FacebookTwitter

Dihipnotis Pelayan Nasi Campur di Gang Gloria Glodok

By on Feb 19, 2016 in Diary

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Beberapa waktu lalu sebelum Shincia gue sempat main ke Glodok sama Cik Peggy, tapi baru sempat bikin blognya sekarang. Maklum, gue kan sibuk bingit soalnya udah jadi artis internasional. Karena waktu itu Glodok lagi menyambut Shincia, penampakannya pun jadi kayak begini. Serasa kayak di negeri CINA. Eh, Tiongkok aja, deh, biar nggak di-bully sama orang-orang primitif yang sensitif sama kata Cina. Hahaha… Cina Cina Cina…

20160130_124833

20160130_124920

Baru aja sampe tapi perut udah keroncongan dan terasa kosong bak hati abege yang perlu diisi kasih sayang. Akhirnya gue sama Cik Peggy mampir ke Pempek Eirin 10 Ulu yang tenar banget itu. Ketenarannya kira-kira beda tipis sama Justin Bieber gitu, deh. Kalau kata Cik Peggy sih, dulunya dagangan pempek ini cuma berupa gerobak. Bukan ruko kayak sekarang. Jualan pempek aja bisa jadi tajir, apalagi kalau korupsi harta negara!

20160130_131053

20160130_131507

Celaluh ramay…

 

empek2

Daftar harganya.

20160130_132403

Pesenan akohhh…

Yang waktu itu kami pesan adalah pempek kapal selam, pempek lenjer kecil, pempek keriting, dan pempek kulit. Rasanya gimana? Mancaapp banget, Bray! Menurut gue sih, ini adalah pempek paling enak di kawasan Glodok. Pempeknya garing, renyah, ikannya berasa, bukan ikan campuran abal-abal, dan ukurannya lumayan gede. Btw, itu pempek yang di foto gue udah dipotong-potong jadi lebih kecil. Aslinya sih lebih gede lagi. Dan yang nggak kalah penting, kuahnya terasa banget cukanya. Apalagi kalau tambah sambal ijonya. Lebih mantap lagi, Bray.

Abis makan pempek, kami pun tak lupa minum es jeruk murni yang segarnya aduhai. Gerobak es jeruk murni ini bertebaran di sepanjang Glodok. Kalian bisa minum es jeruk murni yang diperas langsung dari tangan si abang. Harganya cuma Rp 8 ribu. Kalau bawa Rp 1 miliar, kamu bisa beli es jeruk murni berserta alat buat peras jeruk, gerobak sampai abangnya.

20160130_134518

Itu tangan gue sendiri, lho. Bantet-bantet perkasa gimana gitu. Hahaha…

mariskatracy-rock

Abis menyegarkan tenggorokan, kami pun langsung keingetan buat mampir ke Kopi Es Tak Kie yang old school dan hits. Tapi, kami nggak tahu jalan. Hahaha… Dengan kekuatan Sailor Moon, akhirnya kami pun bisa sampai ke tempat tujuan, tapi tempatnya udah tutup soalnya kata orang-orang di sekitar sana, mereka cuma buka sampai jam 2 siang. Yaelah, masa jualan kopi cuma sampai siang! Padahal, di luar sana banyak yang membutuhkan kopi untuk bergadang, salah satunya gue. Buat siskamling dekat rumah.

Kopi Es Tak Kie itu letaknya di gang Gloria Glodok. Gang hits di kawasan Glodok yang makanannya enak-enak dan banyak tempat belanja murah meriah. Kalau kalian merasa kaya, kalian bisa borong satu gang sampai habis soalnya murah bingit. Katanya sih begitu. Mumpung sudah sampai di gang itu, ya udah deh, daripada nggak dapat kopi, terus mubazir, mending cari makanan haram aja di sana.

Kamu pun memasuki gang maksiat yang penuh dengan kedai makanan itu. Begitu masuk ke sana, kami langsung disambut oleh mbak-mbak pelayan nasi campur yang menawarkan dagangannya tanpa henti persis kereta listrik yang suka nyamber.

Ayo Cik duduk di sini aja. Masih lega, lho. 

Cik, mau makan apaDi sini ada nasi campur, ada bakmi. 

Mau nasi campurnyaEnak, lho. 

Oh, mau nasi campur, yaSini-sini duduk aja. 

Dia ngomong nggak berhenti gitu, deh. Kayak orang yang lagi halusinasi. Tanya sendiri, jawab sendiri. Gue sama Peggy udah bete banget, tapi tetep aja kami kena HIPNOTIS, terus langsung duduk di sana. Jangan-jangan dia adalah best employee di sana karena berhasil menghipnotis banyak pelanggan supaya duduk di sana, terus pesan makanan. Karena kami udah terlanjur duduk di sana, kami pun mau nggak mau pesan nasi campur haram di sana. Yang pesan sih Peggy doang, soalnya gue mau hunting makanan lain.

Karena bingung mau pesan apa, akhirnya gue googling terus ketemu Bakmi Amoy yang katanya enak bingit! Ya udah deh, gue pesan satu bakmi ayam dan bakso goreng di sana. Gue sih yakin sama kualitas Bakmi Amoy yang dijaga sama enciknya sendiri yang bernama Amoy. Soalnya, kedainya ramai bingit.

IMG_6858

IMG_6863

IMG_6852

IMG_6846

Bakmi ayam.

IMG_6847

Bakso goyeng.

seporsi bakmi ayam bisa kalian beli dengan harga Rp 26 ribu, sedangkan harga bakso gorengnya Rp 6 ribu. Rasa bakminya enak bingit! Bumbunya pas, nggak keasinan, nggak hambar, daging ayamnya melimpah, dan jamurnya juga banyak. Bakso gorengnya juga enak bingit! Garing dan renyah. Gue pikir ukuran baksonya bakal kecil, tapi pas dipotong-potong banyak juga baksonya. Dalamnya nggak kopong dan berisi, beda sama bakso goreng abal-abal.

Lalu bagaimana dengan nasi campurnya Peggy? Hancur senajis-najisnya. Nasi hainamnya agak keras, kurang berasa, dan rasa toping-topingnya juga biasa bingit. Nggak ada yang spesial. Untung aja nggak pesan sampai dua piring! Muka Peggy langsung asem kayak abis berantem sama mertua, padahal dia belum punya mertua.

Peggy makin bete soalnya sepanjang dia makan nasi campur laknat itu, dia juga denger si pelayan masih sibuk sama halusinasinya. Beberapa pengunjung ada yang terjebak, sisanya sih tetap cuek. Feeling gue sih, kalau kalian baru pertama kali ke Gang Gloria pasti terjebak sama mulut perempuan ular ini. Kalau udah sering sih, pasti nggak mungkin terjebak, karena udah merasakan sendiri betapa hancur rasa makanan di sana. Gue juga terjebak karena udah lama banget nggak main ke sini. Kira-kira, terakhir kali gue ke sana itu pas gue masih lugu, deh. Begitu pula dengan Peggy yang nggak pernah ke Gang Gloria sama sekali.

Gue sengaja nggak mau sebut nama kedai nasi campurnya atau pajang fotonya di sini karena sebut merk itu kan hukumnya haram. Nanti ujung-ujungnya berakhir tragis dan baper kayak oknum di Kemanggisan sana. Hahaha… Lagian gue nggak mau black campaign, ah. Takut bikin kedai itu nantinya makin terkenal. Pokoknya kalian kalau main ke Gang Gloria bisa sadar sendiri deh, kalau ketemu sama mbak-mbak yang suka berhalusinasi itu. Kalau mau prospekin dia buat ikutan MLM coba-coba aja. Mungkin dia mau join buat menambah penghasilan.

mariskatracy-rock

Kemudian, kami pun mampir ke dua kelenteng sekaligus, yaitu Kelenteng Tang Seng Ong Se dan Toa Se Bio. Bukan buat sembahyang, sih, tapi buat foto-foto eksis di sana aja.

FullSizeRender (5)

Kelenteng Tang Seng Ong

20160130_141137

Kelenteng Toa Se Bio

IMG_2767 (1)

Kelenteng Toa Se Bio

Karena waktu itu lagi menyambut Shincia, jadi Kelenteng Toa Se Bio penuh dengan hiasan lampion. Bagus banget, Bray! Makin terasa suasana pecinannya! Waktu gue ngepost foto Toa Se Bio di media sosial, ada beberapa teman yang kasih komentar. Mereka bilang ada nasi ulam enak banget di depan kelenteng itu! KZL banget karena gue nggak sempat makan nasi ulam di sana! Begini deh kalau jalan-jalan nggak pakai persiapan lengkap. Cieileh…

Lalu, kami pun lelah dan pengin cepat-cepat pulang karena kepanasan. Sayangnya, gue lupa foto bareng Peggy. Argghh! Tapi, gue nggak lupa foto belanjaan gue buat dibawa pulang. Di sana kami borong permen-permen masa kecil yang nostalgic banget!

IMG_6801

IMG_6800

Model tangan bantet dan perkasa.

Senang sekali gue bisa main ke Glodok, meskipun tempat yang dikunjungi nggak lengkap. Selanjutnya, Kak Uung janji bakal bahas soal Kopi Es Tak Kie dan nasi ulam hits itu, ya! Hahaha… Sampai jumpa lagi.

Jika kamu berada di luar Jakarta dan ingin main ke Glodok, jangan lupa pesan tiket pesawat dan hotel murah di Glodok lewat pegipegi.com, ya! Soalnya, harganya jauh lebih murah. Hehehe…

cari tiket pesawat murah cari hotel murah di glodok

Foto: Peggy

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy