FacebookTwitter

Bumbu Bali dan Menu Lunch di The Holy Crab Gunawarman

By on Oct 31, 2015 in Diary, Food Porn

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Sebelumnya, gue pernah review Holy Smokes yang merupakan salah satu resto di grup Ersons Food. Sekarang, Ersons Food bikin sesuatu yang baru di restonya yang lain, yaitu The Holy Crab yang terkenal banget dengan hidangan lautnya (kepiting dan udang).

The Holy Crab Gunawarman

The Holy Crab Gunawarman

Sekadar mengingatkan, The Holy Crab didirikan pada Februari 2014 lalu dengan mengusung konsep Louisiana Seafood. Maksudnya, kita bisa makan seafood dengan asyik tanpa pake piring dan alat makan lainnya. Kalau sering main Instagram, pasti bakal sering temuin anak-anak kekinian makan di The Holy Crab pake celemek dari plastik supaya bajunya nggak kecipratan saos kepiting. Saos kepiting yang terkenal di sana adalah Cajun Sauce dan Garlic Pepper Sauce yang punya 4 tingkat kepedasan (mild, medium, spicy, dan holy moly).

Selain tata cara makannya yang unik, The Holy Cran juga menyajikan resto yang cozy, nyaman, bersih, dan luas. Bisa ajak orang se-RT kalau makan di sini.

The Holy Crab Gunawarman

The Holy Crab Gunawarman

The Holy Crab Gunawarman

The Holy Crab Gunawarman

The Holy Crab Gunawarman

The Holy Crab Gunawarman

The Holy Crab Gunawarman

The Holy Crab Gunawarman

The Holy Crab Gunawarman

The Holy Crab Gunawarman

mariskatracy-rockDi menu baru kali ini, mereka mengusung konsep Discovering The Authentic Taste of Bali. Pastinya, bakal bikin kita jadi makin kangen sama makanan laut di Bali beserta bumbu-bumbunya! Duh, jadi pengin pergi ke Bali!

The Holy Crab Gunawarman

Kedua menu khas Bali yang disajikan adalah Blue Crab (Ranjungan) dan River Prawn (Udang Galah).

The Holy Crab Gunawarman

River Prawn (Udang Galah) dan Blue Crab (Ranjungan).

Blue Crab memiliki warna yang berbeda dari kepiting biasanya, yaitu kebiru-biruan dengan bercak putih pada tempurungnya. Dagingnya empuk, padat, proteinnya tinggi, dan rendah lemak. Duh, rasanya pengin makan banyak-banyak! Kayaknya nggak bakal gemuk! Sedangkan River Prawn didatangkan dari Sumatera dan Kalimantan, memiliki ukuran yang besar dibandingkan udang jenis lainnya. Rasanya gurih dan manis.

Kedua menu tersebut bisa dinikmati bersama 2 pilihan bumbu Bali, yaitu Bumbu Genep dan Sambal Matah. Bumbu Genep diracik dengan menggunakan 12 jenis bumbu dan rempah-rempah, sedangkan Sambal Matah menggunakan bawang merah dan cabe rawit sebagai bahan utama dan dipadukan dengan 4 bahan lainnya. Kedua bumbu Bali itu diracik sendiri oleh Albert Wijaya selaku owner dan chef di Ersons Food.

Bumbu baru tersebut terinspirasi oleh budaya kuliner Bali yang eksotik yang digemari oleh penduduk lokal dan turis asing di Bali. Sayangnya, menu dengan bumbu Bali ini cuma tersedia selama 3 bulan di Jakarta. Jikalau kalian masih pengin icip menu dengan bumbu Bali ini, kalian bisa datang ke The Holy Crab Petitenget Bali. Karena, The Holy Crab emang sengaja pengin bikin menu berbumbu Bali ini spesial cuma ada di Bali.

The Holy Crab Gunawarman

River Prawn dengan Sambal Matah.

 

The Holy Crab Gunawarman

Blue Crab dengan Bumbu Genep.

Udangnya beneran gede. Ukurannya hampir sama kayak kepiting. Meskipun ukurannya gede, tapi gue kayaknya bisa abis walaupun dikasih banyak. Soalnya kupasnya gampang, dagingnya empuk, rasanya enak, manis, dan gurih. Kalau kepitingnya, emang agak susah dikupas. Soalnya tempurungnya kan keras. Jadi, perlu pake alat bantu buat pisahin tempurung dan dagingnya. Daging kepitingnya juga enak dan terasa segar.

Kalau udang dan kepiting tersebut dipakein Bumbu Genep atau Sambal Matah jelas lebih enak lagi! Bumbu Genepnya gue suka. Rasanya Indonesia banget karena rempah-rempahnya sangat berasa. Agak pedas dan anget-anget gimana gitu. Abis makan bumbu itu, seolah-olah di kuping gue langsung kedengaran musik Bali. Sambal Matahnya juga enak. Pedasnya pas dan bikin nagih. Rasanya pengin bawa pulang ke rumah banyak-banyak buat digadoin sama nasi goreng besok paginya. Hihihi…

mariskatracy-rockThe Holy Crab juga bikin menu baru, yaitu menu lunch yang hanya bisa dipesan di siang hari. Karena ada menu lunch, terjadi perubahan jam operasional di The Holy Crab Gunawarman. Sebelumnya kan mereka cuma buka di pukul 17.00 – 22.00 WIB (Senin – Kamis) dan 12.00 – 15.00 dan 17.00 – 22.00 WIB (Jumat – Minggu). Sekarang jadi buka setiap hari pukul 12.00 – 15.00 dan 17.00 -22.00 WIB.

Menu lunch-nya antara lain:

1. Mixed Seafood Dirty Rice (Rp55 ribu)

The Holy Crab Gunawarman

Mixed Seafood Dirty Rice

Hidangan tradisional Cajun yang dibuat dari nasi dengan potongan hati ayam dan campuran seafood lainnya. Nama pendeknya sih, nasi goreng seafood. Entah kenapa namanya dibuat “hina” dengan menggunakan kata “dirty”. Kalau suatu saat gue bisa masak nasi goreng, pas ada yang tanya gue lagi ngapain, gue akan menjawab: ‘Lagi masak dirty rice, Kak!’. Biar terdengar seksi gimana gitu. Hehehe…

Menurut gue, ini adalah menu lunch paling enak dan beda dari nasi goreng lainnya. Rasanya pedes mantap dan gue nggak perlu tambahin sambal atau cabe lagi. Rasanya juga Indonesia banget dengan aroma laut yang kental. Tapi, jikalau kalian ingin menambahkan Bumbu Genep atau Sambel Matah di nasi goreng ini boleh-boleh aja, lho! Rasanya dijamin makin enak.

2. Seafood Creole (Shrimp/ Crab) (Shrimp: Rp55 ribu, Crab: Rp70 ribu)

The Holy Crab Gunawarman

Seafood Creole (Shrimp/ Crab)

Nasi dengan Cajun Sauce dan udang atau kepiting. Dibandingin sama dirty rice tadi, nasi yang ini rasanya kalah jauh. Gue lebih berasa kayak makan kari, tapi sausnya berasa lebih tajam dari kari. Nasinya juga dimasak agak lembek gitu. Mungkin itu udah ciri khasnya, tapi gue nggak terlalu suka sama nasi yang lembek.

3. Jambalaya (Rp65 ribu)

The Holy Crab Gunawarman

Jambalaya

Menu khas Louisiana yang dibuat dari nasi, seafood, tomat, dan berbagai rempah. Tekstur nasinya lebih lembek lagi jika dibandingkan sama Seafood Creole tadi. Dan gue nggak terlalu doyan, sih, karena rasanya agak sedikit aneh.

4. Rolls (Shrimp/ Crab) (Shrimp: Rp75 ribu, Crab: Rp95 ribu)

The Holy Crab Gunawarman

Rolls

Ini adalah sandwich udang atau kepiting yang disajikan dengan sup dan Cajun Fries. Selain dirty rice yang tadi, gue juga suka banget sama menu lunch ini. Kapan lagi ngerasain lunch kayak orang bule, pake roti, tapi campur kepiting atau udang! Udah gitu, kalian nggak perlu repot-repot kupas udang atau kepitingnya. Supnya juga mantep! Apalagi kalau dimakannya campur sandwich. Gue juga suka banget sama Cajun Fries-nya! Nagih banget. Sekali makan, jadi pengin coba terus. Nggak usah dikasih saos sambal aja udah enak banget!

5. Crab Cake Burger (Rp145 ribu)

The Holy Crab Gunawarman

Crab Cake Burger

Ini adalah burger kepiting yang disajikan dengan Cajun Fries. Mirip-mirip sama sandwich tadi, sih, cuma menu ini disajikan dengan burger. Gue juga suka sama menu ini karena ada Cajun fries-nya yang aduhai itu dan porsi kepitingnya lebih besar jika dibandingkan yang Rolls. Pantesan harganya lebih mahal.

6. Crispy Fish Burger (Rp75 ribu)

The Holy Crab Gunawarman

Crispy Cake Burger

Burger ikan dori yang disajikan dengan Cajun Fries. Kalau kalian udah bosan sama burger ikan pada umumnya, burger ikan dori ini bisa dijadikan sebagai pilihan untuk makan siang karena rasanya jauh lebih enak.

mariskatracy-rockSelain menu dengan bumbu Bali dan menu lunch, The Holy Crab juga menghadirkan Live King Crab yang cuma ada di outlet Gunawarman. Live King Crab dihadirkan untuk menjawab keinginan pengunjung menyantap seafood premium dengan menyajikan kepiting berukuran besar sekitar 2 kg per ekornya. Jika ingin menikmati Live King Crab, pengunjung harus melakukan pre-order minimal 2 hari sebelumnya.

Harga per kg kepitingnya, bisa mencapai Rp1,5 – 2 juta (tergantung dollar). Harganya emang mahal banget, tapi worth it menurut chef Albert karena kepitingnya harus diimpor dari luar negeri dalam keadaan segar. Udah itu, nangkap kepiting segede itu juga nggak mudah dan perlu perjuangan. Wah, kalau ada yang mau traktir gue Live King Crab, boleh-boleh banget, lho! Gue pasti makannya dengan sepenuh hati, bersih, tanpa sisa. Kalau bisa sampe tempurung-tempurungnya gue makan juga karena mahal.

mariskatracy-rockSegitu aja sih, kisah kuliner Kak Uung di The Holy Crab. Jikalah kalian ingin capcus buat makan siang atau menikmati menu dengan bumbu Bali di sana, langsung aja capcus ke:

The Holy Crab Indonesia

Jl. Gunawarman no. 55

Jakarta

No. Telp: 021-29236155

Instagram: theholycrabid

Website: www.theholycrab.co.id

Foto: Mariska

 

 

 

 

 

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy