FacebookTwitter
Page 1 of 1012345...10...Last »

Utama Spice Bali, Skin Care dengan 100% Bahan Natural

By on May 3, 2018 in Beauty, Diary, Review Produk

Pengin hidup natural di zaman sekarang kayaknya susah banget, ya! Terutama soal skin care yang kebanyakan pakai bahan kimia dan berbahaya untuk kesehatan. Mungkin aja dampaknya nggak terasa sekarang, tapi nanti pas sudah menumpuk terlalu banyak. Pernah dengar nggak kalau kita makan atau pakai sesuatu, sebaiknya gunakan bahan yang memang buatan Tuhan, bukan buatan manusia. Misal mau scrub muka, lebih bagus pakai garam dan air lemon, ketimbang pakai scrub buatan pabrik yang sudah pasti banyak bahan kimianya. Tapi, susah banget, ya, untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Kebetulan banget gue sempat dikirimin seperangkat skin care dari Utama Spice Bali. Meskipun nggak beli secara langsung, tapi kali ini gue pengin kasih review jujur. Gue juga baru tahu ada skin care dengan 100% bahan organik kayak begini. Nggak heran sih, soalnya Utama Spice ini berasal dari Ubud, Bali. Tahu dong masyarakat Ubud terkenal akan gaya hidup sehat, seperti yoga, makan makanan organik, bahkan banyak juga yang jadi vegan. Jargon dari Utama Spice Bali adalah Natural Aromatherapy Products. Jadi, ketika pakai skin care dari Utama Spice Bali, kalian akan merasa seperti sedang berada di tempat spa dan dimanjakan dengan produk aromatherapy yang menenangkan. Makanya aromanya sangat khas dan alami, berbeda dengan skin care kebanyakan yang aromanya berasal dari parfum atau alkohol. Dan Ubud menjadi salah satu kawasan di Bali yang gue favoritin banget. Soalnya di sana banyak makanan sehat dan udaranya sejuk banget. Kalau boleh milih tempat untuk menghabiskan hari tua, gue kayaknya bakal milih di Ubud. Hahaha… Seperangkat skin care organik dari Utama Spice Bali komplet banget, mulai dari scrub, sabun mandi, anti aging, castor oil, body mist, dan lip balm. Yuk, Kak Uung review satu-satu. 1. Salt Scrub Pink Rosella (Rp 88 ribu) Kalau scrub yang satu ini aman banget untuk wajah, juga aman untuk tubuh. Terbuat dari garam, bunga rosella,...

Like It! Healthy Drink: Minum Susu Almond Nggak Pakai Repot!

By on Mar 3, 2018 in Diary, Food Porn, Review Produk

Sering lihat nggak ibu-ibu yang coba bikin susu almond sendiri di rumah pakai blender? Peras almond-nya setengah mati karena manual pakai tangan saringan kain. Itulah yang bikin gue malas bikin susu almond. Udah gitu, harga kacang almond lumayan mahal di pasaran. Jadi, gue lebih memilih makan kacang almond utuh tanpa diproses jadi susu. Padahal, gue suka banget sama susu almond. Ya, semuanya juga Kak Uung suka! Tapi, kalau almond gue suka karena banyak banget manfaatnya, yaitu untuk membantu menurunkan berat badan, menurunkan kadar kolesterol jahat, mencegah diabetes, meningkatkan kinerja otak, mempercantik kulit, meningkatkan daya kerja otak, meningkatkan produksi ASI (air susu ibu) bagi ibu hamil, dan lain-lain. Kini, di pasaran banyak banget yang jual susu almond. Tapi, banyak juga yang pakai pengawet dan pemanis buatan. Pastinya berasa nggak sehat banget deh, apalagi kalau dibuatnya kemanisan. Jangan-jangan almond-nya sedikit dan lebih banyak gula. Berasa ketipu nggak, sih? Kabar baiknya, kini ada produk Like It! Healthy Drink yang menyediakan susu almond asli yang terbuat dari bahan alami, tanpa pengawet, dan tanpa pemanis buatan. Susu almond Like It! Healthy Drink diproduksi dengan cold pressed system, sehingga kandungan nutrisi almond-nya tetap terjaga. Bukan pakai blender biasa, seperti yang dijual di tempat lain. Jadi, susu almond-nya lebih creamy, berserat (pas diminum masih berasa ada ampasnya), dan higienis, karena nggak bersentuhan dengan tahan. Beda kalau bikin pakai blender, di mana almond-nya disaring pakai kain dan diperas. Kemarin itu, gue cobain empat jenis rasa susu almond yang berbeda di Like It! Healthy Drink. Ada rasa original, dark chocolate, avocado, dan green tea. Eh, maaf! Pose belum siap, tapi udah dijepret! Ini yang bener. Masing-masing beratnya 250 ml, ya! Dan gue suka semua rasanya! Ya iyalah, apa coba yang gue nggak suka! Eh, tapi beneran susu almond dari Like It! Healthy Drink emang enak semua. Yang original...

Memasak Lebih Sehat dengan Cookware Set dan Frying Pan Kangaroo Indonesia

By on Jan 1, 2018 in Diary, Review Produk

Sebelumnya, Kak Uung pengin ucapin Selamat Tahun Baru 2018 untuk kalian yang merayakan. Di tahun 2017 kemarin, sudah banyak kesalahan dan kekhilafan yang gue buat, salah satunya jarang bahkan hampir tidak pernah ngeblog lagi. Sampai-sampai blog ini jadi sarang laba-laba bak tangan yang tidak pernah digandeng. Hahaha… Mengawali tahun 2018, Kak Uung punya cerita mengenai cookware set dan frying pan baru yang gue punya. Kali ini merknya adalah Kangaroo Indonesia. Aslinya, Kangaroo berasal dari Vietnam dan memiliki visi untuk mengutamakan kesehatan konsumennya. Di Vietnam sendiri, Kangaroo merupakan brand nomor 1 untuk kategori home appliances dan sudah masuk ke Indonesia tahun 2015. Kelebihannya: Terbuat dari material food-grade yang aman untuk memproses makanan. Lapisan anti lengketnya nggak mudah terkelupas dan bebas PTFE-PFOA (senyawa kimia berbahaya yang ada di teflon klasik. Memungkinkan kita untuk masak dengan sedikit minyak namun tidak lengket. Apa aja sih cookware set dan frypan yang Kak Uung pakai dari Kangaroo Indonesia? 1. KG 864 Cookware Set Ketiga panci tersebut memiliki diameter 16-20-24 cm. Bahannya Nano Tech SS dengan bahan anti lengket Xylan dari USA. Selain terlihat elegan dengan aksen warna gold, di bagian dalam panci tersebut juga ada alat pengukurnya. 2. KG 919 Frying Pan Frying pan yang satu ini diameternya 24 cm, bahannya aluminium dengan anti lengket teflon. Juga ada tutupnya. Warnanya ijo cakep gitu. Matching sama warna makanan apa pun. 2. KG 675 Fyring Pan Frying pan yang satu ini gue juga suka banget! Warnanya krem. Jarang kan ada alat masak yang warnanya kayak begini (kalau di rumah gue). Bahannya juga dari aluminium tapi anti lengketnya dari marble. Mulus kayak lantai rumah orang kaya. Hahaha… Diameternya 20-24 cm dan ada bonus spatula kayunya. Lalu aplikasinya gimana, Kak? Seperti ini mix and match-nya. 1. Masak Ayam Goreng Bacem Bahan: 1 kg ayam potong Bumbu halus: 1,5 sendok...

Pengalaman Baking dengan Electrolux Microwave Oven EMS3087X

By on Jul 6, 2017 in Diary, Food Porn, Review Produk

Menjelang libur Lebaran kemarin, Kak Uung nodong Kak RG supaya beliin oven. Hahaha… Soalnya, emang niat mau belajar baking selama libur Lebaran. Belagu banget, ya! Sok belajar baking! Ngulek sambel aja masih belum bener. Keputusan buat beli oven juga udah dipikirin mateng-mateng kok. Sebelumnya, gue udah coba-coba bikin kue pakai ricecooker atau kukusan. Supaya tahu, sebenarnya gue suka nggak sih bikin kue. Setelah gue coba-coba, ternyata gue suka bikin kue! Ya udah deh, minta izin sama Kak RG buat beli oven dan akhirnya dikasih. Akhirnya, kami pun cari oven di Central Park. Setelah menyusuri Central Park hingga betis berotot, akhirnya kami pun memutuskan untuk beli Electrolux Microwave Oven EMS3087X. Soalnya, benda canggih ini nggak cuma bisa ngeovenin kue, tapi juga bisa menghangatkan makanan, defrost makanan, dan fermentasi makanan. Empat fungsi dalam satu alat. Canggih kayak kantung Doraemon. Harganya tiga jutaan. Mahal banget sih untuk ukuran alat masak, tapi karena fungsinya ada empat, ya, udah deh, hajar! Lagian, Kak RG sendiri yang pilih Electrolux Microwave Oven EMS3087X. Jadi, kalau ada kenapa-kenapa, biar dia yang disalahin. Hahaha… Bentuknya kayak begini. Gede juga kayak lapangan bola. Kalau dalamnya kayak begini. Setelah gue pakai Electrolux Microwave Oven EMS3087X, gue lumayan suka sih. Soal hangatin makanan dengan fitur Microwave-nya praktis banget! Tinggal pencet berapa menit, langsung anget deh tuh makanan kayak baru dimasak. Begitu juga dengan fitur Defrost makanan. Itu lho fitur yang bisa bikin makanan kembali ke suhu ruangan. Misal, kalian baru keluarin daging dari kulkas. Kan dagingnya jadi beku banget. Harus tunggu lama banget baru deh tuh daging nggak beku dan suhunya sama kayak ruangan. Nah, dengan fitur Defrost, kalian bisa bikin daging beku jadi nggak keras lagi kayak belum dimasukin kulkas cuma dalam waktu beberapa menit. Kalau fitur Ferment, kalian bisa melakukan fermentasi apa pun. Misal, ngembangin roti pakai ragih. Ya uda tinggal taruh adonan roti...

Menghilangkan Flek Hitam di Tangan dengan Jafra Hand Care

By on Jun 28, 2017 in Beauty, Diary, Review Produk

Hilluuww cemuwah! Lama tak jumpa di blog yang sudah seperti tangan yang lama tidak digandeng (banyak sarang laba-labanya). Maklum deh, Kak Uung lagi sibuk banget dengan dunia pekerjaan dan rumah tangga. Sekaligus sedang mendalami ilmu cooking dan baking yang tak kunjung ahli. Hiks. Sedih, ya. Kali ini, Kak Uung pun kembali di blog untuk membahas hal yang tidak berguna. Soalnya, kemarin sempat ada yang kasih komentar di Instagram, minta gue buat update blog. Hahaha… Makasi, ya, udah diingetin supaya tetep waras. Kalau nggak, gue bakal lupa kalau gue punya blog. Hal tidak berguna yang gue pengin bahas adalah soal tangan gue yang sempat muncul flek hitam! Kayaknya sih gara-gara gue sempet liburan ke Bali akhir Mei kemarin (18-21 Mei) terus panas-panasan nggak pakai sunblock. Hahaha… Nah, pas tanggal 25 Mei yang kebetulan adalah hari ulang tahun gue, flek hitam tersebut pun muncul! Sungguh perpaduan sempurna antara sinar matahari jahat dan pertambahan umur. Kira-kira seperti inilah tangan kanan gue yang muncul flek hitam. Tentulah gue kaget! Gila aja tangan gue yang tadinya mulus tiba-tiba muncul flek hitam lumayan banyak. Kalau cuma menghitam sih nggak masalah. Besok-besok juga putih lagi, soalnya gue kan Cina. Hahaha… Gue pun sempat nggak percaya ada flek hitam di tangan gue. Gue malah mengira itu cuma kotoran. Sampai gue cuci tangan dan scrub tangan berkali-kali. Rasanya sulit menerima kenyataan yang ada. Di kantor pun gue sampai tanya ke Cik Peggy, temen sebangku gue. “Cik, ini tangan gue kenapa, ya? Keluar flek, ya?” “Kak Uung, ternyata kamu sudah menua. Tanganmu udah kayak mamaku. Apalagi kalian sama-sama Cina,” jawab Peggy rasis. Padahal, dia kan juga setengah Cina. “Heh, tangan mamak-mamak Cina?” “Iya, kalau orangtua kan kebanyakan begitu tangannya. Terutama orang Cina. Kamu perhatiin aja tangan mamamu.” “Aduh, sebentar lagi tanganmu makin jelek kayak pantat babi. Hahaha,” kata Peggy...

Pengalaman Cobain Mie Shirataki yang Bikin Kurus

By on Apr 24, 2017 in Diary, Food Porn, Review Produk

Sekarang, lagi ramai bingit diet ketogenik (keto). Itu lho, diet yang lebih banyak makan fats (lemak), lalu disusul protein, dan rendah akan karbohidrat. Gue nggak terlalu ikutin diet keto dan masih setia ikutin diet OCD. Tapi, gue setuju bingit kalau kita harus kurangin karbo dan gula demi masa depan yang lebih sehat. Gue pernah nulis soal diet keto di Travel Tips Pegipegi. Itulah kenapa mie Shirataki lagi hits banget akhir-akhir ini. Soalnya, mie Shirataki itu rendah karbohidrat, jadi cocok bingit buat dikonsumsi sama orang-orang yang diet keto. Karbohidratnya cuma 5 gram, Kak! Juga mengandung serat pangan sebesar 4 gram. Selain itu, mie Shirataki juga bebas dari gluten, gula, dan tentu aja rendah kalori. Coba kalian bandingkan sama Indomi* atau Sarim* yang mengandung banyak karbo jahat. Jauh bingit, Cuy. Berbeda dari mie yang beredar di pasaran. Mie Shirataki dibungkus dengan plastik dan direndam air. Warnanya bening dan agak putih. Mie Shirataki berasal dari Jepang dan terbuat dari ubi porang/ubi konjac. Katanya, serat dari ubi koncak namanya glucamonnan yang bagus untuk menurunkan berat badan sekaligus memperlancar berak dan seratnya mengandung probiotik yang bisa merangsang tumbuhnya bakteri baik di usus. Kalau makan mie ini, kalian bakal berasa kenyang lebih lama. Karena tidak ingin ketinggalan zaman, gue pun cobain mie Shirataki yang lagi hits ini. Kebetulan, gue juga tau Shirataki dari Rofandi, adiknya Kak RG yang lagi rajin diet. Kalian bisa beli Shirataki di supermarket impor atau Tokopedi*. Harganya masih terjangkau, sebungkusnya kira-kira Rp 7.500-8.500. Karena terlalu antusias makan mie Shirataki, gue langsung pisahin mienya dari air, cuci, lalu goreng. Hahaha… Padahal, seharusnya direbus dulu selama lima menit. Alhasil, jadi berasa kayak goreng mie jelly. Teksturnya berasa aneh. Kalau kata Kak Lucia Leaf yang sering makan mie Shirataki, mie ini memang harus direbus dulu supaya teksturnya jadi mirip mie biasa. Inilah hasil masakan...

Page 1 of 1012345...10...Last »
Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy