FacebookTwitter
Page 4 of 7« First...23456...Last »

Minum Es Kopi Vietnam Bareng Kak Uung di Olivier, yuk!

By on Feb 9, 2016 in Diary, Food Porn

Weekend kemarin (dua hari sebelum Shincia), gue ajak Kak RG ngopi-ngopi cantik di Olivier, Grand Indonesia dalam rangka cobain es kopi Vietnam yang lagi hits itu. Pastinya, Kak RG sudah baca blog gue sebelumya yang juga berhubungan dengan kopi, yaitu blog Gue Ngerti Perasaan Jessica Wongso. Gue bingung deh, meskipun dia sudah baca, tapi dia sama sekali nggak ngeri atau takut diracuni. Kalau dia tenang-tenang aja, gue kan jadi nggak tega buat kasih racun. Upsss… Lalu, mampirlah kami ke Grand Indonesia pagi-pagi buta sekali, yaitu jam 11 pagi. Eh, kalau dipikir-pikir nggak pagi-pagi buta amat, ya! Soalnya jam segitu mal sudah buka, kok. Tapi, tetap aja terlalu pagi buat perempuan yang pernah jadi kalong kayak gue. Kami sengaja datang pagi-pagi soalnya banyak yang bilang tempatnya rame bingit. Antriannya panjang dan es kopi Vietnamnya cepat habis! Daripada sudah capek beli tiket pesawat murah di pegipegi.com cuma buat main ke Grand Indonesia, tapi nggak bisa minum kopi fenomenal itu, gue mendingan berkorban dengan cara bangun pagi! Abis gue upload foto itu di media sosial, orang-orang bilang baju gue bagus dong. Hahaha… Duh, jadi seneng. Okelah, lupakan pujian sesa(a)t itu. Marilah kita fokus minum es kopi Vietnam. Begitu masuk ke sana, kami minta duduk di ruangan non smoking room. Karena, gue kan nggak suka merokok. Sukanya jualan rokok. Si mbak-mbak PR Olivier pun mengantarkan kami ke ruangan outdoor yang merupakan non smoking room. Ruangannya asri, indah, elegan, dan sedikit hangat karena sudah mau siang. Lumayan buat bikin badan jadi agak tan. Kalau ruangan smoking room-nya (in door) kayak begini. Dan, inilah saat yang ditunggu-tunggu! Karena, es kopi Vietnam gue akhirnya datang juga. Bentuk es kopinya, wah, menggoda abis! Rasanya pengin gue bawa pulang dripper-nya buat dijual lagi di Asemka. Kalian tinggal nungguin kopinya jatuh ke gelas. Nunggunya nggak lama, kok. Cuma tiga tahun. Makanya kopi ini...

Endorphin: Kafe di Kemanggisan dengan Harga Mahasiswa

By on Jan 27, 2016 in Diary, Food Porn

Beberapa waktu lalu, gue, Peggy, dan Kak RG mampir ke kafe Cik Selphie Usagi buat review makanan di sana. Kebetulan banget, letak kafenya di Kemanggisan dan dekat sama kantor gue (Kebon Jeruk). Meskipun gue sudah jadi preman di kawasan Kebon Jeruk, tapi jujur aja gue kurang menguasai jalan di Kebon Jeruk, Kemanggisan, dan sekitarnya. Kalau kata Cik Selphie, kafenya dekat banget sama kampus BiNus. Waktu gue dengar kampus BiNus, gue langsung tercengang, padahal gue nggak pernah kuliah di sana. Gue langsung sadar kenapa gue tercengang. Soalnya… ehmm, bilang nggak, ya? OH, YA! Soalnya, hopeng gue si Alen dulu kuliah di sana! Gue baru inget! Hahaha… Dan ngomong-ngomong soal jalan Kemanggisan, dulu gue pernah datang ke sebuah acara di sana. Acaranya busyet deh, super duper “keren” cekalih. Di sana gue di-service dengan sangat baik. Sampai-sampai gue ketagihan isi acara di sana. Soalnya gatel pengin bully-bully acaranya lagi! Eh, ngapain gue ngomong ngelantur kayak begini, ya? Balik lagi deh ke topik kafe Cik Selphie yang namanya Endorphin. Kafe ini dibilang baru juga nggak sih, soalnya sebelumnya sudah ada Endorphin Caffeine Bar di Tanjung Duren, Jakarta Barat yang menyediakan aneka kopi. Bulan Desember 2015 kemarin, mereka buka cabang lagi di Kemanggisan dengan Endorphin Eatery & Brew yang nggak cuma jualan kopi, tapi juga jualan berbagai macam makanan dan minuman dengan konsep eastern dan western yang cocok untuk anak muda. Tempat dan dekorasinya juga anak muda banget. Cocok banget buat makan enak sekaligus nongkrong! Apalagi di sana juga ada fasilitas Wi-Fi gratis. Jadi, kafe ini memang konsepnya Jakarta Selatan banget, meskipun lokasinya di Jakarta Barat. Kelihatan dari tempat dan menu-menu yang ditawarkan. Tapi, harganya super terjangkau. Harga mahasiswa banget! Lalu, makanan dan minuman apa aja yang kami pesan? 1. Macaroni Blackpaper Mushroom     Bisa dibilang, ini adalah menu yang cocok untuk vegetarian soalnya nggak mengandung daging sama sekali. Hidangan ini...

Enoshima: Kuliner Bandung Super Laknat

By on Jan 23, 2016 in Diary, Food Porn

Sudah dengar kan kisah gue jadi pembicara di The Pink Road Show dengan tema “The Blessings of Being Single”? Abis kelar dari acara itu, gue, Maeya, dan kawan-kawan mampir ke restonya sepupu Maeya. Nama restonya Enoshima. Namanya kok berbau Jepang, ya? Tentu. Soalnya, kata “Enoshima” sendiri berasal nama pulau kecil yang terletak di Kanagawa, sebelah selatan Tokyo yang terhubung oleh jembatan sepanjang 600 meter. Penduduk Tokyo dan Yokohama yang sudah merasa penat dengan kesibukan mereka, gedung-gedung pencakar langit, dan kemacetan, biasanya mereka singgah ke Enoshima yang memiliki suasana mirip Hawaii. Jadi, kalau kalian makan di Enoshima, kalian bakal merasa sedang makan di Hawaii dengan menu istimewa. Gue suka sih interior dan suasana di sana. Tempatnya instagenic banget, cozy, dan homy. Waktu kami dijamu di sana, Maeya kasih makanan banyak banget! Gue sampai nggak bisa berkata apa-apa. Hahaha… Cuma bisa bilang, “LAKNAT” banget nih menu! Sudah enak, banyak pula! Apa aja yang gue makan di sana? 1. Enoshima Big Breaky (Rp 50 Ribu)   Ini adalah menu breakfast paling best seller di Enoshima. Kalian bisa merasakan menu breakfast ala raja dan ratu jika memesan menu ini karena isinya lengkap. Ada sosis, ham, roti, baked bean, kentang, coleslaw, dan telur setengah matang. Telor setengah matangnya meleleh di mulut ketika dimakan. Cocok dimakan bersama rotinya yang agak keras karena dipanggang. Bahan-bahan lainnya seperti sosis, baked bean, kentang, dan coleslaw-nya juga turut bikin menu ini makin terasa yummy! Menu breakfast ini sangat mengenyangkan. Jika kamu nggak mau makan pagi terlalu banyak, kamu bisa bagi dua dengan teman kalian.   2. Combo Platter (Rp 45 Ribu)   Pengin makan camilan yang super lengkap? Kalian bisa mencoba menu combo platter yang best seller ini! Isinya ada sayap ayam, jamur, poprock chicken, dan kentang goreng. Sayap ayamnya nggak cuma digoreng seperti biasanya tapi juga dilumuri saos...

Makan Sehat di Pecel Lele Permata Mubarok

By on Dec 20, 2015 in Diary, Food Porn

Sudah lama Kak Uung nggak ngeblog soalnya sejak tanggal 10 Desember 2015 kemarin, gue resmi bekerja di pegipegi.com sebagai Content Writer. Cerita soal kantor baru gue itu bakal gue ceritain di blog selanjutnya, ya. Saking lamanya nggak buka blog ini, pas gue buka akun WordPress gue, gue bingung dong kenapa nggak kebuka-buka. Lah, ternyata gue salah masukin password. Yang gue masukin ke WordPress blog ini adalah password gue di blog pegipegi. Duh, rasanya pengin jedotin jidat gue ke tembok biar sembuh penyakit lupanya. Okelah, gue pengin cerita di sini soal  pengalaman kuliner gue beberapa hari yang lalu. Waktu bikin blog di pegipegi.com soal 5 Nasi Uduk di Jakarta yang Nggak Pernah Sepi, gue jadi terinspirasi buat ke Pecel Lele Permata Mubarok di Puri Indah. Karena letaknya nggak jauh dari kantor gue (Kebun Jeruk). Gue pun mengajak teman kantor gue, si Peggy yang nggak suka pake beha. Peggy pun setuju. Lalu berangkatlah kami ke sana pas hari Kamis, 17 Desember. Padahal esok harinya ada rapat mingguan di kantor. Gue dan Peggy belum bikin laporan buat presentasi hasil kerjaan selama seminggu dan belum bikin presentasi perkenalan diri. Itulah namanya anak gahul Jakarta. Capek, banyak kerjaan, tapi tetap gahul dan suka keluyuran di malam hari. Duilehh… Gue ke sana diboncengin Peggy pake motornya yang dudukannya empuk banget dan lebar. Kata Peggy, motornya emang didesain buat cewek-cewek berpantat lebar. Peggy bukan cuma jago soal milih makanan dan makan, tapi dia juga jago soal milih motor yang tempat duduknya super enak! Udah pake bantuan aplikasi Waze supaya nggak nyasar, tapi tetep aja nyasar. Maklumlah namanya juga buta jalan dan nggak bisa baca peta. Sesampainya di sana, barulah kami sadar ternyata ada jalan yang lebih cepat menuju TKP. Sialan juga Mbak-mbak di Waze Kasih jalan kok yang ribet. Karena tempatnya sangat fenomenal di kalangan anak...

Bumbu Bali dan Menu Lunch di The Holy Crab Gunawarman

By on Oct 31, 2015 in Diary, Food Porn

Sebelumnya, gue pernah review Holy Smokes yang merupakan salah satu resto di grup Ersons Food. Sekarang, Ersons Food bikin sesuatu yang baru di restonya yang lain, yaitu The Holy Crab yang terkenal banget dengan hidangan lautnya (kepiting dan udang). Sekadar mengingatkan, The Holy Crab didirikan pada Februari 2014 lalu dengan mengusung konsep Louisiana Seafood. Maksudnya, kita bisa makan seafood dengan asyik tanpa pake piring dan alat makan lainnya. Kalau sering main Instagram, pasti bakal sering temuin anak-anak kekinian makan di The Holy Crab pake celemek dari plastik supaya bajunya nggak kecipratan saos kepiting. Saos kepiting yang terkenal di sana adalah Cajun Sauce dan Garlic Pepper Sauce yang punya 4 tingkat kepedasan (mild, medium, spicy, dan holy moly). Selain tata cara makannya yang unik, The Holy Cran juga menyajikan resto yang cozy, nyaman, bersih, dan luas. Bisa ajak orang se-RT kalau makan di sini. Di menu baru kali ini, mereka mengusung konsep Discovering The Authentic Taste of Bali. Pastinya, bakal bikin kita jadi makin kangen sama makanan laut di Bali beserta bumbu-bumbunya! Duh, jadi pengin pergi ke Bali! Kedua menu khas Bali yang disajikan adalah Blue Crab (Ranjungan) dan River Prawn (Udang Galah). Blue Crab memiliki warna yang berbeda dari kepiting biasanya, yaitu kebiru-biruan dengan bercak putih pada tempurungnya. Dagingnya empuk, padat, proteinnya tinggi, dan rendah lemak. Duh, rasanya pengin makan banyak-banyak! Kayaknya nggak bakal gemuk! Sedangkan River Prawn didatangkan dari Sumatera dan Kalimantan, memiliki ukuran yang besar dibandingkan udang jenis lainnya. Rasanya gurih dan manis. Kedua menu tersebut bisa dinikmati bersama 2 pilihan bumbu Bali, yaitu Bumbu Genep dan Sambal Matah. Bumbu Genep diracik dengan menggunakan 12 jenis bumbu dan rempah-rempah, sedangkan Sambal Matah menggunakan bawang merah dan cabe rawit sebagai bahan utama dan dipadukan dengan 4 bahan lainnya. Kedua bumbu Bali itu diracik sendiri oleh Albert Wijaya selaku...

Tunion: Fresh Home Made Tuna Spread

By on Oct 9, 2015 in Diary, Food Porn

Kata orang, kadang rasa suka itu muncul tanpa alasan. Kayak rasa suka gue sama tuna. Gue nggak bisa jawab kenapa gue suka sama tuna. Ya, emang suka aja. Dengan kata lain, emang gue aja yang rakus. Apa pun yang namanya makanan, gue pasti suka asal enak. Nah, kebetulan banget temen gue yang namanya Adisti Daramutia yang hobi nulis di laman www.krilianeh.com baru aja memulai usaha penjualan home made tuna. Home made tunanya dikasih nama Tunion. Akhirnya, gue berinisiatif buat pesan Tunion sama Kak Adisti melalui abang Gojek dan datanglah abang Gojek ke rumah gue dengan mengantar 2 jar Tunion. Sesuai dengan tagline-nya ‘Fresh Home Made Tuna Spread for Your Healthy Living’, Tunion menggunakan bahan-bahan yang segar seperti tuna, bawang, seledri, lemon, garam, dan merica. Untuk menjaga kesegarannya, Tunion dibuat pas lagi ada permintaan, bukan dengan cara dibuat banyak-banyak terus disimpan dalam jangka waktu yang lama. Jadi, kalau emang mau pesan sama Kak Adisti, ngomongnya 2 hari sebelumnya aja supaya doi bisa siapin bahan-bahannya. Selain enak dan segar ketika dimakan, ikan tuna juga banyak manfaatnya, yaitu sebagai sumber protein, mencegah stroke, mencegah tekanan darah makin tinggi, menurunkan kadar trigliserida, menjaga kesehatan jantung, mencegah obesitas, menambah kekebalan tubuh, dan mencengah kanker. Pas gue buka tutup jar-nya, gue suka banget sama aroma tunanya yang fresh dan nggak amis. Aroma sayurannya dan lemonnya juga kecium banget! Cara makannya gimana, Sis? Bisa dimakan langsung, digadoin sama roti sandwich, sushi roll, salad, dan lain-lain. Mau pake nasi juga boleh. Kalau kemarin itu, gue makannya diolesin ke roti tawar. Kalau buat yang lagi diet sih, lebih bagus pake roti tawar gandum ketimbang pake roti tawar putih kayak begini. Katanya kan roti putih jahat kayak bapak tiri dan nggak baik untuk kesehatan kalau dimakan terlalu banyak. Karena gue nggak punya roti gandum, ya udahlah roti putih pun...

Page 4 of 7« First...23456...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy