FacebookTwitter
Page 20 of 40« First...10...1819202122...3040...Last »

Periksa Gigi di Oktri Manessa Dental Care (OMDC)

By on Jul 24, 2015 in Diary

Sebelum libur Lebaran kemarin, gue menyempatkan diri untuk membersihkan karang gigi di Oktri Manessa Dental Care (OMDC). Karang gigi adalah jigong yang menempel di sela-sela gigi dan sudah mengeras seperti fossil akibat malas dibersihkan. Pembersihan karang gigi nggak bisa dilakukan dengan menyikat gigi di rumah, tapi harus dilakukan di klinik gigi. Istilah kedokterannya adalah scalling. Gue tau keberadaan OMDC dari temen kantor gue, Lizta. Lizta bisa tau soal OMDC dari update-an temennya di Instagram. Setelah gue cek, klinik gigi ini emang lagi banyak diomongin di media sosial. Yang menggiurkan adalah biaya untuk membersihkan karang gigi hanya Rp99 ribu! Masya Allah, kok bisa murah, ya? Padahal kalau dicek ke toko sebelah, biasanya bisa menghabiskan duit sebesar Rp250 ribu! Ya udah capcus, dah! Apalagi, seumur-umur gue belum pernah bersihin karang gigi! Kebayang nggak, sih, karang gigi gue udah bisa berakin berapa kebon? Kalau diinget-inget lagi, gue jarang banget mampir ke dokter gigi. Gue cuma pernah mampir ke puskesmas deket rumah waktu kecil buat cabut gigi susu. Pas udah gede, pernah sih mampir sekali ke dokter gigi deket rumah. Soalnya, gigi geraham bungsu gue yang atas bermasalah dan bikin mulut gue sariawan terus. Akhirnya, geraham bungsu gue itu dikikir sama dokternya supaya nggak tajem lagi dan nggak menusuk mulut. Cuma itu sejarah Kak Uung pernah pergi ke dokter gigi. Padahal, seharusnya kan periksa gigi ke dokter dilakukan 6 bulan sekali kan? Persis kayak minum obat cacing. Pas hari H mau berangkat ke OMDC, gue telat bangun, Kak! Jadi gue meminta Lizta meninggalkan gue dan gue langsung menyusul ke TKP. Padahal, gue nggak pernah ke sana dan nggak terlalu tau jalan. Gue pernah melewati jalan Buncit Raya (lokasi OMDC), tapi kalau gue jalan sendirian ke sana, belum tentu bisa sampe dengan selamat. Maklum, gue suka banget nyasar. Bedain mana utara, selatan, timur, dan...

Feminine Chic

By on Jul 20, 2015 in Diary, Fashion, Narsis

Hilluuuwww, udah lama ya, Kak Uung nggak bikin fashion blog. Maklum, anaknya pemalu banget, sih. Mumpung kemarin gue sempet main ke Pasar Santa, terus lanjut ke Pasific Place buat nonton, sekalian aja deh gue pake baju bagusan demi bikin fashion blog. Tema yang gue ambil kali ini adalah feminine chic karena gue anaknya emang feminin banget. Dari lahir, emak gue aja tau bahwa gue feminin banget! Atasan yang gue pake adalah kemeja hitam dengan kerah putih yang bikin gue terlihat seperti anak baik-baik. Emang aslinya bukan anak baik-baik, ya? Mungkin. Atasan gue emang cuma item sama putih, tapi bawahannya colorful dong. Mana mungkin Kak Uung bisa hidup tanpa motif? Gue pun pake rok berbahan embroidered shantung bermotif kembang-kembang. Unyu kan seperti gadis desa pada umumnya. Pas gue post salah satu foto ini di media sosial, rupanya banyak yang suka sama tas keranjang gue. Tas ini gue beli tahun 2007. Gile, itu adalah masa di mana gue masih kuliah dan lagi struggle banget menghadapi kerasnya bangku kuliah laknat! Karena gue jalan-jalannya ke pasar, jadi gue pake aja flat shoes hitam yang nyaman dipake. Viviane Collar Top: Q Boutique Peony Clock Skirt: Vindy Faizah Tas Keranjang: Glitters ITC Mangga Dua Flat Shoes: Les Femmes...

Berkunjung ke Pasar Santa (Part 3)

By on Jul 20, 2015 in Diary, Food Porn

Nggak terasa udah 3 kali gue berkunjung ke Pasar Santa. Seharusnya sih, di kunjungan ketiga kalinya, gue disambut pake karpet merah dan dikalungin bunga bangkai oleh si pemilik pasar. Gue berkunjung ke sana tanggal 10 Juli 2015 di siang hari. Di mana hari itu umat Muslim masih menjalankan ibadah puasa dan belum memasuki jam buka puasa, jadi Pasar Santa sepi banget! Puji Tuhan. Kapan lagi bisa makan di Pasar Santa sambil selonjoran di lantai saking sepinya. Saking sepinya stand D.O.G (Diyoji), gue sampe bisa foto di depan stand itu. Biasanya, boro-boro bisa foto-foto di depan sana. Pas jam 3 sore aja, antrean udah mulai panjang. Nah, di blog soal Pasar Santa part-2, gue pernah kok review soal Diyoji. Harusnya sih sekalian selfie sama pemiliknya. Siapa tau dikasih hotdog gratis. Pas gue promo buku di radio 99ers 100 FM Bandung kemarin, gue sempet mampir ke Rumah Makan Legoh Bandung. Di rumah makan yang hits itu gue sempet cobain babi cuka rica-rica dan bikin gue ngidam keesokan harinya. Gue sampe nggak bisa mikir dan kerja cuma gara-gara mikirin babi. Masya Allah, padahal babi aja nggak pernah mikirin gue! Saking ngidamnya, gue sampe googling demi mencari tau, apakah Rumah Makan Legoh ada di Jakarta? Ternyata ada di Pasar Santa, Kak! Itulah sebabnya gue melakukan perjalanan ke Pasar Santa lagi. Niat mencari babi cuka ternyata beda tipis dengan niat mencari kitab suci di barat. Hanya saja kegiatan mencari babi cuka tergolong duniawi dan bersifat kedagingan. Begitu udah ketemu stand Legoh Jakarta (legoh_jkt) rasanya lega. Kayak abis ketemu air zam-zam di Mekah. Sama kayak di Bandung, kalau liat menunya, kita nggak bakal menemukan menu babi cuka di sini. Jadi, harus bisik-bisik ke si empunya rumah makan dan bilang mau pesen menu kecil atau jujur aja bilang mau beli babi. Alhasil, menu-menu yang gue dan...

Icip Daging Asap BBQ di Holy Smokes

By on Jul 19, 2015 in Diary, Food Porn

9 Juli 2015 kemarin, gue diajak Lizta ke liputan buka puasa. Gue pikir cuma liputan buka puasa biasa, ternyata ada acara review makanan segala. Ada acara review makanan soalnya restonya baru mau dibuka. Gue pun makin semangat karena bakal cobain makanan jenis baru! Resto baru itu namanya Holy Smokes yang nyediain daging asap BBQ ala Texas, AS. Tadinya gue cuma pengin makan gratis di sana, tapi ternyata di sana selain ada media gathering, ada juga blogger gathering. Dan gue langsung kepikiran buat review Holy Smokes di blog ini. Sebagai mantan juara makan, nggak ada salahnya dong kalau gue banyak membahas makanan? Pas gue baca press kit-nya, gue baru tau bahwa Holy Smokes ini merupakan bagian dari Ersons Food, perusahaan penyedia jasa layanan makanan dan minuman yang udah mengusung berdirinya Hokkaido Ramen Santouka, The Holy Crab, dan The Holy Crab Shack! Holy Smokes merupakan ide terbaru dari Albert Wijaya, chef sekaligus pemilik Ersons Food. Gue dan Kak RG adalah penggemar Ramen Santouka. Ramen-ramen di sana enak, apalagi ramen yang pake babi. Gue emang belum pernah review soal Ramen Santouka sih di blog ini, tapi gue pernah share foto-foto makanannya di Instagram. Nah, karena Ramen Santouka enak, gue pun berharap banyak sama daging asap BBQ di Holy Smokes. Awas aja kalau nggak enak! Kalau nggak enak, gue bakal gebrak meja sambil ngamuk-ngamuk kayak artis yang suka cari sensasi di infotainment. Siapa tau bisa disorot sama jurnalis teve terus masuk teve. Selain lokasinya strategis, yaitu di jalan Wolter Monginsidi yang deket banget sama Pasar Santa, gue juga suka sama suasananya. Konsep restonya western banget. Kayak resto di film atau serial bule. Tempatnya juga cozy dan bikin kita nyaman berlama-lama di dalamnya. Karena tempatnya yang luas, kita bisa makan dengan nyantai sambil ngobrol tanpa takut orang lain nggak kebagian tempat. Pas gue dateng...

First Impression Review: Za Energy Water Skin Lotion

By on Jul 12, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Kali ini, gue mau review barang gratisan. Bukan karena gue di-endorse, tapi karena gue dapet produk ini dari lomba fashion show di kantor. Nama produknya adalah Za Energy Water Skin Lotion. Pas gue terima produk ini, yang kepikiran di kepala gue adalah Beauty Water yang pernah gue review. Za Energy Water Skin Lotion ini bermanfaat untuk menyegarkan kembali kulit kita karena air ini mengandung vitamin B5 dan mineral. Bisa digunakan untuk kulit wajah dan tubuh. Pakenya juga gampang tinggal disemprotin aja. Dan, dalam sehari, bisa dipake berulang-ulang. Pas gue cium aromanya, baunya hampir mirip kayak air putih biasa dengan sedikit efek “obat”. Tapi, nggak menyengat, kok. Terus gue semprotin ke muka. Terus mata gue agak sepet. Kampret banget, deh! Soalnya, gue lupa merem. Meskipun nggak mengandung alkohol dan bahan aneh-aneh, tetep aja rasanya nggak enak kalau kena mata. Begitu air ini kena di kulit, kulit jadi seger, sih, tapi efeknya nggak ‘wah’. Biasa aja malah. Katanya, air ini juga bisa digunakan sebagai lotion untuk kaki dan tangan. Kulit kaki dan tangan jadi halus, sih, tapi nggak terlalu melembapkan. Masih lebih lembap kalau kalian pake hand and body lotion! Hebatnya sih, air ini bisa dipake sesudah kita mengaplikasikan makeup. Gue coba semprotin airnya ke muka yang udah diolesin makeup dan nggak luntur, Kak! Air pun tetap menyerap tanpa melunturkan makeup! Dan, tiba saatnya, Kak Uung membuat kesimpulan, yaitu: Kelebihan: (+) Packaging-nya menarik dan mudah dibawa ke mana-mana. (+) Nggak bikin makeup luntur. (+) Gampang dipakenya. Kekurangan: (-) Gue nggak tau berapa harganya. Kalau diliat dari merk-nya, sepertinya mahal, ya! (-) Kualitas terasa standar. Nggak ada efek yang hebat gimana gitu. (-) Kalau kena mata nggak enak. (-) Kurang moisturize. Next Purchase: No. Kalau dapet gratisan, sih, nggak nolak! Hahaha… Foto: Mariska...

Page 20 of 40« First...10...1819202122...3040...Last »
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy