FacebookTwitter
Page 7 of 10« First...56789...Last »

Hidup Sehat dengan BON Homemade Granola

By on Apr 24, 2016 in Diary, Food Porn, Review Produk

Gue punya temen namanya Hendry Lam. Body fat-nya cuma 9%. Dengan kata lain, body-nya ideal banget untuk ukuran cowok dan tentu aja perutnya six pack tak terkendali. Kalian tahu sendiri kan susahnya bikin perut six pack! Lebih susah bikin perut six pack ketimbang bikin seribu candi untuk gebetan. Pastinya, tubuh ideal kak Hendry nggak lepas dari kerja kerasnya selama ini. Selain rajin berkunjung ke tempat gym. doi juga rajin makan makanan sehat a.k.a eat clean dari hari Senin sampai Kamis. Cheating-nya cuma dari hari Jumat sampai Minggu. Cheating sekalian nge-date katanya. Salah satu makanan sehat yang kak Hendry konsumsi adalah granola. Saking cintanya doi sama granola, doi pun bikin bisnis homemade granola dengan nama BON Homemade Granola bareng kak Nani Fernandez. BON Homemade Granola produksi kak Hendry terbuat dari campuran rolled oats, kacang almond yang sudah dihancurkan, biji sunflower, biji pumpkin, kismis, madu, dan bahan makanan sehat lainnya. Lengkap banget kan isinya! Dengan kata lain, kalian nggak perlu beli bahan-bahan makanan sehat secara terpisah. Biaya makan sehat pun jadi lebih murah. Packaging BON Homemade Granola seperti ini. Ada yang 250 gram dan 70 gram. Buat melindungi granola supaya tetap fresh, kak Hendry pakai zipper bag supaya granola lebih gampang disimpan kembali dan nggak masuk angin. Buat yang belum pernah lihat bentuk granola, kayak begini bentuknya. Sekilas, campuran bahan granolanya terlihat sama semua, tapi kalau diperhatikan lebih lagi, komposisi bahannya seimbang banget, lho. Baik itu rolled oats, biji pumpkin, biji sunflower, kismis, almond, dan lain-lain, semuanya ada di setiap comotan. Nggak kayak granola merk lain yang lebih banyak rolled oats-nya, sedangkan bahan lain cuma dikasih seiprit. Kalau nggak percaya, nih buktinya. Cara makannya gampang banget. Tinggal dicomot, terus dimasukin ke mulut. Rasanya enak banget! Nggak hambar kayak makanan sehat pada umumnya. Soalnya, ada campuran madu dan kismis yang bikin granola...

Aroy Mak Mak: Kerupuk Kulit Babi Homemade

By on Apr 17, 2016 in Diary, Food Porn, Review Produk

Aroy Mak Mak di sini artinya bukan emak-emak atau ibu-ibu, tapi  artinya enak banget dalam bahasa Thailand. Temen gue, si engkoh-engkoh bernama Andry Ho pakai nama itu buat dijadiin brand kerupuk kulit babinya. Karena Koh Andry sangat baik hati dan tidak sombong, doi pun endorse gue kerupuk kulit babi Aroy Mak Mak. Gue sih seneng banget di-endorse kerupuk kulit babi soalnya kulit yang enak bukan cuma kulit ayam, tapi juga kulit babi. Dengan munculnya Aroy Mak Mak, tentu aja kalian nggak perlu repot-repot cari kerupuk kulit babi sampai ke Bali. Kalian tahu nggak, kenapa kita harus makan kerupuk kulit babi? Karena makan kerupuk kulit babi lebih baik daripada jadi koruptor. Hahaha… Kalau nggak percaya, tanya aja sama engkong Soekarno. Lalu, sampailah berbungkus-bungkus kerupuk kulit babi Aroy Mak-Mak di rumah gue. Soal proses pengiriman, kalian bisa pilih sendiri, mau pakai paket JNE atau Gojek. Kalau buru-buru, kalian bisa pakai Gojek. Gue suka sama packaging-nya. Plastiknya ketutup rapat dan bikin kerupuk kulit babinya nggak masuk angin. Repot kan kalau masuk angin kulit babinya harus minum Tolak angin atau dikerok. Di bungkusnya juga ada stiker gambar babi pink yang ucul bingit. Jadi, kalau kerupuk kulit babi Aroy Mak-Mak dijadiin oleh-oleh buat teman, pacar, atau keluarga, nggak bakal malu-maluin. Kalau menurut gue, kerupuk kulit babi Aroy Mak-Mak cocok juga buat dijadikan kado Valentine. Kesannya unyu, sweet gimana gitu mentang-mentang stikernya warna pink. Hihihi… Isinya juga nggak kalah ucul jika dibandingkan dengan packaging-nya. Ada yang lurus sampai keriting. Karena packaging-nya sempurna, kualitas kerupuk kulit babinya juga tetap terjaga dengan baik, apalagi kerupuk kulit babi ini emang sengaja dibuat secara homemade. Jadi, nggak perlu khawatir teksturnya bakal berubah atau terasa alot. Pas gue makan, rasanya enak bingit! Nggak kurang asin atau terlalu asin. Gurih dan garingnya juga pas. Sekali makan nggak mau berhenti, padahal makannya...

Kelasi: Makan Es Krim dalam Batok Kelapa

By on Apr 11, 2016 in Diary, Food Porn

Menjelang musim panas yang sudah menusuk kolbu, alangkah baiknya kita makan es krim kelapa. Biar nggak biasa, makan es krimnya harus pakai batok kelapa, dong. Sukur-sukur berasa kayak lagi liburan di Bangkok. Makanya, hari Minggu kemarin gue sama Kak RG main ke Kelasi, Mal Kelapa Gading. Tempatnya kecil dan nggak luas, jadi kita nggak bisa nongkrong lama-lama di sini, tapi suasananya homey. Mungkin karena interiornya dibuat lucu. Lumayan buat bagus-bagusin feed Instagram. Kelasi merupakan kependekan dari kelapa isi. Jadi, es krim kelapa di sini disajikan di dalam batok kelapa dan ditambahkan berbagai macam toping. Kalian bisa milih berbagai macam menu es krim batok kelapa di sana. Bahkan, kalian bisa kreasiin sendiri pengin makan es krim kelapa sama toping apa aja. Jika pengin pesan minuman, kalian bisa pesan minuman ini. Gue pesan Choco Boat (Rp 28 ribu) dengan tambahan toping mochi berry (Rp 5 ribu). Choco Boat ini isinya ada es krim kelapa, sticky rice, dan peanuts yang tentu aja disajikan di dalam batok kelapa. Penampilannya tentu aja cantik bingit. Bolehlah buat penuh-penuhin hashtag #foodporn Instagram kalian. Gue sih suka banget sama menu pilihan gue yang ini. Soalnya, perpaduan antara es krim kelapa, parutan kelapa dari batok kelapa, ketan hitam, dan kacang-kacangan cocok banget. Ditambahin toping mochi berry juga masih nyambung. Manisnya pas, nggak berlebihan. Isi topingnya juga nggak berlebihan. Kalian cuma perlu hati-hati aja pas makan mochinya. Soalnya, ada serbuk tepungnya. Kalau kehirup, bisa batuk-batuk. Tapi, batuk-batuknya nggak sampai TBC, kok. Tenang aja. Sementara itu, Kak RG pilih menu Choco Cruise (Rp 35 ribu) dengan tambahan toping mochi berry (Rp 5 ribu) dan mochi melon (Rp 5 ribu). Choco Cruise itu lebih meriah daripada Choco Boat yang gue pesan. Karena, menu ini terdiri dari es krim kelapa, choco candy, choco stick, milo balls, choco sauce, dan regal. Penampakan Choco...

Minum Es Kopi Vietnam Bareng Kak Uung di Olivier, yuk!

By on Feb 9, 2016 in Diary, Food Porn

Weekend kemarin (dua hari sebelum Shincia), gue ajak Kak RG ngopi-ngopi cantik di Olivier, Grand Indonesia dalam rangka cobain es kopi Vietnam yang lagi hits itu. Pastinya, Kak RG sudah baca blog gue sebelumya yang juga berhubungan dengan kopi, yaitu blog Gue Ngerti Perasaan Jessica Wongso. Gue bingung deh, meskipun dia sudah baca, tapi dia sama sekali nggak ngeri atau takut diracuni. Kalau dia tenang-tenang aja, gue kan jadi nggak tega buat kasih racun. Upsss… Lalu, mampirlah kami ke Grand Indonesia pagi-pagi buta sekali, yaitu jam 11 pagi. Eh, kalau dipikir-pikir nggak pagi-pagi buta amat, ya! Soalnya jam segitu mal sudah buka, kok. Tapi, tetap aja terlalu pagi buat perempuan yang pernah jadi kalong kayak gue. Kami sengaja datang pagi-pagi soalnya banyak yang bilang tempatnya rame bingit. Antriannya panjang dan es kopi Vietnamnya cepat habis! Daripada sudah capek beli tiket pesawat murah di pegipegi.com cuma buat main ke Grand Indonesia, tapi nggak bisa minum kopi fenomenal itu, gue mendingan berkorban dengan cara bangun pagi! Abis gue upload foto itu di media sosial, orang-orang bilang baju gue bagus dong. Hahaha… Duh, jadi seneng. Okelah, lupakan pujian sesa(a)t itu. Marilah kita fokus minum es kopi Vietnam. Begitu masuk ke sana, kami minta duduk di ruangan non smoking room. Karena, gue kan nggak suka merokok. Sukanya jualan rokok. Si mbak-mbak PR Olivier pun mengantarkan kami ke ruangan outdoor yang merupakan non smoking room. Ruangannya asri, indah, elegan, dan sedikit hangat karena sudah mau siang. Lumayan buat bikin badan jadi agak tan. Kalau ruangan smoking room-nya (in door) kayak begini. Dan, inilah saat yang ditunggu-tunggu! Karena, es kopi Vietnam gue akhirnya datang juga. Bentuk es kopinya, wah, menggoda abis! Rasanya pengin gue bawa pulang dripper-nya buat dijual lagi di Asemka. Kalian tinggal nungguin kopinya jatuh ke gelas. Nunggunya nggak lama, kok. Cuma tiga tahun. Makanya kopi ini...

Endorphin: Kafe di Kemanggisan dengan Harga Mahasiswa

By on Jan 27, 2016 in Diary, Food Porn

Beberapa waktu lalu, gue, Peggy, dan Kak RG mampir ke kafe Cik Selphie Usagi buat review makanan di sana. Kebetulan banget, letak kafenya di Kemanggisan dan dekat sama kantor gue (Kebon Jeruk). Meskipun gue sudah jadi preman di kawasan Kebon Jeruk, tapi jujur aja gue kurang menguasai jalan di Kebon Jeruk, Kemanggisan, dan sekitarnya. Kalau kata Cik Selphie, kafenya dekat banget sama kampus BiNus. Waktu gue dengar kampus BiNus, gue langsung tercengang, padahal gue nggak pernah kuliah di sana. Gue langsung sadar kenapa gue tercengang. Soalnya… ehmm, bilang nggak, ya? OH, YA! Soalnya, hopeng gue si Alen dulu kuliah di sana! Gue baru inget! Hahaha… Dan ngomong-ngomong soal jalan Kemanggisan, dulu gue pernah datang ke sebuah acara di sana. Acaranya busyet deh, super duper “keren” cekalih. Di sana gue di-service dengan sangat baik. Sampai-sampai gue ketagihan isi acara di sana. Soalnya gatel pengin bully-bully acaranya lagi! Eh, ngapain gue ngomong ngelantur kayak begini, ya? Balik lagi deh ke topik kafe Cik Selphie yang namanya Endorphin. Kafe ini dibilang baru juga nggak sih, soalnya sebelumnya sudah ada Endorphin Caffeine Bar di Tanjung Duren, Jakarta Barat yang menyediakan aneka kopi. Bulan Desember 2015 kemarin, mereka buka cabang lagi di Kemanggisan dengan Endorphin Eatery & Brew yang nggak cuma jualan kopi, tapi juga jualan berbagai macam makanan dan minuman dengan konsep eastern dan western yang cocok untuk anak muda. Tempat dan dekorasinya juga anak muda banget. Cocok banget buat makan enak sekaligus nongkrong! Apalagi di sana juga ada fasilitas Wi-Fi gratis. Jadi, kafe ini memang konsepnya Jakarta Selatan banget, meskipun lokasinya di Jakarta Barat. Kelihatan dari tempat dan menu-menu yang ditawarkan. Tapi, harganya super terjangkau. Harga mahasiswa banget! Lalu, makanan dan minuman apa aja yang kami pesan? 1. Macaroni Blackpaper Mushroom     Bisa dibilang, ini adalah menu yang cocok untuk vegetarian soalnya nggak mengandung daging sama sekali. Hidangan ini...

Enoshima: Kuliner Bandung Super Laknat

By on Jan 23, 2016 in Diary, Food Porn

Sudah dengar kan kisah gue jadi pembicara di The Pink Road Show dengan tema “The Blessings of Being Single”? Abis kelar dari acara itu, gue, Maeya, dan kawan-kawan mampir ke restonya sepupu Maeya. Nama restonya Enoshima. Namanya kok berbau Jepang, ya? Tentu. Soalnya, kata “Enoshima” sendiri berasal nama pulau kecil yang terletak di Kanagawa, sebelah selatan Tokyo yang terhubung oleh jembatan sepanjang 600 meter. Penduduk Tokyo dan Yokohama yang sudah merasa penat dengan kesibukan mereka, gedung-gedung pencakar langit, dan kemacetan, biasanya mereka singgah ke Enoshima yang memiliki suasana mirip Hawaii. Jadi, kalau kalian makan di Enoshima, kalian bakal merasa sedang makan di Hawaii dengan menu istimewa. Gue suka sih interior dan suasana di sana. Tempatnya instagenic banget, cozy, dan homy. Waktu kami dijamu di sana, Maeya kasih makanan banyak banget! Gue sampai nggak bisa berkata apa-apa. Hahaha… Cuma bisa bilang, “LAKNAT” banget nih menu! Sudah enak, banyak pula! Apa aja yang gue makan di sana? 1. Enoshima Big Breaky (Rp 50 Ribu)   Ini adalah menu breakfast paling best seller di Enoshima. Kalian bisa merasakan menu breakfast ala raja dan ratu jika memesan menu ini karena isinya lengkap. Ada sosis, ham, roti, baked bean, kentang, coleslaw, dan telur setengah matang. Telor setengah matangnya meleleh di mulut ketika dimakan. Cocok dimakan bersama rotinya yang agak keras karena dipanggang. Bahan-bahan lainnya seperti sosis, baked bean, kentang, dan coleslaw-nya juga turut bikin menu ini makin terasa yummy! Menu breakfast ini sangat mengenyangkan. Jika kamu nggak mau makan pagi terlalu banyak, kamu bisa bagi dua dengan teman kalian.   2. Combo Platter (Rp 45 Ribu)   Pengin makan camilan yang super lengkap? Kalian bisa mencoba menu combo platter yang best seller ini! Isinya ada sayap ayam, jamur, poprock chicken, dan kentang goreng. Sayap ayamnya nggak cuma digoreng seperti biasanya tapi juga dilumuri saos...

Page 7 of 10« First...56789...Last »
Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy