FacebookTwitter

Permintaan Maaf dari Mariska Tracy

By on Jan 22, 2016 in Diary

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Sesuai janji Kak Uung, kali ini gue mau bahas kenapa gue harus minta maaf dari hati yang terdalam. Sebelumnya, gue pengin ceritain dulu soal latar belakang masalahnya yang cukup panjang. Gue ceritain latar belakangnya supaya kalian tahu bahwa gue benar-benar tulus. Tulus di sini beda banget sama bapak Tulus yang biasa menyanyikan lagu “Teman Hidup”. Okelah langsung aja gue bahas satu per satu dengan banyak cerita yang saling berhubungan.

Sabtu, 16 Januari 2016 kemarin di Gramedia, Trans Studio Mal Bandung, gue diundang sama hopeng gue, cik Maeya Zee buat jadi pembicara di The Pink Road Show dengan tema “The Blessings of Being Single”. Sekalian promo buku Maeya yang baru dirilis judulnya Thirty One Guys Thirty One Lessons. Jadi, di buku itu, kita bakal belajar mengenali dan merasakan 31 cowok. Seperti apa bentuknya, aromanya, hingga kebusukannya.

31-guys-31-lessons

gramed

Gue berangkat ke Bandung hari Jumat malam naik travel Day Trans (nggak salah kan nyebut merk di sini? Nanti di-bully lagi. Ups!) dari Lippo Mal Puri pukul 20.00 WIB. Malam banget, ya, Bray! Maklum deh, gue kan harus kerja dulu. Malam itu, sambil nunggu jam berangkat tiba, gue sempat ngopi-ngopi cantik di Starbucks pesan caramel macchiato. Ya ampun, kok gue sebut merk lagi, ya? Gue takut banget di-bully, nih. Kemarin aja gue sudah menyamarkan merk, tapi tetap aja di-bully. Sedih, deh.

Karena gue berangkatnya di malam Sabtu, jadi jalanan ke Bandung itu macetnya laknat banget! Meskipun sudah minum kopi di tempat mahal, tapi tetap aja gue nggak bisa menahan rasa kantuk yang bergelora dalam jiwa. Untung aja gue duduk di belakang dan mengambil jatah kursi 4 orang di mobil travel, jadi gue bisa tidur selonjoran, deh.

Sudah tidur selonjoran berkali-kali sampai ileran, pas bangun belum nyampe juga! Berkali-kali lihat hape, terus chat sama Kak RG dan beberapa teman, tapi nggak bisa sering-sering soalnya kondisi baterai gue sudah hancur banget. Tapi, kalian nggak usah khawatir sama hape Kak Uung, ya, karena sebentar lagi gue juga bakal ganti hape, kok. Kan gue horang kaya. Hore.

Beberapa kali Maeya menanyakan kabar gue lewat Whatsapp.

Maeya: Udah sampe mana, Ung?

Gue: Nggak tau, Kak. Gelap.

Maeya: Coba lihat luar jendela. Udah km berapa?

Gue: Kayaknya masih di Jakarta, deh. Abis ada halte busway di mana-mana.

Miris banget, ya. Gue sudah coba buang-buang waktu dengan banyak tidur, tapi pas bangun ternyata masih di Jakarta. Ya sudah, terus gue TIDUR lagi saking nggak ada kerjaannya. Emang doyan tidur juga, sih. Begitu bangun tidur lagi, hape gue mati total. Gue pun mati gaya seperti anak ayam kehilangan makanan. Gue bingung deh, gimana cara kabarin Maeya lagi. Tapi, gue masih berusaha tenang karena sebelumnya gue sudah bilang kok agar Maeya menunggu gue di Day Trans Bandung Indah Plaza (BIP).

Setelah menempuh perjalanan selama 5,5 jam, gue pun sampai ke BIP pukul 01.30 pagi dengan sehat sentosa tanpa kekurangan suatu apa pun, tapi pas nyampe di sana gue nggak ketemu Maeya sama sekali. Padahal, katanya dari tadi sudah ada di sana. Untung di dekat loket Day Trans ada colokan, jadi gue minta izin sama satpam buat charge hape di sana. Pas buka hape, ya ampun, banyak banget miss called, chat, dan tetek bengek lainnya. Bukan cuma Maeya yang cari gue, tapi beberapa teman lainnya juga nyari gue.

Kenapa mereka nyari gue? Karena mereka mengira gue hilang, nyasar, atau diculik ISIS makanya nggak nyampe-nyampe ke Bandung. Padahal, ini semua salah kemacetan lalu lintas yang kejamnya seperti ibu tiri. Karena hape sudah nyala, gue pun segera menelepon Maeya yang katanya hampir aja ke kantor polisi buat laporin gue sebagai orang hilang di Bandung. Mending deh, dilaporin sebagai orang hilang daripada dilaporin sebagai tukang bully atau pemaksa kehendak. Ups…

Di malam yang hampir menuju subuh itulah gue senang karena akhirnya bisa berjumpa dengan Maeya di Bandung bersama teman-temannya. Gue jadi nggak enak sih karena sudah bikin anak orang pada nungguin gue sampai pagi. Hahaha… Padahal, beberapa jam lagi, road show bakal dimulai. Muka gue masih lempeng, sementara muka mereka masih ada sisa kepanikan.

“Ung, tadinya kalau lo benaran hilang, gue mau batalin acara hari ini,” kata Maeya.

“Ah, serius lo? Segitunya, Cik?” tanya gue.

“Iya, bener! Gila aja kalau sampai lo hilang terus acara tetep jalan. Gue mendingan rugi duit, deh. Soalnya, akhir-akhir ini kan banyak berita aneh-aneh. Orang meninggal karena pijatlah, karena abis minum kopi, dan banyak yang diculik, Ung. Makanya gue khawatir,” ucap Maeya serius.

Pas gue dengar ucapan itu, gue jadi terharu dan rasanya pengin nangis sesengukan. Ternyata Maeya sangat perhatian sama gue. Dan gue pikir, gue bakal langsung dibawa ke hotel supaya bisa cepat tidur, tapi gue malah dibawa ke KFC buat ngemil. Hahaha… Kan, lagi-lagi gue sebut merk. Ampun, ya, Tuhan. Tadinya gue cuma mau ngemil karena sebelumnya memang sudah makan malam, tapi nasib berkehendak lain. Anak gadis seperti gue yang seharusnya menjaga badan agar tetap langsing, malah khilaf makan nasi, dua ayam goreng krispi, dan segelas lemon tea, padahal sudah jam 2 pagi. Anggap aja lagi sahur, deh.

mariskatracy-rock

Lalu, kami pun ke hotel IBIS buat tidur. Meskipun tidurnya nggak bakal terlalu nyenyak karena sebentar lagi harus bangun! Nggak apa-apa, deh, yang penting sudah usaha. Setiap kali baca tulisan IBIS, rasanya jadi kayak baca ISIS karena gue dikira diculik ISIS. Kali ini gue bukan sengaja sebut merk, ya. Gue cuma mau curhat soal pengalaman gue baca tulisan IBIS jadi ISIS, kok.

Dan tibalah gue dan Ibu Sisca Pamudji (CEO Yuraku) isi acara di sana dengan omongin soal The Blessing of Being Single. Mungkin kalian pengin tahu gue obrolin apa aja pas di sana. Gue banyak omongin soal pengalaman gue jadi jomblo selama hampir 28 tahun, tapi itu nggak masalah buat gue. Karena, lebih baik jomblo lamaan daripada pacaran sejak masih sekolah, tapi putus melulu karena masih labil. Gue juga omongin soal gimana bangganya jadi diri sendiri tanpa harus takut nggak diterima orang lain, terutama cowok.

Nggak apa-apa deh jadi cewek rebel yang suka pake baju tabrak motif, atau pake bikini dan running shoes yang penting bisa jadi diri sendiri dan tetap happy. Atau jadi cewek yang hobi makan banyak dan sering jadi juara makan. Nggak perlu ngemis-ngemis supaya cowok mau terima kalian, apalagi sampai harus mengubah diri sendiri. Bukankah lebih baik menunggu orang yang benar-benar suka sama kepribadian kalian yang asli? Karena, nantinya kalian bakal menghabiskan sisa hidup kalian bareng orang itu selamanya. Bisa bayangin nggak gimana nggak enaknya tersiksa karena nggak bisa jadi diri sendiri SELAMANYA?

Dan jadi single sama sekali bukan hal yang buruk. Single itu bukan berarti lebih buruk daripada orang yang sudah punya pacar atau menikah. Toh, dengan jadi single, kita bisa lebih maksimal waktu mengerjakan banyak hal. Banyak berkat yang gue dapetin ketika menjadi diri sendiri dan menghabiskan masa jomblo gue dengan hal-hal yang berguna, salah satunya bisa bikin buku Happy Tummy yang bercerita tentang pengalaman lomba makan gue.

Cover luar

Dan penantian gue selama 28 tahun juga nggak sia-sia, kok. Karena akhirnya gue bisa ketemu sama Kak RG yang bisa menerima gue apa adanya. Nggak berasa, sudah hampir dua tahun gue jadian sama dia. Moga-moga dia tetap sabar menghadapi kelakuan gue yang terlihat rebel di mata orang-orang. Amin.

mariskatracy-rock

Abis gue ngomong di depan, ibu Sisca juga bawain hal yang sama soal singleness. Menurut dia juga sama. Yang namanya single itu adalah pilihan hidup. Kalau kamu mau memilih jadi single, tentu aja nggak salah. Yang penting kamu punya hidup yang berguna untuk orang lain. Dan ada satu bahan obrolan yang dia juga bawakan saat ngomong di depan, yaitu supaya kita jadi cewek yang nggak rebel. Hahaha… Tadinya, kami mengira, apa yang kami bawakan bakal bertolak belakang.

Ternyata nggak tuh, ternyata rebel yang dia maksud berbeda dari yang gue maksud. Kalau gue kan ngomongin rebel dalam tanda kutip. Rebel dalam hal berpakaian, jadi diri sendiri, tetap hobi makan, dan lain-lain. Pokoknya tetap bebas mengekspresikan diri tanpa takut dengan omongan orang lain. Sedangkan, ibu Sisca mengajari kami agar nggak rebel dari dalam. Supaya kami bisa punya perilaku yang benar sebagai cewek. Misalnya, nggak boleh keras kepala, nggak boleh nyakitin orang, dan lain-lain.

Meskipun kepala pusing karena kurang tidur, tapi gue senang banget pas road show kemarin. Karena, audience-nya antusias dan menyimak dengan baik. Keren banget pokoknya! Ya gitu deh, senang banget kalau pas jadi pembicara di suatu acara, kita diperlakukan dengan baik, nggak dicuekin, dan dihargai.

Processed with VSCOcam with kk1 preset

Di akhir acara, gue sempat ngobrol-ngobrol sama ibu Sisca. Sebagai orangtua yang baik dan berpengalaman banyak karena sudah punya 4 anak cewek, beliau sempat kasih gue nasihat.

“Mariska, kamu boleh rebel soal cara berpakaian dan jadi diri sendiri. Tapi, kalau ada sifat jelek dalam diri kita, tetap harus diubah. Kalau misalnya kamu emosian dan cepat marah, itu kan nggak baik. Berarti memang harus diubah. Rebel dari luar boleh, asal nggak dari dalam,” bilang ibu Sisca.

Abis dengar nasihat beliau gue langsung tertemplak. Kok dia bisa tahu, ya, bahwa gue rebel dalam segala hal? Gue tahu banget bahwa kita nggak boleh rebel dari dalam, tapi kalau dipikir-pikir masih banyak sifat rebel dari dalam diri gue yang harus diperbaiki. Sebelumnya sih, ibu Sisca bilang bahwa dia bisa memahami berbagai karakter manusia. Tadinya gue pikir, itu cuma bercanda. Hahaha… Ternyata beneran, lho! Buktinya dia tahu banget gue orangnya kayak gimana. Sudah kayak orangtua sendiri, padahal baru kenal beberapa jam. Cieieleh…

Sehabis ngobrol hal berkualitas sama ibu Sisca, gue jadi lebih bisa mengenali diri sendiri. Gue jadi sadar bahwa gue punya banyak salah sama orang-orang. Makanya gue memanfaatkan blog ini sebagai kesempatan untuk MINTA MAAF sebesar-besarnya. Sebesar lapangan bola di Taman Sari, Jakarta Barat. Mau minta maaf sama siapa? Gue akan kasih jawaban di blog berikutnya, ya! Hehehe… Karena, permintaan maaf kali ini sangatlah sulit untuk diucapkan. Tapi, gue janji kok bakal bahas hal ini secepatnya. Subscribe dan tungguin terus, ya, kelanjutannya!

Akhir kata, Kak Uung ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah meluangkan waktu untuk membaca blog ini. Nih gue kasih bonus beberapa foto acara kemarin. Hahaha…

Processed with VSCOcam with kk2 preset

Jika kamu berencana main ke Bandung, kamu bisa booking hotel murah lewat pegipegi.com!

CARI HOTEL MURAH DI BANDUNG

Foto: Dok. Mariska

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy