FacebookTwitter
Page 3 of 912345...Last »

Makan Cantik di Terminal Bus Wrap & Rolls, Pantai Indah Kapuk!

By on Nov 22, 2016 in Diary, Food Porn

Hilluw teman-teman semuanya. Maafkan Kak Uung yang jarang nge-blog karena sibuk menyiapkan royal wedding ala Kerajaan Inggris. Kali ini, gue dan Kak RG mau mengajak kalian buat makan-makan cantik di Wrap & Rolls, Crown Golf Boulevard No. 116, Pantai Indah Kapuk (PIK). Lokasinya masih sederetan dengan 7 Shao Kao. Sebenarnya, tempat makan ini udah hits dari awal tahun 2016, tapi gue baru sempat ke sana pas weekend kemarin. Ya, nggak apa-apa deh, daripada pas datang rame bingit kayak mau antre gaji. Mendingan tunggu agak sepian biar bisa makan dengan nyaman. Begitu sampai ke sana, siapa pun pasti bakal langsung terpesona dengan tempatnya yang ucul. Soalnya, resto ini dibuat seperti terminal bus. Boleh kan, kalau gue mau bahas dress biru yang gue pakai? Gue suka banget sama dress tersebut. Bahannya adem dan nyaman di badan, juga bisa di-setting sesuai dengan ukuran badan karena ada pita di belakangnya. Jadi, segendut apa pun badan kalian, dress ini masih bisa dipakai. Gue beli dress ini di online shop Valentina & Mecca. Kalau mau lihat koleksi lainnya, bisa langsung capcus ke Instagram vmthelabel. Lalu, tak lupa Kak Uung masuk ke dalam Wrap & Rolls. Begitu masuk ke dalamnya, suasana terminal bus makin terasa. Ucul bingit kayak terminal bus di luar negeri. Sebelum lanjut foto-foto, jangan lupa untuk pesan makanan dulu di kasir. Menu di sana nggak terlalu banyak dan porsinya terlihat kecil. Kayaknya emang cuma buat ngemil cantik kali, ya. Seolah-olah cuma buat ganjel perut pas lagi nunggu bus datang. Hihihi… Btw, itu pintu lift dan toilet di belakang gue emang benar-benar berfungsi. Lift-nya bisa dipakai buat ke atas dan ke bawah. Sementara, toiletnya bisa dipakai untuk pipis dan boker. Ya iyalah, masa toilet dipakai buat tidur? Buat makan di sana, kalian bisa pilih, mau makan di atas atau di bawah. Kalau makan di...

Review Sukiya, Mal Of Indonesia (MOI), Kelapa Gading

By on Nov 12, 2016 in Diary, Food Porn

Di blog Kepincut Muka Seram Ceweknya Agus, Kak Uung janji mau cerita soal pengalaman horor lainnya. Ehm, mungkin inilah saat yang tepat untuk cerita yang seram-seram. Jadi, ceritanya gini. Gue udah sering lewatin Sukiya di rumah ketiga gue (Lippo Mal Puri), tapi selalu nggak nafsu buat makan di sana. Nggak tahu kenapa, mungkin karena nafsu makan Kak Uung sudah menurun. Namun, keadaan berbeda ketika gue lagi jalan sama Kak RG ke Mal Of Indonesia (MOI), Kelapa Gading. Pas lewatin depan Sukiya di sana, spontan gue langsung pengin makan di sana. Apa karena peletnya lebih kuat? Nggak juga, sih. Lebih tepatnya karena tempatnya jauh lebih ramai. Apalagi, kebetulan waktu itu lagi weekend. Kami pun berharap agar makanan di Sukiya nggak mengecewakan. Kak Uung memang tidak suka dengan suara cewek Jepang yang centil dan cempreng, apalagi sama lagu Jepang dan anime. Kuping Kak Uung bisa gatal-gatal tak terkira hingga keluar paku. Tapi, kalau soal makanan Jepang, Kak Uung tidak pernah menolak. Habisnya enak, sih. Makanya, gue mau mampir ke Sukiya yang merupakan resto Jepang. Interior Sukiya lumayan lucu sih, tempatnya juga luas dan nyaman bak resto Jepang pada umumnya. Mungkin itulah salah satu faktor yang bikin resto ini ramai. Mau nongkrong berjam-jam pun nggak masalah. Lalu, kami pun memilih makanan. Kalau dilihat di menu sih menarik semua, apalagi ada paket-paketnya. Menu yang kami pesan adalah: 1. Tokyo Ramen Gyoza Set (Rp 49.999) Termasuk murah meriah kan? Ada paket kayak begini di Jakarta dengan harga nyaris Rp 50 ribu aja. Hahaha… Ada ramen, gyoza, dan green tea. Eh, tapi pas dimakan rasanya kok standar, ya? Terutama ramennya. Kayak nothing special gitu. Cuma berasa asin. Yang paling enak dari menu ini adalah green tea-nya! Hahaha… 2. Cheese Curry ukuran reguler (Rp 32.272) Kalau menu pertama kan pesanan Kak RG. Kalau Cheese Curry adalah...

Kenyang Sepanjang Masa dengan Jamba Juice

By on Oct 17, 2016 in Diary, Food Porn

Kata Koh Dennis, si bos Montir.id, di Central Park ada jus yang bisa bikin kita kenyang sepanjang masa. Namanya Jamba Juice. Gue pikir mengenyangkan karena jusnya terbuat dari buah durian dan sejenisnya. Ternyata nggak begitu, karena bahan-bahan yang digunakan adalah bahan-bahan yang menyehatkan. Jadi, cocok banget buat kalian yang pengin diet atau membentuk badan bak binaragawan. Sebelumnya, gue nggak pernah dengar soal Jamba Juice, karena Jamba Juice emang masih baru banget di Indonesia. Kantor pusatnya ada di luar negeri, tepatnya di California, AS, tempat lahir Kak Uung. Cabang pertama Jamba Jucie di Indonesia dibuka di Central Park, lantai GF. Semoga aja ke depannya bakal buka di Mangga Besar, Kebon Jeruk, dan sekitarnya. Karena pengin merasakan jus dari tempat lahir sendiri, gue dan Kak RG pun mampir ke Jamba Juice. Pas sampai ke sana, kami sempat ragu, apakah harus makan berat dulu atau nggak? Masa dinner cuma minum jus? Hidup sehat sih boleh-boleh aja, tapi jangan gitu-gitu amat, dong! Penginnya sih ngemil burger dulu sebelum minum jus, tapi entah kenapa kami langsung mampir ke Jamba Juice. Tempatnya nggak terlalu luas, tapi nyaman kok kalau buat ngejus doang. Karena tempat duduk nggak terlalu banyak, bisa jadi lebih banyak yang take away ketimbang minum jus di tempat. Untungnya, antrean nggak ramai, jadi bisa beli jus dengan nyaman. Mungkin karena weekday kali, ya, jadi nggak ramai. Menu yang bisa kalian pilih di Jamba Juice ada tiga macam, yaitu Classic Smoothies, Superfood Smoothies, dan Energy Bowls. Kisaran harga per menu adalah Rp 39 ribu sampai 69 ribu. Agak mahal buat ukuran minuman karena harganya sama kayak harga makanan. Ternyata, menu yang ditawarkan adalah smoothies, bukan jus. Tapi, orang-orang suka reflek nyebut jus kalau ke Jamba Juice. Padahal, jus dan smoothies itu adalah kedua makhluk yang berbeda. Smoothies punya tekstur lebih pekat ketimbang jus. Karena, smoothies...

Makan Babi Murah Meriah di Angkringan Boy!

By on Sep 8, 2016 in Diary, Food Porn

Ada teman yang pernah bilang bahwa di Kelapa Gading ada angkringan yang nggak halal a.k.a mengandung babi. Gue langsung kagum pas dengar cerita itu, soalnya angkringan babi itu “nggak etis”, Bray! Selama ini kan yang kita tahu, angkringan itu pakai daging dan jeroan ayam atau seafood, kayak di Angkringan Sego Kucing Pesanggrahan. Jadi, kalau ada angkringan yang pakai babi, tentu aja hal itu merupakan kabar baik bagi para pecinta sapi pendek (babi). Angkringan yang mengandung babi tersebut namanya Angkringan Boy yang beralamat di jalan Boulevard Raya, Blok RA No. 19, Kelapa Gading. Namanya juga angkringan, tentu aja tempatnya nggak mewah, cuma berupa tenda biasa, tapi gue suka bingit sama suasana kedai kayak begini. Soalnya, mirip kayak street food di Bangkok. Angkringan Boy mulai dibuka jam 7 malam. Gue sampai di sana kira-kira jam setengah 8. Baru buka sebentar, tapi kedai ini udah ramai akan pengunjung! Gue dan Kak RG nyaris nggak dapat tempat duduk! Untungnya sih, ada pengunjung baik hati yang nawarin tempat duduk. Okelah, langsung bahas makanannya aja, ya! Namanya juga angkringan, jadi nasi yang disajikan di sana adalan nasi kucing yang ukurannya kecil bingit, mirip porsi makan balita. Meskipun namanya nasi kucing, tapi isinya daging babi. Kalau lihat di spanduk Angkringan Boy, jenis nasi kucing babinya memang banyak banget. Eh, tunggu dulu! Kok nggak konsisten, ya, sebutnya NASI KUCING BABI? Udah kucing, babi lagi! Sebutnya nasi babi aja, deh. Nah, yang dijual kemarin malam itu, cuma ada tiga jenis nasi babi, yaitu Nasi Babi Merah, Nasi Babi Hong, dan Nasi Babi Rendang. Mungkin dalam sehari cuma dijual tiga jenis nasi babi. Kalau dibuka nasi babinya, dalamnya kayak begini. Dari ketiga jenis nasi babi di atas, semuanya enak, tapi yang paling enak adalah Nasi Babi Rendang! Rasanya agak pedas-pedas rempah gimana gitu. Pokoknya mantap, deh! Jadi, kata siapa babi nggak cocok...

Ngopi Ala Cinko di Kopi Es Tak Kie

By on Sep 8, 2016 in Diary, Food Porn

Hilluuwww semua! Kembali lagi di blog Kak Uung yang berbau pecinan. Waktu itu, Kak Uung kan bilang pengin banget ngopi di Kopi Es Tak Kie (jalan Pintu Besar Selatan III, Gang Gloria No. 4 – 6, Glodok) yang jadul nan fenomenal itu. Nah, akhirnya kesempatan ngopi di sana pun jatuh pada tanggal 17 Agustus 2016 kemarin, tepat ketika Indonesia merayakan Kemerdekaan yang ke-71. Udah lumayan lama, ya, ngopinya. Kira-kira 5 windu yang lalu, tapi baru sempat dibuat review-nya sekarang. Maklum deh, namanya juga artis papan catur yang kesibukannya lebih padat ketimbang menteri. Sekalian aja gue dan Kak RG datang ke sana agak pagian, mengingat kedai ini cuma buka sampai jam 2 siang. Datengnya pagi-pagi buta banget, jam 10-an. Jam segitu pagi banget menurut gue, soalnya ayam aja masih ngorok. Jelas aja Kopi Es Tak Kie ramainya udah kayak pasar kaget, mengingat waktu itu adalah hari besar. Begitu masuk ke Gang Gloria aja, kami hampir nggak lihat papan nama Kopi Es Tak Kie. Kayak ketutup sama manusia-manusia, terutama penjual makanan, sekaligus para pembelinya. Begitu udah ketemu pintunya di depan mata, eh malah ditawarin nasi campur sama engkoh-engkoh. Pagi-pagi, mata sepet, kayaknya lebih butuh kopi deh, daripada nasi campur. “Nggak, Koh. Mau ke Kopi Es Tak Kie,” kata gue menolak tawaran engkoh-engkoh. “Masuknya dari mana, ya?” tanya gue karena bingung, karena susah banget temuin pintu masuknya. “Pesan nasi campur aja dulu buat makan di dalam,” tawar si engkoh-engkoh, tapi gue cuekin. Karena gue orangnya soleha banget, akhirnya gue berhasil menemukan jalan masuk. Segalanya jadi dipermudah begitu aja. Begitu masuk ke sana, tempatnya padat merayap bingit, sehingga kami nyaris nggak dapat tempat duduk. Untungnya sih, setelah nunggu sebentar, bisa dapat tempat duduk. Baru aja duduk, belum sempat napas, eh, engkoh-engkoh penjual nasi campur yang sama datang lagi buat tawarin nasi campur! Kak RG kayak terhipnotis,...

Berburu Sushi Murah Meriah di Pasar MOI, Kelapa Gading

By on Aug 15, 2016 in Diary, Food Porn

Buat kalian yang nasibnya sama kayak Kak Uung, yaitu nggak pernah ke AEON Mal, tapi pengin merasakan berburu sushi murah meriah, main aja ke Pasar MOI (Mal of Indonesia), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Buat kamu yang berdomisili di Jakarta atau daerah pecinan, pastinya bakal lebih gampang ke MOI daripada ke AEON Mal kan? Apalagi, Pasar MOI lagi tren bingit di kalangan Cinko. Karena ingin jadi Cinko super gaul, gue pun sempat main ke sana bareng Kak RG sehabis pulang gereja. Untuk menuju ke sana, tentunya kalian harus datang dulu ke MOI. Lalu, langsung turun aja ke lantai paling dasar dan kalian bakal menemukan Pasar MOI yang ramai akan kedai makanan. Konsepnya mirip Pasar Santa yang hits di Jakarta Selatan. Bedanya, kalau Pasar Santa letaknya memang di pasar sungguhan, nah kalau Pasar MOI letaknya di mal. Otomatis, tempatnya lebih mewah, bersih, adem, dan nyaman, meskipun pengunjungnya ramai bingit. Saking banyaknya makanan di sana, kalian pasti bingung mau makan apaan. Tapi, mata kami langsung tertuju sama kedai sushi yang lumayan mencolok dan gede jika dibandingkan kedai lainnya. Gue langsung teringat sama kedai yang jual sushi murah meriah di AEON Mal, padahal gue nggak pernah ke sana. Cuma pernah lihat fotonya di media sosial teman-teman. Sedih bingit, ya! Cerita kayak begini nih, yang lebih sedih daripada sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS). Ini kedainya. Namanya Shigeru Japanese Fresh Deli. Bukan cuma sushi yang ditawarin di sana, tapi juga ada aneka sate tusuk Jepang, baik yang direbus, maupun yang digoreng, hidangan onigiri, dan lain-lain. Harganya dimulai dari Rp 8 ribu aja! Coba kalau mampir ke Marugame Udon, sate tusuknya nggak bakal bisa kalian dapatkan dengan harga segitu. Jadi, siap-siap aja khilaf kalau berburu sushi dan kawan-kawannya di Shigeru! Menarik bingit buat dirampok kan, Kak? Untungnya sih, gue lagi nggak terlalu lapar-lapar banget, jadi nggak pengin rampok sushi. Lebih pengin...

Page 3 of 912345...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy