FacebookTwitter
Page 4 of 40« First...23456...102030...Last »

Review Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink

By on Aug 20, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Buat penggemar Missha dan Line Friends, pasti sudah tahu bahwa mereka bekerjasama bikin makeup super ucul. Kalau lihat makeup-makeupnya, pasti kalian pengin beli semuanya. Tapi, karena Kak Uung anaknya nggak konsumtif, akhirnya Kak Uung cuma beli Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink. Biar lebih singkat, orang-orang sebutnya Cony Blusher. Gue nggak konsumtif sih, tapi cuma suka lapar mata. Karena beli di store langsung harganya udah pasti kayak beli berlian, gue beli aja di online shop, jadi harganya cuma Rp 215 ribu. Packaging-nya unyu banget! Jadi sayang buat dipakai. Warna blusher-nya seputar pink ngejreng, pink soft, putih, dan cokelat. Pas dipakai ke kelopak mata, langsung berasa banyak glitter! Gue sih suka. Karena lagi pengin norak, gue pakai blush yang warna pink ngejreng di kelopak mata, sedangkan di bawah mata, gue pakai blush yang warna putih. Nggak putih-putih banget sih, sebenarnya, tapi agak silver. Udah indah belum matanya? Udah boleh disebut sipit-sipit glitter (SSG) belum? Buat yang sakit mata setelah lihat foto di atas, gue minta maaf, deh. Maklum Kak Uung nggak jago makeup. Lebih jago bikin anak orang sakit mata. Penampilan keseluruhannya jadi kayak begini. Foto itu diambil sebelum gue ganti rambut jadi kayak suku Ginger. Ganteng nggak, Say? Sekarang, saatnya gue bikin kesimpulan mengenai produk unyu ini. Kelebihan: (+) Packaging super unyu, apalagi warnanya pink! (+) Mudah dipakai. Ada kacanya pula. (+) Harga terjangkau karena beli di online shop. (+) Mengandung glitter. Suka bingit! Apalagi kalau glitternya agak jatuh ke pipi. (+) Setiap hari bisa ganti-ganti warna. Kekurangan: Nggak ada kayaknya. Next Purchase: Belum tahu soalnya habisnya pasti lama, terus gatel pengin coba warna lain. Hihihi… Foto: Mariska...

Berburu Sushi Murah Meriah di Pasar MOI, Kelapa Gading

By on Aug 15, 2016 in Diary, Food Porn

Buat kalian yang nasibnya sama kayak Kak Uung, yaitu nggak pernah ke AEON Mal, tapi pengin merasakan berburu sushi murah meriah, main aja ke Pasar MOI (Mal of Indonesia), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Buat kamu yang berdomisili di Jakarta atau daerah pecinan, pastinya bakal lebih gampang ke MOI daripada ke AEON Mal kan? Apalagi, Pasar MOI lagi tren bingit di kalangan Cinko. Karena ingin jadi Cinko super gaul, gue pun sempat main ke sana bareng Kak RG sehabis pulang gereja. Untuk menuju ke sana, tentunya kalian harus datang dulu ke MOI. Lalu, langsung turun aja ke lantai paling dasar dan kalian bakal menemukan Pasar MOI yang ramai akan kedai makanan. Konsepnya mirip Pasar Santa yang hits di Jakarta Selatan. Bedanya, kalau Pasar Santa letaknya memang di pasar sungguhan, nah kalau Pasar MOI letaknya di mal. Otomatis, tempatnya lebih mewah, bersih, adem, dan nyaman, meskipun pengunjungnya ramai bingit. Saking banyaknya makanan di sana, kalian pasti bingung mau makan apaan. Tapi, mata kami langsung tertuju sama kedai sushi yang lumayan mencolok dan gede jika dibandingkan kedai lainnya. Gue langsung teringat sama kedai yang jual sushi murah meriah di AEON Mal, padahal gue nggak pernah ke sana. Cuma pernah lihat fotonya di media sosial teman-teman. Sedih bingit, ya! Cerita kayak begini nih, yang lebih sedih daripada sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS). Ini kedainya. Namanya Shigeru Japanese Fresh Deli. Bukan cuma sushi yang ditawarin di sana, tapi juga ada aneka sate tusuk Jepang, baik yang direbus, maupun yang digoreng, hidangan onigiri, dan lain-lain. Harganya dimulai dari Rp 8 ribu aja! Coba kalau mampir ke Marugame Udon, sate tusuknya nggak bakal bisa kalian dapatkan dengan harga segitu. Jadi, siap-siap aja khilaf kalau berburu sushi dan kawan-kawannya di Shigeru! Menarik bingit buat dirampok kan, Kak? Untungnya sih, gue lagi nggak terlalu lapar-lapar banget, jadi nggak pengin rampok sushi. Lebih pengin...

Lipstik Harga Miring dari si Gemuk-gemuk Lincah (GGL)

By on Aug 14, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Kali ini Kak Uung punya quote super yang lebih super daripada quote-nya Maria Teguh, yaitu: Cari temen jangan yang cuma bisa bikin kamu sukses Tapi, cari temen yang selalu sial Bukannya mau jahat, tapi hal itu jelas membawa keuntungan untuk kita sendiri seolah-olah hokinya terserap habis ke kita. Itulah yang gue alami ketika berteman dengan Peggy, si Gemuk-gemuk Lincah (GGL) yang enggan pakai beha. Beberapa waktu lalu, Peggy pesan lipstik Katy Kate Mate by Katy Perry yang diproduksi oleh Cover Girl dari kakak temannya yang sempat berangkat ke Amrik. Pesan lipstik aja sampai ke Amrik, kok kesannya nggak cinta sama produk lokal, ya? Sombong banget, ya, si Peggy! Udah sombong, nggak ajak-ajak pula! Akhirnya, Peggy pun mendapatkan pintu hidayah dari Yang Maha Kuasa, sehingga hasil polesan lipstiknya nggak sesuai dengan yang diharapkan. Gue tahu hal itu gara-gara dia ngeluh di pagi hari setelah mencoba lipstik buatan kaum yang dianggap kafir tersebut. “Kak, lipstiknya kok jelek di bibir gue!” sungut si Gemuk-gemuk Lincah. “Kenape lagi?” tanya gue kesal soalnya si Peggy nggak ajak-ajak beli lipstik mahal. Bangkai nggak, sih? “Gue udah nunggu lipstik impian ini selama dua bulan. Eh, pas dicoba malah kayak eek hasilnya.” “Iya juga, ya. Nude gitu jatuhnya, kayak nggak pakai lipstik!” Seketika itu juga muka Peggy terlihat kayak orang habis lahiran. Pucat sekali. “Emang beda sama yang diolesin di modelnya?” tanya gue. “Beda banget, Kak! Pasti karena modelnya bule, deh!” Peggy pun kasih lihat gambar bibir si model yang diolesin lipstik tersebut. Emang beda bingit, sih, hasil lipstik yang diolesin ke bibir cewek suka makan keju, sama ke cewek yang suka makan Nasi Bali. Ya, begitu deh, risiko beli barang nggak pakai dicoba dulu. Kecuali kalau kalian punya hoki gede kayak Kak Uung. Lalu, gue pun cobain lipstik impian Peggy tersebut dan hasilnya, aduhai, Kak! 100...

Review La Rose Rouge Shampoo and Conditioner Passion Series

By on Aug 10, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebenarnya sudah setahun lebih Kak Uung berkomitmen untuk nggak pakai shampo lagi karena alasan kesehatan, seperti yang pernah diceritakan di blog 6 Weeks No Shampoo Challenge. Tapi, karena gue sudah kembali ke dunia cat rambut bak Agnez Mo yang suka gonta-ganti warna rambut, gue pun mulai kembali ke kebiasaan lama, yaitu pakai shampo kembali. Karena, gue sempat browsing-browsing dan menemukan fakta bahwa metode no poo bisa bikin cat rambut luntur. Dengan kata lain, no poo lebih efektif untuk rambut natural yang nggak diapa-apain (tanpa cat, smoothing, rebonding, atau perming). Selama gue udah nggak no poo lagi, gue merasakan kesehatan rambut gue menurun drastis. Kalau dulu, tiga hari nggak keramas, kadar minyak di rambut tetap normal dan nggak lepek, sekarang keadaan jadi berubah drastis. Gue jadi bergantung lagi sama shampo dan harus keramas hampir setiap hari. Kalau nggak keramas, rasanya pengin makan anak kambing hidup-hidup. Rambut gue juga udah nggak terlalu kelihatan tebal. Sempat sedih sih, tapi mau gimana lagi. Nasi udah jadi dubur. Eh, bubur! Awalnya, gue cuma cat rambut warna cokelat terus ganti jadi merah. Lama-lama, gue pun jenuh dan pengin warnain rambut dengan warna yang nggak biasa. Contohnya pink, hijau, ungu, dan lain-lain. Warna-warna kayak begitu, mengharuskan kita untuk bleaching rambut terlebih dahulu. Gue sempat tanya sama beberapa salon soal bleaching rambut dan banyak banget yang menolak dengan alasan rambut gue udah nggak sehat. Udah bercabang, rapuh, dan keratinnya tipis banget. Mereka nggak berani ambil risiko, takutnya rambut gue patah-patah terus botak. Serem juga sih, tapi mupeng pengin eksis! Gimana dong? Namun, Kak Uung nggak menyerah begitu aja. Mimpi memiliki warna rambut nggak etis tetaplah harus diperjuangkan dengan gigih. Anggap aja kayak lagi berjuang buat mendapatkan beasiswa di London (School). Waktu gue ketemu sama temen gue, si Vindy, doi sempat cerita soal shampo yang bagus banget. Kebetulan,...

Lovely Teddy Bear Backpack from Kawaii-Potato

By on Aug 7, 2016 in Diary, Fashion, Review Produk

Beberapa waktu lalu, Kak Uung pernah lihat ada cewek pakai teddy bear backpack super aduhai di Mal Kelapa Gading. Itu lho, backpack (tas ransel) yang beda dari biasanya, soalnya tas ranselnya nempel sama badan teddy bear. Jadi, seolah-olah kita lagi gendong teddy bear yang lagi pakai backpack. Begitu lihat cewek itu pakai tas ransel kayak begitu, gue langsung mupeng pengin rampok tasnya! Nggak etis banget, Bray! Pemandangan kayak begitu lebih indah daripada pemandangan Gunung Semeru, Kak! “Kak, tasnya ucul!” kata gue ke Kak RG terus nunjuk ke teddy bear backpack unyu. “Oh…” si bantjik salon cuma bisa ngomong kayak begitu. “Duh, pengin tanya deh, dia beli di mana!” “Tanya aja, Kak.” Penginnya sih gitu, tapi nanti gue dikira orang bank pengin nawarin kartu kredit. Apalagi, kami memang lagi di antrean ATM Bank Capek Antri. Feeling gue sih, tas “nggak etis” kayak begitu cuma ada di luar negeri. Kalau jual di Indonesia, kayaknya peminatnya cuma sedikit, deh. Paling yang pengin beli cuma Kak Uung dan cewek di ATM itu. Kemudian, gue berusaha melupakan impian tersebut dan mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti baca buku, bikin kue nastar, memasak, main gitar, main futsal hingga main judi. Akhirnya gue amnesia sungguhan, bukan cuma lupa sama teddy bear backpack unyu tersebut. Untung masih inget makan dan tidur. Setelah gue nggak mengharapkan apa-apa, Cik Mei Ling malah pengin endorse gue aksesori dari lapaknya yang bernama Kawaii-Potato. Doi minta gue buat cek website kawaii-potato.com dan pilih barang yang gue suka. Karena gue lagi pengin punya tas baru, gue pun cari di kategori Tas & Sepatu, lalu nggak sengaja ketemu teddy bear backpack impian gue! Hahaha… Padahal, gue sama sekali nggak ingat sama teddy bear backpack itu. Ini barangnya (klik gambar untuk lihat detail barang): Ya ampun, unyu banget kan! Tentu aja gue langsung pilih teddy...

Page 4 of 40« First...23456...102030...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy