FacebookTwitter
Page 3 of 1012345...10...Last »

Review La Rose Rouge Shampoo and Conditioner Passion Series

By on Aug 10, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebenarnya sudah setahun lebih Kak Uung berkomitmen untuk nggak pakai shampo lagi karena alasan kesehatan, seperti yang pernah diceritakan di blog 6 Weeks No Shampoo Challenge. Tapi, karena gue sudah kembali ke dunia cat rambut bak Agnez Mo yang suka gonta-ganti warna rambut, gue pun mulai kembali ke kebiasaan lama, yaitu pakai shampo kembali. Karena, gue sempat browsing-browsing dan menemukan fakta bahwa metode no poo bisa bikin cat rambut luntur. Dengan kata lain, no poo lebih efektif untuk rambut natural yang nggak diapa-apain (tanpa cat, smoothing, rebonding, atau perming). Selama gue udah nggak no poo lagi, gue merasakan kesehatan rambut gue menurun drastis. Kalau dulu, tiga hari nggak keramas, kadar minyak di rambut tetap normal dan nggak lepek, sekarang keadaan jadi berubah drastis. Gue jadi bergantung lagi sama shampo dan harus keramas hampir setiap hari. Kalau nggak keramas, rasanya pengin makan anak kambing hidup-hidup. Rambut gue juga udah nggak terlalu kelihatan tebal. Sempat sedih sih, tapi mau gimana lagi. Nasi udah jadi dubur. Eh, bubur! Awalnya, gue cuma cat rambut warna cokelat terus ganti jadi merah. Lama-lama, gue pun jenuh dan pengin warnain rambut dengan warna yang nggak biasa. Contohnya pink, hijau, ungu, dan lain-lain. Warna-warna kayak begitu, mengharuskan kita untuk bleaching rambut terlebih dahulu. Gue sempat tanya sama beberapa salon soal bleaching rambut dan banyak banget yang menolak dengan alasan rambut gue udah nggak sehat. Udah bercabang, rapuh, dan keratinnya tipis banget. Mereka nggak berani ambil risiko, takutnya rambut gue patah-patah terus botak. Serem juga sih, tapi mupeng pengin eksis! Gimana dong? Namun, Kak Uung nggak menyerah begitu aja. Mimpi memiliki warna rambut nggak etis tetaplah harus diperjuangkan dengan gigih. Anggap aja kayak lagi berjuang buat mendapatkan beasiswa di London (School). Waktu gue ketemu sama temen gue, si Vindy, doi sempat cerita soal shampo yang bagus banget. Kebetulan,...

Pakai Vitacreme B12 Biar Nggak Cepet Tua!

By on Jun 12, 2016 in Beauty, Diary

Beberapa waktu lalu, gue cemas dengan umur gue yang hampir menyentuh angka kritis. Takutnya pas ulang tahun, muka gue langsung mengeras dan penuh dengan kerutan kayak begini. Hahaha… Lalu, gue pun bongkar website Sociolla dan cari anti aging yang kira-kira cocok buat gue. Dan ketemulah produk serum anti aging yang namanya Vitacreme B12. Gue beli udah cukup lama sih, kira-kira bulan April 2016 kemarin dan harganya masih Rp 217.425. Bisa dibilang, Vitacreme B12 merupakan anti aging yang cukup terjangkau jika dibandingkan anti aging lain yang harganya bisa Rp 300 ribu ke atas. Dan sepertinya Vitacreme B12 langsung diminati banyak perempewi di Indonesia, sehingga sekarang harganya melonjak jadi Rp 289.900. Karena harganya naik, kayaknya gue bakal adain demo di pinggiran pabriknya. Selain karena harganya terjangkau, gue tertarik sama anti aging ini karena bahannya gel. Setahu gue, gel itu cocok buat kulit berminyak atau kombinasi kayak kulit gue karena nggak bikin kulit wajah makin berminyak. Isinya 30 ml doang. Sekilas, 30 ml itu dikit banget, ya. Tapi, menurut cewek-cewek yang udah pernah pakai Vitacreme B12, anti aging ini bisa dipakai sampai enam bulan! Lama juga, ya! Lebih lama daripada menantikan si gebetan putus dari pacarnya. Ternyata, nama Vitacreme B12 bukan sembarang nama, Cuy! Karena, di dunia ini memang ada vitamin B12 yang bermanfaat untuk tubuh dan kulit. Kalau dalam bentuk makanan, vitamin B12 bisa kalian temui di daging, telur, ikan, unggas, dan tempe. Kalau untuk tubuh, B12 berfungsi untuk: Menghasilkan sel darah merah. Menjaga kesehatan sistem saraf. Mungkin biar nggak marah-marah terus kali, ya. Melepaskan energi dari makanan yang dikonsumsi. Memproses asam folat. Membantu dalam proses sintesis DNA. Sedangkan untuk kulit, B12 berfungsi untuk: Mencegah kulit kusam. Mencegah kulit kering. Mencegah kulit bertambah gelap. Tapi, nggak bikin kulit jadi pucat karena kulit terlalu pucat adalah salah satu akibat dari kurangnya vitamin...

6 Langkah Tampak Lebih Muda dengan Bio Essence Royal Jelly + ATP

By on May 8, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

8 April 2016 kemarin, bertempat di The Maestro, Plaza Indonesia, gue diundang ke acara Beauty Secret Talkshow bareng Bio Essence, brand kecantikan terkenal asal Singapura yang baru aja dirilis di Indonesia. Yang bikin gue tertarik buat datang ke acara ini adalah produk Bio Essence dengan Royal Jelly + ATP yang dirilis di acara tersebut katanya bisa bikin muka kita terlihat lebih muda. Produk tersebut dipercaya bisa bikin bentuk muka kita yang sudah nggak V shape, jadi kembali V shape. Nggak bisa dipungkiri sih, bentuk muka V shape memang bakal bikin muka kita terlihat lebih muda ketimbang bentuk lainnya. Bentuk V shape di muka memang sudah terbentuk dari lahir dan tergantung kodrat masing-masing. Tapi, seiring bertambahnya usia, kadar V shape di muka makin berkurang. Yang dulunya V shape, sekarang jadi nggak V shape lagi, yang dulunya kotak atau bulet, sekarang makin kotak atau bulet. Dan itu bikin kita terlihat lebih tua. Selain karena proses penuaan, bentuk muka yang mengarah ke bulat atau kotak bisa juga disebabkan karena pengaruh kenaikan berat badan dan kurangnya olahraga. Kalau nggak percaya, coba deh lihat muka Dian Sastro di Ada Apa dengan Cinta 1 (AADC 1) dan di  AADC 2. Coba lihat, lebih V shape yang mana? Haish, gue kok malah jadi ngomongin orang. Hahaha… Atau yang lebih gampang, coba lihat muka kalian waktu SMA, deh. Kalau muka gue pas SMA sih kayak begini. Mending nggak usah dilihat, kan? Gimana kalau lanjut aja ke review rangkaian produk Bio Essence Royal Jelly + ATP? Ini dia seperangkat sholatnya, eh, seperangkat Bio Essence Royal Jelly + ATP maksudnya! Hahaha… Supaya proses pembentuk V shape lebih maksimal, tentunya kita harus melakukan perawatan dari dasar dulu, seperti exfoliating, cuci muka, toner, essence, baru deh face lifting! Langkah-langkahnya seperti berikut. 1. Deep Exfoliating Gel with Royal Jelly + ATP Sel kulit mati bukan cuma bikin kulit kusam dan berminyak,...

Jadi Kekinian dengan Lipstik Purbasari Color Matte

By on Apr 24, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebenarnya sih, Lisptik Purbasari Color Matte sudah tren beberapa bulan lalu, jadi kalau gue baru pakai sekarang berarti gue termasuk anak kurang gaul atau kekinian. Tapi, nggak apa-apa deh telat daripada nggak gaul sama sekali. Maklum, soalnya gue memang butuh diakui sebagai anak gaul. Meskipun sudah agak telat, tapi lipstik ini masih dicari banget kok sama perempewi-perempewi di Indonesia yang katanya cinta banget sama produk lokal. Oke, langsung aja deh gue bahas lipstik yang satu ini. Begitu denger namanya, gue langsung underestimate. Kok, namanya Purbasari? Desa banget nggak, sih? Jangan-jangan warnanya purba a.k.a jadul banget! Tapi, begitu gue browsing lipstik Purbasari, ternyata pilihan warnanya banyak dan nggak termasuk purba, kok! Termasuk ucul di mata gue. Kalau kata Peggy, temen gue, cari lipstik Purbasari agak susah. Susah bukan karena tokonya harus masuk gang sempit, tapi nggak semua tempat jual lipstik ini. Pas kami mampir ke Guardian di Lippo Mal Puri aja, stoknya nggak ada. Menurut SPG di sana, lipstik ini memang lagi banyak penggemarnya. Dengan kerja keras Peggy dan nyokapnya, akhirnya doi berhasil mendapatkan lipstik Purbasari di Toko Kosmetik Raya, Tangerang. Gila, ya, cari lipstik jauh bener. Cari jodoh aja nggak sejauh itu. Hahaha… Meskipun sudah ketemu tempat beli lipstik Purbasari, tapi nggak semua nomor lipstik tersedia lengkap di sana. Jadi, gue pilih warnanya random dan dikira-kira aja. Gue whatsapp Peggy, bilang mau titip lipstik Purbasari nomor 85 dan 86. Soal cocok atau nggak di bibir, itu urusan belakangan aja. Yang penting bisa jadi anak kekinian dengan lipstik Purbasari. Langsung aja, ya, gue coba satu per satu. Mulai dari yang nomor 85 aja yang disebut Safir. Pas diolesin ke tangan, warnanya lumayan merah kayak cabai, tapi begitu diolesin ke bibir, warna merahnya nggak terlalu mencolok. Lebih ke merah agak pink. Cocok buat kalian yang pengin cobain warna merah, tapi masih...

Review Hada Labo CC Cream Ultimate Anti Aging

By on Apr 4, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Seiring bertambahnya usia, kalau memilih produk kecantikan, gue pasti milih produk yang mengandung anti aging ketimbang whitening. Bukan karena gue Cina, jadi sudah putih, terus nggak butuh whitening lagi. Tentu aja gue masih butuh produk yang bisa mencerahkan kulit karena matahari di Jakarta sangatlah JAHAP, kalau kata Bang Ipul. Tapi, untuk saat ini gue lebih fokus pada anti aging. Karena, gue ingin mengubah destiny. Ciyeee, kayak iklan apa gitu, ya! Jadi, gue memilih Hada Labo CC Cream Ultimate Anti Aging, ketimbang Hada Labo CC Cream Ultimate Whitening. Gue pilih CC cream yang warnanya royal ivory, ketimbang elegant beige. Soalnya, lebih cocok buat kulit gue yang putih bak orang Cina. Ukurannya cuma 25 gram, tapi biasanya sih BB atau CC cream lama habisnya. Malah kadang nggak abis-abis, lalu bingung gimana cara habisinnya! Dari awal, gue agak bingung, apa sih bedanya BB cream dan CC cream? Kayaknya sama aja, deh. Tapi, ternyata ada bedanya dikit nih, Kak! BB cream yang dikenal sebagai blemish balm atau beauty balm adalah bentuk ringan dari foundation dengan rangkaian formula pelembab, SPF, dan antioksidan dengan tingkat coverage medium. Karena kandungannya, kalian tidak perlu menggunakan pelembap atau tabir surya saat menggunakan krim ini. Karena coverage yang lebih ringan daripada foundation, saat kalian menggunakan BB cream, kulit kalian nggak akan terlihat seperti memakai topeng, jadi cocok untuk dipakai sehari-hari dengan makeup ringan. Sedangkan CC cream diunggulkan sebagai versi yang formulanya merupakan penyempurnaan dari BB cream. CC cream punya beberapa fungsi yang membuat kalian makin jatuh cinta. CC berarti colour control, colour correcting atau complexion care. Artinya, redness (bintik-bintik merah, bekas jerawat) di wajah akan lebih teratasi karena kandungan dari CC cream lebih mampu menyamarkan redness di kulit wajah. Dengan formula yang menutrisi kulit dan mampu membantu mengatasi problem di kulit, CC cream dipercaya dapat menutrisi, mencerahkan, memperbaiki tekstur dan...

Kose Super Dual Clear C: Peeling Gel yang Melembutkan

By on Apr 4, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Biasanya kalau gue pakai krim, gel, atau apa pun buat peeling, jatuhnya bikin kulit mengelupas sangat parah. Lalu, kulit bakal jadi tipis, merah-merah, dan sakit. Tapi, sejak gue cobain Kose Super Dual Clear C di acara Girls Day Out Kose Indonesia bulan Desember 2015 kemarin, gue langsung jatuh cinta sama produk ini. Dari nama dan penampakannya, Kose Super Dual Clear C sama sekali nggak kelihatan kayak peeling gel. Malahan lebih kelihatan kayak pelembap. Bahkan, pas dipakai pun lebih berasa kayak pelembap, ketimbang peeling gel. Tapi, khasiatnya benar-benar ampuh luar binasa. Lebih ampuh daripada pengobatan Mak Erot. Gue pun langsung beli peeling gel ini di outlet Kose Mal Taman Anggrek beberapa waktu lalu. Beli dan pakainya sudah lumayan lama. Kira-kira dari Februari 2016 kemarin. Tapi, baru sempat di-review sekarang, karena kayak biasanya, deh. Kak Uung super sibuk. Mandi aja kadang nggak sempat, bahkan abis boker aja nggak sempat cebok. Kose Super Dual Clear C ini cuma 70 ml dan harganya Rp 514 ribu. Mungkin isinya nggak terlalu banyak dan harganya mahal. Tapi, kalau kata SPG di sana, pakai peeling gel ini cukup seminggu sekali di awal. Lama-lama, penggunaannya bisa jadi dua minggu sekali. Jadi, hitungannya tetap hemat. Cara pakai produk ini adalah pertama-tama kalian tentu harus membersihkan wajah sampai benar-benar bersih. Kalau sekarang sih, gue sudah nggak pernah pakai sabun muka lagi, tapi cuma pakai Bioderma Sensibio H2O sampai di kapasnya sudah nggak ada kotoran lagi. Terus baru deh, pakai Kose Super Dual Clear C yang dituang ke kapas. Setelah dituang ke kapas, usap-usap ke seluruh bagian wajah, kecuali area mata dan bibir yang lebih tipis dan sensitif. Usapin kenceng-kenceng juga nggak apa-apa, terutama di bagian hidung dan dagu yang sering ditumbuhi komedo. Karena, seperti yang gue bilang barusan bahwa peeling gel ini nggak berbahaya sama sekali. Abis kelar diusapin,...

Page 3 of 1012345...10...Last »
Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy