FacebookTwitter
Page 2 of 1012345...10...Last »

Putih Sekejap dengan Omo White Plus Soap Mix Color

By on Sep 24, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Akhir-akhir ini gue depresi bingit. Bukan karena THR turunnya masih lama, tapi karena kulit gue belang-belang akibat kejemur matahari. Maklum aja, soalnya gue abis liburan ke Afrika Selatan. Dan kebetulan bingit, Kak Mastini baru aja pulang dari Bangkok, terus dia bawain celana sobek-sobek dan sabun Omo White Plus Soap Mix Color. Pas gue lihat sabun ini, gue jadi keingetan sama sabun yang hits bingit di Instagram. Bentuknya kayak kue lapis warna-warni, tapi merk-nya bukan Omo White Plus Soap Mix Color, melainkan Fruitamin Soap. Itu lho, sabun yang sekali dipakai, bisa bikin kulit langsung putih kayak bule, bahkan cenderung putih pucat kayak mayat. Sadis! Karena keduanya punya bentuk yang mirip, jadi gue menyimpulkan fungsi keduanya sama. Ini Fruitamin Soap yang gue sering lihat di Instagram: สบู่ฟรุตตามิน บาย วิงค์ไวท์ 💕รวม 10 สูตรในก้อนเดียว #เพียง80บาท คุ้ม!! ซื้อก้อนเดียว รวมครบแก้ปัญหาผิว 10 ประการ สารสกัดเข้มข้นช่วยให้ผิวขาวขึ้น สารสกัดเน้นๆเต็มก้อน พร้อมวิตามินจากผลไม้นานาชนิดรวมอยู่ในก้อนเดียว !!! แค่ก้อนเดียว เห็นผลตั้งแต่ครั้งแรกที่ใช้ ปรับสูตรใหม่ขาวไวกว่าสูตรเดิมๆ 6 สี ผสมกลูต้าเพิ่มขึ้น ขาวไวกว่าเดิม 10 เท่า !!!! #fruitaminsoap #winkwhite #winkwhitesoap
ก้อนใหญ่ ขนาด 100 กรัม . 💎สั่งซื้อ line : bbwnk A photo posted by ลดน้ำหนักพานา+กลูต้าแพนเซีย (@gluta_pana) on Sep 3, 2016 at 4:08am PDT Kalau ini, Omo White Plus Soap Mix Color, oleh-oleh dari Mastini: Gue sempat nggak percaya sama sabun semacam itu. Mengerikan soalnya. Kalau pun ada produk yang bisa bikin kulit kita putih dalam sekejap, bahan-bahannya tentu patut dicurigai. Takutnya nggak hanya merusak kulit, tapi juga merusak otak gue yang encer ini. Tapi, karena Omo White Plus Soap Mix Color-nya adalah oleh-oleh Mastini dari Bangkok, tentu aja gue mau pakai. Apalagi, gue sangat cinta Mastini dan Bangkok. Karena penjelasan di packaging-nya pakai huruf toge, jadi gue nggak tahu kandungan dari sabun ini. Kalau terjadi apa-apa, mungkin Mastini yang harus bertanggung jawab. Kalau menurut Google, setiap warna pada Omo White Plus Soap Mix Color mengandung ekstrak buah dan punya fungsi yang berbeda, yaitu: Delima mencegah penuaan kulit Anggur...

Review Batiste Dry Shampoo Sassy & Daring Wild

By on Aug 28, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Tanggal 13 Agustus 2016 kemarin, Kak Uung baru aja warnain rambut dengan warna yang “nggak etis”. Sudah agak lama gue pengin punya rambut warna salmon. Itu tuh, yang mirip ikan di resto sushi. Dengan kata lain, warna rambutnya agak pink, tapi lebih ke peach. Makanya, gue rela disiksa selama 8 jam di Hasami Kushi, Lippo Mal Puri yang AC-nya lagi rusak! Prosesnya, mulai dari gunting ujung rambut yang nggak sehat, di-bleaching lagi sebanyak dua kali (sebelumnya sudah di-bleaching sekali di Yopie Salon), dicat, lalu digunting lagi karena rambutnya patah-patah dan bentuknya jadi nggak jelas. Akhirnya, warna rambut gue jadi nggak etis beneran warnanya! Hahaha… Dan, bukan warna salmon yang gue dapatkan, tapi warna perusahaan! Warnanya mirip maskot dan suasana kantor gue (pegipegi.com). Meskipun kayak warna perusahaan, nggak apa-apa, deh. Gue tetap suka kok sama rambut gue yang memang keren! Hahaha… Apalagi, kadang bikin gue jadi mirip Hayley Williams, vokalis band Paramore. Jadi, please, panggil gue Uungmore, ya! Kalau kata Mas-mas yang ngecat rambut gue, warna rambut nggak etis kayak begini memang nggak tahan lama. Sukur-sukur bisa tahan sebulan. Untuk mencegah kelunturan rambut, gue disarankan untuk makan jeruk setiap malam agar warnanya senantiasa oranye. Selain itu, gue juga disarankan agar nggak sering-sering keramas. Demi eksistensi, gue pun ikutin saran doi. Tekad gue buat nggak sering-sering keramas pun sudah bulat! Sebulat badan Kak RG! Supaya gue nggak sering keramas, gue memutuskan untuk beli dry shampoo (shampo kering) di Instagram. Kalau kalian pernah beli shampo kering, pasti nggak asing dengan merk Batiste. Karena sebelumnya gue nggak pernah beli shampo kering, gue pilih asal aja variannya. Gue kan suka banget sama motif leopard, jadi gue pilih yang Batiste Dry Shampoo Sassy & Daring Wild. Kalau kata si penjual sih, varian yang ini best seller. Harganya Rp 75 ribu, gedenya 200 ml. Masih terjangkau...

Review Peripera Peri’s Ink #2

By on Aug 21, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebagai pecinta warna pink, pastinya Kak Uung juga suka pakai lipstik atau lip tint warna pink. Karena sudah bosan dengan lipstik atau lip tint, akhirnya gue cobain Peripera Peri’s Ink nomor 2 yang tentu aja warna pink. Kemasannya seperti ini. Sesuai dengan namanya (ink), tentu aja isinya mirip tinta. Beda banget sama lip tint atau lipstik. Cukup sekali oles aja, bibir langsung pink merona dan memesona banyak orang yang melihat. Olesnya hati-hati, ya, jangan sampai belepotan, kena bagian tubuh lain, atau baju. Karena, bakal sulit hilang! Percayalah. Harus dicuci berulang-ulang! Begitu juga ketika diolesin di bibir. Jadi tahan lama bingit, meskipun sudah makan atau minum. Kalau dilihat satu muka, bakal lebih memesona. Percayalah! Kalau mau pink yang lebih ngejreng, bisa dioles lebih dari sekali. Akhir kata, Kak Uung pun bikin kesimpulan soal produk ini. Kelebihan: (+) Packaging unyu! Sayang banget buat buang kardusnya! (+) Warnanya bagus. (+) Harganya cukup terjangkau, Rp 105 ribu karena beli di online shop. (+) Pemakaian irit karena tahan lama bingit. Kekurangan: (-) Kalau kena tangan, belepotan, atau kena baju jadi sulit hilang nodanya. (-) Ukurannya kecil bingit. (-) Nggak mengandung pelembap, jadi kalau mau pakai produk ini, pas malam-malamnya harus rajin pakai lip balm. Next Purchase: Yes! Mau cobain warna...

Review Etude House Oh My Eye Line #1 Black

By on Aug 20, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Rasanya sudah lama sekali Kak Uung nggak pakai eyeliner. Kira-kira sudah sewindu lamanya. Sampai-sampai gue takut pakai eyeliner. Takut kecolok matanya atau bulepotan. Gue sebutnya bulepotan soalnya rambut gue sekarang kayak bule. Untuk mengembalikan hasrat gue terhadap eyeliner, gue pun beli Etude House Oh My Eye Line warna hitam. Ini bukan pertama kalinya gue pakai eyeliner yang satu ini. Kira-kira sewindu yang lalu gue pernah pakai produk ini. Dulu, gue beli Etude House Oh My Eye Line pas lagi jalan-jalan ke Singapura karena harganya jauh lebih murah. Kalau sekarang, nggak perlu jauh-jauh ke negeri singa buat beli beginian. Karena sudah banyak online shop yang jualan rangkaian makeup Etude House dengan harga miring. Jika kalian adalah penggemar Etude House, pasti nggak asing dengan eyeliner ini. Eyeliner ini cair dan pakai kuas. Agak menakutkan buat pemula atau perempuan yang sudah lama nggak pakai eyeliner kayak gue. Tapi, dari pengalaman gue sebelumnya, Etude House My Oh My Eye Line mudah diaplikasikan ke kelopak mata, kok. Nggak bulepotan, cepat kering, dan nggak mudah luntur. Kayak gini hasilnya di mata gue. Itu kelopak mata bisa ngepink, soalnya sebelumnya gue pakai Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink. Kunci dari pakai eyeliner yang satu ini adalah olesinnya pelan-pelan aja, sabar, dan jangan melek beberapa detik doang. Abis itu, mata kalian langsung kebingkai dengan sendirinya. Suwer deh, cepet kering banget eyeliner-nya! Saking sudah lama banget nggak pakai eyeliner, gue kembali tersadarkan bahwa mata jadi lebih besar setelah dibingkai eyeliner. Jadi, muka gue nggak Cina-cina amat. Hahaha… Ternyata muka gue bagus juga, ya, kalau dijadiin setengah kayak begini. Apalagi kalau pakai eyeliner cuma sebelah mata. Pantesan aja dipandang cuma sebelah mata. Hiks. Kalau mau lihat versi full yang kedua matanya sudah dibingkai eyeliner, kayak begini jadinya. Ganteng nggak? Naksir nggak? Kalau nggak, ya,...

Review Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink

By on Aug 20, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Buat penggemar Missha dan Line Friends, pasti sudah tahu bahwa mereka bekerjasama bikin makeup super ucul. Kalau lihat makeup-makeupnya, pasti kalian pengin beli semuanya. Tapi, karena Kak Uung anaknya nggak konsumtif, akhirnya Kak Uung cuma beli Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink. Biar lebih singkat, orang-orang sebutnya Cony Blusher. Gue nggak konsumtif sih, tapi cuma suka lapar mata. Karena beli di store langsung harganya udah pasti kayak beli berlian, gue beli aja di online shop, jadi harganya cuma Rp 215 ribu. Packaging-nya unyu banget! Jadi sayang buat dipakai. Warna blusher-nya seputar pink ngejreng, pink soft, putih, dan cokelat. Pas dipakai ke kelopak mata, langsung berasa banyak glitter! Gue sih suka. Karena lagi pengin norak, gue pakai blush yang warna pink ngejreng di kelopak mata, sedangkan di bawah mata, gue pakai blush yang warna putih. Nggak putih-putih banget sih, sebenarnya, tapi agak silver. Udah indah belum matanya? Udah boleh disebut sipit-sipit glitter (SSG) belum? Buat yang sakit mata setelah lihat foto di atas, gue minta maaf, deh. Maklum Kak Uung nggak jago makeup. Lebih jago bikin anak orang sakit mata. Penampilan keseluruhannya jadi kayak begini. Foto itu diambil sebelum gue ganti rambut jadi kayak suku Ginger. Ganteng nggak, Say? Sekarang, saatnya gue bikin kesimpulan mengenai produk unyu ini. Kelebihan: (+) Packaging super unyu, apalagi warnanya pink! (+) Mudah dipakai. Ada kacanya pula. (+) Harga terjangkau karena beli di online shop. (+) Mengandung glitter. Suka bingit! Apalagi kalau glitternya agak jatuh ke pipi. (+) Setiap hari bisa ganti-ganti warna. Kekurangan: Nggak ada kayaknya. Next Purchase: Belum tahu soalnya habisnya pasti lama, terus gatel pengin coba warna lain. Hihihi… Foto: Mariska...

Lipstik Harga Miring dari si Gemuk-gemuk Lincah (GGL)

By on Aug 14, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Kali ini Kak Uung punya quote super yang lebih super daripada quote-nya Maria Teguh, yaitu: Cari temen jangan yang cuma bisa bikin kamu sukses Tapi, cari temen yang selalu sial Bukannya mau jahat, tapi hal itu jelas membawa keuntungan untuk kita sendiri seolah-olah hokinya terserap habis ke kita. Itulah yang gue alami ketika berteman dengan Peggy, si Gemuk-gemuk Lincah (GGL) yang enggan pakai beha. Beberapa waktu lalu, Peggy pesan lipstik Katy Kate Mate by Katy Perry yang diproduksi oleh Cover Girl dari kakak temannya yang sempat berangkat ke Amrik. Pesan lipstik aja sampai ke Amrik, kok kesannya nggak cinta sama produk lokal, ya? Sombong banget, ya, si Peggy! Udah sombong, nggak ajak-ajak pula! Akhirnya, Peggy pun mendapatkan pintu hidayah dari Yang Maha Kuasa, sehingga hasil polesan lipstiknya nggak sesuai dengan yang diharapkan. Gue tahu hal itu gara-gara dia ngeluh di pagi hari setelah mencoba lipstik buatan kaum yang dianggap kafir tersebut. “Kak, lipstiknya kok jelek di bibir gue!” sungut si Gemuk-gemuk Lincah. “Kenape lagi?” tanya gue kesal soalnya si Peggy nggak ajak-ajak beli lipstik mahal. Bangkai nggak, sih? “Gue udah nunggu lipstik impian ini selama dua bulan. Eh, pas dicoba malah kayak eek hasilnya.” “Iya juga, ya. Nude gitu jatuhnya, kayak nggak pakai lipstik!” Seketika itu juga muka Peggy terlihat kayak orang habis lahiran. Pucat sekali. “Emang beda sama yang diolesin di modelnya?” tanya gue. “Beda banget, Kak! Pasti karena modelnya bule, deh!” Peggy pun kasih lihat gambar bibir si model yang diolesin lipstik tersebut. Emang beda bingit, sih, hasil lipstik yang diolesin ke bibir cewek suka makan keju, sama ke cewek yang suka makan Nasi Bali. Ya, begitu deh, risiko beli barang nggak pakai dicoba dulu. Kecuali kalau kalian punya hoki gede kayak Kak Uung. Lalu, gue pun cobain lipstik impian Peggy tersebut dan hasilnya, aduhai, Kak! 100...

Page 2 of 1012345...10...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy