FacebookTwitter
Page 1 of 11

Permintaan Maaf dari Mariska Tracy – Part 2

By on Jan 30, 2016 in Diary

Kemarin kan gue pernah bikin blog soal permintaan maaf. Nah, di blog itu kan gue janji mau bikin lanjutannya. Kalian dari kemarin sudah kepo berat kan pengin tahu gue mau minta maaf sama siapa? Hahaha… Meskipun Hari Raya Lebaran masih lama banget, tapi gue ikhlas kok kalau minta maafnya sekarang aja. Karena, gue sudah melukai banyak merk yang tadinya nggak bisa gue sebutin satu per satu. Soalnya, zaman sekarang serba salah banget kalau harus sebut merk. Bisa-bisa nanti malah di-bully lagi. Pertama-tama, gue pengin ucapin maaf ke sebuah KAMPUS tercinta, yaitu kampus Kwik Kian Gue Business School (IBII) yang beberapa hari lalu mengalami musibah kebakaran. Gue merasa bersalah karena nggak bisa bantu memadamkan api di sana. Soalnya harus kerja. Hiksss…  Coba kalau gue ada di sana, pasti kebakaran nggak akan terjadi karena api takut sama gue. Muka gue kan serem. Kayak setan Cina. Tapi, keesokan harinya pas weekend, gue sempat mampir ke sana kok buat lihat keadaan. Untungnya sih, kampus gue masih terlihat baik-baik aja. Nggak tahu deh gimana dalamnya. Gue juga mau minta maaf sama Adisti karena gue sempat kesal sama dia! Abisnya gue mau pesan shampoo kering sama dia, eh shampoo-nya malah abis! Kan rese. Minta dimakan banget lo, Kak! Tak lupa meminta maaf kepada Kak Cumi di kantor karena gue suka ngata-ngatain dia jomlo. Eh, itu bukan typo, ya! Emang bener tulisannya kayak begitu. JOMLO. Cek deh, di KBBI. Pengin minta maaf sama Ariel karena gue suka ketawain dia. Soalnya, dia sebut ‘kol goreng’ jadi ‘kubis goreng’. Sebenarnya artinya sama aja, sih. Cuma gue suka geli sama orang yang anti mainstream-nya kelewatan kayak dia. Mau minta maaf sama Kak Any juga karena belum sempat kirim naskah buku ketiga sampe lengkap. Abis si Anu, tuh, nggak bisa ditemuin. Sebel. Minta digigit. Mohon ampun juga sama Kak Peggy...

Endorphin: Kafe di Kemanggisan dengan Harga Mahasiswa

By on Jan 27, 2016 in Diary, Food Porn

Beberapa waktu lalu, gue, Peggy, dan Kak RG mampir ke kafe Cik Selphie Usagi buat review makanan di sana. Kebetulan banget, letak kafenya di Kemanggisan dan dekat sama kantor gue (Kebon Jeruk). Meskipun gue sudah jadi preman di kawasan Kebon Jeruk, tapi jujur aja gue kurang menguasai jalan di Kebon Jeruk, Kemanggisan, dan sekitarnya. Kalau kata Cik Selphie, kafenya dekat banget sama kampus BiNus. Waktu gue dengar kampus BiNus, gue langsung tercengang, padahal gue nggak pernah kuliah di sana. Gue langsung sadar kenapa gue tercengang. Soalnya… ehmm, bilang nggak, ya? OH, YA! Soalnya, hopeng gue si Alen dulu kuliah di sana! Gue baru inget! Hahaha… Dan ngomong-ngomong soal jalan Kemanggisan, dulu gue pernah datang ke sebuah acara di sana. Acaranya busyet deh, super duper “keren” cekalih. Di sana gue di-service dengan sangat baik. Sampai-sampai gue ketagihan isi acara di sana. Soalnya gatel pengin bully-bully acaranya lagi! Eh, ngapain gue ngomong ngelantur kayak begini, ya? Balik lagi deh ke topik kafe Cik Selphie yang namanya Endorphin. Kafe ini dibilang baru juga nggak sih, soalnya sebelumnya sudah ada Endorphin Caffeine Bar di Tanjung Duren, Jakarta Barat yang menyediakan aneka kopi. Bulan Desember 2015 kemarin, mereka buka cabang lagi di Kemanggisan dengan Endorphin Eatery & Brew yang nggak cuma jualan kopi, tapi juga jualan berbagai macam makanan dan minuman dengan konsep eastern dan western yang cocok untuk anak muda. Tempat dan dekorasinya juga anak muda banget. Cocok banget buat makan enak sekaligus nongkrong! Apalagi di sana juga ada fasilitas Wi-Fi gratis. Jadi, kafe ini memang konsepnya Jakarta Selatan banget, meskipun lokasinya di Jakarta Barat. Kelihatan dari tempat dan menu-menu yang ditawarkan. Tapi, harganya super terjangkau. Harga mahasiswa banget! Lalu, makanan dan minuman apa aja yang kami pesan? 1. Macaroni Blackpaper Mushroom     Bisa dibilang, ini adalah menu yang cocok untuk vegetarian soalnya nggak mengandung daging sama sekali. Hidangan ini...

Enoshima: Kuliner Bandung Super Laknat

By on Jan 23, 2016 in Diary, Food Porn

Sudah dengar kan kisah gue jadi pembicara di The Pink Road Show dengan tema “The Blessings of Being Single”? Abis kelar dari acara itu, gue, Maeya, dan kawan-kawan mampir ke restonya sepupu Maeya. Nama restonya Enoshima. Namanya kok berbau Jepang, ya? Tentu. Soalnya, kata “Enoshima” sendiri berasal nama pulau kecil yang terletak di Kanagawa, sebelah selatan Tokyo yang terhubung oleh jembatan sepanjang 600 meter. Penduduk Tokyo dan Yokohama yang sudah merasa penat dengan kesibukan mereka, gedung-gedung pencakar langit, dan kemacetan, biasanya mereka singgah ke Enoshima yang memiliki suasana mirip Hawaii. Jadi, kalau kalian makan di Enoshima, kalian bakal merasa sedang makan di Hawaii dengan menu istimewa. Gue suka sih interior dan suasana di sana. Tempatnya instagenic banget, cozy, dan homy. Waktu kami dijamu di sana, Maeya kasih makanan banyak banget! Gue sampai nggak bisa berkata apa-apa. Hahaha… Cuma bisa bilang, “LAKNAT” banget nih menu! Sudah enak, banyak pula! Apa aja yang gue makan di sana? 1. Enoshima Big Breaky (Rp 50 Ribu)   Ini adalah menu breakfast paling best seller di Enoshima. Kalian bisa merasakan menu breakfast ala raja dan ratu jika memesan menu ini karena isinya lengkap. Ada sosis, ham, roti, baked bean, kentang, coleslaw, dan telur setengah matang. Telor setengah matangnya meleleh di mulut ketika dimakan. Cocok dimakan bersama rotinya yang agak keras karena dipanggang. Bahan-bahan lainnya seperti sosis, baked bean, kentang, dan coleslaw-nya juga turut bikin menu ini makin terasa yummy! Menu breakfast ini sangat mengenyangkan. Jika kamu nggak mau makan pagi terlalu banyak, kamu bisa bagi dua dengan teman kalian.   2. Combo Platter (Rp 45 Ribu)   Pengin makan camilan yang super lengkap? Kalian bisa mencoba menu combo platter yang best seller ini! Isinya ada sayap ayam, jamur, poprock chicken, dan kentang goreng. Sayap ayamnya nggak cuma digoreng seperti biasanya tapi juga dilumuri saos...

Permintaan Maaf dari Mariska Tracy

By on Jan 22, 2016 in Diary

Sesuai janji Kak Uung, kali ini gue mau bahas kenapa gue harus minta maaf dari hati yang terdalam. Sebelumnya, gue pengin ceritain dulu soal latar belakang masalahnya yang cukup panjang. Gue ceritain latar belakangnya supaya kalian tahu bahwa gue benar-benar tulus. Tulus di sini beda banget sama bapak Tulus yang biasa menyanyikan lagu “Teman Hidup”. Okelah langsung aja gue bahas satu per satu dengan banyak cerita yang saling berhubungan. Sabtu, 16 Januari 2016 kemarin di Gramedia, Trans Studio Mal Bandung, gue diundang sama hopeng gue, cik Maeya Zee buat jadi pembicara di The Pink Road Show dengan tema “The Blessings of Being Single”. Sekalian promo buku Maeya yang baru dirilis judulnya Thirty One Guys Thirty One Lessons. Jadi, di buku itu, kita bakal belajar mengenali dan merasakan 31 cowok. Seperti apa bentuknya, aromanya, hingga kebusukannya. Gue berangkat ke Bandung hari Jumat malam naik travel Day Trans (nggak salah kan nyebut merk di sini? Nanti di-bully lagi. Ups!) dari Lippo Mal Puri pukul 20.00 WIB. Malam banget, ya, Bray! Maklum deh, gue kan harus kerja dulu. Malam itu, sambil nunggu jam berangkat tiba, gue sempat ngopi-ngopi cantik di Starbucks pesan caramel macchiato. Ya ampun, kok gue sebut merk lagi, ya? Gue takut banget di-bully, nih. Kemarin aja gue sudah menyamarkan merk, tapi tetap aja di-bully. Sedih, deh. Karena gue berangkatnya di malam Sabtu, jadi jalanan ke Bandung itu macetnya laknat banget! Meskipun sudah minum kopi di tempat mahal, tapi tetap aja gue nggak bisa menahan rasa kantuk yang bergelora dalam jiwa. Untung aja gue duduk di belakang dan mengambil jatah kursi 4 orang di mobil travel, jadi gue bisa tidur selonjoran, deh. Sudah tidur selonjoran berkali-kali sampai ileran, pas bangun belum nyampe juga! Berkali-kali lihat hape, terus chat sama Kak RG dan beberapa teman, tapi nggak bisa sering-sering soalnya kondisi baterai...

Selamat Tahun Baru 2016!

By on Jan 11, 2016 in Diary

Mungkin ini adalah blog paling telat sepanjang jalan kenangan soalnya tahun baruannya kapan, nge-blognya kapan. Ibaratnya, sunatannya kemarin, dipestainnya lima bulan kemudian. Soalnya gue sibuk banget, sih, Bray. Gue khawatir kalau gue kebanyakan ngeblog, gue bakal kena tipes. Kan gue masih peduli sama kesehatan gue. Gue ngeblog soal Tahun Baru 2016 karena nggak afdol aja rasanya kalau tahun baru, tapi nggak malah nggak ngeblog apa-apa. Gue kan anaknya kekinian banget! Ya, meskipun isi blognya cuma kayak sampah. Okelah mari kita mulai aja. Sebelumnya, gue mau flashback soal resolusi 2015 gue yang lancar jaya. Eh, beneran deh, semua resolusi gue di tahun 2015 kemarin berhasil gue capai. Sebelumnya kan gue pernah bikin soal Resolusi Kak Uung di Tahun 2015. Nah, kalian klik deh link-nya terus baca isinya! Hebat, ya, Kak Uung berhasil mencapai semua hal yang ia inginkan. Hahaha… Isinya emang nggak ada yang bener kayaknya. Emang isinya nggak penting semua, sih. Tapi, di balik semua itu, gue merasa bahwa keputusan gue yang paling berani di tahun 2015 kemarin adalah keputusan gue buat resign dari kantor yang sudah gue tempati selama lima tahun. Keputusan itu adalah keputusan yang bisa dibilang nggak mudah untuk dilakukan karena bisa dibilang tempat itu adalah zona nyaman yang nggak berani gue tinggalin. Dari setahun sebelumnya, gue sudah punya keinginan ke arah sana, tapi gue masih nggak berani. Nah, tahun 2015 kemarinlah keberanian gue baru terkumpul. Bisa dibayangin nggak sih, kalau gue masih nggak punya keberanian buat resign? Mungkin aja gue nggak bisa dapetin apa yang gue dapetin sekarang. Kalau waktu itu nggak berani resign, nggak mungkin sekarang bisa kerja di pegipegi.com. Emang sih tadinya nggak mau kerja kantoran lagi karena mau fokus nulis buku di rumah. Tapi, kalau tawarannya menarik kenapa nggak? Kalau dengan kerja di pegipegi gue jadi punya banyak pengalaman seru kan, nantinya...

Page 1 of 11
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy