FacebookTwitter
Page 5 of 9« First...34567...Last »

Makan Lobster Murah Meriah di Loobie Lobster & Shrimps!

By on Jun 19, 2016 in Diary, Food Porn

Sebenarnya, gue sama Kak RG pengin banget makan daging sapi suci di Holycow!, Kebun Jeruk. Soalnya, kami pengin banget mendukung resto ini supaya tetap semangat! Tahu sendiri kan, soal kasus cicak dalam es krim Misu (es krim di Holycow!) yang heboh beberapa waktu lalu? Gara-gara ulah perempuan bangkai yang cari sensasi soal cicak tersebut, Holycow! jadi memutuskan kontrak dengan Misu. Karena merasa bersalah, Misu pun tutup usaha. Awalnya, gue merasa simpati sama perempuan yang hampir makan mayat cicak, tapi begitu gue baca komentar dari Mbak-mbak di Facebook yang kalian bisa baca di sini, gue jadi nggak simpati sama perempuan bangkai itu. Gue jadi kesal sendiri soalnya gue nggak bisa lagi makan es krim Misu yang menurut gue enak bingit! Sayangnya, begitu datang ke sana, tempatnya ramai banget! Ramainya udah kayak lagi antre naik haji! Maklum aja sih, soalnya emang lagi bulan puasa jadi semua orang mendadak kelaparan. Gue aja yang nggak puasa bisa kelaparan, gimana yang puasa coba? Karena sebelahnya (Loobie Lobster & Shrimps) sepi, ya udah deh kami ke sana aja. Karena masih satu perusahaan sama Holycow! dan gue pernah makan di sana, gue pun nggak ragu buat mampir lagi ke sana. Apalagi, rasanya emang enak. Pertama kali gue ke Loobie Lobster & Shrimps udah cukup lama, kira-kira awal 2014. Gue jarang ke sana soalnya lokasinya jauh dari rumah, yaitu di Senopati, Jakarta Selatan. Gue seneng sih, soalnya Loobie Lobster & Shrimps ada juga di Kebun Jeruk dan dekat banget sama kantor gue. Waktu itu, gue belum bikin blog soal Loobie Lobster & Shrimps karena belum punya blog. Ya udah, sekarang saatnya gue review soal kedai lobster yang satu ini. Kayak yang tadi gue bilang, letaknya sebelahan bingit sama Holycow!, jadi penampakan di bagian luarnya kayak begini. Ruangan indoor-nya nggak terlalu besar, tapi nyaman dan cozy. Dekorasinya juga...

Pengalaman Gue Makan Bareng Kucing di The Cat Cabin!

By on Jun 19, 2016 in Diary, Food Porn

Kayaknya, makan bareng pacar, gebetan, teman, atau keluarga udah mainstream banget dan terdengar membosankan. Gimana nggak bosan, kalau pas makan bareng, semuanya malah fokus sama hape masing-masing. Nggak heran jika saat ini banyak orang yang lebih pengin makan atau ngobrol bareng binatang peliharaan, seperti kucing atau anjing. Soalnya, kucing atau anjing nggak bisa main hape. Malahan lebih enak diajak ngobrol daripada manusia. Sayangnya, nggak semua orang bisa punya binatang peliharaan di rumah. Contohnya gue. Buat kasih makan ke diri sendiri aja susah, nyalon aja jarang, boro-boro pelihara anjing atau kucing. Kalau gue punya anjing atau kucing, bisa-bisa mereka makan dan nyalon lebih sering daripada gue. Eh, apa gue pelihara anjing aja, ya, kali-kali gue jadi lebih gampang diet! Untuk mengatasi depresi karena nggak bisa pelihara anjing atau kucing, nggak heran jika sekarang ini muncul banyak resto yang menyediakan banyak kucing di dalamnya supaya pengunjung bisa makan sambil bermain dengan kucing-kucing tersebut. Lumayan deh, bisa main sama kucing selama 1 – 2 jam, meskipun nggak bisa memiliki. Sama kayak cinta yang kata orang, nggak selalu harus memiliki. Omongan gue kayak lagi keselek buku puisinya Chairil Anwar. Udah ah, lanjut lagi soal resto kucing! Beberapa hari yang lalu, gue sama Kak RG nggak sengaja mampir ke The Cat Cabin di daerah Pesanggrahan. Itu lho, yang deket banget sama New York, lurus dikit. Yang bikin gue kagum adalah tempatnya luas, cozy, nyaman, dingin, colorful, dan bikin betah! Udah gitu, Mas-mas yang masakin makanan semuanya cakep kayak Lee Min Ho! Kalau kalian datang ke sana, dijamin bakal senang bingit, soalnya makanannya banyak, lengkap, dan enak! Bisa pilih sendiri mau dibakar atau digoreng! Udah nggak perlu dijelasin lagi kan nama makanannya apaan? Yang jelas bukan daging atau jeroan kucing, Kak! Harganya jelas murah meriah. Per tusuknya cuma sekitar seribu sampai tiga ribu rupiah. Paling...

Cari Steak di Mal Susahnya Kayak Cari Jodoh

By on May 30, 2016 in Diary, Food Porn

Sejak kerja di pegipegi.com, rumah ketiga gue adalah Lippo Mall Puri. Jadi, jangan heran jika kalian sering lihat Kak Uung ada di Lippo Mall Puri lagi nongkrong atau cuci mata. Dan setiap kali gue lewatin depan Lippo Mall Puri, pasti gue melihat ada tulisan Outback Steakhouse yang mentereng ngejreng warna merah. Setiap kali lihat tulisan itu, bawaannya pasti pengin makan steak. Karena, Outback Steakhouse memang toko steak, bukan toko kerajinan tangan. Tapi, begitu masuk ke dalam, hasrat ingin makan steak hilang begitu aja dan gue malah makan yang lain. Soalnya, setiap kali masuk ke dalam, gue nggak pernah melihat ada pintu masuk Outback Steakhouse sama sekali. Tanggal 25 Mei kemarin, bertepatan dengan ultah gue, gue dan Kak RG bertekad untuk makan di sana. Jangan sampai tergoda sama resto lain yang lebih mudah ditemukan! Ternyata, letak Outback Steakhouse memang agak menjorok di ujung sana dan agak ribet waktu nyari pintu masuknya. Coba kalau bisa masuk dari jendela depan, kan lebih enak! Begitu masuk, kalian harus cari ekskalator yang ada di samping atrium, lalu lihat ke kanan, baru deh ketemu tulisan Outback Steakhouse warna merah. Perjalanan menemukan Outback Steakhouse memang berat. Seberat perjalanan Sun Go Kong dan kawan-kawan menemukan kitab suci di barat! Atau bisa juga dibilang, kayak mencari jodoh. Sebenarnya udah ada di depan mata, tapi kok nggak berasa bahwa orang itu sebenarnya jodoh kita? Nah, lho! Itu karena kita juga butuh kepekaan saat menemukan jodoh sama kayak saat cari kedai steak di mal. Menurut pengamatan Kak Uung, suasana interior Outback Steakhouse mirip kedai steak pada umumnya. Cozy dan nyaman, tapi jadul, apalagi ruangannya emang remang-remang. Menu-menu yang Kak Uung dan Kak RG pesan adalah: 1. Ribeye 8 oz (226.796 gram) Harganya Rp 282.900 dengan tambahan kentang goreng dan jagung gratis. Gue minta dimasak well done (mateng banget) supaya terhindar...

Hidup Sehat dengan BON Homemade Granola

By on Apr 24, 2016 in Diary, Food Porn, Review Produk

Gue punya temen namanya Hendry Lam. Body fat-nya cuma 9%. Dengan kata lain, body-nya ideal banget untuk ukuran cowok dan tentu aja perutnya six pack tak terkendali. Kalian tahu sendiri kan susahnya bikin perut six pack! Lebih susah bikin perut six pack ketimbang bikin seribu candi untuk gebetan. Pastinya, tubuh ideal kak Hendry nggak lepas dari kerja kerasnya selama ini. Selain rajin berkunjung ke tempat gym. doi juga rajin makan makanan sehat a.k.a eat clean dari hari Senin sampai Kamis. Cheating-nya cuma dari hari Jumat sampai Minggu. Cheating sekalian nge-date katanya. Salah satu makanan sehat yang kak Hendry konsumsi adalah granola. Saking cintanya doi sama granola, doi pun bikin bisnis homemade granola dengan nama BON Homemade Granola bareng kak Nani Fernandez. BON Homemade Granola produksi kak Hendry terbuat dari campuran rolled oats, kacang almond yang sudah dihancurkan, biji sunflower, biji pumpkin, kismis, madu, dan bahan makanan sehat lainnya. Lengkap banget kan isinya! Dengan kata lain, kalian nggak perlu beli bahan-bahan makanan sehat secara terpisah. Biaya makan sehat pun jadi lebih murah. Packaging BON Homemade Granola seperti ini. Ada yang 250 gram dan 70 gram. Buat melindungi granola supaya tetap fresh, kak Hendry pakai zipper bag supaya granola lebih gampang disimpan kembali dan nggak masuk angin. Buat yang belum pernah lihat bentuk granola, kayak begini bentuknya. Sekilas, campuran bahan granolanya terlihat sama semua, tapi kalau diperhatikan lebih lagi, komposisi bahannya seimbang banget, lho. Baik itu rolled oats, biji pumpkin, biji sunflower, kismis, almond, dan lain-lain, semuanya ada di setiap comotan. Nggak kayak granola merk lain yang lebih banyak rolled oats-nya, sedangkan bahan lain cuma dikasih seiprit. Kalau nggak percaya, nih buktinya. Cara makannya gampang banget. Tinggal dicomot, terus dimasukin ke mulut. Rasanya enak banget! Nggak hambar kayak makanan sehat pada umumnya. Soalnya, ada campuran madu dan kismis yang bikin granola...

Aroy Mak Mak: Kerupuk Kulit Babi Homemade

By on Apr 17, 2016 in Diary, Food Porn, Review Produk

Aroy Mak Mak di sini artinya bukan emak-emak atau ibu-ibu, tapi  artinya enak banget dalam bahasa Thailand. Temen gue, si engkoh-engkoh bernama Andry Ho pakai nama itu buat dijadiin brand kerupuk kulit babinya. Karena Koh Andry sangat baik hati dan tidak sombong, doi pun endorse gue kerupuk kulit babi Aroy Mak Mak. Gue sih seneng banget di-endorse kerupuk kulit babi soalnya kulit yang enak bukan cuma kulit ayam, tapi juga kulit babi. Dengan munculnya Aroy Mak Mak, tentu aja kalian nggak perlu repot-repot cari kerupuk kulit babi sampai ke Bali. Kalian tahu nggak, kenapa kita harus makan kerupuk kulit babi? Karena makan kerupuk kulit babi lebih baik daripada jadi koruptor. Hahaha… Kalau nggak percaya, tanya aja sama engkong Soekarno. Lalu, sampailah berbungkus-bungkus kerupuk kulit babi Aroy Mak-Mak di rumah gue. Soal proses pengiriman, kalian bisa pilih sendiri, mau pakai paket JNE atau Gojek. Kalau buru-buru, kalian bisa pakai Gojek. Gue suka sama packaging-nya. Plastiknya ketutup rapat dan bikin kerupuk kulit babinya nggak masuk angin. Repot kan kalau masuk angin kulit babinya harus minum Tolak angin atau dikerok. Di bungkusnya juga ada stiker gambar babi pink yang ucul bingit. Jadi, kalau kerupuk kulit babi Aroy Mak-Mak dijadiin oleh-oleh buat teman, pacar, atau keluarga, nggak bakal malu-maluin. Kalau menurut gue, kerupuk kulit babi Aroy Mak-Mak cocok juga buat dijadikan kado Valentine. Kesannya unyu, sweet gimana gitu mentang-mentang stikernya warna pink. Hihihi… Isinya juga nggak kalah ucul jika dibandingkan dengan packaging-nya. Ada yang lurus sampai keriting. Karena packaging-nya sempurna, kualitas kerupuk kulit babinya juga tetap terjaga dengan baik, apalagi kerupuk kulit babi ini emang sengaja dibuat secara homemade. Jadi, nggak perlu khawatir teksturnya bakal berubah atau terasa alot. Pas gue makan, rasanya enak bingit! Nggak kurang asin atau terlalu asin. Gurih dan garingnya juga pas. Sekali makan nggak mau berhenti, padahal makannya...

Kelasi: Makan Es Krim dalam Batok Kelapa

By on Apr 11, 2016 in Diary, Food Porn

Menjelang musim panas yang sudah menusuk kolbu, alangkah baiknya kita makan es krim kelapa. Biar nggak biasa, makan es krimnya harus pakai batok kelapa, dong. Sukur-sukur berasa kayak lagi liburan di Bangkok. Makanya, hari Minggu kemarin gue sama Kak RG main ke Kelasi, Mal Kelapa Gading. Tempatnya kecil dan nggak luas, jadi kita nggak bisa nongkrong lama-lama di sini, tapi suasananya homey. Mungkin karena interiornya dibuat lucu. Lumayan buat bagus-bagusin feed Instagram. Kelasi merupakan kependekan dari kelapa isi. Jadi, es krim kelapa di sini disajikan di dalam batok kelapa dan ditambahkan berbagai macam toping. Kalian bisa milih berbagai macam menu es krim batok kelapa di sana. Bahkan, kalian bisa kreasiin sendiri pengin makan es krim kelapa sama toping apa aja. Jika pengin pesan minuman, kalian bisa pesan minuman ini. Gue pesan Choco Boat (Rp 28 ribu) dengan tambahan toping mochi berry (Rp 5 ribu). Choco Boat ini isinya ada es krim kelapa, sticky rice, dan peanuts yang tentu aja disajikan di dalam batok kelapa. Penampilannya tentu aja cantik bingit. Bolehlah buat penuh-penuhin hashtag #foodporn Instagram kalian. Gue sih suka banget sama menu pilihan gue yang ini. Soalnya, perpaduan antara es krim kelapa, parutan kelapa dari batok kelapa, ketan hitam, dan kacang-kacangan cocok banget. Ditambahin toping mochi berry juga masih nyambung. Manisnya pas, nggak berlebihan. Isi topingnya juga nggak berlebihan. Kalian cuma perlu hati-hati aja pas makan mochinya. Soalnya, ada serbuk tepungnya. Kalau kehirup, bisa batuk-batuk. Tapi, batuk-batuknya nggak sampai TBC, kok. Tenang aja. Sementara itu, Kak RG pilih menu Choco Cruise (Rp 35 ribu) dengan tambahan toping mochi berry (Rp 5 ribu) dan mochi melon (Rp 5 ribu). Choco Cruise itu lebih meriah daripada Choco Boat yang gue pesan. Karena, menu ini terdiri dari es krim kelapa, choco candy, choco stick, milo balls, choco sauce, dan regal. Penampakan Choco...

Page 5 of 9« First...34567...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy