FacebookTwitter

Pentingkah Keperawanan Itu?

By on Nov 11, 2015 in Diary

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Belakangan ini, gue sering main Ask.fm dan follow lumayan banyak seleb Ask. Seleb-seleb itu dapet pertanyaan banyak banget dari orang-orang yang nggak munculin nama (anonymous). Karena enak bisa pake fitur anon, mereka bisa tanya sepuasnya. Bahkan, tanya-tanya soal hal tabu pun nggak sungkan. Ada salah satu bahan obrolan yang suka ditanyain anon, yaitu soal keperawanan. Mereka tanyanya macam-macam kayak:

Kak, masih perawan nggak?

Kak, apa rasanya ML (making love)?

Kak, kapan pertama kali melepas keperawanan?

Sebelum nikah udah nggak perawan, ya?

Kalau kamu punya pacar ternyata dia nggak perawan, kamu tinggalin nggak?

Kak, cewek gue udah nggak perawan. Gue harus gimana?

Cewek yang udah nggak perawan kayak barang bekas nggak menurut Kakak?

mariskatracy-rockGue rasa nggak cuma di Ask.fm aja yang bahas soal keperawanan, tapi di berbagai forum pun gue rasa udah banyak dibahas. Gue pun jadi pengin ikutan bahas. Setelah bertapa selama bertahun-tahun, akhirnya gue memberanikan diri buat bahas ginian. Yang pertama soal tanya keperawanan cewek. Menurut gue, nggak etis banget kalau kita tanya-tanya soal keperawanan seseorang. Jangankan tanya ke orang nggak dikenal kayak di Ask.fm, tanya ke temen deket aja menurut gue nggak sopan. Kalau mau ditampar, coba aja tanya ke cewek yang baru kalian kenal ‘Halo namanya siapa? Masih perawan nggak?’.

Seumur-umur, gue nggak pernah tanya ke temen-temen deket gue, dia masih perawan atau nggak. Karena keperawanan itu adalah privasi setiap orang. Hal itu adalah urusan dia sama Tuhan. Saking privasinya, kata orang sih, kita jadi nggak bisa bedain mana cewek yang masih perawan sama yang udah nggak perawan. Keluar darah atau nggak pas malam pertama bukanlah patokan yang tepat. Soalnya, selaput dara itu bisa robek karena olahraga berat atau kecelakaan. Dan ada juga cewek yang selaput darahnya elastis, nggak gampang robek.

Lagian, buat apa kalian tau soal identitas selaput dara seorang cewek? Toh, hal itu juga nggak berpengaruh apa-apa buat hidup kalian. Nggak akan bikin kalian jadi kaya atau lebih baik. Dan jika kalian tahu seseorang itu nggak perawan, apakah berarti hidupnya lebih buruk daripada kalian yang masih perawan?

Belum tentu, Bray! Baik atau nggaknya kalian dan seperti apa kualitas kalian sama sekali nggak dipengaruhi sama selaput dara dan nggak bergantung dari keluarnya darah saat melakukan malam pertama. Ada kok cewek yang masih perawan, tapi kelakuannya nggak baik dan ada juga cewek yang udah nggak perawan, tapi kelakuannya malah lebih baik daripada yang perawan.

Gue bilang kayak begitu bukan berarti keperawanan sama sekali nggak penting. Keperawanan penting karena hal itu harus dikasih ke satu orang yang paling kalian cinta, yaitu suami kalian. Apalagi di zaman sekarang, sex itu bisa didapatkan dengan mudah dan itu bikin cewek perawan jadi barang langka. Kalau misalnya kalian bisa pertahanin keperawanan buat satu orang yang bener-bener tepat, tentu aja itu bakal jadi sesuatu yang luar biasa. Pasangan kalian pasti bakal bangga juga.

Kata Adisti, temen gue yang udah nikah, lepasin keperawanan itu sakit banget.

“Gue sampe teriak-teriak waktu malam pertama, Ung. Nggak enak banget rasanya. Makanya, kalau belum nikah dan pengin “macem-macem” mending dipikir dulu, deh. Gue nggak kebayang cewek-cewek yang udah terbiasa jual diri. Mereka mungkin pertama kali lakuin itu sama cowok yang mereka nggak cinta sama sekali. Pake cinta aja sakit. Gimana kalau nggak ada cinta sama sekali.” Kira-kira begitu kata kak Adisti dan gue cuma angguk-anggukin kepala karena baru ngerti soal beginian.

mariskatracy-rockBanyak faktor yang bikin cewek kehilangan keperawanan. Salah satunya yang tadi gue bilang, bisa karena olahraga berat atau kecelakaan. Bisa karena pernah diperkosa, bisa juga karena pernah dibego-begoin cowok pas remaja terus ditinggal, ada juga yang melepas keperawanan karena cinta sama pacarnya, dan alasan-alasan lainnya.

Orang sering bilang, kalau keperawanan hilang karena olahraga berat atau diperkosa sih nggak masalah. Itu kan bukan salah si cewek. Yang jadi masalah itu kalau emang ceweknya gatel, mau-mau aja ML sama pacar sebelum nikah atau karena jadi jablay. Menurut gue sih, semua orang punya masa lalu. Nggak semua orang masa lalunya baik. Kadang, banyak juga buruknya. Semua orang juga pernah lakuin kesalahan di masa lalu. Bisa aja setelah belajar dari banyak pengalaman, cewek itu bertobat dan nggak lakuin kesalahan yang sama. Jadi, nggak etis aja kalau kita menilai cewek baik atau nggaknya cuma dari selaput dara.

Kalau misalnya kualitas cewek bisa dinilai dari keperawanan, seharusnya cowok juga begitu. Cowok juga perlu dicek soal keperjakaannya biar adil. Selama ini kan cuma keperawanan yang bisa dites di dokter. Sedangkan keperjakaan cowok, mana ada tesnya? Cowok mah biarpun dia sering main ke Alexis, tapi ngaku masih perjaka ke semua orang, gue rasa masih bisa dipercaya karena nggak bisa dites.

Lalu salah nggak kalau ada cowok yang cuma pengin nikah sama cewek yang masih perawan? Menurut gue itu adalah hak masing-masing orang. Kalau emang pengin dapetin cewek yang masih perawan, berarti cowok itu juga harus jaga keperjakaannya supaya adil. Kalau sendirinya udah nggak perjaka, suka main cewek di mana-mana, setiap hari nonton bokep, terus malah suka nge-judge cewek yang udah nggak perawan dan cuma mau sama cewek perawan, berarti nggak tau diri. Hal ini juga berlaku sebaliknya buat cewek, kalau menurut gue.

Buat cewek yang udah nggak perawan, nggak perlu kuatir karena di luar sana masih banyak kok cowok yang mau terima masa lalu cewek apa adanya. Cowok yang nggak cuma memandang cewek dari selaput dara atau selangkangan, tapi cowok itu bisa melihat kualitas kalian dari sisi yang lain. Karena kalau emang mau nikah sama seseorang, berarti kita juga harus menikahi masa lalunya. Kalau kata orang sih, buat apa melepas seseorang yang udah cocok banget cuma karena dia udah nggak perawan?

Tapi, jangan mentang-mentang kalian udah terlanjur nggak perawan, terus kalian seenaknya aja ML sama semua cowok. Cewek baik itu bukan karena nggak pernah melakukan kesalahan di masa lalu, tapi yang bisa bertindak bijak, belajar dari masa lalu, dan nggak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Udah pernah dibego-begoin sekali, ya udah jangan sampe terulang lagi.

Dan gue nggak setuju kalau cewek itu disamain kayak barang. Nggak perawan bukan berarti kayak barang bekas. Kalau ada cowok yang nggak mau terima kalian karena kalian udah nggak perawan dan menyamakan kalian sama barang bekas, mendingan ditinggal aja. Yang salah bukan kalian karena kalian udah jujur. Mendingan cari cowok lain yang menganggap kalian berharga, bukan yang menganggap kalian kayak barang.

mariskatracy-rockSegitu aja sih ocehan kak Uung kali ini. Kalau menurut kalian gimana? Coba sharing di bawah, ya! Btw, Ask.fm gue lagi sepi, nih. Pada bikin dan kasih pertanyaan dong ke gue. Atau kalau mau sharing hal ini di sana pake fitur anonymous juga boleh! Capcus, ya, ke ask.fm/mariskatracy. Hahaha…

Foto: Dok. Mariska

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy