FacebookTwitter
Page 4 of 33« First...23456...102030...Last »

Review CELEBON Collagen Essence Mask Vitamin

By on Sep 27, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Karena gue kangen bingit sama masker kertas, akhirnya waktu mampir ke Guardian, gue beli CELEBON Collagen Essence Mask varian Vitamin. Isinya ada lima masker kertas dan harganya murah meriah, kalau nggak salah nggak sampai Rp 70 ribu. Sebelumnya, gue nggak pernah melihat produk asal Korea ini di Guardian. Kayaknya CELEBON Collagen Essence Mask baru dirilis banget di Indonesia. Gue pilih varian Vitamin karena kepengin aja, apalagi di packaging-nya ditulis bahwa masker ini bisa mencerahkan, mengencangkan, sekaligus menghaluskan kulit. Karena di packaging-nya ada gambar jeruk, tentu aja vitamin masker ini berasal dari ekstrak buah jeruk. Jadi, bukan cuma kulit manggis yang bermanfaat untuk menghaluskan kulit, Kakak-kakak! Penggunaan masker kertas ini sama seperti masker kertas lain pada umumnya. Yaitu, wajah dicuci hingga bersih dahulu, baru deh dipakein ke muka selama 15-20 menit. Tapi, selain membersihkan muka, gue juga melakukan scrubbing atau angkat daki dulu biar kotoran dan sel kulit mati terangkat. Jadi, masker lebih menyerap ke dalam kulit tanpa terhalang kotoran. Tapi, ada satu hal yang membedakan CELEBON Collagen Essence Mask dengan masker kertas lainnya. Kalau masker kertas lain kan sehabis dipakai harus dibilas dengan air sampai bersih. Kalau CELEBON Collagen Essence Mask nggak perlu dibilas dengan air. Cukup didiamkan aja atau ditepuk-tepuk dengan tangan, sehingga masker menyerap ke dalam kulit tanpa terbuang sia-sia. Berasa kayak pakai pelembap. Paling enak sih, dipakai sebelum tidur, jadi abis itu bisa dibawa tidur. Keesokan harinya, wajah makin cerah dan segar. Lalu, kenapa rambut Kak Uung jadi hijau kayak Joker? Karena baru aja ganti rambut. Kece, kan? Hahaha… Setelah pakai CELEBON Collagen Essence Mask, Kak Uung pun bikin kesimpulan, yaitu: Kelebihan: (+) Harga terjangkau. (+) Packaging menarik. (+) Wanginya enak dan lembut. (+) Di kulit terasa lembut, cerah, dan segar. (+) Nggak perlu repot-repot bilas. Kekurangan: (-) Kalau kulitnya berminyak dan sensitif, mungkin bisa bikin...

Putih Sekejap dengan Omo White Plus Soap Mix Color

By on Sep 24, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Akhir-akhir ini gue depresi bingit. Bukan karena THR turunnya masih lama, tapi karena kulit gue belang-belang akibat kejemur matahari. Maklum aja, soalnya gue abis liburan ke Afrika Selatan. Dan kebetulan bingit, Kak Mastini baru aja pulang dari Bangkok, terus dia bawain celana sobek-sobek dan sabun Omo White Plus Soap Mix Color. Pas gue lihat sabun ini, gue jadi keingetan sama sabun yang hits bingit di Instagram. Bentuknya kayak kue lapis warna-warni, tapi merk-nya bukan Omo White Plus Soap Mix Color, melainkan Fruitamin Soap. Itu lho, sabun yang sekali dipakai, bisa bikin kulit langsung putih kayak bule, bahkan cenderung putih pucat kayak mayat. Sadis! Karena keduanya punya bentuk yang mirip, jadi gue menyimpulkan fungsi keduanya sama. Ini Fruitamin Soap yang gue sering lihat di Instagram: สบู่ฟรุตตามิน บาย วิงค์ไวท์ 💕รวม 10 สูตรในก้อนเดียว #เพียง80บาท คุ้ม!! ซื้อก้อนเดียว รวมครบแก้ปัญหาผิว 10 ประการ สารสกัดเข้มข้นช่วยให้ผิวขาวขึ้น สารสกัดเน้นๆเต็มก้อน พร้อมวิตามินจากผลไม้นานาชนิดรวมอยู่ในก้อนเดียว !!! แค่ก้อนเดียว เห็นผลตั้งแต่ครั้งแรกที่ใช้ ปรับสูตรใหม่ขาวไวกว่าสูตรเดิมๆ 6 สี ผสมกลูต้าเพิ่มขึ้น ขาวไวกว่าเดิม 10 เท่า !!!! #fruitaminsoap #winkwhite #winkwhitesoap
ก้อนใหญ่ ขนาด 100 กรัม . 💎สั่งซื้อ line : bbwnk A photo posted by ลดน้ำหนักพานา+กลูต้าแพนเซีย (@gluta_pana) on Sep 3, 2016 at 4:08am PDT Kalau ini, Omo White Plus Soap Mix Color, oleh-oleh dari Mastini: Gue sempat nggak percaya sama sabun semacam itu. Mengerikan soalnya. Kalau pun ada produk yang bisa bikin kulit kita putih dalam sekejap, bahan-bahannya tentu patut dicurigai. Takutnya nggak hanya merusak kulit, tapi juga merusak otak gue yang encer ini. Tapi, karena Omo White Plus Soap Mix Color-nya adalah oleh-oleh Mastini dari Bangkok, tentu aja gue mau pakai. Apalagi, gue sangat cinta Mastini dan Bangkok. Karena penjelasan di packaging-nya pakai huruf toge, jadi gue nggak tahu kandungan dari sabun ini. Kalau terjadi apa-apa, mungkin Mastini yang harus bertanggung jawab. Kalau menurut Google, setiap warna pada Omo White Plus Soap Mix Color mengandung ekstrak buah dan punya fungsi yang berbeda, yaitu: Delima mencegah penuaan kulit Anggur...

Makan Babi Murah Meriah di Angkringan Boy!

By on Sep 8, 2016 in Diary, Food Porn

Ada teman yang pernah bilang bahwa di Kelapa Gading ada angkringan yang nggak halal a.k.a mengandung babi. Gue langsung kagum pas dengar cerita itu, soalnya angkringan babi itu “nggak etis”, Bray! Selama ini kan yang kita tahu, angkringan itu pakai daging dan jeroan ayam atau seafood, kayak di Angkringan Sego Kucing Pesanggrahan. Jadi, kalau ada angkringan yang pakai babi, tentu aja hal itu merupakan kabar baik bagi para pecinta sapi pendek (babi). Angkringan yang mengandung babi tersebut namanya Angkringan Boy yang beralamat di jalan Boulevard Raya, Blok RA No. 19, Kelapa Gading. Namanya juga angkringan, tentu aja tempatnya nggak mewah, cuma berupa tenda biasa, tapi gue suka bingit sama suasana kedai kayak begini. Soalnya, mirip kayak street food di Bangkok. Angkringan Boy mulai dibuka jam 7 malam. Gue sampai di sana kira-kira jam setengah 8. Baru buka sebentar, tapi kedai ini udah ramai akan pengunjung! Gue dan Kak RG nyaris nggak dapat tempat duduk! Untungnya sih, ada pengunjung baik hati yang nawarin tempat duduk. Okelah, langsung bahas makanannya aja, ya! Namanya juga angkringan, jadi nasi yang disajikan di sana adalan nasi kucing yang ukurannya kecil bingit, mirip porsi makan balita. Meskipun namanya nasi kucing, tapi isinya daging babi. Kalau lihat di spanduk Angkringan Boy, jenis nasi kucing babinya memang banyak banget. Eh, tunggu dulu! Kok nggak konsisten, ya, sebutnya NASI KUCING BABI? Udah kucing, babi lagi! Sebutnya nasi babi aja, deh. Nah, yang dijual kemarin malam itu, cuma ada tiga jenis nasi babi, yaitu Nasi Babi Merah, Nasi Babi Hong, dan Nasi Babi Rendang. Mungkin dalam sehari cuma dijual tiga jenis nasi babi. Kalau dibuka nasi babinya, dalamnya kayak begini. Dari ketiga jenis nasi babi di atas, semuanya enak, tapi yang paling enak adalah Nasi Babi Rendang! Rasanya agak pedas-pedas rempah gimana gitu. Pokoknya mantap, deh! Jadi, kata siapa babi nggak cocok...

Ngopi Ala Cinko di Kopi Es Tak Kie

By on Sep 8, 2016 in Diary, Food Porn

Hilluuwww semua! Kembali lagi di blog Kak Uung yang berbau pecinan. Waktu itu, Kak Uung kan bilang pengin banget ngopi di Kopi Es Tak Kie (jalan Pintu Besar Selatan III, Gang Gloria No. 4 – 6, Glodok) yang jadul nan fenomenal itu. Nah, akhirnya kesempatan ngopi di sana pun jatuh pada tanggal 17 Agustus 2016 kemarin, tepat ketika Indonesia merayakan Kemerdekaan yang ke-71. Udah lumayan lama, ya, ngopinya. Kira-kira 5 windu yang lalu, tapi baru sempat dibuat review-nya sekarang. Maklum deh, namanya juga artis papan catur yang kesibukannya lebih padat ketimbang menteri. Sekalian aja gue dan Kak RG datang ke sana agak pagian, mengingat kedai ini cuma buka sampai jam 2 siang. Datengnya pagi-pagi buta banget, jam 10-an. Jam segitu pagi banget menurut gue, soalnya ayam aja masih ngorok. Jelas aja Kopi Es Tak Kie ramainya udah kayak pasar kaget, mengingat waktu itu adalah hari besar. Begitu masuk ke Gang Gloria aja, kami hampir nggak lihat papan nama Kopi Es Tak Kie. Kayak ketutup sama manusia-manusia, terutama penjual makanan, sekaligus para pembelinya. Begitu udah ketemu pintunya di depan mata, eh malah ditawarin nasi campur sama engkoh-engkoh. Pagi-pagi, mata sepet, kayaknya lebih butuh kopi deh, daripada nasi campur. “Nggak, Koh. Mau ke Kopi Es Tak Kie,” kata gue menolak tawaran engkoh-engkoh. “Masuknya dari mana, ya?” tanya gue karena bingung, karena susah banget temuin pintu masuknya. “Pesan nasi campur aja dulu buat makan di dalam,” tawar si engkoh-engkoh, tapi gue cuekin. Karena gue orangnya soleha banget, akhirnya gue berhasil menemukan jalan masuk. Segalanya jadi dipermudah begitu aja. Begitu masuk ke sana, tempatnya padat merayap bingit, sehingga kami nyaris nggak dapat tempat duduk. Untungnya sih, setelah nunggu sebentar, bisa dapat tempat duduk. Baru aja duduk, belum sempat napas, eh, engkoh-engkoh penjual nasi campur yang sama datang lagi buat tawarin nasi campur! Kak RG kayak terhipnotis,...

Review Batiste Dry Shampoo Sassy & Daring Wild

By on Aug 28, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Tanggal 13 Agustus 2016 kemarin, Kak Uung baru aja warnain rambut dengan warna yang “nggak etis”. Sudah agak lama gue pengin punya rambut warna salmon. Itu tuh, yang mirip ikan di resto sushi. Dengan kata lain, warna rambutnya agak pink, tapi lebih ke peach. Makanya, gue rela disiksa selama 8 jam di Hasami Kushi, Lippo Mal Puri yang AC-nya lagi rusak! Prosesnya, mulai dari gunting ujung rambut yang nggak sehat, di-bleaching lagi sebanyak dua kali (sebelumnya sudah di-bleaching sekali di Yopie Salon), dicat, lalu digunting lagi karena rambutnya patah-patah dan bentuknya jadi nggak jelas. Akhirnya, warna rambut gue jadi nggak etis beneran warnanya! Hahaha… Dan, bukan warna salmon yang gue dapatkan, tapi warna perusahaan! Warnanya mirip maskot dan suasana kantor gue (pegipegi.com). Meskipun kayak warna perusahaan, nggak apa-apa, deh. Gue tetap suka kok sama rambut gue yang memang keren! Hahaha… Apalagi, kadang bikin gue jadi mirip Hayley Williams, vokalis band Paramore. Jadi, please, panggil gue Uungmore, ya! Kalau kata Mas-mas yang ngecat rambut gue, warna rambut nggak etis kayak begini memang nggak tahan lama. Sukur-sukur bisa tahan sebulan. Untuk mencegah kelunturan rambut, gue disarankan untuk makan jeruk setiap malam agar warnanya senantiasa oranye. Selain itu, gue juga disarankan agar nggak sering-sering keramas. Demi eksistensi, gue pun ikutin saran doi. Tekad gue buat nggak sering-sering keramas pun sudah bulat! Sebulat badan Kak RG! Supaya gue nggak sering keramas, gue memutuskan untuk beli dry shampoo (shampo kering) di Instagram. Kalau kalian pernah beli shampo kering, pasti nggak asing dengan merk Batiste. Karena sebelumnya gue nggak pernah beli shampo kering, gue pilih asal aja variannya. Gue kan suka banget sama motif leopard, jadi gue pilih yang Batiste Dry Shampoo Sassy & Daring Wild. Kalau kata si penjual sih, varian yang ini best seller. Harganya Rp 75 ribu, gedenya 200 ml. Masih terjangkau...

Review Peripera Peri’s Ink #2

By on Aug 21, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebagai pecinta warna pink, pastinya Kak Uung juga suka pakai lipstik atau lip tint warna pink. Karena sudah bosan dengan lipstik atau lip tint, akhirnya gue cobain Peripera Peri’s Ink nomor 2 yang tentu aja warna pink. Kemasannya seperti ini. Sesuai dengan namanya (ink), tentu aja isinya mirip tinta. Beda banget sama lip tint atau lipstik. Cukup sekali oles aja, bibir langsung pink merona dan memesona banyak orang yang melihat. Olesnya hati-hati, ya, jangan sampai belepotan, kena bagian tubuh lain, atau baju. Karena, bakal sulit hilang! Percayalah. Harus dicuci berulang-ulang! Begitu juga ketika diolesin di bibir. Jadi tahan lama bingit, meskipun sudah makan atau minum. Kalau dilihat satu muka, bakal lebih memesona. Percayalah! Kalau mau pink yang lebih ngejreng, bisa dioles lebih dari sekali. Akhir kata, Kak Uung pun bikin kesimpulan soal produk ini. Kelebihan: (+) Packaging unyu! Sayang banget buat buang kardusnya! (+) Warnanya bagus. (+) Harganya cukup terjangkau, Rp 105 ribu karena beli di online shop. (+) Pemakaian irit karena tahan lama bingit. Kekurangan: (-) Kalau kena tangan, belepotan, atau kena baju jadi sulit hilang nodanya. (-) Ukurannya kecil bingit. (-) Nggak mengandung pelembap, jadi kalau mau pakai produk ini, pas malam-malamnya harus rajin pakai lip balm. Next Purchase: Yes! Mau cobain warna...

Page 4 of 33« First...23456...102030...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy