FacebookTwitter
Page 4 of 9« First...23456...Last »

Ovale Bedak Dingin: Masker Tradisional Rasa Modern

By on Dec 2, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Dari dulu, gue udah sering dengar soal bedak dingin dan penasaran pengin pake, tapi susah banget dapetinnya. Nggak semua apotek jual bedak dingin, cuma di apotek tertentu dan kadang lokasinya jauh. Bahkan, belinya harus keluar Jakarta dulu karena bedak dingin kan tradisional banget. Kalau di zaman sekarang sih, bedak dingin lebih mudah didapatkan karena udah banyak online shop yang jual bedak dingin. Tapi, sampai saat ini sih, gue belum kesampaian mencoba bedak dingin tersebut. Gue penasaran pengin pake bedak dingin soalnya kata orang-orang bedak dingin itu bagus banget buat kulit. Bahan yang digunakan juga alami, yaitu tepung beras. Kalau dipake ke kulit, kita bakal merasakan sensasi dingin alami dan cocok banget buat melindungi kulit wajah yang sering terpapar sinar matahari. Selain itu, bedak dingin juga bermanfaat untuk menghaluskan, mencerahkan, mengencangkan kulit, bahkan bisa digunakan untuk mengatasi jerawat. Kabar gembiranya adalah Ovale Facial Mask mengeluarkan beauty product mereka yang bernama Bedak Dingin. Wah, bagus banget nih, jadi kita bakal lebih mudah mendapatkan bedak dingin. Cari bedak dingin di mini market bakal lebih gampang ketimbang cari pacar di mini market! Namun bedak dingin yang diproduksi oleh Ovale dikemas dalam bentuk masker. Gue setuju sih kalau bedak dingin dibuat dalam bentuk masker. Soalnya kalau tinggal di kota besar seperti Jakarta kan nggak mungkin kita keluar muka dengan olesan bedak dingin penuh semuka. Masa keluar rumah dengan muka putih cemong-cemong gitu. Hahaha… Launching produk tersebut diadakan pada Jumat, 27 November 2015 di Beranda Kitchen, Coffee & Terace Lounge, Jakarta. Bedak dingin yang diproduksi Ovale terdiri dari 2 macam, yaitu: Ovale Bedak Dingin yang bungkusnya warna pink ini terbuat dari tepung beras dan ekstrak mutiara yang bisa memberikan efek dingin, mengencangkan, dan membuat kulit cerah berseri. Abis pake ini kulit kita bakal secantik mutiara (#secantikmutiara) Sedangkan Ovale Bedak Dingin yang bungkusnya hijau ini mengandung tepung...

Sulam Alis Microblading 6D by Wiwi Lim (Candy Brows)

By on Nov 20, 2015 in Beauty, Diary

Sebenarnya gue agak trauma sama sulam alis gara-gara tahun 2013 kemarin sempat diiming-imingi sulam alis gratis sama tante kebelet eksis. Ceritanya doi menyulam 100 cewek di MOI (Mal Of Indonesia), Kelapa Gading lalu dapet rekor muri sebagai tante-tante yang berhasil menyulam alis cewek dalam sehari. Salah satunya gue. Karena sulamnya cuma sehari, jadi per orang cuma disulam selama 1,5 menit. Gue pikir enak cepet kelar, nggak perlu nunggu lama, gratis pula. Tapi, pas dicuci semuanya luntur dan alis kembali botak. Bangke banget tante-tante itu! Ya gitu deh, namanya juga gratisan. Belum tentu hasilnya beres! Udahlah lupakan soal tante-tante laknat yang haus prestasi itu. Sekarang kembali ke gue yang juga haus akan prestasi. Di bulan September 2015 kemarin, gue sempat diajak sama Adel buat sulam alis sama temennya yang bernama kak Wiwi Lim (Candy Brows). Katanya murah meriah. Cuma Rp1 juta termasuk retouch. Mumpung masih promo. Kalau udah nggak promo, harganya naik jadi Rp1,5 juta. Rp1,5 juta aja menurut gue masih tergolong murah untuk sulam alis karena setahu gue biasanya harganya lumayan najis. Paling murah itu Rp3 juta kalau nggak salah. Karena harganya miring, gue pun berniat buat coba. Apalagi udah dikasih lihat hasil-hasil sulamannya kak Wiwi dan hasilnya bagus. Ya udah, capcus deh! Gue pun sulam alis tanggal 17 September 2015 di kosannya kak Wiwi. Soal tempat sulam, kita bisa janjian mau sulam di mana. Dateng ke kosannya kak Wiwi bisa, minta kak Wiwi buat datang ke rumah kita juga bisa. Gue nggak sempat foto-foto sih gimana proses sulamnya. Yang jelas, pertama-tama alis kita digambar dulu sesuai dengan keinginan dan dirapihin bulu-bulunya. Lalu, dikasih anestesi selama setengah jam buat meredakan rasa sakit ketika digorok, eh disulam. Abis itu penyiksaan dimulai, deh! Seharusnya kalau udah dikasih anestesi, pas disulam kita nggak bakal merasakan sakit, tapi ada orang yang kulitnya sensitif...

Review L.A. Girl Matte Flat Velvet Lipstick

By on Nov 11, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Gara-gara lihat Cicik fashion blogger Olivia Fabrianne pake lipstik warna hitam, gue jadi kena racun dan akhirnya cari lipstik sejenis itu di online shop. Hahaha… Tapi, gue nggak pengin pake yang warna hitam, gue lebih pengin pake yang warna biru atau hijau tua gitu. Setelah gue telusuri Instagram, gue ketemu lipstik L.A. Girl Matte Flat Velvet Lipstick warna blue valentine. Dengan lipstik ini, bibir kita bisa jadi cetar membahani kayak dajjal. Hahaha… Siap-siap aja dilihatin orang-orang sampe jaw drop kalau jalan di mal, kebun binatang, sekolah, rumah sakit, dan lain sebagainya. Karena orang-orang kan cuma menganggap bahwa lipstik yang etis itu warnanya kalau nggak merah, ya, pink! Dasar orang-orang kuno! Kembali aja ke zaman di mana Cleopatra masih hidup! Meskipun terlihat aneh, tapi gue suka banget sama lipstik ini. Kalau kalian udah kenal gue lama, pasti nggak heran kenapa gue suka banget sama lipstik ini. Ini hasilnya. Gue selfie pake lipstik itu di toilet Blitz Grand Indonesia. Bagus, ya, hasil selfienya! Soalnya lampunya banyak dan terang bingit. Kalau kata orang-orang, toiletnya cocok buat foto studio atau foto pre-wedding. Hahaha… Saking bagusnya, gue nggak perlu pake filter apa pun. Camera 360 mah lewat, Cuy! Dan abaikan aja alis gue yang masih hitamnya masih terlalu cetar karena gue baru aja me-retouch sulam alis gue. Nanti kalau udah lewat masa pengelupasan, gue bakal review soal sulam alisnya di blog ini, deh. Kalau pake lipstik biru gelap, tapi ada nuansa sedikit elektrik kayak begitu, kayaknya gigi berasa lebih putih, ya? Duh, gue jadi pengin cari warna lain lagi yang lebih membahana jadinya! Hehehe… Nah, kalau difoto malam-malam di luar ruangan, hasilnya jadi lebih gelap. Kalau di-zoom lebih dekat, barulah kelihat birunya. Tergantung mata batin masing-masing yang lihat, sih. Setelah jadi rebel karena pake lipstik super cetar membahana ini, gue pun membuat kesimpulan: Kelebihan:...

Victoria Secret Bombshell: Parfum Favorit Kak Uung

By on Oct 13, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Gue pernah nge-post foto parfum ini di Instagram dan janji bakal review di blog, tapi baru di-review sekarang. Padahal janjinya udah sebulan yang lalu. Maafkan Kak Uung, ya, kawan-kawan. Setelah mencari parfum yang cocok selama bertahun-tahun, akhirnya nemu parfum Victoria Secret Bombshell yang menurut gue oke banget! Karena selama ini gue nggak terlalu suka sama parfum bau bunga-bunga yang terlalu cewek banget. Najis tralala. Kak RG juga begitu. Katanya, dulu dia suka sama parfum Estee Lauder, tapi sekarang udah berubah pikiran karena kalau dipikir-pikir baunya kayak jablay. Pas gue cium, emang bener sih baunya kayak jablay. Kalau waktu itu nggak main ke outlet Victoria Secret, Mal Kelapa Gading, kayaknya nggak bakal nemu parfum ini, deh.  Abis semprat-semprot beberapa parfum ke kertas putih dan coba cium semua aromanya sampe idung mati rasa, akhirnya pilihan kami jatuh ke parfum Victoria Secret Bombshell. Kata SPG-nya, yang jenis Bombshell ini merupakan salah satu parfum best seller di sana. Meskipun packagingnya nggak seunyu jenis lainnya. Sayangnya gue nggak sempat foto jenis lainnya yang unyu-unyu itu. Nih, gue kasih liat packaging yang Bombshell aja, ya! Mungkin karena udah best seller kali, ya, jadi packaging-nya mau dibikin biasa aja juga nggak jadi masalah. Toh, tetep banyak yang mau! Kalau parfum Victoria Secret jenis lain yang baunya aneh-aneh itulah yang harus bekerja keras menjual diri mereka dengan packaging yang lebih unyu dan menarik. Tapi, yang Bomshell ini tetep cantik kok bentuknya! Apalagi warnanya pink. Iya, biarpun macho-macho begitu, gue tetep suka warna pink, kok. Sesuai sama jargonnya ‘Sexy Today, Sexy Tomorrow, Sexy Forever‘, parfum ini diciptakan khusus untuk cewek bombshell yang seksi, percaya diri, glamor, dan feminin. Kesannya sih perempuan banget, tapi bukan hal itu yang bikin gue tertarik sama parfum ini. Gue tertarik sama parfum ini dari aromanya yang mengandung unsur buah-buahan, makanan, dan aroma bunganya...

Review Color In Liquid Lips Etude House

By on Oct 9, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Salah satu warna lipstik yang gue suka adalah oranye. Kemarin, gue sempat pesan lipstik oranye merk Etude House di salah satu online shop. Pesannya di online shop supaya harganya jauh lebih murah. Bisa beda sampe setengah harga, Cuy! Dasar Cina! Jenis lipstik yang gue pesan adalah Color In Liquid Lips seri OR205. Kayak biasanya, beauty product dari Etude House packaging-nya selalu menarik. Gue nggak nyangka, lho, bakal ada kardusnya! Kalau dalamnya, bentuknya kayak begini. Judulnya lipstik cair, tapi bentuknya kok kayak lipstik batangan? Ternyata bagian bawahnya masih bisa dibuka dan di dalamnya ada kuas! Ucul, ya! Abis itu tinggal diolesin ke bibir deh, lipstiknya! Hasilnya jadi kayak begini di bibir. Yang foto kedua itu adalah hasil jepretan @ronnymotret saingan @riomotret, fotografer terkenal di Instagram yang udah sering fotoin seleb-seleb. Siapakah @ronnymotret? Nanti bakal gue ceritain di blog ini, deh! Btw, gue suka sama hasil pulasan oranye di bibir gue. Meskipun lipstiknya cair, tapi hasilnya nggak se-glossy kayak pake lip gloss. Masih terlihat agak matte. Warna oranyenya juga sweet dan ucul! Dan tiba saatnya Kak Uung membuat kesimpulan tentang beauty product Korea ini. Kelebihan: (+) Packaging-nya ucul. (+) Warnanya bagus. (+) Harganya lumayan terjangkau karena belinya di online shop. @ Rp115 ribu. Belinya di Instagram mybeautywonder. Kekurangan: (-) Kadang lipstiknya gampang nempel di gigi. (-) Warnanya nggak tahan lama. Kalau makannya brutal cepet pudar. Foto: Mariska, @ronnymotret...

Menghilangkan Komedo dengan Garam dan Pasta Gigi

By on Oct 9, 2015 in Beauty, Diary

Komedo adalah makhluk menjijikan yang menumpang hidup pada kulit manusia, terutama di area wajah yang berminyak, seperti jidat, hidung, dan dagu. Biasanya berwarna hitam (blackhead) yang terlihat kayak pori-pori membesar dan menghitam. Terjadi ketika pori-pori membesar dan terbuka ke permukaan kulit dan ke kelenjar minyak, lalu teroksidasi oleh udara hingga berubah warna menjadi hitam atau cokelat. Atau bisa juga berwarna putih (whitehead) yang tampak seperti bintik-bintik kecil berwarna putih atau kuning. Komedo jenis ini terjadi ketika minyak dan bakteri terperangkap di bawah permukaan kulit lalu mengeras. Makanya, proses pengangkatan sel kulit mati perlu bingit dilakukan supaya sel kulit mati dan kelenjar minyak pada kulit nggak menumpuk dan berubah jadi komedo. Apalagi buat yang suka pake foundation dan kerja di luar ruangan yang banyak debu dan sering terkena sinar matahari. Biasanya, penghilangan komedo dilakukan dengan menggunakan pore pack, facial di salon atau klinik, atau pencet sendiri di rumah. Nah, kalau pake pore pack nggak pernah berhasil di gue. Lebih gedean upil gue daripada komedo yang diangkat pake pore pack. Dan gue malas banget kalau harus facial karena pada dasarnya gue nggak suka muka gue dipegang-pegang orang lain. Kadang, gue suka pencet sendiri sih di rumah, cuma hasilnya nggak terlalu bersih dan cuma bikin hidung merah-merah. Ternyata, ada salah satu solusi mudah buat menghilangkan komedo di rumah tanpa harus pergi ke tempat facial, yaitu dengan menggunakan garam dan pasta gigi. Yang dibutuhkan cuma 1 sendok teh garam dan 1 sendok teh pasta gigi. Dicampur jadi satu, lalu diolesin ke hidung dan bagian wajah lainnya yang berkomedo. Diamkan selama 5 menit, lalu gosok-gosok bagian wajah tersebut secara perlahan dan bilas sampai bersih dengan air hangat. Setelah bersih, bilas wajah lagi dengan air dingin supaya pori-pori mengecil kembali. Abis itu langsung bersih, Kak! Neh, before-afternya! Klik to enlarge, ya! Keliatan bedanya kan? Yang...

Page 4 of 9« First...23456...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy