FacebookTwitter
Page 20 of 34« First...10...1819202122...30...Last »

First Impression Review: Za Energy Water Skin Lotion

By on Jul 12, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Kali ini, gue mau review barang gratisan. Bukan karena gue di-endorse, tapi karena gue dapet produk ini dari lomba fashion show di kantor. Nama produknya adalah Za Energy Water Skin Lotion. Pas gue terima produk ini, yang kepikiran di kepala gue adalah Beauty Water yang pernah gue review. Za Energy Water Skin Lotion ini bermanfaat untuk menyegarkan kembali kulit kita karena air ini mengandung vitamin B5 dan mineral. Bisa digunakan untuk kulit wajah dan tubuh. Pakenya juga gampang tinggal disemprotin aja. Dan, dalam sehari, bisa dipake berulang-ulang. Pas gue cium aromanya, baunya hampir mirip kayak air putih biasa dengan sedikit efek “obat”. Tapi, nggak menyengat, kok. Terus gue semprotin ke muka. Terus mata gue agak sepet. Kampret banget, deh! Soalnya, gue lupa merem. Meskipun nggak mengandung alkohol dan bahan aneh-aneh, tetep aja rasanya nggak enak kalau kena mata. Begitu air ini kena di kulit, kulit jadi seger, sih, tapi efeknya nggak ‘wah’. Biasa aja malah. Katanya, air ini juga bisa digunakan sebagai lotion untuk kaki dan tangan. Kulit kaki dan tangan jadi halus, sih, tapi nggak terlalu melembapkan. Masih lebih lembap kalau kalian pake hand and body lotion! Hebatnya sih, air ini bisa dipake sesudah kita mengaplikasikan makeup. Gue coba semprotin airnya ke muka yang udah diolesin makeup dan nggak luntur, Kak! Air pun tetap menyerap tanpa melunturkan makeup! Dan, tiba saatnya, Kak Uung membuat kesimpulan, yaitu: Kelebihan: (+) Packaging-nya menarik dan mudah dibawa ke mana-mana. (+) Nggak bikin makeup luntur. (+) Gampang dipakenya. Kekurangan: (-) Gue nggak tau berapa harganya. Kalau diliat dari merk-nya, sepertinya mahal, ya! (-) Kualitas terasa standar. Nggak ada efek yang hebat gimana gitu. (-) Kalau kena mata nggak enak. (-) Kurang moisturize. Next Purchase: No. Kalau dapet gratisan, sih, nggak nolak! Hahaha… Foto: Mariska...

Review Shampoo BSY NONI Black Hair Magic

By on Jul 12, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Gue lebih sering dibuat galau sama rambut gue sendiri, ketimbang dibuat galau oleh lelaki. Pasalnya, semua orang tau bahwa warna rambut gue udah nggak jelas. Atasnya item, tengahnya cokelat, bawahnya kuning. Nggak jelas banget kayak kasus lumpur di seberang sana. Kira-kira, kayak begini deh hancurnya warna rambut gue. Sekilas kayak ombre, ya! Kok rambut gue makin pendek? Iya, soalnya gue sempet potong rambut. Dan, gue potongnya sendiri, tanpa bantuan Kak RG atau teman. Gue bisa potong rambut sendiri, bukan karena gue udah belajar potong rambut di Korea, tapi karena potongnya emang gampang. Cuma potong rata. Gue rasa anak TK juga bisa. Hasilnya juga lumayan, kan? Pada bilang bagus. Ciyeee… Gue potong kayak begitu karena gue cuma pengin meratakan potongan rambut aja. Pas kemarin kan model rambut gue layer gitu. Depannya pendek dan belakangnya panjang. Ternyata, gue nggak suka sama model rambut kayak begitu. Ya uda deh, gue babat abis aja sampe segitu! Toh, dari dulu gue emang pengin punya rambut pendek dan keriting. Kalau kalian liat kondisi rambut gue, pasti kalian bisa merasakan betapa kejamnya cream bleaching rambut. Mungkin efeknya seperti nikotin yang menggerogoti paru-paru. Untuk ke depannya, gue udah nggak mau lagi main bleaching-bleachingan! Kalau mau warnain rambut pake warna aneh-aneh, mending gue pake wig. Rambut gue nggak bakal rusak dan gue tetap bisa bergaya bak anak gaul Jakarta. Karena gue cukup frustasi menghadapi kondisi rambut gue, gue pun memutuskan untuk menghitamkan rambut. Seperti biasanya, gue lebih suka hal-hal yang praktis, tanpa perlu berangkat ke salon, sehingga gue memutuskan buat cari black shampoo. Itu lho, itemin rambut praktis dengan cara shampoo-an aja. Dulu, gue pernah beberapa kali pake cara ini dan cukup berhasil, kok. Asalkan, abis itemin rambut pake shampoo, jangan langsung keritingin rambut atau smoothing. Karena, obat keriting atau smoothing bisa bikin warna cat rambut luntur! Gue...

Beli Pisang Pasir di Pisangku.com

By on Jul 8, 2015 in Diary, Food Porn

Di saat gue ngidam babi cuka, Kak RG malah ngidam pisang pasir. Gue bingung apa yang dimaksud dengan pisang pasir. Apakah itu makanan jenis baru? Apakah makannya dicampur sama pasir? Kegaptekan gue membuat gue nggak tahu soal pisang hits itu. Ternyata, pisang pasir itu adalah pisang kepok yang digoreng dengan balutan butiran tepung pasir. Bentuknya mirip chicken katsu, rasanya gurih, dan manis. Menurut Kak RG, pisang ini patut dicoba karena berbeda dari pisang goreng kebanyakan. Tadinya gue pikir beli pisang pasir itu harus mampir ke tempat yang jauh, seperti Bogor atau Bandung, tapi ternyata nggak kok. Karena, pisang tersebut bisa dipesan di www.pisangku.com. Kalau kalian buka web itu, langsung keliatan jelas nomor telepon dan hape untuk delivery, yaitu 93004000 dan 081317810000. Sayangnya, mereka delivery-nya baru bisa di daerah Jakarta Selatan aja. Belum bisa ke daerah Mangga Besar. Hiksss.. Ya sudah deh, gue pun minta dikirim ke kantor gue aja yang emang berdomisili di daerah Jakarta Selatan. Gue emang bunglon gitu, deh. Bisa jadi anak pusat, utara, selatan, dan barat. Gue cuma belum pernah mencoba jadi anak timur. Ada minimal pemesanan delivery, yaitu 20 biji, ditambah ongkos kirim Rp25ribu. Jadi, gue pun memesan 20 pisang pasir untuk dibawa pulang ke keluarga buat dibagi-bagikan ke Kak RG dan keluarga gue. Sebenarnya, ada menu-menu lain sih di sana, seperti pisang pasir kecil, onde-onde kacang hijau, pastel istimewa, dan risol raghout. Cuma, gue lebih penasaran sama pisang pasir, jadi gue pesen pisang pasir gede semua, deh. Di web-nya, tertulis bahwa harga sebijik pisang pasir adalah Rp3.500. Cuma pas gue telepon, dia bilang harga per bijiknya Rp3 ribu. Nggak mungkin kan turun harga di saat perekonomian lagi makin susah. Kayaknya sih, gara-gara gue pesen 20 biji makanya dikasih diskon. Murah banget, ya! Beli burger sebijik aja nggak dapet dengan harga segitu! Jadi, biaya yang gue...

Sangjit: Lamaran Cina dengan Kaki Babi

By on Jul 7, 2015 in Diary

Sejak masih remaja, gue udah sering denger kata ‘Sangjit’, tapi gue nggak tau Sangjit itu apaan. Soalnya, gue cuma pernah diceritain, nggak pernah disuruh meramaikan atau datang langsung ke TKP. Yang gue tau, 2 minggu sebelum menikah, orangtua dari pihak cowok bawa seserahan ke orangtua pihak cewek sebagai tanda bahwa mereka serius melamar si cewek. Makin gue dewasa, gue makin sering liat temen-temen gue nge-post foto Sangjit-an mereka di media sosial. Foto-fotonya pun cukup menarik dan mencolok karena didominasi oleh warna merah. Baju mereka serba merah, begitu pula dengan seserahan, dan dekorasi ruangannya. Lebih meriah dari merahnya hari raya Imlek. Yang gue liat sih, seserahannya itu berupa makanan, manisan kaleng, kue-kue, permen, makanan kering, buah-buahan, dan tak jarang ada juga berupa barang kayak baju, perhiasan, sepatu, bahkan tas Hermes. Duh, jadi mupeng pengin tas Hermes! *Langsung lap iler*. Gue juga pernah baca buku kumpulan cerpen dan salah satu cerita di buku itu menceritakan soal Sangjit dan ngomongin seserahannya juga. Dari sekian ratus seserahan, yang paling gue inget adalah seserahan berupa kaki babi. Hahaha… Gue bingung deh, kenapa harus ada kaki babi? Meskipun gue Cina, tapi gue sungguh nggak mengerti. Itu acara lamaran atau acara bedah binatang di ruang praktikum Biologi? Dan tiba saatnya gue melihat sendiri peristiwa Sangjit di depan mata dan kepala gue sendiri. Tepatnya di hari Minggu kemarin, gue dipercaya oleh Cicik Indah untuk meramaikan peristiwa Sangjit-nya doi bersama pacarnya, Koko Ian. Gue disuruh meramaikan acaranya, bukan berarti gue harus dangdutan atau main rebana di sana. Tapi, tugas gue terbilang cukup berat, yaitu harus membawa seserahan sampai di tempat tujuan. Kegiatan ini sangat membutuhkan kecepatan, fokus, dan ketelitian yang sangat tinggi. Beberapa hari sebelumnya, Cicik Indah menghubungi gue lewat Whatsapp buat omongin hal ini. Indah: Ung, hari Minggu besok jam 12 free nggak? Gue: Kayaknya free, Kak....

Happy Tummy Book Promo with 99ers 100 FM Bandung

By on Jul 5, 2015 in Diary

Kalau kata anak gaul zaman sekarang, blog post kali ini bener-bener super late post. Kejadiannya udah terjadi seminggu yang lalu (28 Juni 2014), tapi baru di-post sekarang. Maaf banget, ya, soalnya gue sibuk banget. Gue emang belum laporan di blog ini, tapi gue sempet update soal kejadian ini kok di Instagram gue, mariskatracy. Sekalian deh, gue kasih tau aja akun Instagram gue biar kalian follow. Hahaha… Jadi begini Kakak-kakak, seminggu yang lalu, gue dapet giliran promo buku Happy Tummy di Bandung. Gue bakal diinterview sama penyiar 99ers 100 FM Bandung soal buku Happy Tummy di program Rasa! Gila udah kayak musisi yang baru rilis album! Tapi, kejadiannya dadakan banget. Boro-boro mempersiapkan diri secara matang kayak sanggulan dan lain-lain. Kejadiannya tanggal 28, tapi baru dikasih tau sama Kak Anye, editor gue pas tanggal 26. Karena gue nggak mau kehilangan kesempatan kayak begini, tentu aja gue okein buat cabut ke Bandung, meskipun tempatnya jauh. Selain dadakan, gue juga terancam pergi sendirian ke Bandung tanpa ditemani siapa-siapa karena Kak Anye dan orang Gagas Media lainnya nggak bisa menemani gue. Mau ajak Kak RG, tapi doi lagi di Jogja. Mau ajak temen-temen juga pada nggak bisa ikut karena udah punya acara masing-masing. Ada satu temen yang gue ajak ke Bandung, namanya Hendry. Doi emang nggak bisa temenin gue ke Bandung karena ada date sama pacarnya. Tapi, doi berinisiatif mengenalkan seorang temen yang asyik supaya bisa menemani gue ke Bandung. Namanya Nani Fernandez. Namanya antik kayak orang Latin, padahal kalau liat fotonya mah, Cina-cina juga mukanya. Kak Nani adalah mantan teman sekantor Hendry. Meskipun Kak Nani udah resign dari kantor itu, tapi doi tetep temenan akrab sama Hendry karena suka nge-gym bareng di Gold Gym. Kak Nani ini juga temenan sama Kak Susi. Ya, pokoknya dunia sempit banget, deh. Setelah gue lakuin investigasi besar-besaran,...

1 Year Blogging Anniversary

By on Jun 28, 2015 in Diary

Tepat hari ini, 28 Juni 2015, www.mariskatracy.com udah genap setahun! Hore! Nggak terasa cepet banget waktu berlalu dan udah banyak momen yang Kak Uung lalui bersama blog ini. Ciyeee… *elus-elus laptop*. Gue emang nggak setiap hari nge-blog, tapi gue udah berusaha buat konsisten supaya setiap bulannya ada 6-8 post. Soalnya, gue kan sibuk banget, Bray! Kerjaan gue bukan cuma jadi blogger, tapi juga jadi sosialita yang gemar menenteng tas Hermes. Hahaha… Soal kenapa blog ini bisa ada, gue pernah menceritakannya di artikel Behind The Scene Buku Kedua Kak Uung dan di majalah Cleo edisi Januari 2015 kemarin. Kalau rajin baca blog gue, pasti udah nggak asing sama blog post pertama gue yang berjudul Tragedi Pijat Berdarah. Hahaha… Gue yang awalnya bingung harus nge-post apaan, tiba-tiba aja kepikir buat nge-post soal pengalaman pijat. Dan nggak gue sangka, ceritanya mengalir begitu aja dan jadi cerita komedi. Kak RG adalah orang pertama yang baca blog post itu dan doi pun suka sama ceritanya. “Ceritanya lucu banget, Kak! Kamu jago banget nulisnya,” kata Kak RG. Pujian itu bikin gue optimis, meskipun blog post itu masih punya banyak kekurangan, salah satunya typo. Maklum deh, baru pertama kali bikin blog post, terus main di-publish aja tanpa dicek lagi. Apalagi, saat itu kan belum ada editor. Kalau sekarang sih, Kak RG yang jadi editornya. Tapi, doi nggak selalu ngedit, sih. Kadang-kadang aja kalau sempat. Karena doi nggak selalu sempat buat ngedit tulisan, gue pun berinisiatif mengedit tulisan gue sendiri. Kalau tulisannya masih berasa garing atau banyak typo-nya, pastinya nggak bakal langsung gue publish. Tapi, bakal gue perbaiki dulu. Yang bikin gue seneng adalah kisah pijat gue yang absurd itu juga dipuji oleh banyak temen dan orang yang nggak gue kenal. Udah nggak terhitung berapa banyak yang suka sama kisah itu. Tapi, yang paling membekas adalah komentar...

Page 20 of 34« First...10...1819202122...30...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy