FacebookTwitter
Page 1 of 11

Potensi Papua Menjadi Ekowisata Dilihat dari Alam, Pangan, dan Budayanya

By on Mar 14, 2020 in Diary

Kalau mendengar tentang Papua, jujur sebenarnya gue nggak terlalu tahu banyak, soalnya belum pernah ke sana. Papua selalu menjadi incaran orang-orang sekitar gue karena di sana ada Raja Ampat. Namun, Papua bukan hanya tentang Raja Ampat, lho. Ada banyak hal yang bisa dibahas tentang Papua. Makanya di blog kali ini, gue mau bahas soal Papua sebagai destinasi wisata hijau. Terutama soal ekowisata di Papua. Apalagi hutan di sana memang masih hijau dan terjaga kekayaan hayatinya. Sebelum benaran berangkat ke Papua, tentunya gue harus banyak riset dulu dong dan gue bagikan lewat blog ini. Sekalian untuk ikutan kompetisi Wonderful Papua Blog Competition yang diadakan oleh Eco Nusa Foundation dan Blogger Perempuan Network. Yuk, dukung Papua menjadi ekowisata yang mendunia! Akhir-akhir ini sudah banyak berita yang mengabarkan bahwa Papua sedang direncanakan untuk menjadi ekowisata. Apa sih ekowisata itu? Menurut organisasi The Ecotourism Society (1990), ekowisata adalah suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat. Ekowisata bukan hanya bicara soal wisata yang menyatu dengan alam, seperti naik gunung, main arung jeram, menginap di resort alami, atau camping. Kegiatan seperti itu bisa aja merusak lingkungan. Yang namanya ekowisata tentunya harus bersifat ramah lingkungan, juga ramah terhadap budaya dan adat setempat. Secara tidak langsung ekowisata akan berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga sekitar. Sebagai orang Indonesia yang kagum akan keindahan Papua, pastinya kita berharap Papua bisa menjadi ekowisata yang mendunia. Namun, perjalanan untuk ke arah sana mungkin tidak semudah itu. Perlu kesadaran dari diri sendiri dulu untuk menjaga alam Papua. Hal kecil yang bisa kita lakukan adalah tidak merusak alam dan rimba Papua. Terutama jika kalian punya rencana liburan ke sana. Hal simpel yang bisa dilakukan adalah nggak buang sampah sembarangan dan menghentikan penggunaan plastik sekali pakai. Tentunya, kita juga harus menghormati...

Forest Cuisine Blogger Gathering: Peran Serta Perempuan dalam Melestarikan Hutan

By on Mar 4, 2020 in Diary, Food Porn

Beberapa waktu lalu, gue ikutan kompetisi ngeblog dengan tema Forest Cuisine Blog Competition yang diadakan oleh WALHI dan Blogger Perempuan Network. Puji Tuhan gue terpilih menjadi salah satu dari 30 finalis yang diundang ke acara Forest Cuisine Blogger Gathering yang diadakan di Almond Zucchini, Jakarta pada tanggal 29 Februari 2020 kemarin. Apa itu WALHI dan Blogger Perempuan Network? Gathering kali ini dipandu oleh Kak Fransiska Soraya (Ocha) sebagai MC. Maaf fotonya blur, soalnya dia nggak bisa diem haha.. Kak Ocha pun tak lupa menjelaskan apa itu WALHI dan Blogger Perempuan Network. WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Merupakan organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia. Sejak tahun 1980 sampai sekarang, WALHI secara aktif mendorong upaya-upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup. Blogger Perempuan Network Adalah sebuah platform digital, di mana seluruh blogger perempuan di Indonesia bisa saling belajar, menceritakan, dan menginspirasi satu sama lain melalui konten. Komunitas ini sudah ada sejak 2015 dan berkembang pesat sampai sekarang, juga menjadi komunitas blogger terbesar di Indonesia. Kemudian, ada games lucu-lucuan juga, lho untuk mencairkan suasana. Sayangnya, gue nggak menang. Mungkin karena belum makan banyak hahaha… Penyerahan hadiah games ke para pemenang Bumi tidak sedang baik-baik aja! Sebelum berbincang-bincang lebih lanjut mengenai hutan, kami nonton dulu video pendek dari WALHI yang berjudul Kita Masih di Planet Bumi. Lewat video pendek tersebut, kita sadar betul bahwa bumi kita sedang tidak baik-baik aja. Sampah plastik di mana-mana, polusi udara, kebakaran hutan, dan lain-lain. Sampah plastik bukan cuma bikin banjir, tapi hewan-hewan di laut dan darat jadi ikut makan plastik. Kita sebagai pengonsumsi hewan kan juga memakan hewan tersebut. Dampaknya tentu aja ke kesehatan sendiri dan keluarga. Lalu sudahkah kalian menghentikan penggunaan fossil sebagai daya energi? Sudahkah kalian mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan produk dari sawit? Kalau gue sih sekarang ini sudah mengganti minyak kelapa sawit...

Page 1 of 11
Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy