FacebookTwitter

Makan Cantik di House of Aranzi

By on Sep 29, 2015 in Diary, Food Porn

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Saking enaknya makanan di House of Aranzi Sunter, gue sama Kak RG sampe datang ke tempat ini 2 kali. Doyan, rakus, dan laper semuanya jadi satu. Dari mana gue tau kafe ini? Bukan dari siapa-siapa, tapi emang kebetulan aja pernah lewatin kafe ini karena dekat sama rumahnya Kak RG. Kalau di malam hari, kafenya menerawang. Lampu-lampunya terang banget seolah-olah memanggil semua orang buat berkunjung di sana. Gue curiga yang buka kafe ini adalah salah satu mahasiswa atau alumni kampus kandang burung (kampus gue dulu) karena letaknya juga dekat banget sama kampus fenomenal itu.

Pertama kali gue ke sana itu tanggal 24 September yang konon bertepatan sama hari raya Kurban. Sayangnya pas ke sana, nggak ada menu kambing, padahal gue pengin banget makan kambing. Terus, yang kedua kalinya itu tanggal 26 September, abis kami jalan-jalan dari Comic Con. Gue baru bikin blognya sekarang soalnya kemarin gue sempat terserang demam dan vertigo. Penderitaannya sungguh tiada akhir. Kalau nggak percaya cobain sendiri aja, Bray!

Pas tanggal 24 September, House of Aranzi lagi rame-ramenya. Saking ramenya, pelayan-pelayan di sana kelihatan kebingungan saat melayani pelanggan. Sistem anteran makananya itu nggak berdasarkan sistem antrian atau siapa dulu yang datang, tapi selang-seling sama pelanggan yang datang setelah kita.  Jadi kalau misalnya kita pesan 5 menu, yang dianterin 1 dulu, terus dia layanin dulu pelanggan yang lain, layanin yang lainnya lagi, baru deh layanin kita lagi. Nunggu makanan sampe komplit, udah pasti lama! Coba kalau pesan 20 menu, mungkin aja menunya lengkap pas gue udah punya cucu.

Karena sistem pelayanannya kayak begitu, nggak heran kalau pelayannya suka bolak-balik ke meja kami buat tanya ‘Pesanannya udah datang semua belum, ya?’. Untung gue orangnya baik hati, sabar, dan nggak sombong, jadi kalau ditanya kayak begitu, gue hanya bisa membalas dengan senyuman. Dan yang gue suka sih, pelayan-pelayan di sana juga ramah dan murah senyum, jadi nggak tega buat diomelin. Jadi, kami hanya bisa saling melempar senyum. Senyum terus sampe hari raya Kurban tahun 2035.

Tapi, pas tanggal 25 September, di sana masih sepi. Padahal, itu hari Sabtu, lho. Mungkin karena masih sore kali, ya. Pas malam mungkin lebih rame. Nah, kalau lagi sepi, pelayanannya lebih cepat. Ya, emang harusnya begitu, sih. Kan ada tuh resto yang rame, nggak rame, pelayanannya tetep lemot kayak internet di pedesaan.

mariskatracy-rockUntungnya tempatnya bagus dan lucu, jadi gue tetap betah pas nunggu di sana. Dan yang nggak kalah penting, tempatnya juga luas. Di halamannya aja kita bisa duduk dan makan. Jadi, walaupun rame, nggak bikin pelanggan sampe nunggu di luar berjam-jam karena nggak dapet tempat duduk. Di sana juga banyak spot ucul buat foto-foto unyu ala anak-anak kekinian. Biar foto-foto di Instagram kalian makin cetar membahana.

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Nih, halamannya bisa dipake buat nongkrong dan makan.

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Masuk ke sana langsung di sambut oleh teman-teman di House of Aranzi.

Teman-teman di sana ada 8. Ada Kappa, Panda, Warumono, White Rabbit, dan lain-lain. Gue nggak hafal semuanya. Hahaha… Tapi, kalau dicari lebih lanjut di Google, tokoh-tokoh tersebut bisa tercipta awalnya dari sebuah buku berjudul Aranzi Aranzo. Bercerita tentang Aranzi, seorang laki-laki berkebangsaan Mexico dan Jepang yang bekerja di bidang keamanan bekerjasama dengan seorang petualang bernama Aranzo yang berkebangsaan Vietnam, India, dan Norwegia. Aranzo juga merupakan seorang pemain tamborin dan suka membuat kerajinan tangan. Akhirnya mereka berdua buka bisnis Aranzi Aranzo Cafe yang ciri khasnya menggunakan ke-8 karakter binatang itu. Nah, kalau yang di cabang Sunter ini kafe hits ini disebut House of Aranzi. Kayak begitu sih yang gue tau. Correct me if i’m wrong, ya!

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Kenapa banyak kaos digantung? Soalnya mereka juga menjual baju, souvenir, dan barang-barang lucu lainnya yang menggunakan karakter-karakter di House of Aranzi.

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Ini merchandise-merchandisenya! Unyu, ya!

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Di dalamnya masih ada barang dagangan lain berupa kosmetik dan skin care dari Jepang.

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Processed with VSCOcam with hb2 preset

mariskatracy-rockMakanan dan minuman yang kami pesan waktu itu adalah:

1. Spaghetti USA’s Katsu Bolognese (Rp43 ribu)

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Tadinya gue pikir rasanya bakal kayak spaghetti pada umumnya, tapi ternyata nggak kok. Rasanya enak dan bikin nagih. Rupanya chicken katsu itu cocok banget kalau digabung sama bolognese. Katsu-nya garing-garing gitu, sementara bolognese-nya ada rasa manis dan asamnya. Nggak perlu dikasih sambal atau cabe lagi juga nggak masalah karena rasanya udah oke.

Uniknya, semua makanan dan desserts di sini, ada penandanya berupa kertas bergambar salah satu karakter di House of Aranzi. Unyu banget, deh! Bikin penampilan makanan kelihatan makin manis!

Processed with VSCOcam with c1 preset

Kayak lagi ulang tahun, ya!

2. Neko’s Taki Shake don (Rp55 ribu)

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Namanya emang ribet, tapi intinya sih menu ini terdiri dari nasi, berlembar-lembar telur dadar yang udah dipotong-potong, salmon bakar, dan miso soup. Rasanya nggak kalah enak sama spaghetti yang tadi. Kalau tadi kan berasa menu agak barat, kalau yang ini berasa lebih Asia kali, ya. Lebih enak dimakan kalau ditambah cabe bubuk. Cabe bubuknya minta aja sama pelayannya. Hehehe…

Rasa telor dadar dan salmonnya enak bingit! Gue pikir rasanya nggak bakal seenak nasi uduk pake telur dadar, tapi ternyata nggak begitu kok. Malahan menu ini lebih enak daripada nasi uduk. Hahaha… Ditambah lagi, salmon bakarnya emang enak banget. Lebih mantap kalau makannya sambil dicampur sama miso soup. Beh, mantap, Bray! Gue udah sering makan miso soup di resto-resto, tapi nggak pernah ada yang enak. Kalau yang ini, sedap banget, Bray! Enaknya itu bukan enak karena pake micin, tapi emang ada kandungan lain yang bikin enak. Tapi, gue nggak tau itu apaan.

3. Kappa’s Japanese Pancake with Gelato (Rp48 ribu)

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Di dalam pancake ini ada banyak topping kayak mochi, eskrim vanilla, buah stroberi, red bean, dan selai matcha. Kalau kata Kak RG, pancake-nya enak soalnya dimasaknya over cooked! Berasa agak sedikit gosong, tapi sebenarnya nggak gosong. Dipaduin sama topping-topping di atas, bikin pancake ini jadi makin enak! Manisnya pas dan nggak keterlaluan. Yang keterlaluan asamnya cuma stoberinya aja, sih. Tapi, kalau udah dicampur sama topping yang lain, bikin asemnya jadi netral.

4. Kuro Nutella Honey Pancake with Gelato (Rp58 ribu)

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Sayangnya, eskrim stoberinya jatuh pas mau difoto. Hahaha…  Rasanya enak, tapi menurut kami lebih enak pancake yang sebelumnya. Ternyata, dalam hal ini nutella pun bisa kalah saing dengan mochi, red bean, dan lain-lain. Apa mungkin karena gue udah terlalu bosan sama eskrim stroberi, ya? Jadi, pancake ini terasa biasa di mulut gue. Hehehe…

5. Horse’s Vanilla Mousse (Rp55 ribu)

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Selain pancake, di sana juga ada menu dessert berupa kue. Gue pilih dessert yang ini soalnya gue lagi pengin makan kue rasa vanilla. Bentuknya juga lucu! Bentuk kuda. Hahaha… Rasanya enak dan manisnya pas, tapi waktu itu gue udah dalam keadaan kenyang abis makan nasi, dan lain-lain, jadi makin lama rasanya jadi enek. Mungkin karena makin lama rasa manisnya bertambah dan itu bikin kita jadi cepat kenyang. Kalau makan kue di sana, lebih baik bagi-bagi sama temen, deh. Apalagi kalau ada yang ultah, beliin aja kue ini!

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Pemalu = Perempuan Makan Mulu

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Masih banyak pilihan rasa dan bentuk.

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Yang kayak gini juga ada.

6. Panda Hot’s Milk Choco (Rp33 ribu)

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Pas minuman ini nyampe di meja gue, gue kaget! Kenapa muka pandanya jadi ancur begini? Kayaknya gara-gara didiemin terlalu lama, terus lupa dianter langsung deh! Padahal kalau masih bagus bentukannya kan ucul buat difoto. Kayak anak-anak kekinian yang minumannya dimacem-macemin. Selain kecewa sama bentuknya, gue juga kecewa sama rasanya. Rasa cokelatnya kurang berasa, kurang hangat juga, dan kurang manis. Jangan-jangan lupa dikasih gula.

7. Tetsu’s Skinny Slim (Rp30 ribu) & Green Melon Juice (Rp33 ribu)

Processed with VSCOcam with hb2 preset

Tetsu’s Skinny Slim (kiri) gue pilih karena pas baca namanya aja berasa dikasih harapan baru buat kurus. Siapa tau abis minum ini, bisa langsung turun 20 kg! Smoothies ini mengandung pisang, apel, dan lemon (kalau nggak salah inget). Pas diminum seger, sih! Gue suka rasanya. Kalau enek makan cake yang tadi, bisa sambil minum ini. Dijamin eneknya berkurang.

Green Melon Juice (kanan) merupakan favorit Kak RG. Udah 2 kali datang, 2 kali pula dia pesan minuman ini. Gue juga suka sih sama rasanya. Jauh lebih seger dibandingkan Tetsu’s Skinny Slim. Apalagi ada jelly di dalamnya! Bikin minuman ini makin mantap! Manisnya juga pas dan nggak bikin enek!

mariskatracy-rockAkhir kata Kak Uung merekomendasikan House of Aranzi sebagai tempat yang cocok untuk makan dan bergahul! Karena makanannya enak-enak dan tempatnya ucul! Gue juga nggak sabar melakukan kunjungan berikutnya buat coba menu yang lain. Hehehe… Untuk mengunjungi kafe ini kalian bisa langsung capcus ke:

House of Aranzi

Jalan Danau Indah Raya Blok A1 No. 7

Sunter, Jakarta Utara

IMG_8832-1

Telp: 021-6517031

Instagram: aranziaronzo.indonesia

Foto: Mariska, RG

 

 

 

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy