FacebookTwitter
Page 1 of 4512345...102030...Last »

Belajar Food Photography di #iLotteHangout Bareng GROM Gelato

By on Aug 17, 2018 in Diary, Food Porn, Review Produk

Belakangan ini, selain gemar memasak dan baking, Kak Uung juga suka banget fotoin hasil jadinya. Kayaknya ada kepuasan tersendiri aja kalau bisa fotoin hasil memasak atau baking. Maklum aja norak, karena dulunya nggak pernah masuk, tiba-tiba sekarang jadi betah nongkrong di dapur. Biar semua orang tahu bahwa Kak Uung memang rajin. Kalau pas awal-awal sih, Kak RG yang suka fotoin makanan yang gue masak. Namun, sudah beberapa bulan ini, Kak Uung yang mencoba semuanya sendirian. Kalau nggak dicoba, nggak bakal tahu bisa atau nggak kan? Ternyata seru banget, lho belajar food photography! Dari kenalin lensa yang dipakai, cocoknya dipakai untuk foto makanan apa, hingga belajar food stylingnya. Meskipun masih cupu dan kalah dibandingkan dengan teman-teman lainnya, ya, nggak apa-apa. Hasil food photography-nya bisa dilihat di Intagram gue, @mariskatracy. Sekarang jadi jarang foto selfie karena sukanya foto makanan. Jangan lupa di-follow, ya! Hahaha… 8 Agustus 2018 kemarin, gue ikutan terpilih jadi peserta food photography di acara #iLotteHangout yang diselenggarakan di GROM Gelato, Lotte Shopping Avenue. Apa sih #iLotteHangout? Itu lho acara rutin yang dilakukan oleh e-commerce iLotte dengan tema-tema yang berbeda. Kali ini temanya Delicious Shot with GROM. Sudah bisa ditebak kan acaranya pasti foto-fotoin gelato sampai cakep. Hihihi… Acara dibuka dengan public speaking dari Pak Steven Calvin, Vice President dari iLotte. Beliau menjelaskan tentang konsep iLotte sebagai e-commerce yang memiliki konsep yang berbeda ketimbang e-commerce lainnya. Konsep mereka itu mall in mall, yaitu dengan membawa mall offline ke dunia digital. Maksudnya, mereka cuma menjual barang-barang branded yang dijual di Lotte Shopping Avenue. Jadi, kalian nggak akan ketipu dengan barang palsu atau barang abal-abal. Pengirimannya juga dijamin cepat. Di zaman sekarang ini, menurut gue penting banget kalau mall itu bikin e-commerce biar orang-orang bisa beli barang mereka tanpa harus keluar rumah. Apalagi kayak gue ini, yang udah males banget jalan ke mall....

Utama Spice Bali, Skin Care dengan 100% Bahan Natural

By on May 3, 2018 in Beauty, Diary, Review Produk

Pengin hidup natural di zaman sekarang kayaknya susah banget, ya! Terutama soal skin care yang kebanyakan pakai bahan kimia dan berbahaya untuk kesehatan. Mungkin aja dampaknya nggak terasa sekarang, tapi nanti pas sudah menumpuk terlalu banyak. Pernah dengar nggak kalau kita makan atau pakai sesuatu, sebaiknya gunakan bahan yang memang buatan Tuhan, bukan buatan manusia. Misal mau scrub muka, lebih bagus pakai garam dan air lemon, ketimbang pakai scrub buatan pabrik yang sudah pasti banyak bahan kimianya. Tapi, susah banget, ya, untuk diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Kebetulan banget gue sempat dikirimin seperangkat skin care dari Utama Spice Bali. Meskipun nggak beli secara langsung, tapi kali ini gue pengin kasih review jujur. Gue juga baru tahu ada skin care dengan 100% bahan organik kayak begini. Nggak heran sih, soalnya Utama Spice ini berasal dari Ubud, Bali. Tahu dong masyarakat Ubud terkenal akan gaya hidup sehat, seperti yoga, makan makanan organik, bahkan banyak juga yang jadi vegan. Jargon dari Utama Spice Bali adalah Natural Aromatherapy Products. Jadi, ketika pakai skin care dari Utama Spice Bali, kalian akan merasa seperti sedang berada di tempat spa dan dimanjakan dengan produk aromatherapy yang menenangkan. Makanya aromanya sangat khas dan alami, berbeda dengan skin care kebanyakan yang aromanya berasal dari parfum atau alkohol. Dan Ubud menjadi salah satu kawasan di Bali yang gue favoritin banget. Soalnya di sana banyak makanan sehat dan udaranya sejuk banget. Kalau boleh milih tempat untuk menghabiskan hari tua, gue kayaknya bakal milih di Ubud. Hahaha… Seperangkat skin care organik dari Utama Spice Bali komplet banget, mulai dari scrub, sabun mandi, anti aging, castor oil, body mist, dan lip balm. Yuk, Kak Uung review satu-satu. 1. Salt Scrub Pink Rosella (Rp 88 ribu) Kalau scrub yang satu ini aman banget untuk wajah, juga aman untuk tubuh. Terbuat dari garam, bunga rosella,...

Jelajah Gizi Semarang Day 3: Main ke Kampung Kopi dan Wisata Religi

By on Apr 29, 2018 in Diary, Food Porn

Maaf telat sehari ngeblog soal Jelajah Gizi Semarang #JelajahGizi #JelajahGiziSemarang hari ketiga (22 April 2018) bareng Nutricia Sarihusada (@nutrisibangsa). Sebelumnya, baca dulu Jelajah Gizi Semarang Day 1 dan Jelajah Gizi Semarang Day 2, ya! Di hari ketiga, jelas jadwal lebih longgar dan nggak terlalu banyak jelajahnya. Karena pukul 18.00 WIB kami sudah harus terbang ke Jakarta. Karena mengejar waktu banget, jadi di pukul 8 pagi, kami sudah harus selesai sarapan, mandi, beres-beres, check out hotel, dan ambil oleh-oleh yang sudah dipesan ke panitia. Badan rontok dan masih ngantuk (selalu kayaknya), tapi senang juga, sih. Soalnya kami bakal mampir ke Kampoeng Kopi Banaran yang sudah pasti jual kopi dong. Mungkin beberapa dari kalian sudah tahu kalau Kak Uung itu penggemar berat kopi hitam yang strong dan bisa menguatkan badan juga otak. Suami Kak @rockadocta (Diana) yang merupakan penggemar berat kopi juga menyarankan untuk belanja kopi di sana. Soalnya kopinya nggak terlalu asam. Nah, cucok deh sama gue yang juga nggak suka kopi terlalu asam. Kampoeng Kopi Banaran letaknya agak jauh dari pusat Kota Semarang. Lokasinya di jalan Raya Semarang-Bawen KM 1,5, Bawen. Kalau dari hotel kami, Rooms Inc, kira-kira 1 jam berkendara naik tol. Setelah sempat tidur lumayan panjang di bus, akhirnya sampailah kami di Kampoeng Kopi Banaran. Kampoeng Kopi Banaran adalah salah satu agro wisata yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara IX. Kampung Kopi ini memiliki ketinggian 480 – 600 mdpl dengan suhu sejuk antara 23 – 27 derajat celcius. Enaknya wisata di sana adalah kita nggak perlu trekking, karena ada kereta wisata dan supir yang akan mengantarkan kami. Saat naik kereta wisata jangan lupa nikmati pemandangan sekitar yang super hijau dan cantik. Udaranya sudah pasti sejuk banget. Pikiran pun langsung tenang dan rileks! Tentu aja banyak banget tanaman kopi di sana. Nggak cuma kopi sebenarnya, ada juga yang lain, tapi...

Jelajah Gizi Semarang Day 2: Icip-icip, Borong Oleh-oleh, Hingga Wisata Sejarah

By on Apr 27, 2018 in Diary, Food Porn

Sebelumnya, Kak Uung mau tanya, kalian sudah baca blog Jelajah Gizi Semarang Day 1? Kalau belum monggo dibaca dulu supaya bisa ikutin ceritanya dengan lebih terarah. Kalau nggak mau juga tidak apa-apa. Di Jelajah Gizi Semarang #Jelajah Gizi #JelajahGiziSemarang hari kedua (21 April 2018) bareng Nutricia Sarihusada (@nutrisibangsa), kami punya agenda yang lebih sibuk ketimbang sehari sebelumnya. Meskipun gue masih pengin banget tidur, tapi kami sudah harus menuju ke Sentra Bandeng Presto di Tambakrejo. Di sana kami bakal melihat langsung bagaimana ikan bandeng diolah dan dipresto. Perjalanannya sedikit lebih jauh ketimbang perjalanan-perjalanan sebelumnya, jadi masih bisa tidur ayam-ayam di bus. Meskipun agak jauh, tapi kondisi lalu lintas di Semarang selalu lancar jaya, jadi berasanya cepat-cepat aja. Jreng! Tiba-tiba sudah sampai di tempat tujuan. Di sanalah kita bisa melihat seperti apa sih usaha bandeng presto rumahan yang telah dibangun oleh seorang pengusaha perempuan bernama Ibu Darmono. Usaha bandeng sudah dilakukan oleh Ibu Darmono pada tahun 1980. Dengan bermodalkan semangat, Ibu Darmono mampu menciptakan bandeng presto yang bernilai ekonomis tinggi. Ibu Darmono mengajak ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya untuk membuat usaha bandeng presto. Kemudian usaha tersebut diberi nama Kelompok Usaha Dagang Mina Makmur. Awalnya bernama Kelompok Wanita Tani Nelayan. Sudah banyak jatuh bangun yang dialami oleh Ibu Darmono. Bahkan dulunya beliau pernah jualan bandeng presto keliling dan sering tidak laku. Kini, usaha bandeng prestonya nggak hanya terkenal di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Ibu Darmono pun suka sering menjadi pembicara di acara seminar. Tuh lihat, banyak banget kan piala dan penghargaan yang sudah diraih oleh Sentra Bandeng Presto? Meskipun sudah sering meraih kesuksesan, namun Ibu Darmono nggak cuma santai-santai di kesehariannya, tapi beliau juga tetap turun langsung untuk memproduksi bandeng. Terutama kalau menghadapi hari raya, pemesanan bandeng presto bisa sangat banyak! Jadi, tidak jarang Ibu Darmono cuma tidur empat...

Jelajah Gizi Semarang Day 1: Kuliah Gizi dan Icip-icip Asyik

By on Apr 26, 2018 in Diary, Food Porn

Curhaaattt, Maaa! Iya, dong! Sebelumnya izinkan Kak Uung curhat sedikit di blog ini. Jadi, beberapa waktu lalu, Kak Faya Soewardi mention gue di akun Instagram @nutrisibangsa (Nutricia Sarihusada) supaya gue ikutan kuis #JelajahGizi #JelajahGiziSemarang 2018, di mana pemenangnya bisa ikutan untuk mengeksplorasi pangan berkelanjutan di Kota Semarang selama 3 hari 2 malam dari 20-22 April 2018. Gue tahu banget kenapa kak Faya suruh gue ikutan. Karena, kuisnya memang tidak jauh dari dunia dapur dan dia tahu banget gue hobi berantakin dapur. Jelajah Gizi ke-6 kini hadir lagi, dan @nutrisibangsa mencari 10 Orang Petualang Jelajah Gizi untuk mengikuti 3Hari 2Malam “Ekplorasi Pangan Berkelanjutan di Kota Semarang”. Bagaimana cara ikutannya? Simak mekanismenya berikut: 1. Follow akun media sosial Instagram @nutrisibangsa dan Twitter @nutrisi_bangsa, serta Facebook Fanpage Nutrisi Untuk Bangsa. 2. Mengunggah foto masakan dengan tema “Makanan Sehat dari Bahan Sekitar” ke Instagram dengan caption yang menarik dengan menyertakan resep dan cara memasak. 3. Tag akun Instagram @nutrisibangsa dan sertakan hashtag #JelajahGizi #JelajahGiziSemarang, jangan lupa tag 3 teman lainnya. 4. Informasi lebih lanjut klik http://jelajahgizi.id A post shared by Nutrisi untuk Bangsa (@nutrisibangsa) on Mar 28, 2018 at 2:49am PDT Wah, menarique nih. Soalnya, kita bisa jalan-jalan dan kulineran di Semarang gratis! Tapi, gue cuma saved terus gue hampir lupa ikutan. Alhasil waktu submit foto dan caption cuma tinggal tiga hari. Ya, udah deh langsung keluarin aksi kebut semalam kayak anak kuliahan menghadapi UAS. Dan nggak nyangka, ternyata malah terpilih menjadi 1 dari 10 orang yang dikirim ke Semarang! Hore! Padahal, waktu itu gue nggak berharap terlalu banyak, karena masih trauma dengan sebagian kuis. Hahaha… Okelah langsung aja ke inti permasalahannya. Di antara 9 pemenang tersebut hampir tak gue kenal semua. Waktu kumpul di Bandara Soekarno Hatta sempat kenalan sama beberapa, sih. Yang gue benar-benar kenal cuma satu, yaitu kak @rockadocta (Diana Leiwakabessy) yang merupakan teman...

Page 1 of 4512345...102030...Last »
Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy