FacebookTwitter

Pengalaman Kak Uung Jadi Artis Papan Catur

By on Aug 6, 2016 in Diary, Food Porn

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Tanggal 29 Juli 2016 kemarin, Kak Uung dipanggil syuting sama Kompas TV di program Food Story yang tayang setiap hari Sabtu pukul 15.00 WIB. Kenapa gue bisa dipanggil syuting sama mereka? Karena, mereka menganggap bahwa gue adalah artis papan catur dan lebih terkenal dari Awkarin atau Kylie Jenner. Lihat aja muka gue campuran mereka banget. Rambut pirang dan berbibir tebal.

IMG_7672

Sebelumnya, gue mau cerita dulu soal gimana Kak Intan (reporter Kompas TV) menemukan gue sebagai artis bertalenta, sehingga doi sampai rela berkorban buat ajak gue syuting. Gara-gara doi lihat video gue lagi remake lagu artis terkenal di YouTube, Cuy! Nggak heran sih, soalnya suara gue bagus banget! Lebih bagus daripada suaranya Marshanda.

Kalau mau lihat videonya, kalian bisa lihat di sini.

Gue sangat berterima kasih kepada Adisti yang sudah mengupload video gue lagi nyanyi. Yup, dia memang fans nomor satu gue.

Bisa dibilang, gue adalah artis yang punya segudang talenta. Selain mampu bernyanyi dengan ciamik dan jago main catur, gue juga bisa makan makanan pedas dengan sangat aduhai. Itulah nilai plus gue sebagai artis papan catur. Setelah baca blog ini sampai habis, kalian pasti makin ngefans sama gue. Okelah, langsung aja, yuk, bahas tujuan syuting Food Story kali ini yaitu membahas soal makan makanan pedas bersama sang host, Benu Buloe. Jadi, gue bakal berbagi soal pengalaman gue yang sering ikutan lomba makan pedas, sekaligus memang hobi makan cabai sejak masih dalam kandungan bunda.

mariska-tracy---blog-header-char-3

Tujuan pertama kami adalah ke kedai Indomie Abang Adek, di jalan Mandala Utara No.8 Tomang, Jakarta Barat (Belakang Roxy Square).

Indomie Abang Adek

Kenapa syutingnya di sana? Soalnya, di sana memang dikenal sebagai tempat menyiksa perut dan lambung. Kalian bisa makan cabai pakai Indomie. Cabainya bisa di-request sampai ratusan! Di sana gue disuruh ikutan lomba makan Indomie Pedas Mampus pakai cabai 100. Hahaha… Syuting lomba makannya masih lama karena harus menunggu Shalat Jumat kelar, tapi perut gue udah laper banget!  Lapernya kayak belum makan dari SD! Ya, udah deh, gue makan Indomie dulu aja sepiring. Ah, padahal gue nggak pengin makan terlalu banyak karena takut gemuk. Ya gitu deh, namanya juga artis papan catur, jadi harus jaga perut biar terus rata dan kotak-kotak kayak papan catur. Dan biar perut nggak terlalu syok, gue minta pakai cabainya yang normal aja. Mending gue jaga ketahanan perut buat lomba makan nanti.

Sembari nunggu dimasakin Indomie, gue pun lihat-lihat ke dalam kedai Indomie Abang Adek. Tempatnya anak muda banget, sederhana, dan selalu tercium aroma bumbu Indomie. Ya iyalah yang kecium bau Indomie! Masa bau jempol!

Indomie Abang Adek

Kompor buat masak Indomie.

Indomie Abang Adek

Bumbu-bumbunya udah dituang semua ke piring.

Indomie Abang Adek

Topping-topping Indomie.

Indomie Abang Adek

Kornet.

Indomie Abang Adek

Indomie gue lagi dimasak.

Indomie Abang Adek

Jatah cabai Indomie gue. Pedas sedang aja, Cuy!

Indomie Abang Adek

Indomienya udah jadi.

Meskipun udah pakai cabai, tapi rasanya tetap nggak pedas di lidah gue. Yaelah, ini mah rasanya manis kayak gulali! Tapi, rasanya enak bingit, Bray! Lebih sedap daripada Indomie buatan sendiri. Rumput tetangga emang jauh lebih hijau, termasuk pelet Indomie.

Kak Benu pun akhirnya kelar Shalat Jumat dan kami akhirnya bersiap-siap buat syuting. Seperti ini deh kira-kira persiapan syutingnya. Pertama-tama tentu aja siapin Indomie yang mau dilombain. Siapin mental dulu deh, buat lihat Indomie Pedas Mampus dengan 100 cabai.

Indomie Abang Adek

Proses masaknya disyuting dulu, dong.

Indomie aja bisa masuk teve! Masa kamu nggak?

Indomie Abang Adek

Indomie pedas mampus dengan 100 cabai!

Indomie Abang Adek

Indomie pun terlihat seksi di depan kamera.

Sadis banget kan lombanya! Kira-kira kebayang nggak pedasnya kayak gimana? Kalau kata Ibu Siwi Bambang, supervisor gue di kantor, mulut gue aja pedes banget kayak nasi goreng yang karetnya lima! Indomie yang satu ini tentu aja pedasnya lebih jahanam daripada mulut gue atau mulut ibu tiri. Kalau kalian bisa makan Indomie yang satu ini dan tabah dengan kepedasannya, dijamin kalian adalah pewaris surga.

Sementara itu, kru di lantai atas juga disibukkan dengan berbagai persiapan syuting. Ribetnya nggak jauh beda kayak urus sunatan massal.

Indomie Abang Adek

Kira-kira, Kak Uung berhasil memenangkan lomba makan pedas tersebut nggak, ya? Buat tahu jawabannya, tentu aja kalian harus saksikan program Food Story di Kompas TV, pukul 15.00 WIB. Episode makanan pedas kali ini sih, belum dikasih tahu tepatnya tanggal berapa. Kata Kak Intan sih, kira-kira tayangnya sebulan kemudian setelah syuting. Kalau nggak mau ketinggalan, kalian tonton aja terus Food Story setiap minggunya.

mariska-tracy---blog-header-bright (1)

Setelah berjuang keras menghabiskan Indomie pedas mampus dengan 100 cabai hingga titik penghabisan, gue dan Kak Benu pun mampir ke kedai Ayam Gepuk Pak Gembus, di Nomor 2, Green Ville, jalan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Soalnya, kalau makan ayam gepuk di sana, sambalnya boleh minta seenak jidat, begitu pula dengan nasinya. Mantap banget, kan!

Ayam Gepuk Pak Gembus

Indomie Abang Adek

Kenapa yang ulek cowok semua? Ya, karena ini Ayam Gepuk Pak Gembus, bukan Alexis, jadi nggak ada ceweknya. Hahaha… Ya kali, cewek disuruh ngulek cabe berkilo-kilo seharian. Mana kuat, Kak! Cewek itu kan habitatnya di salon, bukan di tempat ulek cabai.

Uniknya, cabai di sana diulek bareng kacang mete dan kalian bisa request sendiri, pengin pakai cabai berapa. Mau pakai cabai doang tanpa kacang mete bisa, mau pakai kacang mete doang juga bisa. Yang bikin cabai ulekan Ayam Gepuk Pak Gembus makin mantap adalah olahan sambalnya dipakein bawang dan dikasih minyak panas bekas goreng ayam juga. Mantap banget, kan? Makanya disebut sambal bawang. Wanginya jelas menggoda, Cuy!

Ayam Gepuk Pak Gembus

Ayam Gepuk Pak Gembus

Ayam Gepuk Pak Gembus

Dan, masih ada sate tusuk yang menggoda iman. Kalau lihat sate-satenya, pasti bawaannya langsung pengin pesan!

Ayam Gepuk Pak Gembus

Kali ini, Kak Benu yang ulek cabainya, ditemani abang-abang pengulek cabai di sana.

Ayam Gepuk Pak Gembus

Inilah hasil ulekan ayam gepuk Kak Benu.

Ayam Gepuk Pak Gembus

Ini punya Kak Uung.

Ayam Gepuk Pak Gembus

Ini punya Kak Benu.

Bentuk ayamnya nggak karuan kayak abis digebukin. Ya, wajar aja sih, namanya juga ayam gepuk dan proses pembuatannya digebuk pakai ulekan sambal. Katanya, jumlah cabai yang dipakai buat bikin ayam gepuk gue adalah 25 cabai! Hahaha… Sedangkan ayam gepuk Kak Benu cuma pakai 10-an cabai kalau nggak salah. Pedasnya jelas mantap! Tapi, apakah Kak Uung sanggup menghabiskan ayam gepuk dengan cabai 25? Temukan jawabannya di Food Story, ya! mariska-tracy---blog-header-bright (1)

Setelah menghabiskan waktu seharian, akhirnya syuting Food Story kelar juga. Baru kayak begitu aja, badan gue udah rontok kayak abis digebukin. Ya udah deh, tungguin aja Food Story-nya tayang.

Ayam Gepuk Pak Gembus

Foto: Mariska

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy