FacebookTwitter
Page 2 of 912345...Last »

Lipstik Harga Miring dari si Gemuk-gemuk Lincah (GGL)

By on Aug 14, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Kali ini Kak Uung punya quote super yang lebih super daripada quote-nya Maria Teguh, yaitu: Cari temen jangan yang cuma bisa bikin kamu sukses Tapi, cari temen yang selalu sial Bukannya mau jahat, tapi hal itu jelas membawa keuntungan untuk kita sendiri seolah-olah hokinya terserap habis ke kita. Itulah yang gue alami ketika berteman dengan Peggy, si Gemuk-gemuk Lincah (GGL) yang enggan pakai beha. Beberapa waktu lalu, Peggy pesan lipstik Katy Kate Mate by Katy Perry yang diproduksi oleh Cover Girl dari kakak temannya yang sempat berangkat ke Amrik. Pesan lipstik aja sampai ke Amrik, kok kesannya nggak cinta sama produk lokal, ya? Sombong banget, ya, si Peggy! Udah sombong, nggak ajak-ajak pula! Akhirnya, Peggy pun mendapatkan pintu hidayah dari Yang Maha Kuasa, sehingga hasil polesan lipstiknya nggak sesuai dengan yang diharapkan. Gue tahu hal itu gara-gara dia ngeluh di pagi hari setelah mencoba lipstik buatan kaum yang dianggap kafir tersebut. “Kak, lipstiknya kok jelek di bibir gue!” sungut si Gemuk-gemuk Lincah. “Kenape lagi?” tanya gue kesal soalnya si Peggy nggak ajak-ajak beli lipstik mahal. Bangkai nggak, sih? “Gue udah nunggu lipstik impian ini selama dua bulan. Eh, pas dicoba malah kayak eek hasilnya.” “Iya juga, ya. Nude gitu jatuhnya, kayak nggak pakai lipstik!” Seketika itu juga muka Peggy terlihat kayak orang habis lahiran. Pucat sekali. “Emang beda sama yang diolesin di modelnya?” tanya gue. “Beda banget, Kak! Pasti karena modelnya bule, deh!” Peggy pun kasih lihat gambar bibir si model yang diolesin lipstik tersebut. Emang beda bingit, sih, hasil lipstik yang diolesin ke bibir cewek suka makan keju, sama ke cewek yang suka makan Nasi Bali. Ya, begitu deh, risiko beli barang nggak pakai dicoba dulu. Kecuali kalau kalian punya hoki gede kayak Kak Uung. Lalu, gue pun cobain lipstik impian Peggy tersebut dan hasilnya, aduhai, Kak! 100...

Review La Rose Rouge Shampoo and Conditioner Passion Series

By on Aug 10, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebenarnya sudah setahun lebih Kak Uung berkomitmen untuk nggak pakai shampo lagi karena alasan kesehatan, seperti yang pernah diceritakan di blog 6 Weeks No Shampoo Challenge. Tapi, karena gue sudah kembali ke dunia cat rambut bak Agnez Mo yang suka gonta-ganti warna rambut, gue pun mulai kembali ke kebiasaan lama, yaitu pakai shampo kembali. Karena, gue sempat browsing-browsing dan menemukan fakta bahwa metode no poo bisa bikin cat rambut luntur. Dengan kata lain, no poo lebih efektif untuk rambut natural yang nggak diapa-apain (tanpa cat, smoothing, rebonding, atau perming). Selama gue udah nggak no poo lagi, gue merasakan kesehatan rambut gue menurun drastis. Kalau dulu, tiga hari nggak keramas, kadar minyak di rambut tetap normal dan nggak lepek, sekarang keadaan jadi berubah drastis. Gue jadi bergantung lagi sama shampo dan harus keramas hampir setiap hari. Kalau nggak keramas, rasanya pengin makan anak kambing hidup-hidup. Rambut gue juga udah nggak terlalu kelihatan tebal. Sempat sedih sih, tapi mau gimana lagi. Nasi udah jadi dubur. Eh, bubur! Awalnya, gue cuma cat rambut warna cokelat terus ganti jadi merah. Lama-lama, gue pun jenuh dan pengin warnain rambut dengan warna yang nggak biasa. Contohnya pink, hijau, ungu, dan lain-lain. Warna-warna kayak begitu, mengharuskan kita untuk bleaching rambut terlebih dahulu. Gue sempat tanya sama beberapa salon soal bleaching rambut dan banyak banget yang menolak dengan alasan rambut gue udah nggak sehat. Udah bercabang, rapuh, dan keratinnya tipis banget. Mereka nggak berani ambil risiko, takutnya rambut gue patah-patah terus botak. Serem juga sih, tapi mupeng pengin eksis! Gimana dong? Namun, Kak Uung nggak menyerah begitu aja. Mimpi memiliki warna rambut nggak etis tetaplah harus diperjuangkan dengan gigih. Anggap aja kayak lagi berjuang buat mendapatkan beasiswa di London (School). Waktu gue ketemu sama temen gue, si Vindy, doi sempat cerita soal shampo yang bagus banget. Kebetulan,...

Pakai Vitacreme B12 Biar Nggak Cepet Tua!

By on Jun 12, 2016 in Beauty, Diary

Beberapa waktu lalu, gue cemas dengan umur gue yang hampir menyentuh angka kritis. Takutnya pas ulang tahun, muka gue langsung mengeras dan penuh dengan kerutan kayak begini. Hahaha… Lalu, gue pun bongkar website Sociolla dan cari anti aging yang kira-kira cocok buat gue. Dan ketemulah produk serum anti aging yang namanya Vitacreme B12. Gue beli udah cukup lama sih, kira-kira bulan April 2016 kemarin dan harganya masih Rp 217.425. Bisa dibilang, Vitacreme B12 merupakan anti aging yang cukup terjangkau jika dibandingkan anti aging lain yang harganya bisa Rp 300 ribu ke atas. Dan sepertinya Vitacreme B12 langsung diminati banyak perempewi di Indonesia, sehingga sekarang harganya melonjak jadi Rp 289.900. Karena harganya naik, kayaknya gue bakal adain demo di pinggiran pabriknya. Selain karena harganya terjangkau, gue tertarik sama anti aging ini karena bahannya gel. Setahu gue, gel itu cocok buat kulit berminyak atau kombinasi kayak kulit gue karena nggak bikin kulit wajah makin berminyak. Isinya 30 ml doang. Sekilas, 30 ml itu dikit banget, ya. Tapi, menurut cewek-cewek yang udah pernah pakai Vitacreme B12, anti aging ini bisa dipakai sampai enam bulan! Lama juga, ya! Lebih lama daripada menantikan si gebetan putus dari pacarnya. Ternyata, nama Vitacreme B12 bukan sembarang nama, Cuy! Karena, di dunia ini memang ada vitamin B12 yang bermanfaat untuk tubuh dan kulit. Kalau dalam bentuk makanan, vitamin B12 bisa kalian temui di daging, telur, ikan, unggas, dan tempe. Kalau untuk tubuh, B12 berfungsi untuk: Menghasilkan sel darah merah. Menjaga kesehatan sistem saraf. Mungkin biar nggak marah-marah terus kali, ya. Melepaskan energi dari makanan yang dikonsumsi. Memproses asam folat. Membantu dalam proses sintesis DNA. Sedangkan untuk kulit, B12 berfungsi untuk: Mencegah kulit kusam. Mencegah kulit kering. Mencegah kulit bertambah gelap. Tapi, nggak bikin kulit jadi pucat karena kulit terlalu pucat adalah salah satu akibat dari kurangnya vitamin...

6 Langkah Tampak Lebih Muda dengan Bio Essence Royal Jelly + ATP

By on May 8, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

8 April 2016 kemarin, bertempat di The Maestro, Plaza Indonesia, gue diundang ke acara Beauty Secret Talkshow bareng Bio Essence, brand kecantikan terkenal asal Singapura yang baru aja dirilis di Indonesia. Yang bikin gue tertarik buat datang ke acara ini adalah produk Bio Essence dengan Royal Jelly + ATP yang dirilis di acara tersebut katanya bisa bikin muka kita terlihat lebih muda. Produk tersebut dipercaya bisa bikin bentuk muka kita yang sudah nggak V shape, jadi kembali V shape. Nggak bisa dipungkiri sih, bentuk muka V shape memang bakal bikin muka kita terlihat lebih muda ketimbang bentuk lainnya. Bentuk V shape di muka memang sudah terbentuk dari lahir dan tergantung kodrat masing-masing. Tapi, seiring bertambahnya usia, kadar V shape di muka makin berkurang. Yang dulunya V shape, sekarang jadi nggak V shape lagi, yang dulunya kotak atau bulet, sekarang makin kotak atau bulet. Dan itu bikin kita terlihat lebih tua. Selain karena proses penuaan, bentuk muka yang mengarah ke bulat atau kotak bisa juga disebabkan karena pengaruh kenaikan berat badan dan kurangnya olahraga. Kalau nggak percaya, coba deh lihat muka Dian Sastro di Ada Apa dengan Cinta 1 (AADC 1) dan di  AADC 2. Coba lihat, lebih V shape yang mana? Haish, gue kok malah jadi ngomongin orang. Hahaha… Atau yang lebih gampang, coba lihat muka kalian waktu SMA, deh. Kalau muka gue pas SMA sih kayak begini. Mending nggak usah dilihat, kan? Gimana kalau lanjut aja ke review rangkaian produk Bio Essence Royal Jelly + ATP? Ini dia seperangkat sholatnya, eh, seperangkat Bio Essence Royal Jelly + ATP maksudnya! Hahaha… Supaya proses pembentuk V shape lebih maksimal, tentunya kita harus melakukan perawatan dari dasar dulu, seperti exfoliating, cuci muka, toner, essence, baru deh face lifting! Langkah-langkahnya seperti berikut. 1. Deep Exfoliating Gel with Royal Jelly + ATP Sel kulit mati bukan cuma bikin kulit kusam dan berminyak,...

Jadi Kekinian dengan Lipstik Purbasari Color Matte

By on Apr 24, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebenarnya sih, Lisptik Purbasari Color Matte sudah tren beberapa bulan lalu, jadi kalau gue baru pakai sekarang berarti gue termasuk anak kurang gaul atau kekinian. Tapi, nggak apa-apa deh telat daripada nggak gaul sama sekali. Maklum, soalnya gue memang butuh diakui sebagai anak gaul. Meskipun sudah agak telat, tapi lipstik ini masih dicari banget kok sama perempewi-perempewi di Indonesia yang katanya cinta banget sama produk lokal. Oke, langsung aja deh gue bahas lipstik yang satu ini. Begitu denger namanya, gue langsung underestimate. Kok, namanya Purbasari? Desa banget nggak, sih? Jangan-jangan warnanya purba a.k.a jadul banget! Tapi, begitu gue browsing lipstik Purbasari, ternyata pilihan warnanya banyak dan nggak termasuk purba, kok! Termasuk ucul di mata gue. Kalau kata Peggy, temen gue, cari lipstik Purbasari agak susah. Susah bukan karena tokonya harus masuk gang sempit, tapi nggak semua tempat jual lipstik ini. Pas kami mampir ke Guardian di Lippo Mal Puri aja, stoknya nggak ada. Menurut SPG di sana, lipstik ini memang lagi banyak penggemarnya. Dengan kerja keras Peggy dan nyokapnya, akhirnya doi berhasil mendapatkan lipstik Purbasari di Toko Kosmetik Raya, Tangerang. Gila, ya, cari lipstik jauh bener. Cari jodoh aja nggak sejauh itu. Hahaha… Meskipun sudah ketemu tempat beli lipstik Purbasari, tapi nggak semua nomor lipstik tersedia lengkap di sana. Jadi, gue pilih warnanya random dan dikira-kira aja. Gue whatsapp Peggy, bilang mau titip lipstik Purbasari nomor 85 dan 86. Soal cocok atau nggak di bibir, itu urusan belakangan aja. Yang penting bisa jadi anak kekinian dengan lipstik Purbasari. Langsung aja, ya, gue coba satu per satu. Mulai dari yang nomor 85 aja yang disebut Safir. Pas diolesin ke tangan, warnanya lumayan merah kayak cabai, tapi begitu diolesin ke bibir, warna merahnya nggak terlalu mencolok. Lebih ke merah agak pink. Cocok buat kalian yang pengin cobain warna merah, tapi masih...

Review Hada Labo CC Cream Ultimate Anti Aging

By on Apr 4, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Seiring bertambahnya usia, kalau memilih produk kecantikan, gue pasti milih produk yang mengandung anti aging ketimbang whitening. Bukan karena gue Cina, jadi sudah putih, terus nggak butuh whitening lagi. Tentu aja gue masih butuh produk yang bisa mencerahkan kulit karena matahari di Jakarta sangatlah JAHAP, kalau kata Bang Ipul. Tapi, untuk saat ini gue lebih fokus pada anti aging. Karena, gue ingin mengubah destiny. Ciyeee, kayak iklan apa gitu, ya! Jadi, gue memilih Hada Labo CC Cream Ultimate Anti Aging, ketimbang Hada Labo CC Cream Ultimate Whitening. Gue pilih CC cream yang warnanya royal ivory, ketimbang elegant beige. Soalnya, lebih cocok buat kulit gue yang putih bak orang Cina. Ukurannya cuma 25 gram, tapi biasanya sih BB atau CC cream lama habisnya. Malah kadang nggak abis-abis, lalu bingung gimana cara habisinnya! Dari awal, gue agak bingung, apa sih bedanya BB cream dan CC cream? Kayaknya sama aja, deh. Tapi, ternyata ada bedanya dikit nih, Kak! BB cream yang dikenal sebagai blemish balm atau beauty balm adalah bentuk ringan dari foundation dengan rangkaian formula pelembab, SPF, dan antioksidan dengan tingkat coverage medium. Karena kandungannya, kalian tidak perlu menggunakan pelembap atau tabir surya saat menggunakan krim ini. Karena coverage yang lebih ringan daripada foundation, saat kalian menggunakan BB cream, kulit kalian nggak akan terlihat seperti memakai topeng, jadi cocok untuk dipakai sehari-hari dengan makeup ringan. Sedangkan CC cream diunggulkan sebagai versi yang formulanya merupakan penyempurnaan dari BB cream. CC cream punya beberapa fungsi yang membuat kalian makin jatuh cinta. CC berarti colour control, colour correcting atau complexion care. Artinya, redness (bintik-bintik merah, bekas jerawat) di wajah akan lebih teratasi karena kandungan dari CC cream lebih mampu menyamarkan redness di kulit wajah. Dengan formula yang menutrisi kulit dan mampu membantu mengatasi problem di kulit, CC cream dipercaya dapat menutrisi, mencerahkan, memperbaiki tekstur dan...

Page 2 of 912345...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy