FacebookTwitter
Page 2 of 212

Review Color In Liquid Lips Etude House

By on Oct 9, 2015 in Beauty, Diary, Review Produk

Salah satu warna lipstik yang gue suka adalah oranye. Kemarin, gue sempat pesan lipstik oranye merk Etude House di salah satu online shop. Pesannya di online shop supaya harganya jauh lebih murah. Bisa beda sampe setengah harga, Cuy! Dasar Cina! Jenis lipstik yang gue pesan adalah Color In Liquid Lips seri OR205. Kayak biasanya, beauty product dari Etude House packaging-nya selalu menarik. Gue nggak nyangka, lho, bakal ada kardusnya! Kalau dalamnya, bentuknya kayak begini. Judulnya lipstik cair, tapi bentuknya kok kayak lipstik batangan? Ternyata bagian bawahnya masih bisa dibuka dan di dalamnya ada kuas! Ucul, ya! Abis itu tinggal diolesin ke bibir deh, lipstiknya! Hasilnya jadi kayak begini di bibir. Yang foto kedua itu adalah hasil jepretan @ronnymotret saingan @riomotret, fotografer terkenal di Instagram yang udah sering fotoin seleb-seleb. Siapakah @ronnymotret? Nanti bakal gue ceritain di blog ini, deh! Btw, gue suka sama hasil pulasan oranye di bibir gue. Meskipun lipstiknya cair, tapi hasilnya nggak se-glossy kayak pake lip gloss. Masih terlihat agak matte. Warna oranyenya juga sweet dan ucul! Dan tiba saatnya Kak Uung membuat kesimpulan tentang beauty product Korea ini. Kelebihan: (+) Packaging-nya ucul. (+) Warnanya bagus. (+) Harganya lumayan terjangkau karena belinya di online shop. @ Rp115 ribu. Belinya di Instagram mybeautywonder. Kekurangan: (-) Kadang lipstiknya gampang nempel di gigi. (-) Warnanya nggak tahan lama. Kalau makannya brutal cepet pudar. Foto: Mariska, @ronnymotret...

Tunion: Fresh Home Made Tuna Spread

By on Oct 9, 2015 in Diary, Food Porn

Kata orang, kadang rasa suka itu muncul tanpa alasan. Kayak rasa suka gue sama tuna. Gue nggak bisa jawab kenapa gue suka sama tuna. Ya, emang suka aja. Dengan kata lain, emang gue aja yang rakus. Apa pun yang namanya makanan, gue pasti suka asal enak. Nah, kebetulan banget temen gue yang namanya Adisti Daramutia yang hobi nulis di laman www.krilianeh.com baru aja memulai usaha penjualan home made tuna. Home made tunanya dikasih nama Tunion. Akhirnya, gue berinisiatif buat pesan Tunion sama Kak Adisti melalui abang Gojek dan datanglah abang Gojek ke rumah gue dengan mengantar 2 jar Tunion. Sesuai dengan tagline-nya ‘Fresh Home Made Tuna Spread for Your Healthy Living’, Tunion menggunakan bahan-bahan yang segar seperti tuna, bawang, seledri, lemon, garam, dan merica. Untuk menjaga kesegarannya, Tunion dibuat pas lagi ada permintaan, bukan dengan cara dibuat banyak-banyak terus disimpan dalam jangka waktu yang lama. Jadi, kalau emang mau pesan sama Kak Adisti, ngomongnya 2 hari sebelumnya aja supaya doi bisa siapin bahan-bahannya. Selain enak dan segar ketika dimakan, ikan tuna juga banyak manfaatnya, yaitu sebagai sumber protein, mencegah stroke, mencegah tekanan darah makin tinggi, menurunkan kadar trigliserida, menjaga kesehatan jantung, mencegah obesitas, menambah kekebalan tubuh, dan mencengah kanker. Pas gue buka tutup jar-nya, gue suka banget sama aroma tunanya yang fresh dan nggak amis. Aroma sayurannya dan lemonnya juga kecium banget! Cara makannya gimana, Sis? Bisa dimakan langsung, digadoin sama roti sandwich, sushi roll, salad, dan lain-lain. Mau pake nasi juga boleh. Kalau kemarin itu, gue makannya diolesin ke roti tawar. Kalau buat yang lagi diet sih, lebih bagus pake roti tawar gandum ketimbang pake roti tawar putih kayak begini. Katanya kan roti putih jahat kayak bapak tiri dan nggak baik untuk kesehatan kalau dimakan terlalu banyak. Karena gue nggak punya roti gandum, ya udahlah roti putih pun...

Menghilangkan Komedo dengan Garam dan Pasta Gigi

By on Oct 9, 2015 in Beauty, Diary

Komedo adalah makhluk menjijikan yang menumpang hidup pada kulit manusia, terutama di area wajah yang berminyak, seperti jidat, hidung, dan dagu. Biasanya berwarna hitam (blackhead) yang terlihat kayak pori-pori membesar dan menghitam. Terjadi ketika pori-pori membesar dan terbuka ke permukaan kulit dan ke kelenjar minyak, lalu teroksidasi oleh udara hingga berubah warna menjadi hitam atau cokelat. Atau bisa juga berwarna putih (whitehead) yang tampak seperti bintik-bintik kecil berwarna putih atau kuning. Komedo jenis ini terjadi ketika minyak dan bakteri terperangkap di bawah permukaan kulit lalu mengeras. Makanya, proses pengangkatan sel kulit mati perlu bingit dilakukan supaya sel kulit mati dan kelenjar minyak pada kulit nggak menumpuk dan berubah jadi komedo. Apalagi buat yang suka pake foundation dan kerja di luar ruangan yang banyak debu dan sering terkena sinar matahari. Biasanya, penghilangan komedo dilakukan dengan menggunakan pore pack, facial di salon atau klinik, atau pencet sendiri di rumah. Nah, kalau pake pore pack nggak pernah berhasil di gue. Lebih gedean upil gue daripada komedo yang diangkat pake pore pack. Dan gue malas banget kalau harus facial karena pada dasarnya gue nggak suka muka gue dipegang-pegang orang lain. Kadang, gue suka pencet sendiri sih di rumah, cuma hasilnya nggak terlalu bersih dan cuma bikin hidung merah-merah. Ternyata, ada salah satu solusi mudah buat menghilangkan komedo di rumah tanpa harus pergi ke tempat facial, yaitu dengan menggunakan garam dan pasta gigi. Yang dibutuhkan cuma 1 sendok teh garam dan 1 sendok teh pasta gigi. Dicampur jadi satu, lalu diolesin ke hidung dan bagian wajah lainnya yang berkomedo. Diamkan selama 5 menit, lalu gosok-gosok bagian wajah tersebut secara perlahan dan bilas sampai bersih dengan air hangat. Setelah bersih, bilas wajah lagi dengan air dingin supaya pori-pori mengecil kembali. Abis itu langsung bersih, Kak! Neh, before-afternya! Klik to enlarge, ya! Keliatan bedanya kan? Yang...

Belajar Menulis Biografi dari Kak Alberthiene Endah

By on Oct 1, 2015 in Diary

Gue udah tau sosok kak Alberthiene Endah (AE)  sejak tahun 2009. Waktu itu, doi bikin buku biografi Krisdayanti berjudul My Life, My Secret. Setelah itu, makin banyak kisah orang terkenal yang doi bukukan dan kak AE jadi penulis buku biografi nomor 1 di Indonesia. Tapi, gue baru tau bahwa doi adalah mantan redaksi di majalah Femina tahun 2010. Ketika itu gue juga baru masuk ke kantor itu, tapi kerjanya di majalah GADIS (yang juga segrup). Begitu tau kak AE pernah kerja di Femina selama 10 tahun, gue jadi ngefans sama doi. Saking ngefans-nya, gue nggak cuma follow Twitternya doi, tapi juga pantengin timeline-nya setiap hari. Abis timeline-nya menarik untuk dikepoin dan di-retweet. Gue bisa ngefans sama doi kayaknya gara-gara kami punya latar belakang dan cita-cita yang hampir sama. Sama kayak kenapa gue ngefans sama Takeru Kobayashi. Sejak itu, gue juga jadi kepikiran buat mengejar cita-cita gue sebagai penulis buku lebih serius dan nggak mau lama-lama kerja di majalah. Tahun 2012, kak AE pernah buka kelas menulis biografi dan kisah nyata di gedung Gramedia. Tentu aja gue nggak melewatkan kesempatan itu dan gue memutuskan untuk jadi peserta. Di workshop itu kak AE curhat kenapa doi nggak mau lama-lama kerja di kantor majalah. Soalnya doi bosan kelamaan nenteng majalah orang lain. Doi lebih bangga kalau bisa nenteng bukunya sendiri. Gue pun makin kagum sama doi dan makin terinspirasi buat nenteng buku sendiri ketimbang nenteng majalah orang lain. Tapi, saat itu gue merasa bahwa belum waktunya gue resign karena masih harus banyak belajar di kantor gue. Doi aja belajar di sana selama 10 tahun. Masa gue kerja baru seumur jagung udah ribut mau keluar? Kak AE juga banyak bukain pikiran gue soal asyiknya menulis buku biografi dan kisah nyata. Sebelumnya kan gue merasa bahwa gue cuma bisa nulis fiksi atau karang-mengarang seperti...

Page 2 of 212
Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy