FacebookTwitter
Page 3 of 912345...Last »

Jadi Kekinian dengan Lipstik Purbasari Color Matte

By on Apr 24, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebenarnya sih, Lisptik Purbasari Color Matte sudah tren beberapa bulan lalu, jadi kalau gue baru pakai sekarang berarti gue termasuk anak kurang gaul atau kekinian. Tapi, nggak apa-apa deh telat daripada nggak gaul sama sekali. Maklum, soalnya gue memang butuh diakui sebagai anak gaul. Meskipun sudah agak telat, tapi lipstik ini masih dicari banget kok sama perempewi-perempewi di Indonesia yang katanya cinta banget sama produk lokal. Oke, langsung aja deh gue bahas lipstik yang satu ini. Begitu denger namanya, gue langsung underestimate. Kok, namanya Purbasari? Desa banget nggak, sih? Jangan-jangan warnanya purba a.k.a jadul banget! Tapi, begitu gue browsing lipstik Purbasari, ternyata pilihan warnanya banyak dan nggak termasuk purba, kok! Termasuk ucul di mata gue. Kalau kata Peggy, temen gue, cari lipstik Purbasari agak susah. Susah bukan karena tokonya harus masuk gang sempit, tapi nggak semua tempat jual lipstik ini. Pas kami mampir ke Guardian di Lippo Mal Puri aja, stoknya nggak ada. Menurut SPG di sana, lipstik ini memang lagi banyak penggemarnya. Dengan kerja keras Peggy dan nyokapnya, akhirnya doi berhasil mendapatkan lipstik Purbasari di Toko Kosmetik Raya, Tangerang. Gila, ya, cari lipstik jauh bener. Cari jodoh aja nggak sejauh itu. Hahaha… Meskipun sudah ketemu tempat beli lipstik Purbasari, tapi nggak semua nomor lipstik tersedia lengkap di sana. Jadi, gue pilih warnanya random dan dikira-kira aja. Gue whatsapp Peggy, bilang mau titip lipstik Purbasari nomor 85 dan 86. Soal cocok atau nggak di bibir, itu urusan belakangan aja. Yang penting bisa jadi anak kekinian dengan lipstik Purbasari. Langsung aja, ya, gue coba satu per satu. Mulai dari yang nomor 85 aja yang disebut Safir. Pas diolesin ke tangan, warnanya lumayan merah kayak cabai, tapi begitu diolesin ke bibir, warna merahnya nggak terlalu mencolok. Lebih ke merah agak pink. Cocok buat kalian yang pengin cobain warna merah, tapi masih...

Review Hada Labo CC Cream Ultimate Anti Aging

By on Apr 4, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Seiring bertambahnya usia, kalau memilih produk kecantikan, gue pasti milih produk yang mengandung anti aging ketimbang whitening. Bukan karena gue Cina, jadi sudah putih, terus nggak butuh whitening lagi. Tentu aja gue masih butuh produk yang bisa mencerahkan kulit karena matahari di Jakarta sangatlah JAHAP, kalau kata Bang Ipul. Tapi, untuk saat ini gue lebih fokus pada anti aging. Karena, gue ingin mengubah destiny. Ciyeee, kayak iklan apa gitu, ya! Jadi, gue memilih Hada Labo CC Cream Ultimate Anti Aging, ketimbang Hada Labo CC Cream Ultimate Whitening. Gue pilih CC cream yang warnanya royal ivory, ketimbang elegant beige. Soalnya, lebih cocok buat kulit gue yang putih bak orang Cina. Ukurannya cuma 25 gram, tapi biasanya sih BB atau CC cream lama habisnya. Malah kadang nggak abis-abis, lalu bingung gimana cara habisinnya! Dari awal, gue agak bingung, apa sih bedanya BB cream dan CC cream? Kayaknya sama aja, deh. Tapi, ternyata ada bedanya dikit nih, Kak! BB cream yang dikenal sebagai blemish balm atau beauty balm adalah bentuk ringan dari foundation dengan rangkaian formula pelembab, SPF, dan antioksidan dengan tingkat coverage medium. Karena kandungannya, kalian tidak perlu menggunakan pelembap atau tabir surya saat menggunakan krim ini. Karena coverage yang lebih ringan daripada foundation, saat kalian menggunakan BB cream, kulit kalian nggak akan terlihat seperti memakai topeng, jadi cocok untuk dipakai sehari-hari dengan makeup ringan. Sedangkan CC cream diunggulkan sebagai versi yang formulanya merupakan penyempurnaan dari BB cream. CC cream punya beberapa fungsi yang membuat kalian makin jatuh cinta. CC berarti colour control, colour correcting atau complexion care. Artinya, redness (bintik-bintik merah, bekas jerawat) di wajah akan lebih teratasi karena kandungan dari CC cream lebih mampu menyamarkan redness di kulit wajah. Dengan formula yang menutrisi kulit dan mampu membantu mengatasi problem di kulit, CC cream dipercaya dapat menutrisi, mencerahkan, memperbaiki tekstur dan...

Kose Super Dual Clear C: Peeling Gel yang Melembutkan

By on Apr 4, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Biasanya kalau gue pakai krim, gel, atau apa pun buat peeling, jatuhnya bikin kulit mengelupas sangat parah. Lalu, kulit bakal jadi tipis, merah-merah, dan sakit. Tapi, sejak gue cobain Kose Super Dual Clear C di acara Girls Day Out Kose Indonesia bulan Desember 2015 kemarin, gue langsung jatuh cinta sama produk ini. Dari nama dan penampakannya, Kose Super Dual Clear C sama sekali nggak kelihatan kayak peeling gel. Malahan lebih kelihatan kayak pelembap. Bahkan, pas dipakai pun lebih berasa kayak pelembap, ketimbang peeling gel. Tapi, khasiatnya benar-benar ampuh luar binasa. Lebih ampuh daripada pengobatan Mak Erot. Gue pun langsung beli peeling gel ini di outlet Kose Mal Taman Anggrek beberapa waktu lalu. Beli dan pakainya sudah lumayan lama. Kira-kira dari Februari 2016 kemarin. Tapi, baru sempat di-review sekarang, karena kayak biasanya, deh. Kak Uung super sibuk. Mandi aja kadang nggak sempat, bahkan abis boker aja nggak sempat cebok. Kose Super Dual Clear C ini cuma 70 ml dan harganya Rp 514 ribu. Mungkin isinya nggak terlalu banyak dan harganya mahal. Tapi, kalau kata SPG di sana, pakai peeling gel ini cukup seminggu sekali di awal. Lama-lama, penggunaannya bisa jadi dua minggu sekali. Jadi, hitungannya tetap hemat. Cara pakai produk ini adalah pertama-tama kalian tentu harus membersihkan wajah sampai benar-benar bersih. Kalau sekarang sih, gue sudah nggak pernah pakai sabun muka lagi, tapi cuma pakai Bioderma Sensibio H2O sampai di kapasnya sudah nggak ada kotoran lagi. Terus baru deh, pakai Kose Super Dual Clear C yang dituang ke kapas. Setelah dituang ke kapas, usap-usap ke seluruh bagian wajah, kecuali area mata dan bibir yang lebih tipis dan sensitif. Usapin kenceng-kenceng juga nggak apa-apa, terutama di bagian hidung dan dagu yang sering ditumbuhi komedo. Karena, seperti yang gue bilang barusan bahwa peeling gel ini nggak berbahaya sama sekali. Abis kelar diusapin,...

Review Bioderma Sensibio H2O

By on Dec 29, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Kalau kalian udah baca blog gue yang judulnya Review Kose Sekkisei Clear Whitening Mask & Lotion, kalian pasti tahu bahwa gue sudah lakuin skin check dan hasilnya mengenaskan. Kulit gue banyak sel kulit mati yang menumpuk karena cuma cuci muka pakai face wash tanpa cleanser. Makanya kali ini gue bela-belain beli cleanser yang lagi ngetren dan diomongin banget, yaitu Bioderma. Cleanser Bioderma ada beberapa macam dan yang gue pakai adalah Bioderma Sensibio H2O untuk kulit sensitif. Sebenarnya kulit gue dibilang sensitif banget sih nggak. Tapi, dibilang agak sensitif juga iya. Kadang gampang jerawatan kalau kena produk aneh-aneh. Dan gue naksir berat sama produk ini karena nggak mengandung alkohol, parfum, dan bahan dasarnya air, jadi nggak perlu bilas-bilas. Kalau nggak percaya, cium aja baunya. Nggak bau alkohol atau zat aneh-aneh. Kalau yang varian lain sih, ada pakai parfum, tapi cuma sedikit kok. Dahsyatnya adalah cleanser ini sangat menghemat waktu dan memudahkan hidup. Nggak perlu sabunan dulu atau bilas sesudah pakai cleanser ini. Banyak cewek yang sudah coba dan mereka mengaku sudah nggak pernah cuci muka pakai sabun lagi setelah pake Bioderma. Gue juga pernah dengar soal penggunaan sabun muka yang sebenarnya kurang baik untuk kesehatan kulit, sih. Jadi, pakai Bioderma merupakan pilihan yang tepat. Gue pun mencoba melakukan esksperimen dengan olesin eyeliner tebal di tangan lalu hapus dengan kapas yang sudah dituang Bioderma. Before After Nah, mantep banget kan hasilnya! Biasanya kan kalau kita mau hilangin eyeliner di mata susah banget, tuh! Nah ini tinggal oles sekali, eyeliner-nya langsung pindah ke kapas. Tangan gue sama sekali nggak ada bekas hitamnya. Dan, produk ini aman banget buat bersihin area mata yang di-makeup. Selama ini, gue juga mengira bahwa kalau kita sudah cuci muka pakai face wash, wajah pasti sudah bersih sempurna. Eh, ternyata itu salah, lho. Face wash nggak membersihkan wajah...

Review Kose Sekkisei Clear Whitening Mask & Lotion

By on Dec 28, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

12 Desember 2015 kemarin, gue dapat undangan acara Girls Day Out dari Kose Indonesia di hotel Holiday Inn, Emporium Mal Pluit, Jakarta bareng salah satu beauty blogger Indonesia, Jean Milka. Acara tersebut bertema ‘Japanese Lifestyle for Beautiful Skin’. Makanya di sana, kita diajarin gimana caranya merawat kulit ala cewek-cewek Jepang dengan produk Kose. Sebelum acara dimulai, kita bisa lakuin skin check. Buat ngecek apakah kulit kita mulus atau kayak jalanan rusak. Karena penasaran sudah lama nggak pernah ngecek kulit pakai alat canggih, gue pun mencoba skin check sambil berdoa supaya hasilnya bagus. Setelah diterawang, gue jadi tahu dosa-dosa apa aja yang sudah gue perbuat pada kulit gue. Yaitu, gue nggak pernah pakai cleanser, saudara-saudara. Hampir setiap hari, gue cuci muka langsung pakai face wash, tanpa pakai cleanser. Yang bikin gue malas pakai cleanser adalah kadang di cleanser ada alkoholnya, jadi gue takut pakai cleanser. Padahal udah beli olive oil buat dijadikan cleanser. Tapi, tetap aja sering lupa. Lagian, gue nggak betah juga sih waktu pakai olive oil sebagai cleanser karena berminyak banget. Alhasil, kulit gue jadi banyak sel kulit matinya. Beberapa minggu ini gue juga sadar bahwa gue sering lupa scrubbing kulit wajah. Nggak heran sel kulit mati jadi numpuk kayak begini. Kalau diterawang lebih dalam, hasilnya kayak begini. Kayak gambar gledek, ya! Tapi, itu bukan gledek, tapi kulit gue yang banyak komedo. Soalnya gue udah lama nggak scrubbing pakai odol dan garam buat hilangin komedo. Jadi, kalau kulit kita banyak sel kulit mati, bakal muncul banyak komedo, kusam, jerawat, dan kalau pakai bedak, bedaknya nggak bakal nempel di kulit. Selain itu, bikin skin care yang kita pakai jadi percuma. Skin care yang kita pakai nggak bakal menyerap di kulit dan cuma jadi kotoran yang menumpuk. Buang-buang duit banget, kan! Untuk mengatasi hal itu, kita harus rajin pakai cleanser....

Review ColourPop Lippie Stix

By on Dec 7, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Gue lagi suka banget pake lipstik yang warnanya “nggak etis”. Biar kalau jalan di mal, semua orang yang lihat pada kaget terus jaw drop. Terutama ibu-ibu yang cuma menganggap bahwa warna lipstik yang pantas cuma merah atau pink. Makanya gue beli Colourpop Lippie Stix warna Charm. Kalau kardusnya dibuka, bentuknya jadi seperti ini. Kalau bawahnya diputer, lipstiknya bakal nongol. Warna jenis Charm ini hijau kayak toska atau mint gitu, deh. Pas dioles ke bibir, bakal bikin muka kita jadi ajaib. Kalau kata orang-orang kayak abis keracunan makanan atau digigit tomcat. Hahaha… Bodoh amat deh kalau pada bilang aneh atau gimana. Yang penting gue suka dan pede pas pake lipstik ini. Hahaha… Dan kayaknya, lipstik kayak begini bakal lebih yahud kalau dicampur sama warna lain dan dibikin ombre. Gue belum sempet coba, sih. Nanti deh kapan-kapan! Setelah Kak Uung digigit tomcat, eh pake lipstik warna hijau cetar membahana seperti ini, gue pun bikin kesimpulan, yaitu: Kelebihan: (+) Packagingnya bagus. (+) Harganya lumayan terjangkau di tengah persaingan lipstik seharga gopekceng. Harganya Rp125 ribu (tergantung beli di online shop mana, sih). (+) Warnanya gue suka. Kalau kalian nggak suka, bodoh amat! Hahaha… Kekurangan: (-) Kudu dioles berkali-kali supaya nggak pucat warnanya. (-) Kurang waterproof. Kalau makan atau minum jadi cepat pudar. Kalau mau cakep terus-terusan harus rela tahan lapar dan haus. Foto: Dok....

Page 3 of 912345...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy