FacebookTwitter
Page 1 of 11

Hotel Bintang Satu

By on Jul 31, 2014 in Cerpen

Anak kecil berbaju ungu, berambut keriting itu berlutut dan membuat kedua telapak tangannya seperti sedang dalam posisi berdoa. Momen itu terekam dan tertoreh dalam sebuah lukisan yang diambil dari angle samping. Bukan panorama nyata yang biasa dilihat dengan mata telanjang. Sebuah lukisan yang meramaikan pemandangan di dalam hotel bintang satu yang tengah kutinggali saat ini. Mungkin, lukisan itu terihat begitu berseni bagi sang pemilik hotel, tapi buatku tidak! Karena, aku hanya merasakan aura seram di dalam kamar ini. Untungnya, aku tidak punya indra keenam yang bisa melihat penampakan mahkluk halus. Untungnya juga, aku tidak sekamar dengan Lina, teman kantorku yang punya kemampuan melihat hantu gentayangan. Lebih baik, aku bersyukur saja karena bisa mencicipi kehidupan yang terlihat keren dan ‘mewah’. Sebuah momen yang membuat cerita hidupku agak mirip dengan cerita si dia. Ngomong-ngomong soal si dia, mengapa hari ini dia belum menelepon, ya? Padahal, matahari sudah menenggelamkan diri tanpa rasa malu. Mengapa tiba-tiba aku sangat merindukan panggilan darinya? Apakah ini yang namanya kerinduan terhadap seseorang? Ah, tidak juga! Mungkin karena dia terbiasa meneleponku setiap hari, sehingga ketika dia terlambat menelepon, aku merasakan kehilangan yang luar biasa. Ini hanya bicara soal kebiasaan, bukan pemenuhan kebutuhan hati. Dan, aku sadar betul kalau aku baru saja berbohong. Smartphone-ku berbunyi setelah sepi berjam-jam. Lagu Dekat di Hati milik RAN pun terdengar merdu di telingaku. Aku sengaja memasang lagu itu selama di Bandung sebagai ring tone karena sepertinya lagu itu menggambarkan isi hatiku. Padahal, lagu itu kan tentang hubungan berpacaran jarak jauh. Sementara, aku belum punya siapa-siapa untuk dirindukan. Kalau orang lain yang menelepon, aku nggak langsung mengangkat telepon supaya aku bisa mendengarkan lagu romantis itu lebih lama, tapi kali ini tidak. Karena dia yang menelepon. Pertanyaan akan kerinduan hatiku terjawab sudah. “Halo,” sapaku dari kota lautan api. “Halo Rena, apa kabar?” tanyanya. Dan itu...

Page 1 of 11
Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy