FacebookTwitter

Anak Gaul Dinner di Benedict Grand Indonesia

By on Aug 25, 2015 in Diary, Food Porn

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Sebenarnya, gue udah pernah makan di Benedict Grand Indonesia tanggal 9 Agustus kemarin dalam rangka merayakan ultah Kak Susi. Karena sibuk party, gue pun jadi nggak sempat me-review resto yang lagi hits ini. Karena kalian nggak diajak ke ultah Susi, nih gue kasih bonus foto.

Photo 10-08-15 00.53.53

Julius, Charlie, Mastini, Susi, Eli, gue, Kak RG.

Waktu itu, gue sama Kak RG kompakan milih menu yang sama, yaitu Korean Bowl Pork (Rp90 ribu). Milih makanan kok sampe kompakan kayak milih presiden? Emang dasar dia ikut-ikutan gue aja!

Photo 25-08-15 01.23.41

Korean Bowl Pork

Gue pesen ginian karena ada babinya. Bukan karena lihat gambarnya yang bagus. Toh, emang nggak dikasih lihat gambarnya. Hahaha… Sebenarnya bisa juga sih pesen pake ayam. Jadi, kayaknya kalau nggak boleh makan makanan haram nggak perlu kuatir, deh.

Namanya emang Korean Bowl, tapi pas nyampe di meja, gue heran kok ada katsuoboshi di atasnya? Katsuoboshi adalah serutan ikan kering yang ditaburi di atas makanan panas. Kalau sering makan takoyaki pasti sering lihat makanan ini, Nama internasionalnya Japanese bonito flakes. Gara-gara itu, gue sama Kak RG bingung. Jadi, ini makanan Korea atau Jepang?

Bodoh amat deh, soal asal-usul makanan! Yang penting rasanya enak! Yup, semua jenis makanan yang ada di Koreal Bowl Pork ini emang enak semua! Dari nasi sampe babi enak semua. Apalagi brokolinya! Sumpah, itu enak banget! Lebih enak dari babi. Hahaha… Pas dilihat sih, brokolinya kelihatan gosong, tapi pas dimakan, aroma gosongnya langsung memenuhi mulut. Aroma gosongnya yang berasa enak gitu, lho! Saking enaknya, Kak RG bilang makan ini berasa kayak lagi berjemur di daerah sub-tropis ketika summer. Halah banyak gaya! Kayak dia pernah berjemur di pantai aja! Ada kimchi juga di dalamnya. Biasanya kan, gue nggak suka sama kimchi, tapi di Korean Bowl Pork ini entah kenapa kimchi-nya enak dan gue berhasil abisin kimchi-nya!

Sejak makan menu itu, nggak tau kenapa, kok gue jadi ngidam pengin makan brokoli panggang kayak yang ada di dalamnya! Gue pun bilang sama Kak RG bahwa kita harus ke Benedict lagi kapan-kapan! Kita harus rampok brokolinya!

mariskatracy-rockPas tanggal 15 Agustus kemarin, gue ada interview di RRI (Radio Republik Indonesia) 91,2 FM Pro 1 Jakarta dalam rangka promo buku Happy Tummy. Di sana gue di-interview oleh Kak Yudi Ismail. Doi orangnya baik dan asyik bingit! Seneng banget bisa ngobrol bareng doi di siaran radio dan didenger oleh banyak orang.

Photo 15-08-15 20.29.10

Gue dan Kak Yudi, penyiar RRI.

Nah, abis kelar interview, gue sama Kak RG bingung mau dinner di mana. Karena bingung, kami pun nyasar di Grand Indonesia, terus mampir ke Benedict. Hahaha… Bener-bener sesuai janji! Mungkin karena kami anak gaul Jakarta jadi harus banget mampir lagi ke resto hits ini. Gue pun memutuskan untuk membuat review-nya secara lebih serius di blog ini, meskipun pesan makanannya nggak banyak karena kami pengin diet. Pala lo diet!

Kebetulan emang lagi malam minggu, Benedict pun rame bingit dan harus waiting list. Karena udah kelaperan dan nggak mau nunggu terlalu lama, akhirnya kami bersedia duduk di standing bar. Lumayanlah daripada duduk di lantai lesehan gitu. Emangnya mau makan makanan Sunda?

Photo 25-08-15 01.26.11

Photo 25-08-15 01.25.10

Bagus juga, ya, standing bar-nya!

Photo 25-08-15 01.25.43

Photo 25-08-15 01.24.25-1

Enaknya makan di standing bar adalah bisa cemilin cemilan sehat dalam jar. Hahaha…

Gue suka sama suasana di Benedict. Pantesan aja pada betah makan dan nongkrong di sana. Standing bar-nya aja bikin nyaman dan nggak pengin keluar. Nih, gue kasih foto-foto suasananya lebih lengkap lagi!

Photo 25-08-15 01.28.05

Photo 25-08-15 01.27.36

Photo 25-08-15 01.27.06

Photo 25-08-15 01.26.42

mariskatracy-rockWalaupun gue kangen banget sama brokoli panggang itu, tapi kami nggak pesan Korean Bowl Pork lagi. Karena kami pengin coba menu yang lain. Kalau bisa sih, gue pengin pesan brokoli panggangnya doang. Tapi, kayaknya sih nggak bakal dikasih, deh!

Kami pun pesan:

1. Loco Moco (Rp85 ribu)

Photo 25-08-15 01.32.02

Loco Moco ini sekilas mirip menu breakfast, tapi nggak juga kok. Karena ini adalah menu kari. Pas gue makan, rasa karinya mirip banget sama Curry House Coco Ichibanya. Kalau dibandingin sama rasa Korean Bowl Pork sih jauh banget, ya! Jelas lebih enak Korean Bowl Pork ke mana-mana. Kak RG pesan menu ini karena doi emang suka banget sama kari.

2. Roasted Salmon (Rp130 ribu)

Photo 25-08-15 01.31.32

Karena gue suka salmon, jadi gue pesan menu ini. Dengan harga yang mahal bingit, ekspektasi gue terhadap menu ini sangat besar. Sayangnya, nggak begitu. Soalnya rasanya biasa bingit. Mie-nya terasa hambar. Salmon panggangnya lumayan berasa, sih, tapi nothing special.

3. B&B

Photo 25-08-15 01.32.33

B&B itu bukan kependekan dari BaBi, ya! Hahaha… Karena ini adalah menu dessert. Kami tertarik pesan menu ini soalnya di buku menunya ada tulisan ‘bacon’. Kami pikir unik juga kok dessert pake eskrim, tapi ada bacon-nya? Kami pikir, roti yang ada di samping es krim itu mengandung bacon, tapi pas dimakan kok, kayak makan roti goreng pada umumnya, ya? Hahaha… Berasa ketipu gitu, deh! Tapi, rasa dessert ini lumayan enak, kok. Apalagi di atas es krimnya ditaburi kacang.

4. Coconut Mango (Rp55 ribu)

Photo 25-08-15 01.31.07

Nah, minuman ini enak banget, Kak! Seger banget! Cocok banget buat buka puasa. Gue nggak menyangka bahwa coconut kalau digabunging sama mango tuh cocok banget! Lebih cocok daripada Romeo dan Juliet.

5. Aloevera Tonic (Rp40 ribu)

Photo 25-08-15 01.29.45

Seger sih, mungkin karena ada es batunya. Tapi, rasanya nggak spesial dan lebih mirip infused water.

mariskatracy-rockSetelah kami dateng lagi ke sana dan mencoba menu lain selain Korean Bowl Pork, kami menyimpulkan bahwa nggak ada menu lain yang enak selain Korean Bowl Pork. Apa karena menu-menu yang dipesan tadi kurang haram, ya? Dan sepertinya, di Benedict ini lebih enak dessert dan minuman manisnya, ya! Okelah kalau buat icip desserts di sana. Tapi, agak sayang sih makan desserts di sana menurut gue karena harganya mahal. Ya, namanya juga resto anak gaul Jakarta! Sekian review makanan dari Kak Uung kali ini. Sampai jumpa lagi!

Benedict Jakarta

Grand Indonesia

Lower Ground Floor, East Mall

Instagram: benedictjakarta

Foto: Mariska, RG

 

 

 

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like¬†facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy