FacebookTwitter
Page 30 of 34« First...1020...2829303132...Last »

My Hada Labo Skin Care Varian Review

By on Oct 29, 2014 in Beauty, Diary, Review Produk

Dengan blog macam ini, gue makin yakin kalau gue adalah cewek yang rajin merawat wajah, meskipun pernah jomblo lama banget. Tapi, kalau kalian rajin merawat wajah kayak gue, pastinya kisah cinta kalian bakal happy ending kayak yang gue alami. Super jijik, ya! Gue aja dengernya pengin muntah di selokan. Buat merawat wajah sehari-hari, gue pake beberapa varian Hada Labo skin care selama dua tahun. Pertama kali gue pake, produk ini belum ada di Indonesia dan harus pesan dengan sistem pre order di online shop dengan harga cukup mahal. Kesabaran gue pun membuahkan hasil, karena akhirnya produk ini ada pabriknya di Indonesia. Harganya pun ngikutin harga rata-rata skin care di Indonesia. Gara-gara harganya yang cukup murah itu, banyak yang meragukan, tuh produknya sebagus kayak negara asalnya (Jepang) nggak, sih? Tapi, nggak perlu kuatir, karena produk ini sudah dipegang sama Rohto Laboratories Indonesia (perusahaan kecantikan ternama di Indonesia). Mereka menjanjikan bahwa bahan-bahan yang digunakan di varian Hada Labo Indonesia memang sama kayak di Jepang. Soal harga murah, itu mungkin karena nggak perlu ongkir mahal-mahal dari luar negeri. Sejak dua tahun lalu, udah banyak banget beauty blogger yang review soal produk ini. Dan yang bikin produk ini eye catching adalah produk ini (katanya) terjual sebanyak satu buah setiap dua detik di Jepang. Kalau gue yang jualan, pasti gue udah tinggal duduk ongkang-ongkak kaki di rumah sambil nonton teve dan makan makanan berlemak sampe badan melebar. Abis itu paling disuruh sedot lemak sama nyokap gue! Nggak semua varian Hada Labo rutin gue pake sih, meskipun gue udah pernah coba semuanya. Karena, kulit gue ini termasuk kulit yang agak sensitif dan berminyak banget. Berikut ini adalah varian Hada Labo yang gue pake:   1. Hada Labo Ultimate Whitening Face Wash Sekilas, isinya mirip sama kayak sabun muka biasa. Warnanya putih gitu, terus kalau dikasih...

Kisah Gue Ketika Dilecehkan

By on Oct 24, 2014 in Diary

Suatu hari perempuan berjaket Bruce Lee dan bercelana batik datang ke gala premiere film Tak Kemal Maka Tak Sayang di XXI Plaza Senayan. Semua orang heran kenapa ada cewek seaneh itu muncul di acara yang cukup resmi. Ya, itulah gue yang datang ke acara yang penuh dengan seleb beken. Nggak tau setan apa yang bikin gue pake milih baju macam ini. Begitulah penampakan gue malam itu. Keren kan? Kayak lagi masih dalam suasana liburan sekolah. Setiap kali gue menyapa orang yang gue kenal di sana, mereka pasti menanyakan hal yang sama, seperti: Kak, ke sini sendirian doang? Nggak ada yang temenin ke mari? Abis dari mana, Kak? Kok gue ditanya kayak begitu seolah-olah gue jones (jomblo ngenes), ya? Woi, gue udah nggak jomblo keles! Nah, kalau pertanyaan di poin ketiga itu adalah pertanyaan terselubung dari orang-orang yang penasaran sama baju yang gue pake. Mereka heran, emangnya ada kantor yang bolehin pegawainya pake baju kayak begitu. Emang sebenernya nggak boleh, sih. Lagian gue juga cuma khilaf. Dan untungnya nggak ketemu sama bos-bos besar di kantor. Hihihi.. Gue udah ready di TKP jam 7 malam buat nonton gala premiere, tapi ternyata acaranya mulai jam 9 malam. Dan itu bikin KZL banget. Sakitnya tuh di sini (sambil nunjuk pantat). Ya udah deh, mau nggak mau gue harus berlama-lama di bioskop dengan baju yang nggak layak itu. Setelah menunggu sampe rambut gue panjang sedengkul, akhirnya gue nonton gala premiere film yang dibintangi sama Kemal Palevi itu. Betapa kagetnya gue, pas muncul scene Kemal lagi main drama musikal sama Putri (Laudya Cynthia Bella) dan berakting ala Romeo dan Juliet. Karena, abis itu kamera langsung kesorot ke arah penonton teater dan jreng.. jreng.. jreng.. Gue lihat ada perempuan berjaket leopard dengan muka galau. Pas banget kan. Abis adegan sedih ala-ala Romeo dan juliet, muncul penonton perempuan bermuka galau....

Review Garnier BB Cream Miracle Skin Perfector

By on Oct 20, 2014 in Beauty, Diary, Review Produk

“BB cream is like money to me. I always need to carry it around,” kata Key , personel boyband Shinee yang suka banget pake BB cream. Bahkan, dia juga sempet mendoakan agar pencipta BB cream bisa masuk surga, karena jasanya begitu besar. Cowok aja bisa antusias banget sama BB cream, apalagi cewek! Kayaknya haram hukumnya kalau cewek nggak tau apa itu BB cream. Sebelum ada BB cream, kita mengandalkan foundation buat makeup. Tapi, nggak mungkin kan kita pake foundation setiap hari. Karena, foundation itu covering-nya lebih berat. Nggak jarang, pas dipake tampilan muka lebih mirip kayak mau ngelenong atau syuting sinetron stripping yang episodenya panjang banget! Tebel banget, Kak! Kalau udah makin lama dipake, bisa menimbulkan efek cakey. Itu lho, kalau ketawa, muka kayak retak-retak. Udah gitu, foundation juga bisa nutupin pori-pori, bikin kulit nggak bisa nafas. Akhirnya, kulit malah jerawatan dan rusak. Kalau gue pribadi sih, selain bisa jerawatan, foundation juga bisa bikin kulit gue gatel-gatel. Makanya gue nggak bisa pake foundation lama-lama. Paling cuma buat photo shoot pas gue jadi model selama beberapa jam, abis itu langsung gue hapus. Aih, sedap banget! Photo shoot, mamen! Di era modern seperti sekarang ini, untungnya udah banyak BB cream beredar di mana-mana. Sekilas, bentuknya mirip kayak foundation, tapi covering-nya nggak setebel foundation. Jadi, pas dipake hasilnya terlihat natural. Cocok banget buat aplikasi “no makeup” makeup. Itu lho makeup natural yang bikin kita kelihatan kayak nggak pake makeup, padahal sebeneranya pake makeup. Buat tipu-tipu laki bolehlah. Selain itu, BB cream itu nggak cuma buat covering kulit wajah, tapi manfaatnya juga banyak. Antara lain bisa melembapkan, mencerahkan wajah, memudarkan bekas jerawat dan noda pada wajah, melindungi kulit wajah dari sinar matahari dan meratakan warna kulit. Tapi, bukan berarti bisa dipake buat tidur, ya, karena BB cream itu bukan krim malam. Kebetulan, kemarin...

Jika Kalian Jadi Warga Bekasi

By on Oct 19, 2014 in Diary

Kasihan deh lo jadi anak Bekasi! Hahaha… Itulah hinaan gue terhadap warga Bekasi, karena Bekasi lagi di-bully di media sosial secara sadis. Tiba-tiba, gue jadi bangga banget bisa jadi anak Mangga Besar, Kota dan sekitarnya. Padahal, tempat tinggal gue itu nggak elit lho. Orang-orangnya pun bukan berdarah biru bak bangsawan yang ada di sinetron fantasi Indosiar. Tapi, akses buat ke mana-mana dekat. Strategis dan banyak fasilitas. Mau pilih sekolah sesuai kepribadian bisa banget, karena ada banyak jenis sekolah di sana, dari sekolah Katolik yang alim banget, sampe sekolah negeri yang suka tawuran juga ada! Mau sekolah di sekolah yang gampang disogok supaya bisa naik kelas juga ada. Yang penting duitnya kenceng! Mau pergi ke tempat ibadah, sampai ke tempat maksiat, semua ada di sana. Semua pilihan ada di tangan kita, kalau kita tinggal di Mangga Besar. Tinggal pilih mau jadi orang beriman atau penjahat. Sedangkan, kalau tinggal di Bekasi, kita nggak punya pilihan. Karena, kita hanya bisa pasrah pada nasib. Nasib di-bully di media sosial! Kenapa sih bisa sampai di-bully? Soalnya, Bekasi udah bikin KZL banyak orang dan bikin warganya jadi korban bullying dengan alasan berikut ini.   1. Tua di Jalan Harga rumah di Bekasi itu jauh lebih murah ketimbang di Jakarta. Kalau bisa beli satu unit rumah di Jakarta, mungkin pas ke Bekasi bisa beli tiga sampai empat unit rumah. Beli rumah di Bekasi jadi kayak beli ketoprak di pinggir jalan! Tapi, kerjanya di Jakarta. Tentu aja ini musibah besar. Coba bayangin, betapa jauhnya perjalanan yang harus dihadapi setiap hari. Makanya, orang-orang yang tinggal di Bekasi mengalami sindrom “tua di jalan”. Orang di Jakarta masih bobok cantik di kamar sampe ileran, tapi warga Bekasi udah harus mandi dan siap-siap berangkat kerja sambil ngantuk-ngantukan. Saking buru-burunya, sarapan aja nggak sempet. Sekalian aja OCD, Kak biar ramping!   2....

Cantik dengan Oatmeal

By on Oct 16, 2014 in Beauty, Diary

Kalau ada yang bilang oatmeal itu rasanya enak, berarti lidahnya udah mati rasa. Pasti dia nggak pernah merasakan kenikmatan duniawi dengan menyantap makanan berlemak dan berkolesterol tinggi. Nggak heran kalau banyak orang yang awalnya belagu pengin diet dengan rutin makan oatmeal, tapi setelah itu niatnya terhenti di tengah jalan. Karena, lidah mereka teriak-teriak minta dikasih makan makanan bersantan. Gue juga pernah mengalami hal itu. Akhirnya oatmeal di dapur masih bersisa banyak, nganggur dan dibuang begitu aja karena udah kadaluarsa. Coba kalau oatmeal itu enak, pasti gue udah abisin sisanya, meskipun udah kadaluarsa. Soalnya, udah beberapa kali gue makan makanan yang udah lewat dari tanggal jatuh tempo, tapi sampai sekarang gue masih sehat walafiat. Untuk mengatasi pembuangan oatmeal yang makin hari makin banyak, alangkah baiknya kalau kita memanfaatkan sisa oatmeal yang nggak terpakai dengan baik. Sayangnya, sisa oatmeal tersebut nggak bisa dijual di berniaga.com atau olx.co.id (tempat jual barang bekas layak pakai). Jadi, harus gimana dong, Kak? Jangan kuatir, karena sisa oatmeal di rumah bisa kalian gunakan untuk bikin muka kalian yang kayak pantat kuali jadi bersinar. Karena, banyak manfaat oatmeal yang untuk kecantikan. Antara lain, mengangkat sel kulit mati, menghaluskan, mencerahkan kulit dan menghilangkan iritasi kulit, kulit kemerahan, jerawat serta bekasnya. Dengan catatan kalian rutin melakukan perawatan ini. Kayak gimana sih, aplikasinya?   1. Abis Dimasak Terus Diolesin Jika kulit kejemur sinar matahari, abis sembuh dari cacar air dan ada bekas luka atau jerawat, pastinya kulit bakal jadi belang. Buat menyamarkan perbedaan warna kulit tersebut bisa dengan menggunakan oatmeal. Caranya, dengan memasak oatmeal dengan air panas, tapi tunggu suhunya nggak terlalu panas. Terus, baurkan di kulit yang belang. Biarkan kering hingga 10 menit, lalu bilas.   2. Scrub Wajah Caranya, haluskan dua sendok makan oatmeal, lalu tambahkan satu sendok teh baking soda. Masukan ke dalam wadah berpenutup kedap udara....

“Bercanda” di TPU Jeruk Purut

By on Oct 12, 2014 in Diary

Pernah diajak “bercanda” atau main-main oleh hantu? Jika belum, datanglah ke TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, seperti yang gue lakukan. Karena di TPU ini terkenal banget dengan hantu kepala pastur yang sempat dijadikan film tahun 2006 silam. Lho kok, kenapa tiba-tiba gue main ke kuburan? Apakah gue pengin nyekar beberapa orang penting yang dikubur di sana? Oh, tentu tidak. Jadi, begini ceritanya… Jumat malem, 10 Oktober 2014 kemarin, gue disuruh dateng ke liputan launching buku Jangan Dengerin Sendiri (JDS) yang diterbitkan sama Bukune. Ternyata, sebelum buku ini dibuat, JDS ini udah dibuat dalam bentuk siaran radio di 90,8 FM OZ Radio Jakarta, setiap hari Kamis, jam 23.00 – 24.00 WIB. Program itu dibawain sama Naomi Angelia, si cewek indigo, Dito, si jomblo dua tahun yang sering diketawain kuntilanak, pernah digandeng perempuan gaib dan terjebak di tempat gelap, Cahyo, si cowok paling penakut, tapi paling jago mapping dan mahir mendokumentasikan penampakan. Dan Daya, announcer dan reporter 90.8 FM OZ Radio Jakarta yang punya modal nekat buat liputan ekspedisi malam di tempat-tempat angker. FYI, buku ini juga ditulis oleh Naomi dan tim JDS. Dan ini penampakan bukunya. Nampaknya seru buat kalian yang suka banget sama cerita horor dan punya jantung yang kuat! Awalnya, gue juga bingung sih, kenapa launching buku kali ini nggak diadain di toko buku kayak biasanya. Tapi, malah diadain di Bakoel Bir Cafe, Kampung Kemang. Gue seneng-senang aja sih, soalnya bisa makan makanan lucu dan rendah lemak di sana kayak nasi goreng dan martabak ovomaltine. Tapi kesenangan gue itu tidak berlangsung lama. Karena, abis seneng-seneng, gue dan kawan-kawan lainnya malah diajak buat ekspedisi ke TPU Jeruk Purut yang lokasinya emang nggak jauh dari kafe itu. Tujuan dari ekspedisi tersebut adalah buat merasakan langsung kegiatan anak-anak JDS kalau lagi liputan di tempat angker. Pas gue denger kalau kami mau...

Page 30 of 34« First...1020...2829303132...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy