FacebookTwitter

Cewek Gembrot Nyocot “Big is Beautiful” di Peth. Trus Mupeng Lihat Obat Pelangsing Maminya. Diembat Sebotol-Botolnya. Malah Mampus.

By on Jul 8, 2016 in Diary

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Judulnya udah kayak koran Lampu Ijo nggak, Say? Kalau belum, nanti Kak Uung ulang aja, maklum gue nggak jago bikin judul, apalagi bikin judul ala koran Lampu Ijo. Dulu aja pas mau magang di koran Lampu Ijo, gue ditolak karena nggak mahir bikin judul kayak begitu. Judul di atas aja gue bikin sampai berjam-jam. Ujung-ujungnya malah minta bantuan Kak RG. Hebat, ya, Kak RG! Dia pasti diterima magang di sana karena punya keahlian yang luar binasa.

Gue bikin judul kayak gitu karena hal itu memang dialami oleh banyak orang yang denial, termasuk cewek. Jujur aja, gue juga pernah mengalami fase-fase semacam itu, kok. Ketika gue merasakan susahnya kurusin badan. Gue sampai pernah nge-Path kayak begini.

curvy

Gile, sok cantik dan laku banget, ya, gue! Sampai harus ngatain cewek kurus bertulang itu kayak makanan anjing! Hahaha… Padahal, waktu masih berbadan sintal (baca: gembrot) dibilang banyak yang mau sama gue juga kaga! Makanya jomlo sampai umur 28 tahun. Gue nyocot big is beautiful di mana-mana, tapi minum obat pelanging juga pernah gue lakuin! Bukan embat punya mami, sih, tapi beli di online shop. Untung nggak mampus. Kalau mau tahu kisah lengkapnya bisa kalian baca di buku Happy Tummy.

Astaga, kurusin badan itu susah banget, Bray! Lebih susah daripada cari pembantu infal pas libur Lebaran atau cari jodoh. Kalau gue nggak kenal sama yang namanya diet OCD dan udah kurus banyak kayak sekarang, mungkin gue masih punya prinsip “Big is Beautiful”. Padahal, kalau boleh milih, gue sih udah pasti milih badan langsing. Gue lebih suka badan gue yang sekarang, ketimbang dulu. Gue berasa lebih sehat, lebih cakep(an), lebih muda(an), dan lebih laku. Nggak ada niatan buat balik ke zaman gendut. Itu sama aja kayak balikan sama mantan yang udah bawa kabur duit kita.

Gue nggak tahu, ya, apakah kalian di luar sana yang masih punya prinsip Big is Beautiful beneran happy dengan keadaan kalian yang sekarang (baca: gembrot)? Kalau memang beneran happy, ya, bagus deh. Asal jangan sampai denial aja lalu nasibnya sama kayak judul di atas. Soalnya, biaya pemakaman di San Diego Hills mahal bingit, Kak!

Dan yang lebih parah dari cewek-cewek gendut yang denial adalah mereka suka menghina cewek-cewek yang badannya langsing/kurus dengan nada sinis. Misal:

Cowok suka daging, bukan tulang.

Kurus gitu, mana enak buat dipegang?

Atau hinaan lainnya yang ditujukan kepada orang-orang pecinta diet, seperti:

Diet terus! Jadi orang kok nggak bersyukur!

Nanti otak kamu bego karena kurang gizi.

Pasti badan kamu nggak ada isinya.

Muka kamu tambah tua kalau kurus. Bagusan dulu.

Kekurusan! Jelek!

Pengin ngakak gue kalau dengar celotehan macam itu. Mana ada orang yang kurusan jadi makin hancur, jelek, atau tua? Yang ada malah makin cakep dan mempesona, Bray.

#ocdBeforeAfter #bukuocd2.0 Before: 65 kg After: 53 kg Blog review (udah ditulis sejak juli 2014): http://mariskatracy.com/2014/07/hasil-diet-ocd-obssesive-corbuzier-diet/ Yang tau saya ocd: @novitavitazz @erwinwang89 @eyoslatter @tamettame @sherlysuyanto Terima kasih kak @corbuzier @bipgramedia

A photo posted by Mariska Tracy (@mariskatracy) on

#ocdBeforeAfter #bukuocd2.0 Before: 65 kg After: 53 kg Tadinya berat badan mentok di 55 kg. Skrg uda turun lagi jadi 53 kg šŸ˜Š Blog review (uda ditulis sejak juli 2014): http://mariskatracy.com/2014/07/hasil-diet-ocd-obssesive-corbuzier-diet/ Teman2 yg tau saya ocd: @suzieyana58 @hellenpoulina @maeyazee @ayr_omayra @ian14483 Terima kasih om @corbuzier @bipgramedia

A photo posted by Mariska Tracy (@mariskatracy) on

#ocdBeforeAfter #bukuocd2.0 Before: 65 kg After: 55 kg U should try bro @radencupuy @diannurlizta @innangg @ronnygunawan @fransiskasoraya. Thanks kak @corbuzier @bipgramedia Blog review: http://mariskatracy.com/2014/07/hasil-diet-ocd-obssesive-corbuzier-diet/

A photo posted by Mariska Tracy (@mariskatracy) on

mariskatracy-rockHal ini juga berlaku buat hal lain, nggak cuma soal kurus atau gembrot. Kalau kalian adalah cewek yang nggak bisa pakai makeup atau nggak suka makeup, jangan ngata-ngatain cewek lain yang suka pakai makeup dengan julukan sadis, seperti:

Nggak pede sama diri sendiri, ya, makanya pakai makeup?

Kok pakai topeng terus, sih?

Nggak capek bohongin lelaki terus?

Padahal, makeup bukan buat mengubah muka seseorang, tapi buat menambah nilai kecantikan cewek. Kalau misalnya mukanya udah cakep dan nilainya 7, maka setelah pakai makeup, nilainya jadi 8 atau 9. Kalau nggak bisa pakai makeup dan pengin belajar makeup, ya, belajar. Bukannya malah ngatain orang. Kalau memang beneran nggak suka pakai makeup, jangan nyinyirin cewek ber-makeup karena mereka nggak salah apa-apa sama kalian. Beli makeup aja pakai duit mereka sendiri, kok. Nggak pakai duit kalian.

Begitu pula dengan nyinyiran jomlo ke orang-orang yang udah punya pacar. Misal:

Situ punya pacar, belum tentu bahagia, kan?

Single itu bebas, happy, nggak ada yang atur-atur.

Norak banget pamer kado dari pacar terus.

Situ pamer foto ciuman banget di socmed? Emang yakin situ bakal nikah sama doi?

Nyinyirin orang yang mesra-mesraan, nggak bakal mengubah status kalian dari jomlo ke relationship, Cuy! Justru yang ada, kalian malah dicap sebagai jomlo rese dan disumpahin jomlo selamanya sama netizen. Intinya, jangan sirik sama apa yang teman-teman kalian punya dan lakukan. Di dunia ini bukan cuma cewek gendut atau jomlo yang sering di-bully, tapi cewek langsing dan yang udah punya pacar juga kerap di-bully oleh orang-orang sirik. Jadi, please jangan bully siapa pun lagi, ya.

Foto: Dok. Mariska

 

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, likeĀ facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy