FacebookTwitter

Dulu Jadi Juri Lomba Masak, Sekarang Jago Masak!

By on Mar 19, 2017 in Diary, Food Porn

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Hilluuuw! Selamat malam semua! Udah lama nggak baca blog dari Kak Uung, ya? Maklum aja, ya, soalnya sejak jadi istri orang, Kak Uung sibuk bingit hingga sulit membagi waktu. Untuk mengumpulkan semangat ngeblog lagi aja, butuh niat sebulat bakso abang-abang. Akhirnya, niat ngeblog kembali pun terkumpul di malam ini. Buat yang udah ngorok, pastinya kalian baca blog yang tidak berguna ini di pagi atau siang hari.

Kak Uung pengin ngedongeng soal perubahan yang dialami sejak jadi istri pejabat, eh istri orang maksudnya. Lebih tepatnya, soon to be istri pejabat. Amin. Perubahan yang gue alami adalah gue udah bisa masak! HAHAHA… Sejak gue dalam kandung, dilahirkan, lalu jadi balita, anak-anak, remaja, dewasa muda, hingga tua bangka seperti sekarang, gue sama sekali nggak pernah kepikiran untuk BISA memasak.

Waktu kecil, gue buka kompor aja nggak berani karena takut meledak dan melukai kulit wajah gue yang halus bak dubur bayi. Waktu bisa nyalain kompor, gue cuma bisa masak air, Indomie, dan telur ceplok atau dadar. Masak nasi aja nggak bisa. Meski nggak bisa masak, tapi hidup gue nggak hampa-hampa amat kok, karena gue bisa jadi juara lomba makan. Prestasi lomba makan gue bisa dilihat di buku Happy Tummy!

Tahun 2016 kemarin, gue juga sempat jadi juri lomba makan di acara Kompetisi Mie Warisan Nusantara 13th Jakarta Fashion Food. Membanggakan bukan?

Tuh lihat sendiri kan, ada nama Kak Uung jadi juri. Hahaha… Ketika gue dinobatkan sebagai juri, banyak netizen yang protes. Soalnya, gue nggak bisa masak. Gini deh, sekarang gue mau tanya, buat menilai suatu lagu bagus atau nggak, kalian harus jadi penyanyi dulu nggak? Tentu tidak! Hahaha… Sama aja kayak gue yang nggak bisa masak, tapi gue bisa menilai makanan enak atau nggak. Karena, gue suka banget makan, Cuy! Bahkan, temen pun bisa gue makan, kalau mau.

Hampir setahun yang lalu gue jadi juri lomba masak dan nggak pernah gue sangka, sekarang gue malah bisa masak. Kenapa gue mau belajar masak? Soalnya biar hemat dan sehat, Kak! Gue juga tinggal sama mertua yang punya penyakit diabetes. Tentunya penderita diabetes itu nggak boleh makan sembarangan. Daripada beli makan di luar terus beli makan yang manis dan aneh-aneh, gue pun coba memasak. Sukur-sukur enak. Kalau nggak enak, ya, nasib!

Beruntunglah di zaman modern seperti sekarang ini, kita punya yang namanya Google, YouTube, Facebook, dan sejenisnya. Dari situlah Kak Uung belajar memasak secara otodidak, sambil mengingat pelajaran Tata Boga yang pernah diterima ketika gue masih SMP.

Kak Uung sudah memasak sejak rambut masih abu-abu.

Perjalanan masak-memasak Kak Uung tidaklah selalu mulus. Ada aja rintangan dan halangan yang harus dihadapi bak melewati jalanan rusak karena banjir. Pas baru coba masak sayur bayam bening, sayuran yang gue pakai malah kangkung. Hahaha!

Sayur KANGKUNG Bening

Maklumlah, namanya juga ibu rumah tangga amatir, jadi masih suka salah waktu bedain macam-macam sayuran. Begitu tahu sayur bayam bening kudu diabisin dalam waktu dua jam supaya zat besinya nggak hilang, gue pun menyuruh orang rumah untuk segera menghabiskannya secepat mungkin.

Begitu sayurnya abis, gue berasa ada yang janggal. Begitu gue cek kulkas, lho kok sayur bayamnya masih utuh? Yang nggak ada cuma kangkung! Fix-lah udah pasti yang gue masak barusan sayur KANGKUNG bening! Apa boleh buat? Kangkung udah telanjur dibeningin. Wassalam.

Selanjutnya, gue pun lebih berhati-hati saat memilih bahan makanan. Jangan sampai salah langkah lagi. Hati-hatinya kayak milih pemimpin. Harus yang seiman. Eh, maksudnya yang bisa kerja. Masa pilih pemimpin harus yang seiman, emangnya mau pilih suami? Hahaha…

Hasilnya, masakan gue makin membaik dari hari ke hari. Meskipun gue belum bisa masak yang canggih-canggih bak Ibu Sisca Soewitomo atau Rudy Choirudin, tapi setidaknya untuk jadi emak-emak, masakan gue bisa diandalkan kok. Kali aja abis ini ada yang mau pesan catering sama gue. Boleh banget lho, Say! Dinego aja, Say! #kode.

Berikut hasil masakan Kak Uung.

Kangkung Tauco Pedes

Capcay

Ayam Goreng Mentega

Ayam Goreng Tepung Cabai Garam

Daun Ginseng Cah Ayam

Sup Ayam Goji Berry

Siomay

Bakmi Ayam Jamur

Cireng Sambal Rujak

Chicken Katsu Curry Rice

Awalnya cuma bisa masak yang halal, lama-lama jadi non-halal. Masakan Kak Uung pun berubah jadi babi. Untung aja orangnya nggak ikutan berubah jadi babi.

Bakso Goreng Babi Sexy

Tonkatsu and Telur Ceplok

Babi Mati di Tengah Rumput

Itulah sekian dari ribuan menu yang telah Kak Uung masak. Favorit kalian yang mana? Makin sering gue masak, gue jadi makin suka masak. Memasak udah jadi hobi baru gue sampai-sampai gue jadi males makan di resto atau pinggir jalan. Sekarang, gue sukanya makan di TENGAH jalan.

Awalnya, gue masak masih pakai micin yang dijual di pasaran. Setelah itu, gue nggak lagi pakai micin, tapi pakai bahan lain yang lebih sehat sebagai pengganti micin, seperti tomat, gula rendah kalori, dan bawang putih. Selain itu, gue juga pakai beberapa bahan makanan sehat kayak begini.

Memang seperti itulah hidup. Kadang kayak roda yang berputar. Dulunya nggak bisa masak, sekarang malah bisa masak. Hahaha… Gue sih percaya, gue bisa masak kayak sekarang sepertinya karena doa baik dari orang-orang sekitar. Soalnya, dari dulu selalu aja ada teman yang nyuruh gue buat usaha makanan dan sejenisnya. Menurut mereka, gue cocok punya resto karena gue hobi makan. Moga-moga aja suatu saat bisa kesampaian. Amin.

Setelah memasak, skill apa yang pantas Kak Uung jalani menurut kalian? Please, kasih saran di kolom komentar, ya! Thank you.

Foto: Mariska, Ronny

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like¬†facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy