FacebookTwitter
Page 5 of 9« First...34567...Last »

Tragedi Wax Berdarah

By on Aug 26, 2015 in Beauty, Diary

Gue adalah orang yang ahli dalam dunia waxing (penghilang rambut yang tidak diinginkan di tubuh). Apalagi, gue pernah melakukan wax sendiri di rumah pake SugarPot Wax. Gue bisa wax sendiri di rumah soalnya hilangin bulunya gampang. Cuma di kaki dan ketek. Tapi, kalau buat urusan brazilian wax, gue nyerah. Gue bingung, kok ada aja orang yang bisa lakuin brazilian wax di rumah tanpa bantuan orang? Mungkin ada yang nggak tau, apa itu brazilian wax? Brazilian wax adalah proses waxing yang hanya bisa dilakukan di Brazil. Makanya gue bingung kok pada bisa lakuin itu di rumah masing-masing? Padahal rumahnya di Jakarta. Hahaha… Kalau kalian percaya, berarti kalian punya pengetahuan sosial yang sangat tinggi bak Puteri Indonesia. Okelah gue kasih tau aja yang sebenarnya. Brazilian wax adalah proses pembasmian rambut di sekitar pubik. Apa itu pubik? Pubik adalah daerah kewanitaan yang ditumbuhi rambut. Biasanya, brazilian wax dilakukan di salon atau klinik dan dilakukan oleh tenaga ahli yang terpercaya. Hari Minggu kemarin, Kak Uung pun mencoba brazilian wax di Browhaus & Strip, Grand Indonesia. Ngapain Kak Uung brazilian wax? Soalnya sebentar lagi gue mau lakuin photoshoot buat majalah dewasa, jadi brazilian wax merupakan kebutuhan pokok buat gue. Pas nyampe di sana, gue disuruh nunggu setengah jam dulu karena masih ada orang yang lakuin brazilian wax. Nggak apa-apa deh, nunggu setengah jam karena bisa duduk-duduk di sana dan tempatnya nyaman. Sayangnya sinyal hapenya payah dan nggak ada wifi. Oh, ya, untuk paket brazilian wax-nya, gue pilih yang paket untuk Pubic xxxx Strip (All Off) yang hard wax (Rp370 ribu). Pilih yang all off biar bener-bener botak. Penginnya sih diukir inisial nama gue ‘M’, tapi percuma gue bikin kayak begitu. Toh, nggak ada yang liat! Dan gue pilih yang hard wax karena kata Mbaknya, nggak terlalu sakit jika dibandingkan sama yang soft wax. Penginnya...

First Impression Review: Za Energy Water Skin Lotion

By on Jul 12, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Kali ini, gue mau review barang gratisan. Bukan karena gue di-endorse, tapi karena gue dapet produk ini dari lomba fashion show di kantor. Nama produknya adalah Za Energy Water Skin Lotion. Pas gue terima produk ini, yang kepikiran di kepala gue adalah Beauty Water yang pernah gue review. Za Energy Water Skin Lotion ini bermanfaat untuk menyegarkan kembali kulit kita karena air ini mengandung vitamin B5 dan mineral. Bisa digunakan untuk kulit wajah dan tubuh. Pakenya juga gampang tinggal disemprotin aja. Dan, dalam sehari, bisa dipake berulang-ulang. Pas gue cium aromanya, baunya hampir mirip kayak air putih biasa dengan sedikit efek “obat”. Tapi, nggak menyengat, kok. Terus gue semprotin ke muka. Terus mata gue agak sepet. Kampret banget, deh! Soalnya, gue lupa merem. Meskipun nggak mengandung alkohol dan bahan aneh-aneh, tetep aja rasanya nggak enak kalau kena mata. Begitu air ini kena di kulit, kulit jadi seger, sih, tapi efeknya nggak ‘wah’. Biasa aja malah. Katanya, air ini juga bisa digunakan sebagai lotion untuk kaki dan tangan. Kulit kaki dan tangan jadi halus, sih, tapi nggak terlalu melembapkan. Masih lebih lembap kalau kalian pake hand and body lotion! Hebatnya sih, air ini bisa dipake sesudah kita mengaplikasikan makeup. Gue coba semprotin airnya ke muka yang udah diolesin makeup dan nggak luntur, Kak! Air pun tetap menyerap tanpa melunturkan makeup! Dan, tiba saatnya, Kak Uung membuat kesimpulan, yaitu: Kelebihan: (+) Packaging-nya menarik dan mudah dibawa ke mana-mana. (+) Nggak bikin makeup luntur. (+) Gampang dipakenya. Kekurangan: (-) Gue nggak tau berapa harganya. Kalau diliat dari merk-nya, sepertinya mahal, ya! (-) Kualitas terasa standar. Nggak ada efek yang hebat gimana gitu. (-) Kalau kena mata nggak enak. (-) Kurang moisturize. Next Purchase: No. Kalau dapet gratisan, sih, nggak nolak! Hahaha… Foto: Mariska...

Review Shampoo BSY NONI Black Hair Magic

By on Jul 12, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Gue lebih sering dibuat galau sama rambut gue sendiri, ketimbang dibuat galau oleh lelaki. Pasalnya, semua orang tau bahwa warna rambut gue udah nggak jelas. Atasnya item, tengahnya cokelat, bawahnya kuning. Nggak jelas banget kayak kasus lumpur di seberang sana. Kira-kira, kayak begini deh hancurnya warna rambut gue. Sekilas kayak ombre, ya! Kok rambut gue makin pendek? Iya, soalnya gue sempet potong rambut. Dan, gue potongnya sendiri, tanpa bantuan Kak RG atau teman. Gue bisa potong rambut sendiri, bukan karena gue udah belajar potong rambut di Korea, tapi karena potongnya emang gampang. Cuma potong rata. Gue rasa anak TK juga bisa. Hasilnya juga lumayan, kan? Pada bilang bagus. Ciyeee… Gue potong kayak begitu karena gue cuma pengin meratakan potongan rambut aja. Pas kemarin kan model rambut gue layer gitu. Depannya pendek dan belakangnya panjang. Ternyata, gue nggak suka sama model rambut kayak begitu. Ya uda deh, gue babat abis aja sampe segitu! Toh, dari dulu gue emang pengin punya rambut pendek dan keriting. Kalau kalian liat kondisi rambut gue, pasti kalian bisa merasakan betapa kejamnya cream bleaching rambut. Mungkin efeknya seperti nikotin yang menggerogoti paru-paru. Untuk ke depannya, gue udah nggak mau lagi main bleaching-bleachingan! Kalau mau warnain rambut pake warna aneh-aneh, mending gue pake wig. Rambut gue nggak bakal rusak dan gue tetap bisa bergaya bak anak gaul Jakarta. Karena gue cukup frustasi menghadapi kondisi rambut gue, gue pun memutuskan untuk menghitamkan rambut. Seperti biasanya, gue lebih suka hal-hal yang praktis, tanpa perlu berangkat ke salon, sehingga gue memutuskan buat cari black shampoo. Itu lho, itemin rambut praktis dengan cara shampoo-an aja. Dulu, gue pernah beberapa kali pake cara ini dan cukup berhasil, kok. Asalkan, abis itemin rambut pake shampoo, jangan langsung keritingin rambut atau smoothing. Karena, obat keriting atau smoothing bisa bikin warna cat rambut luntur! Gue...

Review Lipstik NYX Chunky Dunk Hydrating Lippie

By on Jun 8, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Suatu hari, tumben-tumbennya gue nafsu cari lipstik! Biasanya, gue woles banget kalau nyari lipstik. Nggak punya yang baru juga nggak apa-apa. Alhamdulillah, di rumah masih ada lipstik lama yang nggak abis-abis. Tapi, kemarin tumben-tumbennya gue bertekad buat dapetin lipstik ungu! Biar bisa dipake buat cap bibir di buku terbaru gue yang juga ber-cover ungu. Supaya klop, Kak! Ketika itu,  mal udah mau tutup, tapi pengunjungnya masih rame banget! Banyak cewek yang haus akan lipstik di sana. Nggak heran kalau Mbak-mbak SPG di counter NYX, Grand Indonesia kewalahan. Udah gitu, banyak lipstik yang udah abis. Nggak ngerti deh, pake jampi-jampi apa tuh counter. Kok laku banget kayak jualan kacang tanah, ya! Karena udah banyak lipstik yang abis, lipstik ungu incaran gue yang warnanya kira-kira mendekati warna sampul buku juga ikutan abis. KZL, Kak! Karena udah malam dan nggak pengin bolak-balik, akhirnya gue “terpaksa” memilih lipstik NYX Chunky Drunk Hydrating Lippie dengan seri CDHL07 Berry Mojito. Hahaha… miris banget, deh, soalnya warna ungunya nggak sama. Tapi, ya, udahlah nggak apa-apa daripada nggak ada. Yang penting warnanya sama-sama ungu. Nah, kayak gitu cap bibir di buku yang gue maksud. Hahaha… setelah dikenain pake bibir ke atas kertas, warnanya lumayan menyatu sama warna pembatas buku. Hore! Jikalah kalian udah beli buku ini dan pengin minta tanda tangan atau cap bibir ke gue, boleh banget, lho! Minta cap bibir 10 biji juga gue beri! Selamat membaca buku Happy Tummy, ya! Kalau itu pas dipakein ke bibir gue. Bagus juga, ya! Iyalah, kalau gue yang pake hasilnya pasti bagus. Nggak pernah jelek. Hahaha… Dari hasil pengamatan gue, lipstik ini cukup melembapkan bibir, jadi pas dipake nggak bikin bibir kering. Tapi, hasilnya tetap tampak matte. Asalkan nggak digosok-gosok tuh bibir, lipstik ini cukup tahan lama kok di bibir. Soalnya, pas gue makan dan minum macem-macem, terus...

Review Masker Tanah Liat (Ghassoul Clay)

By on May 23, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Kata Mastini, masker tanah liat ini baunya kayak bandot. Hahaha… Setelah gue cium, emang bener sih agak bandot gimana gitu. Tapi, gue suka sih sama hasilnya. Mungkin banyak yang belum pernah denger soal masker ini. Nama gampangnya masker tanah liat, nama ribetnya Ghassoul Clay. Kalau diliat dari packaging-nya, banyak banget bahasa aliennya. Bikin gue bingung bacanya harus kayak gimana. Kemasannya terlihat nggak gede-gede amat, tapi isinya banyak juga, lho. 500 gram, Kak! Kalau diitung ke kg, jadi 1/2 kg. Udah kayak jatah makan beras gue selama bertahun-tahun. Gue beli Ghassoul di www.AgenGrosir.com. Sebenernya, gue pernah beli Ghassoul pas zaman kuliah. Saking banyaknya nih masker, gue sampe bagi dua sama Kak Susi. Udah dibagi dua aja, abisnya lama banget! Soalnya, bentuknya itu kayak lempungan yang udah pecah-pecah. Pakenya juga nggak perlu banyak-banyak. Cuma perlu pake sedikit pecahan, terus dicampur sama air hangat. Kalau udah dicampur air hangat, terus dioles ke muka, jadinya kayak begini. Tinggal tunggu 10-15 menit, muka lo pasti mengeras kayak abis disemenin. Abis itu tinggal bilas pake air. Kalau bisa sih bilasnya pake air hangat. Soalnya, bersihin sisa Ghassoul di muka itu PR banget kalau cuma pake air biasa. Agak susah bersihnya. Abis gue bilas sampe bersih, kulit berasa bersih banget, halus, dan lebih kenceng. Udah gitu, kulit juga jadi nggak berminyak. Pas bangun tidur pun, kulit tetap nggak berminyak, tapi nggak bikin kulit jadi kekeringan. Kalau misalnya kalian punya kulit wajah yang kering banget, lebih baik sih campurin masker tanah liat ini dengan olive oil supaya nggak bikn kulit kering dan iritasi. Kok ampuh banget, ya? Padahal baunya amit-amit kayak bau bandot! Maklum aja, namanya juga skin care yang menggunakan bahan alami. Ghassoul diambil dari sebuah tanah kuno yang bersumber di pegunungan Atlas, negara Maroko. Ghassoul ini sudah banyak digunakan oleh perempuan Timur Tengah untuk perawatan...

Review Pixy BB Cream Bright Fix

By on May 21, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Sesuai dengan janji gue beberapa waktu yang bilang bahwa gue pengin cobain BB cream merk lain, akhirnya gue menepati janji gue dengan mencoba Pixy BB Cream Bright Fix. Lagi-lagi gue mencoba merk lokal, setelah pake Garnier BB Cream Miracle Skin Perfector yang juga merupakan merk lokal. Gue sengaja gitu deh review BB cream lokal soalnya gue cinta produk Indonesia. Eh, bukannya Garnier itu merk luar negeri, ya? Berarti gue nggak cinta-cinta amat sama produk dalam negeri dong, ya. Gue coba BB cream Pixy soalnya BB cream ini udah banyak diomongin sama cewek-cewek. Menurut mereka, BB cream ini bagus, meskipun harganya murah meriah (Rp30 ribu). Isinya juga lumayan banyak, yaitu 30 ml. Biasanya, sih, kalau yang sebanyak itu, pakenya lumayan lama. Bisa 4 sampe 5 bulan, apalagi kalau pakenya cuma tipis-tipis. Gue lupa ada berapa tingkat warna di Pixy BB Cream ini. Kalau nggak salah ada 3 atau 4 tingkat. Dan yang gue pilih adalah ochre. Ochre adalah warna paling terang di Pixy BB Cream. Gue milih paling terang karena gue orang Cina dan udah pasti putih. Pas gue cobain di punggung tangan, ternyata teksturnya lebih cair ketimbang Garnier BB Cream. Dengan tekstur yang lebih cair, BB cream lebih terserap di kulit dengan sempurna. Meskipun teksturnya lebih cair, tapi BB cream ini cukup bisa menyamarkan noda pada wajah. Terutama di bagian kulit yang kemerahan. Pas dipake pun, berasa ringan di kulit wajah dan kayak nggak pake BB Cream sama sekali. Di permukaan kulit pun tampak matte dan nggak bikin kulit seperti kilang minyak. Cocok deh buat di Indonesia yang beriklim tropis. BB Cream ini cukup bisa menyamarkan pori-pori besar, tapi nggak bisa menutupi permukaan pori-pori secara utuh. Noda jerawat dan noda hitam di lingkaran mata juga nggak terlalu bisa disamarkan. Emang harus dibantu lagi dengan penggunaan concealer. Tapi, setidaknya bisa...

Page 5 of 9« First...34567...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy