FacebookTwitter
Page 1 of 212

Review Batiste Dry Shampoo Sassy & Daring Wild

By on Aug 28, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Tanggal 13 Agustus 2016 kemarin, Kak Uung baru aja warnain rambut dengan warna yang “nggak etis”. Sudah agak lama gue pengin punya rambut warna salmon. Itu tuh, yang mirip ikan di resto sushi. Dengan kata lain, warna rambutnya agak pink, tapi lebih ke peach. Makanya, gue rela disiksa selama 8 jam di Hasami Kushi, Lippo Mal Puri yang AC-nya lagi rusak! Prosesnya, mulai dari gunting ujung rambut yang nggak sehat, di-bleaching lagi sebanyak dua kali (sebelumnya sudah di-bleaching sekali di Yopie Salon), dicat, lalu digunting lagi karena rambutnya patah-patah dan bentuknya jadi nggak jelas. Akhirnya, warna rambut gue jadi nggak etis beneran warnanya! Hahaha… Dan, bukan warna salmon yang gue dapatkan, tapi warna perusahaan! Warnanya mirip maskot dan suasana kantor gue (pegipegi.com). Meskipun kayak warna perusahaan, nggak apa-apa, deh. Gue tetap suka kok sama rambut gue yang memang keren! Hahaha… Apalagi, kadang bikin gue jadi mirip Hayley Williams, vokalis band Paramore. Jadi, please, panggil gue Uungmore, ya! Kalau kata Mas-mas yang ngecat rambut gue, warna rambut nggak etis kayak begini memang nggak tahan lama. Sukur-sukur bisa tahan sebulan. Untuk mencegah kelunturan rambut, gue disarankan untuk makan jeruk setiap malam agar warnanya senantiasa oranye. Selain itu, gue juga disarankan agar nggak sering-sering keramas. Demi eksistensi, gue pun ikutin saran doi. Tekad gue buat nggak sering-sering keramas pun sudah bulat! Sebulat badan Kak RG! Supaya gue nggak sering keramas, gue memutuskan untuk beli dry shampoo (shampo kering) di Instagram. Kalau kalian pernah beli shampo kering, pasti nggak asing dengan merk Batiste. Karena sebelumnya gue nggak pernah beli shampo kering, gue pilih asal aja variannya. Gue kan suka banget sama motif leopard, jadi gue pilih yang Batiste Dry Shampoo Sassy & Daring Wild. Kalau kata si penjual sih, varian yang ini best seller. Harganya Rp 75 ribu, gedenya 200 ml. Masih terjangkau...

Review Peripera Peri’s Ink #2

By on Aug 21, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Sebagai pecinta warna pink, pastinya Kak Uung juga suka pakai lipstik atau lip tint warna pink. Karena sudah bosan dengan lipstik atau lip tint, akhirnya gue cobain Peripera Peri’s Ink nomor 2 yang tentu aja warna pink. Kemasannya seperti ini. Sesuai dengan namanya (ink), tentu aja isinya mirip tinta. Beda banget sama lip tint atau lipstik. Cukup sekali oles aja, bibir langsung pink merona dan memesona banyak orang yang melihat. Olesnya hati-hati, ya, jangan sampai belepotan, kena bagian tubuh lain, atau baju. Karena, bakal sulit hilang! Percayalah. Harus dicuci berulang-ulang! Begitu juga ketika diolesin di bibir. Jadi tahan lama bingit, meskipun sudah makan atau minum. Kalau dilihat satu muka, bakal lebih memesona. Percayalah! Kalau mau pink yang lebih ngejreng, bisa dioles lebih dari sekali. Akhir kata, Kak Uung pun bikin kesimpulan soal produk ini. Kelebihan: (+) Packaging unyu! Sayang banget buat buang kardusnya! (+) Warnanya bagus. (+) Harganya cukup terjangkau, Rp 105 ribu karena beli di online shop. (+) Pemakaian irit karena tahan lama bingit. Kekurangan: (-) Kalau kena tangan, belepotan, atau kena baju jadi sulit hilang nodanya. (-) Ukurannya kecil bingit. (-) Nggak mengandung pelembap, jadi kalau mau pakai produk ini, pas malam-malamnya harus rajin pakai lip balm. Next Purchase: Yes! Mau cobain warna...

Review Etude House Oh My Eye Line #1 Black

By on Aug 20, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Rasanya sudah lama sekali Kak Uung nggak pakai eyeliner. Kira-kira sudah sewindu lamanya. Sampai-sampai gue takut pakai eyeliner. Takut kecolok matanya atau bulepotan. Gue sebutnya bulepotan soalnya rambut gue sekarang kayak bule. Untuk mengembalikan hasrat gue terhadap eyeliner, gue pun beli Etude House Oh My Eye Line warna hitam. Ini bukan pertama kalinya gue pakai eyeliner yang satu ini. Kira-kira sewindu yang lalu gue pernah pakai produk ini. Dulu, gue beli Etude House Oh My Eye Line pas lagi jalan-jalan ke Singapura karena harganya jauh lebih murah. Kalau sekarang, nggak perlu jauh-jauh ke negeri singa buat beli beginian. Karena sudah banyak online shop yang jualan rangkaian makeup Etude House dengan harga miring. Jika kalian adalah penggemar Etude House, pasti nggak asing dengan eyeliner ini. Eyeliner ini cair dan pakai kuas. Agak menakutkan buat pemula atau perempuan yang sudah lama nggak pakai eyeliner kayak gue. Tapi, dari pengalaman gue sebelumnya, Etude House My Oh My Eye Line mudah diaplikasikan ke kelopak mata, kok. Nggak bulepotan, cepat kering, dan nggak mudah luntur. Kayak gini hasilnya di mata gue. Itu kelopak mata bisa ngepink, soalnya sebelumnya gue pakai Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink. Kunci dari pakai eyeliner yang satu ini adalah olesinnya pelan-pelan aja, sabar, dan jangan melek beberapa detik doang. Abis itu, mata kalian langsung kebingkai dengan sendirinya. Suwer deh, cepet kering banget eyeliner-nya! Saking sudah lama banget nggak pakai eyeliner, gue kembali tersadarkan bahwa mata jadi lebih besar setelah dibingkai eyeliner. Jadi, muka gue nggak Cina-cina amat. Hahaha… Ternyata muka gue bagus juga, ya, kalau dijadiin setengah kayak begini. Apalagi kalau pakai eyeliner cuma sebelah mata. Pantesan aja dipandang cuma sebelah mata. Hiks. Kalau mau lihat versi full yang kedua matanya sudah dibingkai eyeliner, kayak begini jadinya. Ganteng nggak? Naksir nggak? Kalau nggak, ya,...

Review Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink

By on Aug 20, 2016 in Beauty, Diary, Review Produk

Buat penggemar Missha dan Line Friends, pasti sudah tahu bahwa mereka bekerjasama bikin makeup super ucul. Kalau lihat makeup-makeupnya, pasti kalian pengin beli semuanya. Tapi, karena Kak Uung anaknya nggak konsumtif, akhirnya Kak Uung cuma beli Missha X Line Friends Eye Color Studio Mini #01 Cony Pink. Biar lebih singkat, orang-orang sebutnya Cony Blusher. Gue nggak konsumtif sih, tapi cuma suka lapar mata. Karena beli di store langsung harganya udah pasti kayak beli berlian, gue beli aja di online shop, jadi harganya cuma Rp 215 ribu. Packaging-nya unyu banget! Jadi sayang buat dipakai. Warna blusher-nya seputar pink ngejreng, pink soft, putih, dan cokelat. Pas dipakai ke kelopak mata, langsung berasa banyak glitter! Gue sih suka. Karena lagi pengin norak, gue pakai blush yang warna pink ngejreng di kelopak mata, sedangkan di bawah mata, gue pakai blush yang warna putih. Nggak putih-putih banget sih, sebenarnya, tapi agak silver. Udah indah belum matanya? Udah boleh disebut sipit-sipit glitter (SSG) belum? Buat yang sakit mata setelah lihat foto di atas, gue minta maaf, deh. Maklum Kak Uung nggak jago makeup. Lebih jago bikin anak orang sakit mata. Penampilan keseluruhannya jadi kayak begini. Foto itu diambil sebelum gue ganti rambut jadi kayak suku Ginger. Ganteng nggak, Say? Sekarang, saatnya gue bikin kesimpulan mengenai produk unyu ini. Kelebihan: (+) Packaging super unyu, apalagi warnanya pink! (+) Mudah dipakai. Ada kacanya pula. (+) Harga terjangkau karena beli di online shop. (+) Mengandung glitter. Suka bingit! Apalagi kalau glitternya agak jatuh ke pipi. (+) Setiap hari bisa ganti-ganti warna. Kekurangan: Nggak ada kayaknya. Next Purchase: Belum tahu soalnya habisnya pasti lama, terus gatel pengin coba warna lain. Hihihi… Foto: Mariska...

Berburu Sushi Murah Meriah di Pasar MOI, Kelapa Gading

By on Aug 15, 2016 in Diary, Food Porn

Buat kalian yang nasibnya sama kayak Kak Uung, yaitu nggak pernah ke AEON Mal, tapi pengin merasakan berburu sushi murah meriah, main aja ke Pasar MOI (Mal of Indonesia), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Buat kamu yang berdomisili di Jakarta atau daerah pecinan, pastinya bakal lebih gampang ke MOI daripada ke AEON Mal kan? Apalagi, Pasar MOI lagi tren bingit di kalangan Cinko. Karena ingin jadi Cinko super gaul, gue pun sempat main ke sana bareng Kak RG sehabis pulang gereja. Untuk menuju ke sana, tentunya kalian harus datang dulu ke MOI. Lalu, langsung turun aja ke lantai paling dasar dan kalian bakal menemukan Pasar MOI yang ramai akan kedai makanan. Konsepnya mirip Pasar Santa yang hits di Jakarta Selatan. Bedanya, kalau Pasar Santa letaknya memang di pasar sungguhan, nah kalau Pasar MOI letaknya di mal. Otomatis, tempatnya lebih mewah, bersih, adem, dan nyaman, meskipun pengunjungnya ramai bingit. Saking banyaknya makanan di sana, kalian pasti bingung mau makan apaan. Tapi, mata kami langsung tertuju sama kedai sushi yang lumayan mencolok dan gede jika dibandingkan kedai lainnya. Gue langsung teringat sama kedai yang jual sushi murah meriah di AEON Mal, padahal gue nggak pernah ke sana. Cuma pernah lihat fotonya di media sosial teman-teman. Sedih bingit, ya! Cerita kayak begini nih, yang lebih sedih daripada sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS). Ini kedainya. Namanya Shigeru Japanese Fresh Deli. Bukan cuma sushi yang ditawarin di sana, tapi juga ada aneka sate tusuk Jepang, baik yang direbus, maupun yang digoreng, hidangan onigiri, dan lain-lain. Harganya dimulai dari Rp 8 ribu aja! Coba kalau mampir ke Marugame Udon, sate tusuknya nggak bakal bisa kalian dapatkan dengan harga segitu. Jadi, siap-siap aja khilaf kalau berburu sushi dan kawan-kawannya di Shigeru! Menarik bingit buat dirampok kan, Kak? Untungnya sih, gue lagi nggak terlalu lapar-lapar banget, jadi nggak pengin rampok sushi. Lebih pengin...

Page 1 of 212
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy