FacebookTwitter
Page 1 of 212

Review Bioderma Sensibio H2O

By on Dec 29, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Kalau kalian udah baca blog gue yang judulnya Review Kose Sekkisei Clear Whitening Mask & Lotion, kalian pasti tahu bahwa gue sudah lakuin skin check dan hasilnya mengenaskan. Kulit gue banyak sel kulit mati yang menumpuk karena cuma cuci muka pakai face wash tanpa cleanser. Makanya kali ini gue bela-belain beli cleanser yang lagi ngetren dan diomongin banget, yaitu Bioderma. Cleanser Bioderma ada beberapa macam dan yang gue pakai adalah Bioderma Sensibio H2O untuk kulit sensitif. Sebenarnya kulit gue dibilang sensitif banget sih nggak. Tapi, dibilang agak sensitif juga iya. Kadang gampang jerawatan kalau kena produk aneh-aneh. Dan gue naksir berat sama produk ini karena nggak mengandung alkohol, parfum, dan bahan dasarnya air, jadi nggak perlu bilas-bilas. Kalau nggak percaya, cium aja baunya. Nggak bau alkohol atau zat aneh-aneh. Kalau yang varian lain sih, ada pakai parfum, tapi cuma sedikit kok. Dahsyatnya adalah cleanser ini sangat menghemat waktu dan memudahkan hidup. Nggak perlu sabunan dulu atau bilas sesudah pakai cleanser ini. Banyak cewek yang sudah coba dan mereka mengaku sudah nggak pernah cuci muka pakai sabun lagi setelah pake Bioderma. Gue juga pernah dengar soal penggunaan sabun muka yang sebenarnya kurang baik untuk kesehatan kulit, sih. Jadi, pakai Bioderma merupakan pilihan yang tepat. Gue pun mencoba melakukan esksperimen dengan olesin eyeliner tebal di tangan lalu hapus dengan kapas yang sudah dituang Bioderma. Before After Nah, mantep banget kan hasilnya! Biasanya kan kalau kita mau hilangin eyeliner di mata susah banget, tuh! Nah ini tinggal oles sekali, eyeliner-nya langsung pindah ke kapas. Tangan gue sama sekali nggak ada bekas hitamnya. Dan, produk ini aman banget buat bersihin area mata yang di-makeup. Selama ini, gue juga mengira bahwa kalau kita sudah cuci muka pakai face wash, wajah pasti sudah bersih sempurna. Eh, ternyata itu salah, lho. Face wash nggak membersihkan wajah...

Review Kose Sekkisei Clear Whitening Mask & Lotion

By on Dec 28, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

12 Desember 2015 kemarin, gue dapat undangan acara Girls Day Out dari Kose Indonesia di hotel Holiday Inn, Emporium Mal Pluit, Jakarta bareng salah satu beauty blogger Indonesia, Jean Milka. Acara tersebut bertema ‘Japanese Lifestyle for Beautiful Skin’. Makanya di sana, kita diajarin gimana caranya merawat kulit ala cewek-cewek Jepang dengan produk Kose. Sebelum acara dimulai, kita bisa lakuin skin check. Buat ngecek apakah kulit kita mulus atau kayak jalanan rusak. Karena penasaran sudah lama nggak pernah ngecek kulit pakai alat canggih, gue pun mencoba skin check sambil berdoa supaya hasilnya bagus. Setelah diterawang, gue jadi tahu dosa-dosa apa aja yang sudah gue perbuat pada kulit gue. Yaitu, gue nggak pernah pakai cleanser, saudara-saudara. Hampir setiap hari, gue cuci muka langsung pakai face wash, tanpa pakai cleanser. Yang bikin gue malas pakai cleanser adalah kadang di cleanser ada alkoholnya, jadi gue takut pakai cleanser. Padahal udah beli olive oil buat dijadikan cleanser. Tapi, tetap aja sering lupa. Lagian, gue nggak betah juga sih waktu pakai olive oil sebagai cleanser karena berminyak banget. Alhasil, kulit gue jadi banyak sel kulit matinya. Beberapa minggu ini gue juga sadar bahwa gue sering lupa scrubbing kulit wajah. Nggak heran sel kulit mati jadi numpuk kayak begini. Kalau diterawang lebih dalam, hasilnya kayak begini. Kayak gambar gledek, ya! Tapi, itu bukan gledek, tapi kulit gue yang banyak komedo. Soalnya gue udah lama nggak scrubbing pakai odol dan garam buat hilangin komedo. Jadi, kalau kulit kita banyak sel kulit mati, bakal muncul banyak komedo, kusam, jerawat, dan kalau pakai bedak, bedaknya nggak bakal nempel di kulit. Selain itu, bikin skin care yang kita pakai jadi percuma. Skin care yang kita pakai nggak bakal menyerap di kulit dan cuma jadi kotoran yang menumpuk. Buang-buang duit banget, kan! Untuk mengatasi hal itu, kita harus rajin pakai cleanser....

Hidup Baru Gue di pegipegi.com

By on Dec 26, 2015 in Diary

Waktu bikin blog soal Makan Sehat di Pecel Lele Permata Mubarok, gue kan janji mau cerita tentang kantor baru gue pegipegi.com. Telat banget baru cerita sekarang, padahal gue udah ngantor sejak 10 Desember 2015 kemarin. Hahaha… Maklum Kak, namanya juga baru penyesuaian, jadi baru bisa bikin blog pas liburan kayak begini. Pertama-tama, gue jelasin dulu kali, ya, apa itu pegipegi.com. Pegipegi adalah online travel agent (OTA) yang melakukan seluruh kegiatannya melalui online. Jenis Travel Agent ini menyediakan layanan reservasi online yang dibutuhkan seseorang dalam melakukan perjalanan, yaitu tiket pesawat dan hotel. Pesannya mudah banget. Tinggal buka laptop atau hape, tanpa perlu repot-repot menelepon travel agent. Yang bikin gue kagum adalah harganya murah-murah, Coy! Biaya menginap di hotel bisa didapat dengan harga di bawah Rp 100 ribu! Lah, biasanya kalau kita sekali main ke mal aja, per orang bisa habis Rp 200 ribu! Gue jadi mikir, abis ini kayaknya gue bakal lebih sering main ke hotel daripada mal. Hahaha… Tiket pesawat juga begitu. Murah meriah. Kalian bisa terbang ratusan kali dalam sebulan nggak pake bohong. Mendingan langsung aja cek ke TKP. Cusss… Gue juga mau cerita, kenapa gue mau kerja kantoran lagi. Padahal kemarin bilangnya mau fokus nulis buku aja, jadi pengusaha atau raja minyak. Begini ceritanya, Kak. Buku ketiga gue kan udah mau jadi. Tinggal tunggu ketemuan sekali sama narasumber gue, abis itu ketik dikit, langsung jadi. Gue pikir, nggak ada salahnya juga sambil coba kerja kantoran lagi asal kerjaannya gue suka, ada tantangan baru, dan gaji nggak berada di bawah garis kemiskinan. Sekarang ini, perusahaan start up (perusahaan rintisan) lagi berkembang banget. Banyak yang berlomba-lomba bikin start up. Gue merasa rugi kalau nggak ikutin “tren” tersebut. Apalagi, ide kita bakal lebih didengar kalau kerja di start up dibandingkan dengan kerja di perusahaan yang udah berdiri selama puluhan tahun...

Makan Sehat di Pecel Lele Permata Mubarok

By on Dec 20, 2015 in Diary, Food Porn

Sudah lama Kak Uung nggak ngeblog soalnya sejak tanggal 10 Desember 2015 kemarin, gue resmi bekerja di pegipegi.com sebagai Content Writer. Cerita soal kantor baru gue itu bakal gue ceritain di blog selanjutnya, ya. Saking lamanya nggak buka blog ini, pas gue buka akun WordPress gue, gue bingung dong kenapa nggak kebuka-buka. Lah, ternyata gue salah masukin password. Yang gue masukin ke WordPress blog ini adalah password gue di blog pegipegi. Duh, rasanya pengin jedotin jidat gue ke tembok biar sembuh penyakit lupanya. Okelah, gue pengin cerita di sini soal  pengalaman kuliner gue beberapa hari yang lalu. Waktu bikin blog di pegipegi.com soal 5 Nasi Uduk di Jakarta yang Nggak Pernah Sepi, gue jadi terinspirasi buat ke Pecel Lele Permata Mubarok di Puri Indah. Karena letaknya nggak jauh dari kantor gue (Kebun Jeruk). Gue pun mengajak teman kantor gue, si Peggy yang nggak suka pake beha. Peggy pun setuju. Lalu berangkatlah kami ke sana pas hari Kamis, 17 Desember. Padahal esok harinya ada rapat mingguan di kantor. Gue dan Peggy belum bikin laporan buat presentasi hasil kerjaan selama seminggu dan belum bikin presentasi perkenalan diri. Itulah namanya anak gahul Jakarta. Capek, banyak kerjaan, tapi tetap gahul dan suka keluyuran di malam hari. Duilehh… Gue ke sana diboncengin Peggy pake motornya yang dudukannya empuk banget dan lebar. Kata Peggy, motornya emang didesain buat cewek-cewek berpantat lebar. Peggy bukan cuma jago soal milih makanan dan makan, tapi dia juga jago soal milih motor yang tempat duduknya super enak! Udah pake bantuan aplikasi Waze supaya nggak nyasar, tapi tetep aja nyasar. Maklumlah namanya juga buta jalan dan nggak bisa baca peta. Sesampainya di sana, barulah kami sadar ternyata ada jalan yang lebih cepat menuju TKP. Sialan juga Mbak-mbak di Waze Kasih jalan kok yang ribet. Karena tempatnya sangat fenomenal di kalangan anak...

Review ColourPop Lippie Stix

By on Dec 7, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Gue lagi suka banget pake lipstik yang warnanya “nggak etis”. Biar kalau jalan di mal, semua orang yang lihat pada kaget terus jaw drop. Terutama ibu-ibu yang cuma menganggap bahwa warna lipstik yang pantas cuma merah atau pink. Makanya gue beli Colourpop Lippie Stix warna Charm. Kalau kardusnya dibuka, bentuknya jadi seperti ini. Kalau bawahnya diputer, lipstiknya bakal nongol. Warna jenis Charm ini hijau kayak toska atau mint gitu, deh. Pas dioles ke bibir, bakal bikin muka kita jadi ajaib. Kalau kata orang-orang kayak abis keracunan makanan atau digigit tomcat. Hahaha… Bodoh amat deh kalau pada bilang aneh atau gimana. Yang penting gue suka dan pede pas pake lipstik ini. Hahaha… Dan kayaknya, lipstik kayak begini bakal lebih yahud kalau dicampur sama warna lain dan dibikin ombre. Gue belum sempet coba, sih. Nanti deh kapan-kapan! Setelah Kak Uung digigit tomcat, eh pake lipstik warna hijau cetar membahana seperti ini, gue pun bikin kesimpulan, yaitu: Kelebihan: (+) Packagingnya bagus. (+) Harganya lumayan terjangkau di tengah persaingan lipstik seharga gopekceng. Harganya Rp125 ribu (tergantung beli di online shop mana, sih). (+) Warnanya gue suka. Kalau kalian nggak suka, bodoh amat! Hahaha… Kekurangan: (-) Kudu dioles berkali-kali supaya nggak pucat warnanya. (-) Kurang waterproof. Kalau makan atau minum jadi cepat pudar. Kalau mau cakep terus-terusan harus rela tahan lapar dan haus. Foto: Dok....

Page 1 of 212
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy