FacebookTwitter
Page 1 of 1012345...10...Last »

Pengalaman Baking dengan Electrolux Microwave Oven EMS3087X

By on Jul 6, 2017 in Diary, Food Porn, Review Produk

Menjelang libur Lebaran kemarin, Kak Uung nodong Kak RG supaya beliin oven. Hahaha… Soalnya, emang niat mau belajar baking selama libur Lebaran. Belagu banget, ya! Sok belajar baking! Ngulek sambel aja masih belum bener. Keputusan buat beli oven juga udah dipikirin mateng-mateng kok. Sebelumnya, gue udah coba-coba bikin kue pakai ricecooker atau kukusan. Supaya tahu, sebenarnya gue suka nggak sih bikin kue. Setelah gue coba-coba, ternyata gue suka bikin kue! Ya udah deh, minta izin sama Kak RG buat beli oven dan akhirnya dikasih. Akhirnya, kami pun cari oven di Central Park. Setelah menyusuri Central Park hingga betis berotot, akhirnya kami pun memutuskan untuk beli Electrolux Microwave Oven EMS3087X. Soalnya, benda canggih ini nggak cuma bisa ngeovenin kue, tapi juga bisa menghangatkan makanan, defrost makanan, dan fermentasi makanan. Empat fungsi dalam satu alat. Canggih kayak kantung Doraemon. Harganya tiga jutaan. Mahal banget sih untuk ukuran alat masak, tapi karena fungsinya ada empat, ya, udah deh, hajar! Lagian, Kak RG sendiri yang pilih Electrolux Microwave Oven EMS3087X. Jadi, kalau ada kenapa-kenapa, biar dia yang disalahin. Hahaha… Bentuknya kayak begini. Gede juga kayak lapangan bola. Kalau dalamnya kayak begini. Setelah gue pakai Electrolux Microwave Oven EMS3087X, gue lumayan suka sih. Soal hangatin makanan dengan fitur Microwave-nya praktis banget! Tinggal pencet berapa menit, langsung anget deh tuh makanan kayak baru dimasak. Begitu juga dengan fitur Defrost makanan. Itu lho fitur yang bisa bikin makanan kembali ke suhu ruangan. Misal, kalian baru keluarin daging dari kulkas. Kan dagingnya jadi beku banget. Harus tunggu lama banget baru deh tuh daging nggak beku dan suhunya sama kayak ruangan. Nah, dengan fitur Defrost, kalian bisa bikin daging beku jadi nggak keras lagi kayak belum dimasukin kulkas cuma dalam waktu beberapa menit. Kalau fitur Ferment, kalian bisa melakukan fermentasi apa pun. Misal, ngembangin roti pakai ragih. Ya uda tinggal taruh adonan roti...

Menghilangkan Flek Hitam di Tangan dengan Jafra Hand Care

By on Jun 28, 2017 in Beauty, Diary, Review Produk

Hilluuww cemuwah! Lama tak jumpa di blog yang sudah seperti tangan yang lama tidak digandeng (banyak sarang laba-labanya). Maklum deh, Kak Uung lagi sibuk banget dengan dunia pekerjaan dan rumah tangga. Sekaligus sedang mendalami ilmu cooking dan baking yang tak kunjung ahli. Hiks. Sedih, ya. Kali ini, Kak Uung pun kembali di blog untuk membahas hal yang tidak berguna. Soalnya, kemarin sempat ada yang kasih komentar di Instagram, minta gue buat update blog. Hahaha… Makasi, ya, udah diingetin supaya tetep waras. Kalau nggak, gue bakal lupa kalau gue punya blog. Hal tidak berguna yang gue pengin bahas adalah soal tangan gue yang sempat muncul flek hitam! Kayaknya sih gara-gara gue sempet liburan ke Bali akhir Mei kemarin (18-21 Mei) terus panas-panasan nggak pakai sunblock. Hahaha… Nah, pas tanggal 25 Mei yang kebetulan adalah hari ulang tahun gue, flek hitam tersebut pun muncul! Sungguh perpaduan sempurna antara sinar matahari jahat dan pertambahan umur. Kira-kira seperti inilah tangan kanan gue yang muncul flek hitam. Tentulah gue kaget! Gila aja tangan gue yang tadinya mulus tiba-tiba muncul flek hitam lumayan banyak. Kalau cuma menghitam sih nggak masalah. Besok-besok juga putih lagi, soalnya gue kan Cina. Hahaha… Gue pun sempat nggak percaya ada flek hitam di tangan gue. Gue malah mengira itu cuma kotoran. Sampai gue cuci tangan dan scrub tangan berkali-kali. Rasanya sulit menerima kenyataan yang ada. Di kantor pun gue sampai tanya ke Cik Peggy, temen sebangku gue. “Cik, ini tangan gue kenapa, ya? Keluar flek, ya?” “Kak Uung, ternyata kamu sudah menua. Tanganmu udah kayak mamaku. Apalagi kalian sama-sama Cina,” jawab Peggy rasis. Padahal, dia kan juga setengah Cina. “Heh, tangan mamak-mamak Cina?” “Iya, kalau orangtua kan kebanyakan begitu tangannya. Terutama orang Cina. Kamu perhatiin aja tangan mamamu.” “Aduh, sebentar lagi tanganmu makin jelek kayak pantat babi. Hahaha,” kata Peggy...

Pengalaman Cobain Mie Shirataki yang Bikin Kurus

By on Apr 24, 2017 in Diary, Food Porn, Review Produk

Sekarang, lagi ramai bingit diet ketogenik (keto). Itu lho, diet yang lebih banyak makan fats (lemak), lalu disusul protein, dan rendah akan karbohidrat. Gue nggak terlalu ikutin diet keto dan masih setia ikutin diet OCD. Tapi, gue setuju bingit kalau kita harus kurangin karbo dan gula demi masa depan yang lebih sehat. Gue pernah nulis soal diet keto di Travel Tips Pegipegi. Itulah kenapa mie Shirataki lagi hits banget akhir-akhir ini. Soalnya, mie Shirataki itu rendah karbohidrat, jadi cocok bingit buat dikonsumsi sama orang-orang yang diet keto. Karbohidratnya cuma 5 gram, Kak! Juga mengandung serat pangan sebesar 4 gram. Selain itu, mie Shirataki juga bebas dari gluten, gula, dan tentu aja rendah kalori. Coba kalian bandingkan sama Indomi* atau Sarim* yang mengandung banyak karbo jahat. Jauh bingit, Cuy. Berbeda dari mie yang beredar di pasaran. Mie Shirataki dibungkus dengan plastik dan direndam air. Warnanya bening dan agak putih. Mie Shirataki berasal dari Jepang dan terbuat dari ubi porang/ubi konjac. Katanya, serat dari ubi koncak namanya glucamonnan yang bagus untuk menurunkan berat badan sekaligus memperlancar berak dan seratnya mengandung probiotik yang bisa merangsang tumbuhnya bakteri baik di usus. Kalau makan mie ini, kalian bakal berasa kenyang lebih lama. Karena tidak ingin ketinggalan zaman, gue pun cobain mie Shirataki yang lagi hits ini. Kebetulan, gue juga tau Shirataki dari Rofandi, adiknya Kak RG yang lagi rajin diet. Kalian bisa beli Shirataki di supermarket impor atau Tokopedi*. Harganya masih terjangkau, sebungkusnya kira-kira Rp 7.500-8.500. Karena terlalu antusias makan mie Shirataki, gue langsung pisahin mienya dari air, cuci, lalu goreng. Hahaha… Padahal, seharusnya direbus dulu selama lima menit. Alhasil, jadi berasa kayak goreng mie jelly. Teksturnya berasa aneh. Kalau kata Kak Lucia Leaf yang sering makan mie Shirataki, mie ini memang harus direbus dulu supaya teksturnya jadi mirip mie biasa. Inilah hasil masakan...

Review Sulwhasoo Herbal Soap

By on Mar 22, 2017 in Beauty, Diary, Review Produk

Kalau kalian pernah baca artikel cobain lipstik dari si Gemuk-gemuk Lincah, pasti udah tahu banget bahwa Kak Peggy Agustien suka sial karena sering salah beli barang, Selain sering salah beli barang, lalu menjualnya dengan harga murah atau memberikannya secara gratis ke teman-teman, Kak Peggy juga sering banget share aib-aib lucu di insta story Instagramnya, @mokohh. Yuk, di-follow biar kalian tahu bahwa dia rada-rada kurang waras. Cukup sekian iklan soal Kak Peggy. Gue mau lanjut cerita soal kesialannya dalam hal salah beli barang. Beberapa waktu lalu, dia beli sabun Sulwhasoo Herbal Soap di Tokopedi*. Susah bingit kan namanya! Itu lho, sabun herbal asal Korea yang lagi hits banget. Katanya bisa bikin kulit muka bersih, cerah, dan mengatasi jerawat. Kalau menurut review di forum-forum kecantikan, Sulwhasoo ini OKE OCE bingit. Tapi, untung nggak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Muka Kak Peggy malah jerawatan abis. Mukanya jadi mirip sama Andika “Kangen Band”. Kebayang nggak hancurnya gimana? Dibilang purging juga bukan. Soalnya, jerawatnya nggak kunjung hilang. Entah nggak cocok atau gimana. Akhirnya, dia pun bagi seperempat batang Suwlhasoo Herbal Soap ke gue. Gue seneng-seneng aja sih kecipratan barang gratisan dari Kak Peggy, tapi gue juga takut nantinya muka gue jadi mirip Andika “Kangen Band”. Dengan rasa nekat yang cukup bulat, gue pun pakai sabun herbal tersebut. Pas dicoba, astaga baunya mirip kayak jamu yang dijual mbok jamu gendong. Kaga ada enak-enaknya, Cuy! Tapi, bukannya sabun muka yang benar kayak gitu, ya? Baunya nggak enak karena nggak dipakein parfum atau zat aneh-aneh. Bahan yang dipakai benar-benar herbal, seperti Korean Red Ginseng, Solomon’s Seal kecil, Chinese Peony, dan Adhesive Rehmannia. Ribet bingit namanya. Untungnya, baunya nggak menyengat terus, kok. Abis kelar dibilas, lalu didiemin sebentar, bau muka kita bakal normal lagi. Hasilnya memuaskan bingit. Gue berasa kulit muka jadi halus bingit, terus bintik-bintik komedo di...

Pakai Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment Biar Kulit Kepala Sehat

By on Mar 20, 2017 in Beauty, Diary, Review Produk

Ya oloh, susah bingit sebut nama merk-nya! Kenapa nggak dipersingkat aja, misal Matrix Biolage buat kulit kepala gatal-gatal? Baiklah, langsung aja Kak Uung cerita, kenapa Kak Uung pakai Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment. Jadi, kira-kira di akhir Januari kemarin, gue benahin rambut di salah satu salon Jepang terkenal. Benahin rambut dalam arti ngecat rambut jadi warna magenta. Tulisan di brosurnya sih warna lavender, nggak tahu kenapa pas di rambut malah jadi magenta. Ya kadang orang salon menentukan, tapi Tuhan yang menentukan hasil akhir. Waktu lagi proses ngecat rambut, ada tukang cuci rambut yang bilang bahwa Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment bagus banget! Bisa merawat kulit kepala kita supaya nggak ketombean, mencegah kerontokan, dan bikin rambut lembut. Cocok buat gue yang udah berkali-kali menyiksa rambut. Setelah kelar ngecat rambut, doi pun pakein vitamin tersebut di kulit kepala gue. Berasa segeran sih dan gue suka banget sama wanginya. Kalau soal rambut jadi lembut, relatif, ya! Namanya juga abis dari salon. Rambut pasti lembut karena di-blow. Seperti ini penampakan Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment. Sebotol kecil gitu dihargai Rp 40 ribuan sama si tukang salon. Gue sih nggak ketombean, tapi entah kenapa gue tertarik banget sama vitamin rambut yang satu ini. Dan untungnya, gue cuma beli sebiji, nggak beli banyak-banyak! Soalnya, kalau beli di Tokopedi* harganya cuma Rp 25 ribuan! Ya udah deh, gue beli aja langsung dua botol. Kalau beli cuma satu rasanya nanggung bingit, sih. Karena, botolnya kecil dan sayang diongkos. Emang, ya, yang namanya darah Cina itu tidak bisa dibohongi kalau soal pengiritan. Gue juga nggak menyangka sih, beli Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment di Tokopedi* dapat gratis pipet supaya gampang dituangin ke kulit kepala. Matrix Biolage SCALPSYNC Aminexil Hair Treatment bagus dipakai pas rambut masih setengah kering. Abis diolesin ke kulit kepala, jangan lupa dipijat-pijat. Begitu bangun dari...

Review CELEBON Collagen Essence Mask Vitamin

By on Sep 27, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Karena gue kangen bingit sama masker kertas, akhirnya waktu mampir ke Guardian, gue beli CELEBON Collagen Essence Mask varian Vitamin. Isinya ada lima masker kertas dan harganya murah meriah, kalau nggak salah nggak sampai Rp 70 ribu. Sebelumnya, gue nggak pernah melihat produk asal Korea ini di Guardian. Kayaknya CELEBON Collagen Essence Mask baru dirilis banget di Indonesia. Gue pilih varian Vitamin karena kepengin aja, apalagi di packaging-nya ditulis bahwa masker ini bisa mencerahkan, mengencangkan, sekaligus menghaluskan kulit. Karena di packaging-nya ada gambar jeruk, tentu aja vitamin masker ini berasal dari ekstrak buah jeruk. Jadi, bukan cuma kulit manggis yang bermanfaat untuk menghaluskan kulit, Kakak-kakak! Penggunaan masker kertas ini sama seperti masker kertas lain pada umumnya. Yaitu, wajah dicuci hingga bersih dahulu, baru deh dipakein ke muka selama 15-20 menit. Tapi, selain membersihkan muka, gue juga melakukan scrubbing atau angkat daki dulu biar kotoran dan sel kulit mati terangkat. Jadi, masker lebih menyerap ke dalam kulit tanpa terhalang kotoran. Tapi, ada satu hal yang membedakan CELEBON Collagen Essence Mask dengan masker kertas lainnya. Kalau masker kertas lain kan sehabis dipakai harus dibilas dengan air sampai bersih. Kalau CELEBON Collagen Essence Mask nggak perlu dibilas dengan air. Cukup didiamkan aja atau ditepuk-tepuk dengan tangan, sehingga masker menyerap ke dalam kulit tanpa terbuang sia-sia. Berasa kayak pakai pelembap. Paling enak sih, dipakai sebelum tidur, jadi abis itu bisa dibawa tidur. Keesokan harinya, wajah makin cerah dan segar. Lalu, kenapa rambut Kak Uung jadi hijau kayak Joker? Karena baru aja ganti rambut. Kece, kan? Hahaha… Setelah pakai CELEBON Collagen Essence Mask, Kak Uung pun bikin kesimpulan, yaitu: Kelebihan: (+) Harga terjangkau. (+) Packaging menarik. (+) Wanginya enak dan lembut. (+) Di kulit terasa lembut, cerah, dan segar. (+) Nggak perlu repot-repot bilas. Kekurangan: (-) Kalau kulitnya berminyak dan sensitif, mungkin bisa bikin...

Page 1 of 1012345...10...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy