FacebookTwitter
Page 4 of 9« First...23456...Last »

Berburu Sushi Murah Meriah di Pasar MOI, Kelapa Gading

By on Aug 15, 2016 in Diary, Food Porn

Buat kalian yang nasibnya sama kayak Kak Uung, yaitu nggak pernah ke AEON Mal, tapi pengin merasakan berburu sushi murah meriah, main aja ke Pasar MOI (Mal of Indonesia), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Buat kamu yang berdomisili di Jakarta atau daerah pecinan, pastinya bakal lebih gampang ke MOI daripada ke AEON Mal kan? Apalagi, Pasar MOI lagi tren bingit di kalangan Cinko. Karena ingin jadi Cinko super gaul, gue pun sempat main ke sana bareng Kak RG sehabis pulang gereja. Untuk menuju ke sana, tentunya kalian harus datang dulu ke MOI. Lalu, langsung turun aja ke lantai paling dasar dan kalian bakal menemukan Pasar MOI yang ramai akan kedai makanan. Konsepnya mirip Pasar Santa yang hits di Jakarta Selatan. Bedanya, kalau Pasar Santa letaknya memang di pasar sungguhan, nah kalau Pasar MOI letaknya di mal. Otomatis, tempatnya lebih mewah, bersih, adem, dan nyaman, meskipun pengunjungnya ramai bingit. Saking banyaknya makanan di sana, kalian pasti bingung mau makan apaan. Tapi, mata kami langsung tertuju sama kedai sushi yang lumayan mencolok dan gede jika dibandingkan kedai lainnya. Gue langsung teringat sama kedai yang jual sushi murah meriah di AEON Mal, padahal gue nggak pernah ke sana. Cuma pernah lihat fotonya di media sosial teman-teman. Sedih bingit, ya! Cerita kayak begini nih, yang lebih sedih daripada sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS). Ini kedainya. Namanya Shigeru Japanese Fresh Deli. Bukan cuma sushi yang ditawarin di sana, tapi juga ada aneka sate tusuk Jepang, baik yang direbus, maupun yang digoreng, hidangan onigiri, dan lain-lain. Harganya dimulai dari Rp 8 ribu aja! Coba kalau mampir ke Marugame Udon, sate tusuknya nggak bakal bisa kalian dapatkan dengan harga segitu. Jadi, siap-siap aja khilaf kalau berburu sushi dan kawan-kawannya di Shigeru! Menarik bingit buat dirampok kan, Kak? Untungnya sih, gue lagi nggak terlalu lapar-lapar banget, jadi nggak pengin rampok sushi. Lebih pengin...

Pengalaman Kak Uung Jadi Artis Papan Catur

By on Aug 6, 2016 in Diary, Food Porn

Tanggal 29 Juli 2016 kemarin, Kak Uung dipanggil syuting sama Kompas TV di program Food Story yang tayang setiap hari Sabtu pukul 15.00 WIB. Kenapa gue bisa dipanggil syuting sama mereka? Karena, mereka menganggap bahwa gue adalah artis papan catur dan lebih terkenal dari Awkarin atau Kylie Jenner. Lihat aja muka gue campuran mereka banget. Rambut pirang dan berbibir tebal. Sebelumnya, gue mau cerita dulu soal gimana Kak Intan (reporter Kompas TV) menemukan gue sebagai artis bertalenta, sehingga doi sampai rela berkorban buat ajak gue syuting. Gara-gara doi lihat video gue lagi remake lagu artis terkenal di YouTube, Cuy! Nggak heran sih, soalnya suara gue bagus banget! Lebih bagus daripada suaranya Marshanda. Kalau mau lihat videonya, kalian bisa lihat di sini. Gue sangat berterima kasih kepada Adisti yang sudah mengupload video gue lagi nyanyi. Yup, dia memang fans nomor satu gue. Bisa dibilang, gue adalah artis yang punya segudang talenta. Selain mampu bernyanyi dengan ciamik dan jago main catur, gue juga bisa makan makanan pedas dengan sangat aduhai. Itulah nilai plus gue sebagai artis papan catur. Setelah baca blog ini sampai habis, kalian pasti makin ngefans sama gue. Okelah, langsung aja, yuk, bahas tujuan syuting Food Story kali ini yaitu membahas soal makan makanan pedas bersama sang host, Benu Buloe. Jadi, gue bakal berbagi soal pengalaman gue yang sering ikutan lomba makan pedas, sekaligus memang hobi makan cabai sejak masih dalam kandungan bunda. Tujuan pertama kami adalah ke kedai Indomie Abang Adek, di jalan Mandala Utara No.8 Tomang, Jakarta Barat (Belakang Roxy Square). Kenapa syutingnya di sana? Soalnya, di sana memang dikenal sebagai tempat menyiksa perut dan lambung. Kalian bisa makan cabai pakai Indomie. Cabainya bisa di-request sampai ratusan! Di sana gue disuruh ikutan lomba makan Indomie Pedas Mampus pakai cabai 100. Hahaha… Syuting lomba makannya masih lama karena...

Jadi Orang Korea Sehari di Jjigae House, Kelapa Gading!

By on Jul 25, 2016 in Diary, Food Porn

Ada beberapa hal yang bikin seseorang terlihat bagaikan orang Korea, yaitu: Suka pakai BB cream Suka nonton drama Korea Suka makan Samyang Ramen Ngefans sama Song Joong Ki Ngefans sama Song Hye Kyo Dan lain-lain Dari kelima ciri di atas, gue cuma punya dua, yaitu gue suka pakai BB cream dan suka makan Samyang Ramen. Nggak apa-apa juga, sih, kalau nggak mirip orang Korea karena gue juga nggak mau. Gue lebih suka mirip bule. Tapi, tanpa berusaha lebih keras, gue udah mirip kayak orang Korea, tuh. Setidaknya begitu kata orang-orang. Mereka bilang gue mirip Kim Jong Un. Mirip galaknya. Meskipun gue nggak pengin-pengin banget terlihat mirip Korea, tapi gue pengin banget merasakan nikmatnya Korean Hot Pot yang bentuknya instagenic itu. Soalnya, gue udah jenuh makan di warteg. Ya udah deh, weekend kemarin, gue ajak Kak RG makan di Jjigae House, Kelapa Gading. Kenapa pilih di cabang Kelapa Gading? Karena, darah nggak bisa bohong. Gue Cina, Mamen! Jadi, nggak afdol kalau nggak makan di sana. Lokasinya strategis. Kalau kalian preman Kelapa Gading, kalian bakal menemukan tempat ini dengan mudahnya. Sayangnya, tempatnya nggak terlalu gede dan cuma selantai, jadi biasanya harus antre dulu kalau ramai, Shay! Apalagi kalau datangnya pas weekend. Beuh, antrenya kayak lagi lagi antre ambil duit di Jamsostek! Meskipun ruangannya kecil, tapi tempatnya nyaman dan adem, kok. Makanan utama yang kami pesan cuma satu, kok. Satu menu doang, sih, tapi porsinya bisa dibagi-bagi buat 3-4 orang. Hahaha… Gue dan Kak RG pesan Korean Hot Pot yang sepertinya adalah menu wajib di Jjigae House. Tentu aja pilih yang berbabi, dong. Terus kuahnya pakai kuah kimchi biar lebih yahud. Seporsi Korean Hot Pot dengan daging babi dan kuah kimchi dikenakan harga Rp 94 ribu. Lumayan murah sih kalau makannya berempat. Kayak begitu penampakannya. Ada daging babi, maling, dan sayur-sayuran. Di atasnya...

Cerita Makan Malam di Rumah Paman Tjhin

By on Jul 7, 2016 in Diary, Food Porn

Kisah ini udah lama sekali terjadi. Tapi, baru sempat gue ceritakan sekarang. Seperti yang kalian udah ketahui, rumah ketiga gue udah pindah dari Grand Indonesia ke Lippo Mal Puri. Waktu main ke Lippo Mal Puri beberapa abad lalu sama Kak RG, tanpa sengaja kami terhipnotis dan mampir ke rumah Paman Tjhin lalu dsuruh masuk untuk bertamu. Untungnya, rumahnya adem dan suasananya nggak horor. Malahan sangat classy, modern, dan banyak minuman kerasnya. Nampaknya keluarga Paman Tjhin memang suka minum minuman keras. Sayangnya nggak ada Paman Tjhin di sana soalnya orangnya udah meninggal dunia. Nama rumah makan ini memang sengaja dikasih nama Uncle Tjhin Bistro oleh si pemilik untuk mengenang mendiang ayahnya yang gemar memasak. Konsep resto yang disajikan di sana adalah casual dining dengan menu-menu Asia dan western. Menu yang kami pesan di sana adalah: 1. Salmon Bacon Pizza (Rp 81 Ribu) Penampilan okelah lumayan menarik, tapi rasanya nggak terlalu aduhai. Gue nggak cobain pizza yang satu ini, sih, karena waktu itu lagi sok-sokan diet pisang, jadi nggak boleh makan karbohidrat lain, selain pisang. Kak RG bilang, pizza-nya kurang empuk, kayak kurang matang, dan agak keras gimana gitu. Padahal, isinya menari, ada salmon dan bacon. 2. Striploin Steak (Rp 125 Ribu) Striploin adalah potongan daging bagian belakang sapi. Gue sengaja pesan menu ini soalnya kalau diet pisang boleh makan daging dan lemak. Rasanya biasa aja, sih. Nggak ada yang istimewa. Lebih enak daging “sapi suci” ke mana-mana. Hahaha… 3. Sup Buntut (Rp 95 Ribu) Kalau menu yang ini sih, gue cuma makan daging buntutnya soalnya kan nggak boleh makan nasi, apalagi makan tulang buntutnya. Menurut gue, menu ini bisa dibilang yang paling lumayan rasanya ketimbang dua menu sebelumnya. Rasa sup buntutnya lumayan enak dan kuahnya segar. Bumbunya juga berasa! Kekurangannya adalah kurang banyak dagingnya. Dari pengalaman gue pertama kali makan...

Happy 2nd Blogging Anniversary, mariskatracy.com!

By on Jul 2, 2016 in Diary, Food Porn

Tanggal 28 Juni 2016 kemarin adalah hari ulang tahun kedua blog gue. Tapi, baru sempat dirayain hari Sabtu, 2 Juli 2016. Karena, sudah sewajarnya ulang tahun dirayakan hari Sabtu. Kata orang Cina, kita bisa mendapatkan hoki berkali-kali lipat jika merayakan ulang tahun pas hari Sabtu. Makanya, banyak orang yang merayakan ulang tahun di hari Sabtu, kan? Masih ingat kan dengan blogpost pertama Kak Uung yang berjudul Tragedi Pijat Berdarah? Bermula dari iseng-iseng ngeblog kejadian yang nggak banget dan mendapatkan banyak respon yang juga nggak banget dari para pembaca, akhirnya gue jadi keterusan ngeblog, deh sampai sekarang. Emang sih, sekarang ngeblognya nggak sesering dulu karena gue sibuk bingit dengan dunia keartisan. Tapi, masih ada aja yang baca dan jumlahnya tetap stabil kayak perekonomian Singapura. Sampai hari ini, jumlah views udah mencapai angka 1.549.547. Hahaha! Terima kasih buat kalian yang udah capek-capek berkunjung ke blog yang tidak berguna ini. Semoga barokah, ya! Perayaan ulang tahun blog gue kali ini sederhana aja, kok. Cuma menghabiskan dana Rp 5 miliar buat makan-makan di House of Aranzi, Sunter, Jakarta Utara. Waktu datang ke sana, tema restonya udah banyak berubah. Tetap unyu sih, kayak dulu, tapi House of Aranzi yang kali ini temanya agak lebih dewasa. Mungkin supaya bisa menggaet pasar orang yang lebih tua macam kalian. Kali ini, sepertinya House of Aranzi memang lagi berkolaborasi dengan Yokuden. Yokuden itu lebih fokus ke cake, bakery, dan. Kalian bisa beli roti dan cake di sini. Di ruangan Yokuden ada ruang makannya juga dan kasir. Banyak elemen kayu di sini, jadi suasananya lebih hangat kayak di rumah sendiri. Yang kayak begini memang cocok buat orang berumur seperti kalian. Hihihi… Masuk ke dalamnya lagi, kalian bakal menemukan House of Aranzi yang sesungguhnya. Penuh dengan pernak-pernik lucu dan ceria. Kalau masuk ke sana, gue jadi pengin hias kamar kayak begini!...

Makan Buah dalam Es Krim di Paletas Wey!

By on Jun 20, 2016 in Diary, Food Porn

Waktu temen gue, si Peggy pulang kampung ke Bali beberapa waktu lalu, doi cerita di Bali ada kedai es krim yang lagi hits banget, namanya Paletas Wey, Mexican desserts dalam bentuk frozen fruit bar. Sepertinya ucul dan menarik, apalagi setelah gue lihat foto es krim Peggy yang bentuknya semangka itu! Sejak itu, gue bertekad, kalau liburan ke Bali, harus mampir ke Paletas Wey. Tinggi sekali, ya, cita-cita Kak Uung! Hahaha… Belum sempat meraih cita-cita, eh, Paletas Wey udah buka cabang dekat kantor gue! Ya udah, abis pulang kerja, mampirlah gue ke sana dengan gaya preman! Kata Kak RG, dari belakang gue macho banget. Itulah yang bikin dia kagum sama gue, soalnya dia suka cewek macho. Kalau nggak percaya, tanya aja sama dia. Suasana di Paletas Wey ucul juga. Penuh dengan wallpaper buah-buahan, warna-warni, dan cozy. Cocoklah sama frozen fruit bar yang jadi konsep dessert-nya. Sedangkan, menu-menu yang bisa kalian pilih ada empat jenis, yaitu Fruity (Rp 20 ribu), Creamy (Rp 25 ribu), Premium (Rp 30 ribu), dan Gold (Rp 35 ribu). Jenisnya emang cuma ada empat, tapi pilihan es krimnya banyak bingit, saudara-saudara! Sampai bingung mau pilih yang mana. Emang sih kalau makan banyak-banyak juga nggak masalah soalnya es krim ini nggak pakai pemanis buatan, bahan pengawet, dan bahan dasarnya dari buah-buahan. Rasanya pengin cobain semuanya, tapi nanti malah bokek terus mencret. Hahaha… Yang kami pesan adalah: 1. Watermelon with Lime (Rp 20 Ribu) Watermelon with Lime adalah es krim yang paling dicari di Paletas Wey. Soalnya, penampilannya instagenic banget dan ucul. Pas makan bagian atasnya kayak makan semangka asli cuma lebih keras karena udah jadi es. Makin ke bawah (bagian putih dan hijaunya), rasa lime-nya makin terasa. Asem banget sih, tapi segar di lidah dan tenggorokan! 2. Banana with Nutella (Rp 35 Ribu) Penampilannya emang biasa, tapi rasanya...

Page 4 of 9« First...23456...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy