FacebookTwitter
Page 2 of 912345...Last »

Review Peripera Peri’s Ink #2

By on Aug 21, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebagai pecinta warna pink, pastinya Kak Uung juga suka pakai lipstik atau lip tint warna pink. Karena sudah bosan dengan lipstik atau lip tint, akhirnya gue cobain Peripera Peri’s Ink nomor 2 yang tentu aja warna pink. Kemasannya seperti ini. Sesuai dengan namanya (ink), tentu aja isinya mirip tinta. Beda banget sama lip tint atau lipstik. Cukup sekali oles aja, bibir langsung pink merona dan memesona banyak orang yang melihat. Olesnya hati-hati, ya, jangan sampai belepotan, kena bagian tubuh lain, atau baju. Karena, bakal sulit hilang! Percayalah. Harus dicuci berulang-ulang! Begitu juga ketika diolesin di bibir. Jadi tahan lama bingit, meskipun sudah makan atau minum. Kalau dilihat satu muka, bakal lebih memesona. Percayalah! Kalau mau pink yang lebih ngejreng, bisa dioles lebih dari sekali. Akhir kata, Kak Uung pun bikin kesimpulan soal produk ini. Kelebihan: (+) Packaging unyu! Sayang banget buat buang kardusnya! (+) Warnanya bagus. (+) Harganya cukup terjangkau, Rp 105 ribu karena beli di online shop. (+) Pemakaian irit karena tahan lama bingit. Kekurangan: (-) Kalau kena tangan, belepotan, atau kena baju jadi sulit hilang nodanya. (-) Ukurannya kecil bingit. (-) Nggak mengandung pelembap, jadi kalau mau pakai produk ini, pas malam-malamnya harus rajin pakai lip balm. Next Purchase: Yes! Mau cobain warna...

Review Etude House Oh My Eye Line #1 Black

By on Aug 20, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Rasanya sudah lama sekali Kak Uung nggak pakai eyeliner. Kira-kira sudah sewindu lamanya. Sampai-sampai gue takut pakai eyeliner. Takut kecolok matanya atau bulepotan. Gue sebutnya bulepotan soalnya rambut gue sekarang kayak bule. Untuk mengembalikan hasrat gue terhadap eyeliner, gue pun beli Etude House Oh My Eye Line warna hitam. Ini bukan pertama kalinya gue pakai eyeliner yang satu ini. Kira-kira sewindu yang lalu gue pernah pakai produk ini. Dulu, gue beli Etude House Oh My Eye Line pas lagi jalan-jalan ke Singapura karena harganya jauh lebih murah. Kalau sekarang, nggak perlu jauh-jauh ke negeri singa buat beli beginian. Karena sudah banyak online shop yang jualan rangkaian makeup Etude House dengan harga miring. Jika kalian adalah penggemar Etude House, pasti nggak asing dengan eyeliner ini. Eyeliner ini cair dan pakai kuas. Agak menakutkan buat pemula atau perempuan yang sudah lama nggak pakai eyeliner kayak gue. Tapi, dari pengalaman gue sebelumnya, Etude House My Oh My Eye Line mudah diaplikasikan ke kelopak mata, kok. Nggak bulepotan, cepat kering, dan nggak mudah luntur. Kayak gini hasilnya di mata gue. Itu kelopak mata bisa ngepink, soalnya sebelumnya gue pakai Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink. Kunci dari pakai eyeliner yang satu ini adalah olesinnya pelan-pelan aja, sabar, dan jangan melek beberapa detik doang. Abis itu, mata kalian langsung kebingkai dengan sendirinya. Suwer deh, cepet kering banget eyeliner-nya! Saking sudah lama banget nggak pakai eyeliner, gue kembali tersadarkan bahwa mata jadi lebih besar setelah dibingkai eyeliner. Jadi, muka gue nggak Cina-cina amat. Hahaha… Ternyata muka gue bagus juga, ya, kalau dijadiin setengah kayak begini. Apalagi kalau pakai eyeliner cuma sebelah mata. Pantesan aja dipandang cuma sebelah mata. Hiks. Kalau mau lihat versi full yang kedua matanya sudah dibingkai eyeliner, kayak begini jadinya. Ganteng nggak? Naksir nggak? Kalau nggak, ya,...

Review Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink

By on Aug 20, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Buat penggemar Missha dan Line Friends, pasti sudah tahu bahwa mereka bekerjasama bikin makeup super ucul. Kalau lihat makeup-makeupnya, pasti kalian pengin beli semuanya. Tapi, karena Kak Uung anaknya nggak konsumtif, akhirnya Kak Uung cuma beli Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink. Biar lebih singkat, orang-orang sebutnya Cony Blusher. Gue nggak konsumtif sih, tapi cuma suka lapar mata. Karena beli di store langsung harganya udah pasti kayak beli berlian, gue beli aja di online shop, jadi harganya cuma Rp 215 ribu. Packaging-nya unyu banget! Jadi sayang buat dipakai. Warna blusher-nya seputar pink ngejreng, pink soft, putih, dan cokelat. Pas dipakai ke kelopak mata, langsung berasa banyak glitter! Gue sih suka. Karena lagi pengin norak, gue pakai blush yang warna pink ngejreng di kelopak mata, sedangkan di bawah mata, gue pakai blush yang warna putih. Nggak putih-putih banget sih, sebenarnya, tapi agak silver. Udah indah belum matanya? Udah boleh disebut sipit-sipit glitter (SSG) belum? Buat yang sakit mata setelah lihat foto di atas, gue minta maaf, deh. Maklum Kak Uung nggak jago makeup. Lebih jago bikin anak orang sakit mata. Penampilan keseluruhannya jadi kayak begini. Foto itu diambil sebelum gue ganti rambut jadi kayak suku Ginger. Ganteng nggak, Say? Sekarang, saatnya gue bikin kesimpulan mengenai produk unyu ini. Kelebihan: (+) Packaging super unyu, apalagi warnanya pink! (+) Mudah dipakai. Ada kacanya pula. (+) Harga terjangkau karena beli di online shop. (+) Mengandung glitter. Suka bingit! Apalagi kalau glitternya agak jatuh ke pipi. (+) Setiap hari bisa ganti-ganti warna. Kekurangan: Nggak ada kayaknya. Next Purchase: Belum tahu soalnya habisnya pasti lama, terus gatel pengin coba warna lain. Hihihi… Foto: Mariska...

Lipstik Harga Miring dari si Gemuk-gemuk Lincah (GGL)

By on Aug 14, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Kali ini Kak Uung punya quote super yang lebih super daripada quote-nya Maria Teguh, yaitu: Cari temen jangan yang cuma bisa bikin kamu sukses Tapi, cari temen yang selalu sial Bukannya mau jahat, tapi hal itu jelas membawa keuntungan untuk kita sendiri seolah-olah hokinya terserap habis ke kita. Itulah yang gue alami ketika berteman dengan Peggy, si Gemuk-gemuk Lincah (GGL) yang enggan pakai beha. Beberapa waktu lalu, Peggy pesan lipstik Katy Kate Mate by Katy Perry yang diproduksi oleh Cover Girl dari kakak temannya yang sempat berangkat ke Amrik. Pesan lipstik aja sampai ke Amrik, kok kesannya nggak cinta sama produk lokal, ya? Sombong banget, ya, si Peggy! Udah sombong, nggak ajak-ajak pula! Akhirnya, Peggy pun mendapatkan pintu hidayah dari Yang Maha Kuasa, sehingga hasil polesan lipstiknya nggak sesuai dengan yang diharapkan. Gue tahu hal itu gara-gara dia ngeluh di pagi hari setelah mencoba lipstik buatan kaum yang dianggap kafir tersebut. “Kak, lipstiknya kok jelek di bibir gue!” sungut si Gemuk-gemuk Lincah. “Kenape lagi?” tanya gue kesal soalnya si Peggy nggak ajak-ajak beli lipstik mahal. Bangkai nggak, sih? “Gue udah nunggu lipstik impian ini selama dua bulan. Eh, pas dicoba malah kayak eek hasilnya.” “Iya juga, ya. Nude gitu jatuhnya, kayak nggak pakai lipstik!” Seketika itu juga muka Peggy terlihat kayak orang habis lahiran. Pucat sekali. “Emang beda sama yang diolesin di modelnya?” tanya gue. “Beda banget, Kak! Pasti karena modelnya bule, deh!” Peggy pun kasih lihat gambar bibir si model yang diolesin lipstik tersebut. Emang beda bingit, sih, hasil lipstik yang diolesin ke bibir cewek suka makan keju, sama ke cewek yang suka makan Nasi Bali. Ya, begitu deh, risiko beli barang nggak pakai dicoba dulu. Kecuali kalau kalian punya hoki gede kayak Kak Uung. Lalu, gue pun cobain lipstik impian Peggy tersebut dan hasilnya, aduhai, Kak! 100...

Review La Rose Rouge Shampoo and Conditioner Passion Series

By on Aug 10, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebenarnya sudah setahun lebih Kak Uung berkomitmen untuk nggak pakai shampo lagi karena alasan kesehatan, seperti yang pernah diceritakan di blog 6 Weeks No Shampoo Challenge. Tapi, karena gue sudah kembali ke dunia cat rambut bak Agnez Mo yang suka gonta-ganti warna rambut, gue pun mulai kembali ke kebiasaan lama, yaitu pakai shampo kembali. Karena, gue sempat browsing-browsing dan menemukan fakta bahwa metode no poo bisa bikin cat rambut luntur. Dengan kata lain, no poo lebih efektif untuk rambut natural yang nggak diapa-apain (tanpa cat, smoothing, rebonding, atau perming). Selama gue udah nggak no poo lagi, gue merasakan kesehatan rambut gue menurun drastis. Kalau dulu, tiga hari nggak keramas, kadar minyak di rambut tetap normal dan nggak lepek, sekarang keadaan jadi berubah drastis. Gue jadi bergantung lagi sama shampo dan harus keramas hampir setiap hari. Kalau nggak keramas, rasanya pengin makan anak kambing hidup-hidup. Rambut gue juga udah nggak terlalu kelihatan tebal. Sempat sedih sih, tapi mau gimana lagi. Nasi udah jadi dubur. Eh, bubur! Awalnya, gue cuma cat rambut warna cokelat terus ganti jadi merah. Lama-lama, gue pun jenuh dan pengin warnain rambut dengan warna yang nggak biasa. Contohnya pink, hijau, ungu, dan lain-lain. Warna-warna kayak begitu, mengharuskan kita untuk bleaching rambut terlebih dahulu. Gue sempat tanya sama beberapa salon soal bleaching rambut dan banyak banget yang menolak dengan alasan rambut gue udah nggak sehat. Udah bercabang, rapuh, dan keratinnya tipis banget. Mereka nggak berani ambil risiko, takutnya rambut gue patah-patah terus botak. Serem juga sih, tapi mupeng pengin eksis! Gimana dong? Namun, Kak Uung nggak menyerah begitu aja. Mimpi memiliki warna rambut nggak etis tetaplah harus diperjuangkan dengan gigih. Anggap aja kayak lagi berjuang buat mendapatkan beasiswa di London (School). Waktu gue ketemu sama temen gue, si Vindy, doi sempat cerita soal shampo yang bagus banget. Kebetulan,...

Pakai Vitacreme B12 Biar Nggak Cepet Tua!

By on Jun 12, 2016 in Beauty, Diary

Beberapa waktu lalu, gue cemas dengan umur gue yang hampir menyentuh angka kritis. Takutnya pas ulang tahun, muka gue langsung mengeras dan penuh dengan kerutan kayak begini. Hahaha… Lalu, gue pun bongkar website Sociolla dan cari anti aging yang kira-kira cocok buat gue. Dan ketemulah produk serum anti aging yang namanya Vitacreme B12. Gue beli udah cukup lama sih, kira-kira bulan April 2016 kemarin dan harganya masih Rp 217.425. Bisa dibilang, Vitacreme B12 merupakan anti aging yang cukup terjangkau jika dibandingkan anti aging lain yang harganya bisa Rp 300 ribu ke atas. Dan sepertinya Vitacreme B12 langsung diminati banyak perempewi di Indonesia, sehingga sekarang harganya melonjak jadi Rp 289.900. Karena harganya naik, kayaknya gue bakal adain demo di pinggiran pabriknya. Selain karena harganya terjangkau, gue tertarik sama anti aging ini karena bahannya gel. Setahu gue, gel itu cocok buat kulit berminyak atau kombinasi kayak kulit gue karena nggak bikin kulit wajah makin berminyak. Isinya 30 ml doang. Sekilas, 30 ml itu dikit banget, ya. Tapi, menurut cewek-cewek yang udah pernah pakai Vitacreme B12, anti aging ini bisa dipakai sampai enam bulan! Lama juga, ya! Lebih lama daripada menantikan si gebetan putus dari pacarnya. Ternyata, nama Vitacreme B12 bukan sembarang nama, Cuy! Karena, di dunia ini memang ada vitamin B12 yang bermanfaat untuk tubuh dan kulit. Kalau dalam bentuk makanan, vitamin B12 bisa kalian temui di daging, telur, ikan, unggas, dan tempe. Kalau untuk tubuh, B12 berfungsi untuk: Menghasilkan sel darah merah. Menjaga kesehatan sistem saraf. Mungkin biar nggak marah-marah terus kali, ya. Melepaskan energi dari makanan yang dikonsumsi. Memproses asam folat. Membantu dalam proses sintesis DNA. Sedangkan untuk kulit, B12 berfungsi untuk: Mencegah kulit kusam. Mencegah kulit kering. Mencegah kulit bertambah gelap. Tapi, nggak bikin kulit jadi pucat karena kulit terlalu pucat adalah salah satu akibat dari kurangnya vitamin...

Page 2 of 912345...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy