FacebookTwitter

Kalau Ada Teman yang Akan Nikah, Jangan Minta Diundang!

By on Jan 23, 2017 in Diary

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Baru-baru ini, Kak Mastini Ali sedang mengalami kabar gembira. Soalnya, dagangannya di Sumber Hidup Bahby Shop menghasilkan omzet yang sangat besar. Selain itu, dia juga baru dilamar. Meskipun gue pernah menjadi pacar gelapnya, tapi bukan gue yang melamar dia, melainkan Kokoh Fulton.

Meskipun seneng bingit karena dapat cincin berlian sebagai tanda lamaran, tapi Kak Mastini juga sebal karena mendapatkan permintaan dari orang sekitar, yaitu “Jangan lupa undang gue!”. Gara-gara dia curhat kayak begitu, gue jadi ikutan sebal. Soalnya, beberapa bulan sampai mendekati hari H pernikahan gue, gue juga kerap mendapatkan permintaan seperti itu. Rasanya pengin cocol cabe setiap kali ada yang minta diundang. Padahal, kalau sering baca blog gue, pasti pada tahu bahwa gue nggak pengin adain resepsi.

Kalau pun banyak di antara kalian yang nggak tahu soal itu, gue rasa tetaplah nggak etis jika minta diundang. Ya tahu diri aja, sih. Coba deh, lihat-lihat dulu. Kalian dekat banget nggak sama gue? Sering ketemu, ngobrol, atau berinteraksi di Path nggak? Waktu gue susah, pernah bantuin gue nggak?

Jika hubungan kita jauh banget kayak bumi dan langit, tapi kalian masih minta diundang, berarti kalian sama sekali NGGAK SOPAN. Dengan kata lain, kalian cuma mengharapkan makan gratis dari gue. Gue pun nggak respek sama orang kayak begitu. Gue cuma ngomongin soal kenyataan aja sih, meskipun omongan gue sepedas sambal korek.

Andaikan kita dekat banget sama teman itu, terus minta diundang. Etis nggak, Kak? Tetap aja nggak etis! Kalau udah hopeng banget, kalian nggak perlu khawatir bakal nggak diundang. Pasti bakal ada tempat buat kalian. Kalau pun kalian nggak diundang, nggak perlu baper atau ngambek. Toh, setiap orang yang menikah pasti punya alasan sendiri buat undang atau nggak. Toh, dia nikah juga pakai duit sendiri kan, bukan pakai duit kalian.

Meskipun nggak diundang, tetaplah ucapin selamat. Bukannya malah ngambek, terus omongin teman itu di belakang dan berasumsi macam-macam. Dengan omongin orang di belakang, malah nunjukin betapa cupunya diri kalian. Mendingan tanya langsung, kenapa kalian nggak diundang.

Jujur aja, di zaman dahulu kala, gue juga suka minta diundang ke teman-teman yang akan menikah. Tapi, nggak sama sembarangan orang gue minta diundang. Tentunya gue cuma minta diundang sama teman yang dekat. Tapi, tetap aja hal itu nggak etis sih buat dilakuin, seperti yang sudah gue jelaskan sebelumnya. Gue baru sadar hal itu salah beberapa tahun ini, sehingga gue pun sudah nggak pernah minta diundang. Toh, nggak diundang juga enak, kok. Nggak perlu capek-capek dandan atau siapin angpau. Enakan me time di rumah, jalan-jalan, atau pacaran.

Sekian sudah marah-marah Kak Uung kali ini. Daripada marah-marah melulu, mendingan Kak Uung cerita sedikit tentang proses pernikahan gue. Jangan pernah bosan dengan cerita ini, ya!

Kenal Kak RG di mana? Di www.okcupid.com.

Kisah singkatnya bisa kalian baca di bawah ini.

Kalau kisah lengkapnya, bisa kalian baca di buku Happy Tummy.

Kapan pedekatenya? Akhir Februari 2014.

Jadiannya? 29 Maret 2014.

Omongan Nikah? Kalau nggak salah dari Oktober 2015. Tapi, dapet cincin tunangan di bulan September 2016.

Tukang jual berlian.

A photo posted by Mariska Tracy (@mariskatracy) on

Nikahnya? 15 Desember 2016.

Pendeta yang berkatin? Mario Tahitoe dari IES (International English Service) Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dibaptisnya juga di sana. Sebenarnya gue udah dibaptis dari tahun 2003, tapi suratnya udah hilang. Ya udah deh, sekalian baptis ulang bareng Kak RG yang belum pernah dibaptis. Hahaha…

Kedua foto di atas bukannya lagi disiksa, ya. Tapi dibaptis sungguhan.

Inilah beberapa foto pernikahan gue dengan Kak RG:

Bagi Kak Uung, menikah itu tidak perlu resepsi besar-besaran atau mengundang banyak tamu. Karena, itu cuma buang-buang duit. Yang bikin gue senang dan bangga akan pernikahan ini adalah gue bisa mewujudkan cita-cita di masa kecil, yaitu menikah di umur 30 dan pacaran cuma sekali terus nikah. Enak kan, praktis, simpel, nggak buang-buang waktu, dan nggak perlu punya mantan pacar. Ihiyyy!

Foto: Dok. Mariska, Dennys

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like¬†facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy