabe. Bukan karena ingin jadi cabe-cabean, tapi gue cuma ingin tampil lebih berani. Sebelumnya, kalau gue pake lipstik merah cabe, pas ngaca, gue berasa kayak bencong. Mindset itu harus gue ubah. Yang menganggap diri gue bencong adalah diri sendiri, padahal orang lain belum tentu. Jadi, ketika gue merasa lipstik itu bagus di bibir gue, gue yakin orang lain juga bakal melihatnya seperti itu. Ciyeeee… Kalau pas pake yang warna shocking pink, muka gue jadi begini. Ucul kan? Hahaha… Selain warnanya ucul, yang bikin gue suka banget sama lipstik ini adalah warnanya tahan lama banget, Bray! Jangan-jangan kalau nggak cuci muka dan mandi, lipstiknya nggak bakal hilang dari bibir! Setelah gue pake selama 7 jam full...

Page 11 of 26« First...910111213...20...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy