FacebookTwitter
Page 1 of 3712345...102030...Last »

Menjaga Kesehatan Mental di Saat Pandemi Covid-19

By on May 23, 2020 in Diary

Halo teman-teman! Sudah tahu kan, ya, kalau sekarang seluruh dunia tengah mengalami pandemi Covid-19 yang membuat kita dianjurkan untuk di rumah aja dan sebisa mungkin menghindari keramaian. Perkara untuk berdiam diri di rumah aja ternyata bukan hal yang sepele. Berdampak ke banyak hal Untuk kamu yang masih memiliki pekerjaan dan bisa melakukannya di rumah, tentu hal tersebut adalah hal yang perlu disyukuri. Begitu pula dengan yang sesekali harus datang ke kantor. Setidaknya bersyukur masih memiliki pekerjaan. Namun, banyak pula kantor atau usaha yang tidak bisa beroperasi atau berdagang akibat pandemi Covid-19 ini. Contohnya, perusahaan travel agent, salon, spa, toko oleh-oleh, resto, dan lain-lain. Banyak juga pelaku usaha yang melakukan lay off besar-besaran demi mempertahankan bisnis agar tidak gulung tikar. Selain berdampak terhadap kehidupan ekonomi, kesehatan banyak manusia juga jadi taruhannya. Virus Covid-19 ini sangat cepat sekali penyebarannya. Apalagi, sekarang ini masih banyak warga yang tidak taat saat melakukan social distancing. Bahkan, baru-baru ini juga banyak berita soal warga yang berbondong-bondong ke mal dan Pasar Tanah Abang untuk beli baju baru Lebaran. Bukan cuma itu, tapi mudik juga tetap nekat untuk dilakukan. Sementara, tenaga medis terbatas jumlahnya. Mereka pun kewalahan menangani jumlah pasien positif yang terus bertambah setiap harinya. Bahkan, nyawa tenaga medis pun jadi taruhannya. Banyak dari mereka yang ikutan sakit bahkan meninggal dunia. Yang tidak disadari adalah mental kita juga terganggu Hal tersebut secara tidak langsung berdampak bagi kesehatan mental setiap orang. Untuk yang tidak pernah terbiasa berdiam diri di rumah, isolasi diri di rumah akan menjadi hal membosankan. Apalagi setiap hari kita dihadapkan pada berita tentang penambahan kasus positif Covid-19 dan lain-lain. Awalnya, saya pikir berdiam diri di rumah bukanlah hal yang sulit. Apalagi sehari-harinya juga saya adalah ibu rumah tangga. Namun, setelah lama-lama dijalani kok sulit juga, ya! Hahaha… Dulunya, sebagai ibu rumah tangga, saya bebas...

Potensi Papua Menjadi Ekowisata Dilihat dari Alam, Pangan, dan Budayanya

By on Mar 14, 2020 in Diary

Kalau mendengar tentang Papua, jujur sebenarnya gue nggak terlalu tahu banyak, soalnya belum pernah ke sana. Papua selalu menjadi incaran orang-orang sekitar gue karena di sana ada Raja Ampat. Namun, Papua bukan hanya tentang Raja Ampat, lho. Ada banyak hal yang bisa dibahas tentang Papua. Makanya di blog kali ini, gue mau bahas soal Papua sebagai destinasi wisata hijau. Terutama soal ekowisata di Papua. Apalagi hutan di sana memang masih hijau dan terjaga kekayaan hayatinya. Sebelum benaran berangkat ke Papua, tentunya gue harus banyak riset dulu dong dan gue bagikan lewat blog ini. Sekalian untuk ikutan kompetisi Wonderful Papua Blog Competition yang diadakan oleh Eco Nusa Foundation dan Blogger Perempuan Network. Yuk, dukung Papua menjadi ekowisata yang mendunia! Akhir-akhir ini sudah banyak berita yang mengabarkan bahwa Papua sedang direncanakan untuk menjadi ekowisata. Apa sih ekowisata itu? Menurut organisasi The Ecotourism Society (1990), ekowisata adalah suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat. Ekowisata bukan hanya bicara soal wisata yang menyatu dengan alam, seperti naik gunung, main arung jeram, menginap di resort alami, atau camping. Kegiatan seperti itu bisa aja merusak lingkungan. Yang namanya ekowisata tentunya harus bersifat ramah lingkungan, juga ramah terhadap budaya dan adat setempat. Secara tidak langsung ekowisata akan berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga sekitar. Sebagai orang Indonesia yang kagum akan keindahan Papua, pastinya kita berharap Papua bisa menjadi ekowisata yang mendunia. Namun, perjalanan untuk ke arah sana mungkin tidak semudah itu. Perlu kesadaran dari diri sendiri dulu untuk menjaga alam Papua. Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah tidak merusak alam dan rimba Papua. Terutama jika kalian punya rencana liburan ke sana. Hal simpel yang bisa dilakukan adalah nggak buang sampah sembarangan dan menghentikan penggunaan plastik sekali pakai. Tentunya, kita juga harus menghormati...

Forest Cuisine Blogger Gathering: Peran Serta Perempuan dalam Melestarikan Hutan

By on Mar 4, 2020 in Diary, Food Porn

Beberapa waktu lalu, gue ikutan kompetisi ngeblog dengan tema Forest Cuisine Blog Competition yang diadakan oleh WALHI dan Blogger Perempuan Network. Puji Tuhan gue terpilih menjadi salah satu dari 30 finalis yang diundang ke acara Forest Cuisine Blogger Gathering yang diadakan di Almond Zucchini, Jakarta pada tanggal 29 Februari 2020 kemarin. Apa itu WALHI dan Blogger Perempuan Network? Gathering kali ini dipandu oleh Kak Fransiska Soraya (Ocha) sebagai MC. Maaf fotonya blur, soalnya dia nggak bisa diem haha.. Kak Ocha pun tak lupa menjelaskan apa itu WALHI dan Blogger Perempuan Network. WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Merupakan organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia. Sejak tahun 1980 sampai sekarang, WALHI secara aktif mendorong upaya-upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup. Blogger Perempuan Network Adalah sebuah platform digital, di mana seluruh blogger perempuan di Indonesia bisa saling belajar, menceritakan, dan menginspirasi satu sama lain melalui konten. Komunitas ini sudah ada sejak 2015 dan berkembang pesat sampai sekarang, juga menjadi komunitas blogger terbesar di Indonesia. Kemudian, ada games lucu-lucuan juga, lho untuk mencairkan suasana. Sayangnya, gue nggak menang. Mungkin karena belum makan banyak hahaha… Penyerahan hadiah games ke para pemenang Bumi tidak sedang baik-baik aja! Sebelum berbincang-bincang lebih lanjut mengenai hutan, kami nonton dulu video pendek dari WALHI yang berjudul Kita Masih di Planet Bumi. Lewat video pendek tersebut, kita sadar betul bahwa bumi kita sedang tidak baik-baik aja. Sampah plastik di mana-mana, polusi udara, kebakaran hutan, dan lain-lain. Sampah plastik bukan cuma bikin banjir, tapi hewan-hewan di laut dan darat jadi ikut makan plastik. Kita sebagai pengonsumsi hewan kan juga memakan hewan tersebut. Dampaknya tentu aja ke kesehatan sendiri dan keluarga. Lalu sudahkah kalian menghentikan penggunaan fossil sebagai daya energi? Sudahkah kalian mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan produk dari sawit? Kalau gue sih sekarang ini sudah mengganti minyak kelapa sawit...

Kunyit, si Kuning dengan Berbagai Manfaat dari Hutan Indonesia

By on Feb 18, 2020 in Diary, Food Porn

Sebagai orang Indonesia, siapa sih yang nggak kenal dengan kunyit? Bukan cuma bisa dibuat jadi jamu, tapi kunyit juga bisa diolah menjadi aneka masakan yang lezat dan kaya akan cita rasa. Kunyit juga sering dijadikan sebagai pewarna alami di makanan. Makanya, saya suka banget memasak menggunakan kunyit. Para pembaca pun juga harus tahu mengenai seluk-beluk rempah serbaguna ini. Pastinya, kunyit yang selama ini kita konsumsi merupakan salah satu sumber pangan yang dihasilkan dari hutan. Hutan Indonesia merupakan salah satu penghasil devisa negara. Namun, lahan hutan di Indonesia terancam punah akibat kebakaran dan penebangan pohon yang dilakukan secara ilegal. Sedih banget kan kalau kita nggak bisa lagi menghasilkan kunyit dari hutan sendiri! Lewat blog ini, saya ingin mendukung WALHI untuk menjaga kelestarian hutan di Indonesia. Semoga ke depannya tidak akan lagi kebakaran dan penebangan pohon di hutan yang dilakukan secara ilegal. Karena, hutan merupakan sumber pangan kita. Hutan Ijen, Banyuwangi yang sempat mengalami kebakaran Kenalan dengan kunyit Minuman kunyit asam Kunyit punya nama lain, yaitu kunir. Kadang disebut Curcuma. Merupakan salah satu tanaman rempah yang masuk dalam kelompok jahe-jahean atau zingiberaceae. Kunyit tumbuh subur di daerah tropis, di sekitar hutan atau bekas kebun. Tanaman kunyit banyak ditemukan di Asia Selatan, seperti Indonesia (Jawa), India, Cina Selatan, dan Filipina. Tanaman kunyit tumbuh baik di daerah dengan intensitas cahaya penuh atau sedang. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan antara 1000-4000 mm per tahun. Jika ditanam di daerah curah hujan di bawah 1000 mm per tahun, sistem pengairan harus diusahakan cukup dan tertata baik. Kunyit bentuknya mirip jahe, namun rasanya lebih pahit dan agak pedas. Makanya jika diolah, kunyit harus benar-benar dimasak sampai matang supaya bau langunya hilang. Jika menginginkan proses memasak yang lebih cepat dan lebih cepat hilang bau langunya, kita bisa menggunakan kunyit bubuk. Kunyit dengan Aneka Olahannya...

Hutan Indonesia Sebagai Penghasil Kelapa dengan Inovasi dan Aneka Olahannya

By on Feb 14, 2020 in Diary, Food Porn

Hutan merupakan sebuah kawasan yang ditumbuhi tanaman dan pepohonan. Selain itu, hutan juga berfungsi sebagai tempat untuk hidup hewan-hewan. Dari hutan, kita bisa menghasilkan sumber kekayaan alam yang luar biasa, salah satunya sebagai sumber pangan atau makanan. Sedih banget kalau hutan sering mengalami kebakaran dan ditebang secara liar. Lewat tulisan saya kali ini, saya ingin mendukung WALHI untuk menjaga kelestarian hutan Indonesia. Nggak mau kan kalau nantinya kita nggak bisa lagi mendapatkan bahan pangan berkualitas dari hutan di negeri sendiri? Nggak bisa hidup tanpa kelapa Salah satu bahan pangan yang dihasilkan dari hutan Indonesia adalah kelapa. Pohon kelapa tumbuh di hutan hujan tropis, jenis hutan yang umumnya ada di Indonesia. Hutan hujan tropis ditumbuhi pohon-pohon tinggi dengan iklim yang hangat. Curah hujannya tinggi dan musim kemaraunya pendek, yaitu lebih dari 1.200 mm per tahun. Pohon kelapa juga bisa beradaptasi untuk tumbuh di atas daerah berpasir seperti pantai atau pulau. Pohon kelapa di Pulau Lengkuas, Belitung Saya adalah penyuka kelapa dan beragam olahannya. Kelapa bisa diolah menjadi aneka makanan lezat. Dari kelapa sendiri ada beragam inovasi produk yang sering banget kita konsumsi. Tanpa terasa sudah tiga tahunan saya aktif memasak dan baking. Selama itu pula saya menyadari bahwa kita sebagai orang Indonesia nggak bisa lepas dari yang namanya kelapa. Jadi, lewat tulisan ini, orang-orang yang membacanya bisa semakin tahu bahwa kelapa itu bukan sekedar dimakan dagingnya dan diminum airnya karena enak. Tapi, bagian-bagian dari kelapa banyak manfaatnya dan bisa dijadikan aneka olahan lezat. Sehingga, mereka makin sadar untuk menjaga kelestarian hutan Indonesia. Beragam inovasi dari buah kelapa Hingga kini, buah kelapa punya beragam inovasi di bidang pangan. Soalnya, dari satu buah kelapa baik itu yang tua maupun muda bisa dijadikan sebagai bahan pangan berkualitas. Contohnya sebagai berikut: Produk dari kelapa Air kelapa Air kelapa merupakan cairan yang berada di dalam...

Kenalan dengan Asparagus yang Instagenic dan Menyehatkan

By on Aug 9, 2019 in Diary, Food Porn

Bisa dibilang, awalnya gue nggak kenal-kenal banget sama asparagus. Soalnya, sayuran ini hampir nggak pernah disajikan sama nyokap di rumah. Kalau pun makan asparagus kayaknya cuma pernah di resto atau kondangan. Inget kan sama sup asparagus yang sering dijadikan sebagai makanan pondokan saat resepsi pernikahan? Nggak heran kalau emak-emak jarang menyajikan asparagus di rumah, soalnya di pasar sepertinya nggak ada. Kalau mau beli, harus di supermarket impor yang jual bahan makanan bule. Selain itu, harganya juga lumayan mahal. Satu kotak kira-kira harganya Rp40 ribu sampai 50 ribuan gitu deh. Tergantung beratnya berapa gram. Satu kotak, kira-kira isinya segini. Ehm, lumayan dikit, kan? Tahu nggak kenapa tiba-tiba gue beli asparagus terus masak sayuran itu? Gara-gara ikutan giveaway foto masak-masakan di Instagram! Hahaha… demi bikin foto cakep nan instagenic. Nah, asparagus itu bentuk dan warnanya instagenic banget. Kebetulan juga, gue memang lagi belajar food plating dan asparagus itu sangat memudahkan kita dalam hal plating. Masakan bintang 5 di hotel-hotel atau resto mewah, biasanya kan pakai asparagus sebagai sayuran kan? Dari situ, gue mulai suka asparagus. Soalnya, mudah diolah. Biasanya cukup direbus dengan air yang sudah diberi sedikit garam atau di-stir fry dengan sedikit minyak, bawang putih, garam, dan lada putih. Untuk ukuran sayur yang biasanya dibenci orang, rasanya juga enak kok, crunchy, dan nggak ada pahit-pahitnya. Gue juga jadi tertarik buat kenalan sama manfaatnya. Ya kan, udah beli bahan makanan yang cukup mahal, tentunya gue juga harus tahu manfaatnya untuk kesehatan dong biar lebih semangat makannya! Membantu menurunkan berat badan Setengah cangkir asparagus cuma mengandung 20 kalori. Pastinya, bagus banget buat yang mau diet, nih! Serat yang terkandung di dalamnya juga tinggi, sehingga membuat perut cepat kenyang dan bisa memperlancar pencernaan. 2. Kaya akan nutrisi Bukan hanya berserat tinggi, namun asparagus juga mengandung protein, vitamin C, vitamin A, vitamin E, vitamin...

Page 1 of 3712345...102030...Last »

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy