FacebookTwitter

Makan Babi Murah Meriah di Angkringan Boy!

By on Sep 8, 2016 in Diary, Food Porn

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Ada teman yang pernah bilang bahwa di Kelapa Gading ada angkringan yang nggak halal a.k.a mengandung babi. Gue langsung kagum pas dengar cerita itu, soalnya angkringan babi itu “nggak etis”, Bray! Selama ini kan yang kita tahu, angkringan itu pakai daging dan jeroan ayam atau seafood, kayak di Angkringan Sego Kucing Pesanggrahan. Jadi, kalau ada angkringan yang pakai babi, tentu aja hal itu merupakan kabar baik bagi para pecinta sapi pendek (babi).

Angkringan yang mengandung babi tersebut namanya Angkringan Boy yang beralamat di jalan Boulevard Raya, Blok RA No. 19, Kelapa Gading. Namanya juga angkringan, tentu aja tempatnya nggak mewah, cuma berupa tenda biasa, tapi gue suka bingit sama suasana kedai kayak begini. Soalnya, mirip kayak street food di Bangkok.

Angkringan Boy mulai dibuka jam 7 malam. Gue sampai di sana kira-kira jam setengah 8. Baru buka sebentar, tapi kedai ini udah ramai akan pengunjung! Gue dan Kak RG nyaris nggak dapat tempat duduk! Untungnya sih, ada pengunjung baik hati yang nawarin tempat duduk.

Angkringan Boy

Angkringan Boy

mariska-tracy---blog-header-bright (1)

Okelah, langsung bahas makanannya aja, ya! Namanya juga angkringan, jadi nasi yang disajikan di sana adalan nasi kucing yang ukurannya kecil bingit, mirip porsi makan balita. Meskipun namanya nasi kucing, tapi isinya daging babi. Kalau lihat di spanduk Angkringan Boy, jenis nasi kucing babinya memang banyak banget.

Eh, tunggu dulu! Kok nggak konsisten, ya, sebutnya NASI KUCING BABI? Udah kucing, babi lagi! Sebutnya nasi babi aja, deh.

Nah, yang dijual kemarin malam itu, cuma ada tiga jenis nasi babi, yaitu Nasi Babi Merah, Nasi Babi Hong, dan Nasi Babi Rendang. Mungkin dalam sehari cuma dijual tiga jenis nasi babi.

Angkringan Boy

Kalau dibuka nasi babinya, dalamnya kayak begini.

Angkringan Boy

Angkringan Boy

Angkringan Boy

Dari ketiga jenis nasi babi di atas, semuanya enak, tapi yang paling enak adalah Nasi Babi Rendang! Rasanya agak pedas-pedas rempah gimana gitu. Pokoknya mantap, deh! Jadi, kata siapa babi nggak cocok dibuat rendang?

Di sebelah rak nasi babi, kalian bakal melihat setoples sambal yang menggoda selera, soalnya sambalnya berwarna oranye. Pas dicobain, enak banget sih sambalnya, tapi nggak terlalu pedas kalau menurut lidah gue. Maklum, ibarat penyanyi, level pedas gue udah menyentuh level diva. Hahaha…

Angkringan Boy

Lalu, lanjutlah kita ke bagian yang ditunggu-tunggu, yaitu ke bagian sate babi dan teman-temannya yang super mantap di Angkringan Boy.

Angkringan Boy

Angkringan Boy

Angkringan Boy

Angkringan Boy

Angkringan Boy

Meskipun menu-menu di Angkringan Boy mengandung babi, tapi nggak semua sate tusuk di sana menggunakan babi. Ada juga kok yang mengandung ayam atau ikan. Harga per tusuk satenya murah meriah tentunya, ada yang noceng, saceng, siceng, goceng, dan seterusnya. Lihat harga murah meriah kayak begitu, rasanya pengin borong semuanya! Ah, coba kalau harga dolar segitu murahnya! Mungkin gue udah beli kolam renang di Kelapa Gading.

Kalian tinggal ambil sate mana aja yang mau dimakan dan taruh di wadah yang udah disediakan. Lalu, abang di sana bakal catat nama kalian. Kalau udah selesai dibakar sate-sate tusuknya, nama kalian bakal dipanggil. Yup, cara penyajian menu di Angkringan Boy adalah dibakar, nggak ada yang digoreng. Bahkan, sampai nasi babinya pun dibakar.

Angrkingan Boy

Akhirnya pesanan Kak RG yang jadi duluan. Ini dia sate tusuk beserta nasi babi pesanan Kak RG. Semuanya Rp 40 ribu.

Angkringan Boy

Sedangkan pesanan Kak Uung lebih banyak. Totalnya Rp 54 ribu. Wajar bingit kan kalau zaman sekarang, anak gadis porsi makannya lebih banyak daripada om-om?

Angkringan Boy

Lumayan terjangkau kan harganya? Btw, makanan gue itu lebih banyak dari penampakannya. Kalau dilihat lebih dalam lagi, masih ada sate-sate tersembunyi di dalamnya. Rasa-rasanya juga enak dan bumbunya pas menurut gue. Mungkin karena mengandung babi kali, ya, makanya enak. Hahaha…

Makan di sana juga lumayan enjoy sih, tapi sayang terlalu ramai, jadi nggak enak sama yang lain kalau nongkrongnya terlalu lama. Udah gitu, nggak ada fasilitas lesehan yang membuat kita makin merakyat. Kapan-kapan kalau mau nongkrong di sana lagi, boleh jugalah! Apalagi kalau dibayarin.

Dahsyatnya lagi, pas gue udah kelar makan, kira-kira jam setengah 9 malam, sate tusuknya udah tinggal sedikit, bahkan udah mau habis! Kayaknya, konsep jualan di Angkringan Boy cuma jualan sampai habis aja, deh, bukan dengan sistem nambah jualan.

Nih, bukti sate tusuk tinggal sedikit! Enak banget, ya, kalau jualan cepat habis! Abis itu tinggal beres-beres terus tidur di rumah atau pacaran!

16

mariska-tracy---blog-header-char-3

Nongkrong sambil makan babi murah meriah cocok banget dilakukan di malam minggu. Tapi, nggak bakal asyik kalau nongkrongnya nggak bareng Kak Uung. Jadi, kalau mau ke sana, ajak-ajak gue, ya! Hahaha…

Foto: Mariska

 

 

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy