FacebookTwitter
Page 4 of 10« First...23456...10...Last »

Resep Daging Burger Sapi

By on Mar 26, 2017 in Diary, Food Porn

Kalau kalian googling soal bahaya makan burger, pastinya bakal keluar banyak artikel mengenai hal tersebut. Padahal, makan burger boleh-boleh aja lho sebenarnya. Jika pengin makan burger secara sehat dan aman, mendingan coba bikin sendiri aja, seperti yang Kak Uung lakukan. Lebih sehat karena nggak pakai MSG dan bahan pengawet, juga lebih enak karena bahannya full daging sapi, bukan pakai tepung. Dan yang lebih penting, dibuat dengan penuh cinta dan kasih sayang. Hasseeekkkk! Langsung aja yuk, intip resep daging burger sapinya! Bahan: 500 gram daging sapi cincang (yang di gambar nggak sampai 500 gram) 1/2 butir bawang bombay 2 siung bawang putih 1 tangkai daun bawang Garam secukupnya Gula secukupnya (gue pakai gula Tropicana Slim) 1 butir telur Cara membuat: Cincang kasar bawang bombay dan bawang putih. Tumis keduanya dengan minyak goreng atau mentega hingga harum. Letakkan daging di wadah, masukan garam, gula, tumisan bawang bombay dan bawang putih, dan telur ayam yang sudah dikocok. Ulek adonan hingga merata. Paling kece sih aduk pakai tangan hingga 10 menit. Kemudian bentuk adonan mirip daging burger. Jangan terlalu tipis atau tebal. Yang sedang-sedang aja, Cuy! Rata-rata sih, porsinya bisa buat 10 orang. Kalau nggak pengin goreng semuanya, sisa adonan bisa disimpan di freezer. Kalian bisa menyajikan daging burger sapi dengan roti, telur, atau keju. Makan pakai Indomie juga boleh. Suka-suka lo deh, Say. Resepnya dicontek dari sini dengan sedikit perubahan. Gampang bingit kan cara buatnya? Enaknya lagi, resepnya bisa dipakai semua orang karena halal a.k.a tidak pakai pork atau lemak babi. Sekian sudah resep Kak Uung yang satu ini. Selamat mencoba! Foto:...

Resep Swedish Meatball Ala IKEA

By on Mar 23, 2017 in Diary, Food Porn

Kalian sudah tahu kan bahwa Kak Uung sekarang sudah rajin memasak? Karena adanya permintaan netizen yang ingin agar gue share soal resep, kali ini blog gue bakal bahas resep. Ini adalah blog resep gue yang pertama. Jadi maklumin aja, ya, kalau tidak sempurna. Karena, kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Resepnya nggak original sih, karena nyontek dari tempat lain. Namanya juga baru belajar jadi nggak apa-apa dong nyontek asal ngaku. Meskipun nyontek, tapi resepnya gue bedain sedikit. Disesuaikan dengan kondisi bahan dan mood. Resep masakan yang ingin gue share kali ini adalah Swedish Meatball ala IKEA. Tahu kan bakso yang terkenal di IKEA itu? Ternyata cukup banyak yang bikin resepnya, jadi bisa gue contek. Sebelumnya, gue share dulu, ya, hasil akhirnya. Yang pasti, bahannya halal a.k.a no pork dan nggak pakai minyak babi. Bahan bakso: 200 gram daging ayam giling 200 gram daging sapi giling 2 sendok makan tepung maizena 2 lembar roti tawar kupas disobek-sobek 1/2 bawang bombay cincang 3 siung bawang putih 1/2 sendok makan oregano bubuk 1/2 sendok makan garam 1 sendok makan gula (gue pakai gula tropicana slim buat orang diabetes 1 bungkus kecil) Bahan saus: 125 ml susu cair 1 sendok makan saus tiram 1/2 sendok makan kecap inggris 1 sendok makan saus tomat 1/2 sendok makan lada hitam bubuk 1 sendok makan tepung maizena Bahan Fried Potato Wedges: 4-5 buah kentang Air dan garam untuk merendam kentang Tepung Kobe Cara membuat: Bakso: Campur semua bahan bakso di sebuah wadah. Aduk hingga merata kurang lebih selama 10 menit. Paling enak sih aduknya pakai tangan aja. Lalu adonan dibuat bentuk bulat sesuai selera lalu kukus selama 10 menit. Setelah uap panas hilang, masukan kulkas sebentar agar adonan bakso menjadi kenyal. Kalau gue sih gue diemin semalaman. Hahaha… Lalu keesokan harinya baru deh digoreng hingga...

Dulu Jadi Juri Lomba Masak, Sekarang Jago Masak!

By on Mar 19, 2017 in Diary, Food Porn

Hilluuuw! Selamat malam semua! Udah lama nggak baca blog dari Kak Uung, ya? Maklum aja, ya, soalnya sejak jadi istri orang, Kak Uung sibuk bingit hingga sulit membagi waktu. Untuk mengumpulkan semangat ngeblog lagi aja, butuh niat sebulat bakso abang-abang. Akhirnya, niat ngeblog kembali pun terkumpul di malam ini. Buat yang udah ngorok, pastinya kalian baca blog yang tidak berguna ini di pagi atau siang hari. Kak Uung pengin ngedongeng soal perubahan yang dialami sejak jadi istri pejabat, eh istri orang maksudnya. Lebih tepatnya, soon to be istri pejabat. Amin. Perubahan yang gue alami adalah gue udah bisa masak! HAHAHA… Sejak gue dalam kandung, dilahirkan, lalu jadi balita, anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga tua bangka seperti sekarang, gue sama sekali nggak pernah kepikiran untuk BISA memasak. Waktu kecil, gue buka kompor aja nggak berani karena takut meledak dan melukai kulit wajah gue yang halus bak dubur bayi. Waktu bisa nyalain kompor, gue cuma bisa masak air, Indomie, dan telur ceplok atau dadar. Masak nasi aja nggak bisa. Meski nggak bisa masak, tapi hidup gue nggak hampa-hampa amat kok, karena gue bisa jadi juara lomba makan. Prestasi lomba makan gue bisa dilihat di buku Happy Tummy! Tahun 2016 kemarin, gue juga sempat jadi juri lomba makan di acara Kompetisi Mie Warisan Nusantara 13th Jakarta Fashion Food. Membanggakan bukan? Tuh lihat sendiri kan, ada nama Kak Uung jadi juri. Hahaha… Ketika gue dinobatkan sebagai juri, banyak netizen yang protes. Soalnya, gue nggak bisa masak. Gini deh, sekarang gue mau tanya, buat menilai suatu lagu bagus atau nggak, kalian harus jadi penyanyi dulu nggak? Tentu tidak! Hahaha… Sama aja kayak gue yang nggak bisa masak, tapi gue bisa menilai makanan enak atau nggak. Karena, gue suka banget makan, Cuy! Bahkan, temen pun bisa gue makan, kalau mau. Hampir setahun yang lalu gue...

Kak Uung Nekat Menyantap Indomie Sebelum Menikah

By on Jan 9, 2017 in Diary, Food Porn

Masih ingat kan dengan cerita soal pesta lajang Kak Uung yang terjadi pada tanggal 11-12 Desember 2016? Ketika pesta lajang kemarin, gue nggak cuma makan kue yang bentuknya tidak senonoh, tapi gue juga makan Indomie. Betapa nekatnya gue makan Indomie waktu itu, padahal beberapa hari lagi mau nikah. Jelas-jelas Indomie bisa bikin badan melar dengan mudahnya, semudah membalikan telapak tangan. Karena gue menginap di Hariston Hotel & Suites yang berlokasi di kawasan Pluit, ya udah deh, gue makan Indomie di Warung Sinsa yang terbilang cukup dekat dari sana (jalan Pluit Karang No. 23, Blok A8, Jakarta Utara). Entah kenapa gue pengin banget makan Indomie, padahal jelas-jelas Indomie itu bisa dimasak sendiri di rumah. Udah gitu harganya udah pasti lebih mahal kalau beli di resto, kedai, atau kafe. Yang bikin gue penasaran sama Warung Sinsa adalah konsep Indomie mereka adalah mie Korea. Meskipun gue nggak suka nonton The Legend of the Blue Sea yang dibintangi oleh Lee Min Ho, tapi gue lumayan suka sama makanan Korea. Ya udah deh, akhirnya gue, Susi, dan Mastini berkunjung ke Warung Sinsa. Cuma bertiga tanpa Hellen soalnya Hellen lagi pacaran dulu di tempat lain. Ucul juga kan tempatnya! Warna yang dominan di sana adalah kuning, persis kayak baju yang gue pakai! Selain itu, interiornya juga unik dan bikin kita betah berlama-lama di sana. Kenapa di temboknya banyak coretan? Soalnya, pelanggan boleh kasih testimoni di sana. Kalau mau modus, kalian malah bisa tulis informasi tentang diri sendiri, seperti akun IG sampai nomor handphone. Kali-kali ada yang kecantol. Sayangnya, sampai kamu keluar dari sana, kami sama sekali nggak dikasih spidol buat tulis testimoni. Mungkin gara-gara temboknya udah penuh sama orang-orang bermodal dusta (modus)! Malam itu, kami pesan paket Indomie yang aduhai bingit. Gue pesan menu Indomie Goreng + Pork Set (Rp 48 ribu). Isi menu ini...

Makan Cantik di Terminal Bus Wrap & Rolls, Pantai Indah Kapuk!

By on Nov 22, 2016 in Diary, Food Porn

Hilluw teman-teman semuanya. Maafkan Kak Uung yang jarang nge-blog karena sibuk menyiapkan royal wedding ala Kerajaan Inggris. Kali ini, gue dan Kak RG mau mengajak kalian buat makan-makan cantik di Wrap & Rolls, Crown Golf Boulevard No. 116, Pantai Indah Kapuk (PIK). Lokasinya masih sederetan dengan 7 Shao Kao. Sebenarnya, tempat makan ini udah hits dari awal tahun 2016, tapi gue baru sempat ke sana pas weekend kemarin. Ya, nggak apa-apa deh, daripada pas datang rame bingit kayak mau antre gaji. Mendingan tunggu agak sepian biar bisa makan dengan nyaman. Begitu sampai ke sana, siapa pun pasti bakal langsung terpesona dengan tempatnya yang ucul. Soalnya, resto ini dibuat seperti terminal bus. Boleh kan, kalau gue mau bahas dress biru yang gue pakai? Gue suka banget sama dress tersebut. Bahannya adem dan nyaman di badan, juga bisa di-setting sesuai dengan ukuran badan karena ada pita di belakangnya. Jadi, segendut apa pun badan kalian, dress ini masih bisa dipakai. Gue beli dress ini di online shop Valentina & Mecca. Kalau mau lihat koleksi lainnya, bisa langsung capcus ke Instagram vmthelabel. Lalu, tak lupa Kak Uung masuk ke dalam Wrap & Rolls. Begitu masuk ke dalamnya, suasana terminal bus makin terasa. Ucul bingit kayak terminal bus di luar negeri. Sebelum lanjut foto-foto, jangan lupa untuk pesan makanan dulu di kasir. Menu di sana nggak terlalu banyak dan porsinya terlihat kecil. Kayaknya emang cuma buat ngemil cantik kali, ya. Seolah-olah cuma buat ganjel perut pas lagi nunggu bus datang. Hihihi… Btw, itu pintu lift dan toilet di belakang gue emang benar-benar berfungsi. Lift-nya bisa dipakai buat ke atas dan ke bawah. Sementara, toiletnya bisa dipakai untuk pipis dan boker. Ya iyalah, masa toilet dipakai buat tidur? Buat makan di sana, kalian bisa pilih, mau makan di atas atau di bawah. Kalau makan di...

Review Sukiya, Mal Of Indonesia (MOI), Kelapa Gading

By on Nov 12, 2016 in Diary, Food Porn

Di blog Kepincut Muka Seram Ceweknya Agus, Kak Uung janji mau cerita soal pengalaman horor lainnya. Ehm, mungkin inilah saat yang tepat untuk cerita yang seram-seram. Jadi, ceritanya gini. Gue udah sering lewatin Sukiya di rumah ketiga gue (Lippo Mal Puri), tapi selalu nggak nafsu buat makan di sana. Nggak tahu kenapa, mungkin karena nafsu makan Kak Uung sudah menurun. Namun, keadaan berbeda ketika gue lagi jalan sama Kak RG ke Mal Of Indonesia (MOI), Kelapa Gading. Pas lewatin depan Sukiya di sana, spontan gue langsung pengin makan di sana. Apa karena peletnya lebih kuat? Nggak juga, sih. Lebih tepatnya karena tempatnya jauh lebih ramai. Apalagi, kebetulan waktu itu lagi weekend. Kami pun berharap agar makanan di Sukiya nggak mengecewakan. Kak Uung memang tidak suka dengan suara cewek Jepang yang centil dan cempreng, apalagi sama lagu Jepang dan anime. Kuping Kak Uung bisa gatal-gatal tak terkira hingga keluar paku. Tapi, kalau soal makanan Jepang, Kak Uung tidak pernah menolak. Habisnya enak, sih. Makanya, gue mau mampir ke Sukiya yang merupakan resto Jepang. Interior Sukiya lumayan lucu sih, tempatnya juga luas dan nyaman bak resto Jepang pada umumnya. Mungkin itulah salah satu faktor yang bikin resto ini ramai. Mau nongkrong berjam-jam pun nggak masalah. Lalu, kami pun memilih makanan. Kalau dilihat di menu sih menarik semua, apalagi ada paket-paketnya. Menu yang kami pesan adalah: 1. Tokyo Ramen Gyoza Set (Rp 49.999) Termasuk murah meriah kan? Ada paket kayak begini di Jakarta dengan harga nyaris Rp 50 ribu aja. Hahaha… Ada ramen, gyoza, dan green tea. Eh, tapi pas dimakan rasanya kok standar, ya? Terutama ramennya. Kayak nothing special gitu. Cuma berasa asin. Yang paling enak dari menu ini adalah green tea-nya! Hahaha… 2. Cheese Curry ukuran reguler (Rp 32.272) Kalau menu pertama kan pesanan Kak RG. Kalau Cheese Curry adalah...

Page 4 of 10« First...23456...10...Last »
Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy