FacebookTwitter

Kak Uung Nekat Menyantap Indomie Sebelum Menikah

By on Jan 9, 2017 in Diary, Food Porn

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Masih ingat kan dengan cerita soal pesta lajang Kak Uung yang terjadi pada tanggal 11-12 Desember 2016? Ketika pesta lajang kemarin, gue nggak cuma makan kue yang bentuknya tidak senonoh, tapi gue juga makan Indomie. Betapa nekatnya gue makan Indomie waktu itu, padahal beberapa hari lagi mau nikah. Jelas-jelas Indomie bisa bikin badan melar dengan mudahnya, semudah membalikan telapak tangan.

Karena gue menginap di Hariston Hotel & Suites yang berlokasi di kawasan Pluit, ya udah deh, gue makan Indomie di Warung Sinsa yang terbilang cukup dekat dari sana (jalan Pluit Karang No. 23, Blok A8, Jakarta Utara). Entah kenapa gue pengin banget makan Indomie, padahal jelas-jelas Indomie itu bisa dimasak sendiri di rumah. Udah gitu harganya udah pasti lebih mahal kalau beli di resto, kedai, atau kafe.

Yang bikin gue penasaran sama Warung Sinsa adalah konsep Indomie mereka adalah mie Korea. Meskipun gue nggak suka nonton The Legend of the Blue Sea yang dibintangi oleh Lee Min Ho, tapi gue lumayan suka sama makanan Korea. Ya udah deh, akhirnya gue, Susi, dan Mastini berkunjung ke Warung Sinsa. Cuma bertiga tanpa Hellen soalnya Hellen lagi pacaran dulu di tempat lain.

Ucul juga kan tempatnya! Warna yang dominan di sana adalah kuning, persis kayak baju yang gue pakai! Selain itu, interiornya juga unik dan bikin kita betah berlama-lama di sana.

Kenapa di temboknya banyak coretan? Soalnya, pelanggan boleh kasih testimoni di sana. Kalau mau modus, kalian malah bisa tulis informasi tentang diri sendiri, seperti akun IG sampai nomor handphone. Kali-kali ada yang kecantol. Sayangnya, sampai kamu keluar dari sana, kami sama sekali nggak dikasih spidol buat tulis testimoni. Mungkin gara-gara temboknya udah penuh sama orang-orang bermodal dusta (modus)!

Malam itu, kami pesan paket Indomie yang aduhai bingit. Gue pesan menu Indomie Goreng + Pork Set (Rp 48 ribu). Isi menu ini terdiri dari Indomie goreng, 2 tusuk sate babi, 2 tusuk sate kulit ayam, kimchi, dan telur.  Karena lagi rakus-rakusnya, gue pun nambah topping spam (Rp 6 ribu) dan cheese (Rp 7 ribu).

Isinya kelihatan sedikit, tapi pas dimakan kenyang juga, Bray! Indomienya dibuat spicy ala makanan Korea. Lumayan pedes, tapi nggak pedes-pedes amat jika dibandingkan dengan mulut ibu tiri. Lembaran kejunya dibuat meleleh, sehingga bisa nge-blend dengan Indomie. Telurnya enak ala-ala telur pada umumnya, begitu pula dengan daging spam-nya.

Sate babinya juga enak, apalagi kulit ayamnya! Garing, Cuy! Suka semuanya pokoknya, kecuali kimchinya! Soalnya gue nggak suka sama kimchi sejak lahir. Hahaha!

Sedangkan, Mastini dan Susi pesan Indomie Kuah + Pork Set (Rp 46 ribu). Isi menu ini hampir sama kayak menu gue. Yang membedakan adalah Indomienya berjenis kuah. Terus, Mastini pakai topping keju (Rp 7 ribu).

Meskipun dari foto, kelihatannya menu gue lebih yahud, tapi ternyata menu Susi dan Mastini jauh lebih enak. Soalnya, topping keju lebih bisa nge-blend di Indomie kuah. Percayalah! Rasa kuahnya juga lebih berasa aduhai.

Perut kami bertiga pun kenyang bingit kayak mau melahirkan. Tapi, rasanya nggak afdol kalau langsung balik ke hotel dengan hanya makan di satu kedai. Lalu, kami pun mampir ke tempat makan yang menyajikan makanan rendah lemak, yaitu Ropang Plus Plus (jalan Pluit Karang No. 106). Biarpun tempat ini udah terkenal bingit, tapi percayalah bahwa Kak Uung belum pernah ke sana. Cuma sering denger di media sosial. Katanya kedai ini selalu ramai dan harganya murah meriah.

Pas sampai ke sana, gue langsung sesak napas soalnya tempatnya rame bingit kayak antrean BlackBerry Bellagio setengah harga!

Saking ramainya Ropang Plus Plus, kami pun harus duduk dulu di samping tenda. Untungnya di samping tenda udah disediakan bangku-bangku buat nunggu. Gue bingung deh kenapa orang-orang pada makan di luar, termasuk di Ropang Plus Plus. Emangnya mereka nggak bisa masak sendiri? Kalau gue dan kawan-kawan kan pengecualian soalnya kami datang dari Jakarta Pusat dan Barat.

Namanya juga kedai ropang, pastinya di sana juga ada menu Indomie! Menariknya, menu-menu Indomie di Ropang Plus Plus harganya cuma Rp 15 ribu sampai 20 ribuan. Murahnya mirip kayak ongkos naik bajaj. Kalau dibandingkan sama harga menu di Warung Sinsa jelas jauh bingit. Menggoda bingit sih buat dipesan, tapi karena Kak Uung takut gaun pengantin robek, Kak Uung dan kawan-kawan pun hanya memesan menu rendah lemak, seperti Roti Panggang Manis Caramel Crunch (Rp 18 ribu), Sea Salt Caramel Blended (Rp 18 ribu), dan Belgium Chocolate Blended (Rp 18 ribu).

Roti Panggang Manis Caramel Crunch

Sea Salt Caramel

Belgium Chocolate

Kata orang, sekenyang-kenyangnya perut kita, pasti masih bisa makan dessert. Seperti itulah yang terjadi pada gue, Susi, dan Mastini yang lahap bingit saat makan ketiga dessert tersebut! Roti panggang manisnya enak, sekali caplok pengin caplok terus. Nagih banget kayak ciuman. Hahaha… Manisnya pas dan nggak bikin enek.

Sedangkan, Sea Salt Caramel dan Belgium Chocolate Blended-nya terlihat meragukan. Karena, gue pikir minuman tersebut bakal sama aja kayak minuman blended di tempat lain yang kebanyakan es atau terlalu manis. Ternyata, minuman blended di Ropang Plus Plus luar binasa nikmatnya! Enak diminum meskipun masih musim penghujan. Yang lebih penting adalah isinya banyak bingit, Mamen! Pas banget buat diminum bertiga, bahkan nggak abis-abis pas diminum.

Seperti itulah kisah Kak Uung yang nekat makan Indomie menjelang hari pernikahan. Sampai sekarang pun, gue masih merasa berdosa setiap kali makan Indomie. Rasa bersalahnya sama kayak abis korupsi. Kalau kalian begitu juga nggak? Untungnya sih, gaun pengantin Kak Uung masih muat ketika hari pernikahan, bahkan agak longgar. Selanjutnya, Kak Uung bakal cerita soal hari pernikahan, ya! Tungguin terus, ya! Jangan lupa di-subscribe, ya! Babay!

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy