FacebookTwitter
Page 1 of 11

6 Properti Unik yang Bisa kalian Buru di Lifull Rumah (Lifull.id)

By on Feb 21, 2016 in Diary

Akhir-akhir ini, gue lagi demen ngubek-ngubek situs yang jual rumah sambil berharap dengan sering ngubek-ngubek situs tersebut, tiba-tiba ada yang kirimin rumah mewah ke rumah gue. Hahaha… Eh, beneran lho, di usia kita yang sudah makin dewasa (baca: tua) seperti sekarang ini, kita harus tahu perkembangan harga properti. Dan yang nggak kalah penting, harus punya cita-cita buat punya rumah sendiri. Amin. Situs yang gue jelajahi adalah Lifull Rumah (lifull.id) yang nggak cuma menjual rumah biasa yang dijadikan tempat tinggal. Tapi, banyak banget jenis properti unik di sana. Selain buat tempat tinggal, ada juga yang dipakai buat jadi kantor atau toko. Buat cari kosan juga bisa, kok. Tergantung kalian butuhnya apa. Dari hasil penjelajahan yang gue lakukan, gue sudah nemu 6 properti yang menurut gue unik banget. Berikut jenis propertinya.   1. Tanah yang (Kayaknya) Nggak Mungkin Kebeli Bukan berarti nggak bisa dibeli, ya. Cuma sulit aja, terutama buat orang kayak gue si butiran debu. Jika kalian anak konglomerat atau punya toko emas yang cabangnya ada 200, kayaknya beli tanah tersebut bukan hal mustahil, deh. Letaknya cukup strategis kalau menurut gue. Di jalan Kiai Tapa, Grogol deretan RS Sumber Waras. Luasnya astajim lebar banget! 28.600 meter persegi, Kak! Harganya cuma Rp 34 juta per meter persegi dan masih bisa dinego. Coba deh dikaliin. Semoga aja kalkulator kalian nggak jebol angka nolnya. Hihihi… Kalau minat, kalian bisa langsung hubungi 08161157283 buat nego. Buat nego aja, ya! Bukan buat ajak kenalan atau modus. Untuk detailnya, bisa kalian lihat di sini. Lihat Tanah di Grogol Jakarta Barat  →    2. Kosan untuk Jomlo atau Suami-Istri Murah Meriah Pake Bingit Biasanya kan, ngekos buat sendirian aja harganya mahal bingit! Boro-boro mikit buat nikah. Lah, bayar kosan aja setengah mati. Tapi, di lifull.id ada lho kosan murah meriah pake bingit buat kalian yang jomlo (tulisannya...

Dihipnotis Pelayan Nasi Campur di Gang Gloria Glodok

By on Feb 19, 2016 in Diary

Beberapa waktu lalu sebelum Shincia gue sempat main ke Glodok sama Cik Peggy, tapi baru sempat bikin blognya sekarang. Maklum, gue kan sibuk bingit soalnya udah jadi artis internasional. Karena waktu itu Glodok lagi menyambut Shincia, penampakannya pun jadi kayak begini. Serasa kayak di negeri CINA. Eh, Tiongkok aja, deh, biar nggak di-bully sama orang-orang primitif yang sensitif sama kata Cina. Hahaha… Cina Cina Cina… Baru aja sampe tapi perut udah keroncongan dan terasa kosong bak hati abege yang perlu diisi kasih sayang. Akhirnya gue sama Cik Peggy mampir ke Pempek Eirin 10 Ulu yang tenar banget itu. Ketenarannya kira-kira beda tipis sama Justin Bieber gitu, deh. Kalau kata Cik Peggy sih, dulunya dagangan pempek ini cuma berupa gerobak. Bukan ruko kayak sekarang. Jualan pempek aja bisa jadi tajir, apalagi kalau korupsi harta negara!   Yang waktu itu kami pesan adalah pempek kapal selam, pempek lenjer kecil, pempek keriting, dan pempek kulit. Rasanya gimana? Mancaapp banget, Bray! Menurut gue sih, ini adalah pempek paling enak di kawasan Glodok. Pempeknya garing, renyah, ikannya berasa, bukan ikan campuran abal-abal, dan ukurannya lumayan gede. Btw, itu pempek yang di foto gue udah dipotong-potong jadi lebih kecil. Aslinya sih lebih gede lagi. Dan yang nggak kalah penting, kuahnya terasa banget cukanya. Apalagi kalau tambah sambal ijonya. Lebih mantap lagi, Bray. Abis makan pempek, kami pun tak lupa minum es jeruk murni yang segarnya aduhai. Gerobak es jeruk murni ini bertebaran di sepanjang Glodok. Kalian bisa minum es jeruk murni yang diperas langsung dari tangan si abang. Harganya cuma Rp 8 ribu. Kalau bawa Rp 1 miliar, kamu bisa beli es jeruk murni berserta alat buat peras jeruk, gerobak sampai abangnya. Abis menyegarkan tenggorokan, kami pun langsung keingetan buat mampir ke Kopi Es Tak Kie yang old school dan hits. Tapi, kami nggak tahu jalan. Hahaha… Dengan kekuatan Sailor Moon, akhirnya...

5 “Kebohongan” Kopi Instan yang Perlu Kalian Tahu

By on Feb 16, 2016 in Diary

Kata orang di luar sana, sebaiknya kita nggak minum kopi instan karena nggak baik untuk kesehatan dan karena banyak kebohongan di dalamnya. Siap-siap aja bakal terkeZut karena bukan hanya berpengaruh terhadap kesehatan kamu, tapi juga kebahagiaan kamu. Kebohongannya kira-kira kayak begini:   1. Kopi Instan Ternyata Nggak Mengandung Antioksidan   Katanya, kopi kan mengandung antioksidan tinggi yang baik untuk mencegah penuaan dini, mencegah kanker, mencegah stroke, dan lain-lain. Tapi, antioksidan nggak terdapat di kopi instan, cuma terdapat di kopi super mahal yang pake embel biji-bijian itu. Nggak tahu deh, itu bener atau nggak. Yang jelas sih, penggemar kopi instan kan mengonsumsi kopi instan tujuan utamanya supaya nggak ngantuk dan lebih efektif. Kayaknya ada antioksidan atau nggak di kopi instan, bukan suatu hal yang penting, deh. Kalau gue pribadi sih, gue lebih memilih mengonsumsi makanan atau minuman lain yang mengandung antioksidan, selain kopi. Misal teh hijau yang gue seduh sendiri di rumah. Lah, itu teh hijau aja yang kita seduh di rumah aja merupakan teh hijau instan yang bikinnya gampang banget! Terus kenapa nggak diklaim sekalian dibilang bohong karena nggak ada antioksidannya?   2. Kopi Instan Diolah dengan Tidak Alami   Katanya, banyak zat kimia yang terlibat sangat kopi instan diolah. Nggak seperti menyeduh kopi segar, kopi instan telah diciptakan sedemikian rumit agar dapat dinikmati dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Kopi instan memakan banyak sekali zat kimia yang jika dipaparkan terdengar sangat mengerikan. Banyak bahan pengawet yang digunakan untuk campuran kopi yang membuat kopi instan tahan lama. Kayak yang tadi gue bilang sebelumnya. Teh hijau seduh aja instan. Terus produk apa lagi yang kalian konsumsi di rumah, tapi nggak instan? Oatmeal aja yang sehat banget itu instan, susu instan, dan lain-lain. Hampir semua produk yang kita pakai itu instan dan pakai bahan kimia atau pengawet, kok. Emang sih bagus-bagus aja minum kopi BIJI...

Minum Es Kopi Vietnam Bareng Kak Uung di Olivier, yuk!

By on Feb 9, 2016 in Diary, Food Porn

Weekend kemarin (dua hari sebelum Shincia), gue ajak Kak RG ngopi-ngopi cantik di Olivier, Grand Indonesia dalam rangka cobain es kopi Vietnam yang lagi hits itu. Pastinya, Kak RG sudah baca blog gue sebelumya yang juga berhubungan dengan kopi, yaitu blog Gue Ngerti Perasaan Jessica Wongso. Gue bingung deh, meskipun dia sudah baca, tapi dia sama sekali nggak ngeri atau takut diracuni. Kalau dia tenang-tenang aja, gue kan jadi nggak tega buat kasih racun. Upsss… Lalu, mampirlah kami ke Grand Indonesia pagi-pagi buta sekali, yaitu jam 11 pagi. Eh, kalau dipikir-pikir nggak pagi-pagi buta amat, ya! Soalnya jam segitu mal sudah buka, kok. Tapi, tetap aja terlalu pagi buat perempuan yang pernah jadi kalong kayak gue. Kami sengaja datang pagi-pagi soalnya banyak yang bilang tempatnya rame bingit. Antriannya panjang dan es kopi Vietnamnya cepat habis! Daripada sudah capek beli tiket pesawat murah di pegipegi.com cuma buat main ke Grand Indonesia, tapi nggak bisa minum kopi fenomenal itu, gue mendingan berkorban dengan cara bangun pagi! Abis gue upload foto itu di media sosial, orang-orang bilang baju gue bagus dong. Hahaha… Duh, jadi seneng. Okelah, lupakan pujian sesa(a)t itu. Marilah kita fokus minum es kopi Vietnam. Begitu masuk ke sana, kami minta duduk di ruangan non smoking room. Karena, gue kan nggak suka merokok. Sukanya jualan rokok. Si mbak-mbak PR Olivier pun mengantarkan kami ke ruangan outdoor yang merupakan non smoking room. Ruangannya asri, indah, elegan, dan sedikit hangat karena sudah mau siang. Lumayan buat bikin badan jadi agak tan. Kalau ruangan smoking room-nya (in door) kayak begini. Dan, inilah saat yang ditunggu-tunggu! Karena, es kopi Vietnam gue akhirnya datang juga. Bentuk es kopinya, wah, menggoda abis! Rasanya pengin gue bawa pulang dripper-nya buat dijual lagi di Asemka. Kalian tinggal nungguin kopinya jatuh ke gelas. Nunggunya nggak lama, kok. Cuma tiga tahun. Makanya kopi ini...

Gue Ngerti Perasaan Jessica Wongso

By on Feb 5, 2016 in Diary

Sebagai anak gaul, gue rasa kalian tahu soal cerita Jessica yang taburin sianida di es kopi Vietnam-nya Mirna hingga Mirna tewas. Gue rasa normal banget kalau kalian nyalahin tindakan Jessica yang sudah seenak jidat hilangin nyawa anak orang. Hilangin nyawa anak kucing aja dosanya sudah kayak abis korupsi! Coba deh bayangin kalau Mirna itu adalah anak, istri, atau saudara kalian. Kalian pasti gemes, pengin ancurin, dan bakar mukanya si Jessica. Gue sempat mikir, sebenci-bencinya gue sama orang, kayaknya gue nggak bakal tega bunuh dia, deh. Ah, emang dasar si Jessica aja yang psikopat! Kak, gue ludahin makanan orang yang gue sebel aja nggak tega! Gue pernah bilang kayak gitu ke Peggy. Iyalah, ludahin makanan orang aja nggak tega, apalagi bunuh orang. Eh, beneran lho. Sampai sekarang, di dalam otak gue sama sekali nggak pernah ada pikiran buat bunuh orang. Kalian mungkin menilai gue sadis, kasar, mukanya seram, dan lain-lain, tapi percayalah bahwa gue bukan orang seperti itu. Kalau nggak percaya, belah aja duren di Mangga Besar. Waktu kena kasus sama sebuah institusi yang merk-nya enggan disebut itu, gue aja sama sekali nggak pernah kepikiran buat bunuh si oknum. Padahal, gue gondok setengah mati! Tapi, tiba-tiba pikiran gue mulai mengarah ke masa lalu yang menurut gue cukup kelam buat diceritain. Gue jadi keingetan sama salah satu cerita pendek di buku pertama gue, Air Mata Ibuku dalam Semangkuk Sup Ayam. Di cerita pendek itu, gue ceritain soal cewek yang berencana membunuh mantan pacarnya pakai racun yang ditaburin di kopi. HAHAHA…. Gue sendiri bingung kenapa gue bisa bikin cerita fiksi macam sinetron Indonesia itu! Sinetron apa aja yang sudah pernah gue tonton hingga gue nekat nulis kayak begitu sampai diterbitkan jadi buku dan sempat beredar di Gramedia. Pas gue baca lagi buku lawas gue itu, gue jadi geli-geli sendiri gimana gitu. Hahaha…...

Page 1 of 11
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy