FacebookTwitter
Page 1 of 1012345...10...Last »

Jelajah Gizi Semarang Day 3: Main ke Kampung Kopi dan Wisata Religi

By on Apr 29, 2018 in Diary, Food Porn

Maaf telat sehari ngeblog soal Jelajah Gizi Semarang #JelajahGizi #JelajahGiziSemarang hari ketiga (22 April 2018) bareng Nutricia Sarihusada (@nutrisibangsa). Sebelumnya, baca dulu Jelajah Gizi Semarang Day 1 dan Jelajah Gizi Semarang Day 2, ya! Di hari ketiga, jelas jadwal lebih longgar dan nggak terlalu banyak jelajahnya. Karena pukul 18.00 WIB kami sudah harus terbang ke Jakarta. Karena mengejar waktu banget, jadi di pukul 8 pagi, kami sudah harus selesai sarapan, mandi, beres-beres, check out hotel, dan ambil oleh-oleh yang sudah dipesan ke panitia. Badan rontok dan masih ngantuk (selalu kayaknya), tapi senang juga, sih. Soalnya kami bakal mampir ke Kampoeng Kopi Banaran yang sudah pasti jual kopi dong. Mungkin beberapa dari kalian sudah tahu kalau Kak Uung itu penggemar berat kopi hitam yang strong dan bisa menguatkan badan juga otak. Suami Kak @rockadocta (Diana) yang merupakan penggemar berat kopi juga menyarankan untuk belanja kopi di sana. Soalnya kopinya nggak terlalu asam. Nah, cucok deh sama gue yang juga nggak suka kopi terlalu asam. Kampoeng Kopi Banaran letaknya agak jauh dari pusat Kota Semarang. Lokasinya di jalan Raya Semarang-Bawen KM 1,5, Bawen. Kalau dari hotel kami, Rooms Inc, kira-kira 1 jam berkendara naik tol. Setelah sempat tidur lumayan panjang di bus, akhirnya sampailah kami di Kampoeng Kopi Banaran. Kampoeng Kopi Banaran adalah salah satu agro wisata yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara IX. Kampung Kopi ini memiliki ketinggian 480 – 600 mdpl dengan suhu sejuk antara 23 – 27 derajat celcius. Enaknya wisata di sana adalah kita nggak perlu trekking, karena ada kereta wisata dan supir yang akan mengantarkan kami. Saat naik kereta wisata jangan lupa nikmati pemandangan sekitar yang super hijau dan cantik. Udaranya sudah pasti sejuk banget. Pikiran pun langsung tenang dan rileks! Tentu aja banyak banget tanaman kopi di sana. Nggak cuma kopi sebenarnya, ada juga yang lain, tapi...

Jelajah Gizi Semarang Day 2: Icip-icip, Borong Oleh-oleh, Hingga Wisata Sejarah

By on Apr 27, 2018 in Diary, Food Porn

Sebelumnya, Kak Uung mau tanya, kalian sudah baca blog Jelajah Gizi Semarang Day 1? Kalau belum monggo dibaca dulu supaya bisa ikutin ceritanya dengan lebih terarah. Kalau nggak mau juga tidak apa-apa. Di Jelajah Gizi Semarang #Jelajah Gizi #JelajahGiziSemarang hari kedua (21 April 2018) bareng Nutricia Sarihusada (@nutrisibangsa), kami punya agenda yang lebih sibuk ketimbang sehari sebelumnya. Meskipun gue masih pengin banget tidur, tapi kami sudah harus menuju ke Sentra Bandeng Presto di Tambakrejo. Di sana kami bakal melihat langsung bagaimana ikan bandeng diolah dan dipresto. Perjalanannya sedikit lebih jauh ketimbang perjalanan-perjalanan sebelumnya, jadi masih bisa tidur ayam-ayam di bus. Meskipun agak jauh, tapi kondisi lalu lintas di Semarang selalu lancar jaya, jadi berasanya cepat-cepat aja. Jreng! Tiba-tiba sudah sampai di tempat tujuan. Di sanalah kita bisa melihat seperti apa sih usaha bandeng presto rumahan yang telah dibangun oleh seorang pengusaha perempuan bernama Ibu Darmono. Usaha bandeng sudah dilakukan oleh Ibu Darmono pada tahun 1980. Dengan bermodalkan semangat, Ibu Darmono mampu menciptakan bandeng presto yang bernilai ekonomis tinggi. Ibu Darmono mengajak ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya untuk membuat usaha bandeng presto. Kemudian usaha tersebut diberi nama Kelompok Usaha Dagang Mina Makmur. Awalnya bernama Kelompok Wanita Tani Nelayan. Sudah banyak jatuh bangun yang dialami oleh Ibu Darmono. Bahkan dulunya beliau pernah jualan bandeng presto keliling dan sering tidak laku. Kini, usaha bandeng prestonya nggak hanya terkenal di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Ibu Darmono pun suka sering menjadi pembicara di acara seminar. Tuh lihat, banyak banget kan piala dan penghargaan yang sudah diraih oleh Sentra Bandeng Presto? Meskipun sudah sering meraih kesuksesan, namun Ibu Darmono nggak cuma santai-santai di kesehariannya, tapi beliau juga tetap turun langsung untuk memproduksi bandeng. Terutama kalau menghadapi hari raya, pemesanan bandeng presto bisa sangat banyak! Jadi, tidak jarang Ibu Darmono cuma tidur empat...

Jelajah Gizi Semarang Day 1: Kuliah Gizi dan Icip-icip Asyik

By on Apr 26, 2018 in Diary, Food Porn

Curhaaattt, Maaa! Iya, dong! Sebelumnya izinkan Kak Uung curhat sedikit di blog ini. Jadi, beberapa waktu lalu, Kak Faya Soewardi mention gue di akun Instagram @nutrisibangsa (Nutricia Sarihusada) supaya gue ikutan kuis #JelajahGizi #JelajahGiziSemarang 2018, di mana pemenangnya bisa ikutan untuk mengeksplorasi pangan berkelanjutan di Kota Semarang selama 3 hari 2 malam dari 20-22 April 2018. Gue tahu banget kenapa kak Faya suruh gue ikutan. Karena, kuisnya memang tidak jauh dari dunia dapur dan dia tahu banget gue hobi berantakin dapur. Jelajah Gizi ke-6 kini hadir lagi, dan @nutrisibangsa mencari 10 Orang Petualang Jelajah Gizi untuk mengikuti 3Hari 2Malam “Ekplorasi Pangan Berkelanjutan di Kota Semarang”. Bagaimana cara ikutannya? Simak mekanismenya berikut: 1. Follow akun media sosial Instagram @nutrisibangsa dan Twitter @nutrisi_bangsa, serta Facebook Fanpage Nutrisi Untuk Bangsa. 2. Mengunggah foto masakan dengan tema “Makanan Sehat dari Bahan Sekitar” ke Instagram dengan caption yang menarik dengan menyertakan resep dan cara memasak. 3. Tag akun Instagram @nutrisibangsa dan sertakan hashtag #JelajahGizi #JelajahGiziSemarang, jangan lupa tag 3 teman lainnya. 4. Informasi lebih lanjut klik http://jelajahgizi.id A post shared by Nutrisi untuk Bangsa (@nutrisibangsa) on Mar 28, 2018 at 2:49am PDT Wah, menarique nih. Soalnya, kita bisa jalan-jalan dan kulineran di Semarang gratis! Tapi, gue cuma saved terus gue hampir lupa ikutan. Alhasil waktu submit foto dan caption cuma tinggal tiga hari. Ya, udah deh langsung keluarin aksi kebut semalam kayak anak kuliahan menghadapi UAS. Dan nggak nyangka, ternyata malah terpilih menjadi 1 dari 10 orang yang dikirim ke Semarang! Hore! Padahal, waktu itu gue nggak berharap terlalu banyak, karena masih trauma dengan sebagian kuis. Hahaha… Okelah langsung aja ke inti permasalahannya. Di antara 9 pemenang tersebut hampir tak gue kenal semua. Waktu kumpul di Bandara Soekarno Hatta sempat kenalan sama beberapa, sih. Yang gue benar-benar kenal cuma satu, yaitu kak @rockadocta (Diana Leiwakabessy) yang merupakan teman...

Ngopi dan Ngemil Manjah di Darling Habit Bake & Butter yang Serba Shabby Chic

By on Mar 27, 2018 in Diary, Food Porn

Pasti di sini nggak ada yang tahu kan, kalau Kak Uung suka banget sama tema shabby chic, kira-kira pas tahun 2014 atau 2015 kemarin. Bahkan dulu, gue sempat kepikiran pengin hias seluruh sudut rumah dengan gaya shabby chic. Saking sukanya sama tema shabby chic, filter foto di Instagram pun harus shabby chic, tapi failed abis. Nggak usah dikasih lihat deh, ya, karena masa lalu nggak perlu diungkit-ungkit. Hahaha… Terus, gue lupa dong kalau gue pernah suka sama shabby chic. Jadi, gue nggak pernah tuh hias-hias rumah pakai pajangan shabby chic. Kebetulan banget, beberapa waktu lalu gue sempat diundang buat review kafe baru di Kemang namanya Darling Habit Bake & Butter. Sebenarnya bukan kafe baru banget juga sih, karena tahun 2017 kemarin, mereka juga sudah buka kafe ini di Tebet. Nah, Darling Habit Bake & Butter ini bergaya shabby chic. Gue pun langsung inget kalau dulu gue sempat ngefans sama dekorasi shabby chic. Tiba-tiba hasrat untuk punya rumah dengan tema shabby chic pun muncul kembali bagaikan CLBK dengan mantan. Ya gimana nggak CLBK kalau interiornya cantik bingit kayak begini.   Tentu aja keinginan untuk menghias rumah cantik dengan shabby chic kembali muncul. Tapi, yakin bakal rajin diberesin? Yakin kuat imannya? Nggak juga, sih. Makanya masih mikir-mikir. Balik lagi, ya, ke kafe Darling Habit Bake & Butter. Di sana banyak banget spot foto cantik yang bisa dikulik. Kalau selfie di setiap sudutnya, sudah pasti hasil fotonya instagenic banget dan bisa mempercantik feed Instagram kalian. Untuk anak zaman now yang suka hapus-hapusin foto di Instagram, gue rasa nggak bakal tega hapus foto pas nongkrong di Darling Habit Bake & Butter. Soalnya cakep banget, sih! Nih, kayak foto-foto gue kemarin. Foto2 di rumah baru #halu 📷: @mokohh A post shared by Mariska Tracy (@mariskatracy) on Mar 15, 2018 at 6:28am PDT Tempatnya juga...

Like It! Healthy Drink: Minum Susu Almond Nggak Pakai Repot!

By on Mar 3, 2018 in Diary, Food Porn, Review Produk

Sering lihat nggak ibu-ibu yang coba bikin susu almond sendiri di rumah pakai blender? Peras almond-nya setengah mati karena manual pakai tangan saringan kain. Itulah yang bikin gue malas bikin susu almond. Udah gitu, harga kacang almond lumayan mahal di pasaran. Jadi, gue lebih memilih makan kacang almond utuh tanpa diproses jadi susu. Padahal, gue suka banget sama susu almond. Ya, semuanya juga Kak Uung suka! Tapi, kalau almond gue suka karena banyak banget manfaatnya, yaitu untuk membantu menurunkan berat badan, menurunkan kadar kolesterol jahat, mencegah diabetes, meningkatkan kinerja otak, mempercantik kulit, meningkatkan daya kerja otak, meningkatkan produksi ASI (air susu ibu) bagi ibu hamil, dan lain-lain. Kini, di pasaran banyak banget yang jual susu almond. Tapi, banyak juga yang pakai pengawet dan pemanis buatan. Pastinya berasa nggak sehat banget deh, apalagi kalau dibuatnya kemanisan. Jangan-jangan almond-nya sedikit dan lebih banyak gula. Berasa ketipu nggak, sih? Kabar baiknya, kini ada produk Like It! Healthy Drink yang menyediakan susu almond asli yang terbuat dari bahan alami, tanpa pengawet, dan tanpa pemanis buatan. Susu almond Like It! Healthy Drink diproduksi dengan cold pressed system, sehingga kandungan nutrisi almond-nya tetap terjaga. Bukan pakai blender biasa, seperti yang dijual di tempat lain. Jadi, susu almond-nya lebih creamy, berserat (pas diminum masih berasa ada ampasnya), dan higienis, karena nggak bersentuhan dengan tahan. Beda kalau bikin pakai blender, di mana almond-nya disaring pakai kain dan diperas. Kemarin itu, gue cobain empat jenis rasa susu almond yang berbeda di Like It! Healthy Drink. Ada rasa original, dark chocolate, avocado, dan green tea. Eh, maaf! Pose belum siap, tapi udah dijepret! Ini yang bener. Masing-masing beratnya 250 ml, ya! Dan gue suka semua rasanya! Ya iyalah, apa coba yang gue nggak suka! Eh, tapi beneran susu almond dari Like It! Healthy Drink emang enak semua. Yang original...

Pengalaman Baking dengan Electrolux Microwave Oven EMS3087X

By on Jul 6, 2017 in Diary, Food Porn, Review Produk

Menjelang libur Lebaran kemarin, Kak Uung nodong Kak RG supaya beliin oven. Hahaha… Soalnya, emang niat mau belajar baking selama libur Lebaran. Belagu banget, ya! Sok belajar baking! Ngulek sambel aja masih belum bener. Keputusan buat beli oven juga udah dipikirin mateng-mateng kok. Sebelumnya, gue udah coba-coba bikin kue pakai ricecooker atau kukusan. Supaya tahu, sebenarnya gue suka nggak sih bikin kue. Setelah gue coba-coba, ternyata gue suka bikin kue! Ya udah deh, minta izin sama Kak RG buat beli oven dan akhirnya dikasih. Akhirnya, kami pun cari oven di Central Park. Setelah menyusuri Central Park hingga betis berotot, akhirnya kami pun memutuskan untuk beli Electrolux Microwave Oven EMS3087X. Soalnya, benda canggih ini nggak cuma bisa ngeovenin kue, tapi juga bisa menghangatkan makanan, defrost makanan, dan fermentasi makanan. Empat fungsi dalam satu alat. Canggih kayak kantung Doraemon. Harganya tiga jutaan. Mahal banget sih untuk ukuran alat masak, tapi karena fungsinya ada empat, ya, udah deh, hajar! Lagian, Kak RG sendiri yang pilih Electrolux Microwave Oven EMS3087X. Jadi, kalau ada kenapa-kenapa, biar dia yang disalahin. Hahaha… Bentuknya kayak begini. Gede juga kayak lapangan bola. Kalau dalamnya kayak begini. Setelah gue pakai Electrolux Microwave Oven EMS3087X, gue lumayan suka sih. Soal hangatin makanan dengan fitur Microwave-nya praktis banget! Tinggal pencet berapa menit, langsung anget deh tuh makanan kayak baru dimasak. Begitu juga dengan fitur Defrost makanan. Itu lho fitur yang bisa bikin makanan kembali ke suhu ruangan. Misal, kalian baru keluarin daging dari kulkas. Kan dagingnya jadi beku banget. Harus tunggu lama banget baru deh tuh daging nggak beku dan suhunya sama kayak ruangan. Nah, dengan fitur Defrost, kalian bisa bikin daging beku jadi nggak keras lagi kayak belum dimasukin kulkas cuma dalam waktu beberapa menit. Kalau fitur Ferment, kalian bisa melakukan fermentasi apa pun. Misal, ngembangin roti pakai ragih. Ya uda tinggal taruh adonan roti...

Page 1 of 1012345...10...Last »
Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy