FacebookTwitter

Periksa Gigi di Oktri Manessa Dental Care (OMDC)

By on Jul 24, 2015 in Diary

Mariska Tracy Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Sebelum libur Lebaran kemarin, gue menyempatkan diri untuk membersihkan karang gigi di Oktri Manessa Dental Care (OMDC). Karang gigi adalah jigong yang menempel di sela-sela gigi dan sudah mengeras seperti fossil akibat malas dibersihkan. Pembersihan karang gigi nggak bisa dilakukan dengan menyikat gigi di rumah, tapi harus dilakukan di klinik gigi. Istilah kedokterannya adalah scalling.

Gue tau keberadaan OMDC dari temen kantor gue, Lizta. Lizta bisa tau soal OMDC dari update-an temennya di Instagram. Setelah gue cek, klinik gigi ini emang lagi banyak diomongin di media sosial. Yang menggiurkan adalah biaya untuk membersihkan karang gigi hanya Rp99 ribu! Masya Allah, kok bisa murah, ya? Padahal kalau dicek ke toko sebelah, biasanya bisa menghabiskan duit sebesar Rp250 ribu! Ya udah capcus, dah! Apalagi, seumur-umur gue belum pernah bersihin karang gigi! Kebayang nggak, sih, karang gigi gue udah bisa berakin berapa kebon?

Kalau diinget-inget lagi, gue jarang banget mampir ke dokter gigi. Gue cuma pernah mampir ke puskesmas deket rumah waktu kecil buat cabut gigi susu. Pas udah gede, pernah sih mampir sekali ke dokter gigi deket rumah. Soalnya, gigi geraham bungsu gue yang atas bermasalah dan bikin mulut gue sariawan terus. Akhirnya, geraham bungsu gue itu dikikir sama dokternya supaya nggak tajem lagi dan nggak menusuk mulut. Cuma itu sejarah Kak Uung pernah pergi ke dokter gigi. Padahal, seharusnya kan periksa gigi ke dokter dilakukan 6 bulan sekali kan? Persis kayak minum obat cacing.

mariskatracy-rock

Pas hari H mau berangkat ke OMDC, gue telat bangun, Kak! Jadi gue meminta Lizta meninggalkan gue dan gue langsung menyusul ke TKP. Padahal, gue nggak pernah ke sana dan nggak terlalu tau jalan. Gue pernah melewati jalan Buncit Raya (lokasi OMDC), tapi kalau gue jalan sendirian ke sana, belum tentu bisa sampe dengan selamat. Maklum, gue suka banget nyasar. Bedain mana utara, selatan, timur, dan barat aja sulit meskipun udah pegang kompas.

Alhasil, gue nyasar senyasar-nyasarnya! Yang bikin alamat susah dicari adalah nomer rumah dan gedung yang nggak ngurut. Ngacak banget, Bray! Lewat pengalaman nyasar ini, gue jadi tau bahwa gue nggak cocok melamar sebagai Mbak-mbak Gojek. Kalau pun gue jadi supir Gojek, kayaknya gue cuma bisa anter sekitar Mangga Besar, Hayam Wuruk, Grand Indonesia, dan paling jauh hanya Setia Budi.

Gue pun fix nggak jadi melamar pekerjaan itu meskipun kata orang-orang, gajinya sangat menggiurkan! Ah, coba aja kalau gue bisa naik motor, terus hapal jalanan di Jakarta, pastinya gue bakal dinobatkan sebagai supir Gojek paling teladan dan berdedikasi. Nama gue pasti udah dikenal di banyak panti asuhan dan yayasan amal lainnya karena sering menyumbangkan uang dari jerih payah mengojek.

Untungnya sih, gue berhasil sampe dengan selamat di TKP. Karena nyasar, kayaknya sih karang gigi gue udah berakin 4 kebon! Pas sampe di sana, gue kagum sama nuansa warna fuschia yang cewek banget!

Photo 20-07-15 17.30.20

Photo 20-07-15 17.32.02

Cewek baju putih, kacamataan lagi bengong itu adalah Kak Lizta.

Photo 20-07-15 17.33.02

Ngomong-ngomong soal fuschia, kata orang-orang, kalau gay, pasti nyebut warna ini ‘fuschia’. Kalau cowok heteroseksual nggak mungkin sebut fuschia. Biasanya mereka sebutnya ungu, pink gonjreng, atau hot pink. Jadi, jikalau kalian ingin ngetes apakah pacar kalian gay atau tidak, coba aja tanya warna ruangan di OMDC itu apa? Gue sempat bertanya pada Kak RG dan dia jawab ‘hot pink’. Alhamdulillah, dia masih suka sama cewek!

Photo 20-07-15 17.36.51

Drg. Oktri Manessa adalah founder klinik tersebut, sedangkan co-foundernya adalah Toto Syarief Hidayatulloh (suaminya sendiri). Nah, Kak Toto ini adalah seorang marketer, jadi beliau yang mikirin soal strategi pemasaran di OMDC. Pantesan marketing-nya canggih banget!

Photo 20-07-15 17.35.13

Daftar harganya, Kak!

Kenapa harganya murah-murah, Kak? Karena konsep OMDC adalah menghadirkan klinik gigi yang suasananya unik, nyaman, tapi dengan harga yang terjangkau. Tujuan utamanya emang sosial banget. Jadi, buat yang masih mikir-mikir panjang buat ke dokter gigi karena takut menghabiskan uang banyak, coba datang aja ke OMDC.

mariskatracy-rock

Setelah melakukan registrasi, kita dikasih kartu pasien seperti ini. Ucul banget kartunya!

Photo 20-07-15 17.25.34

Gue sengaja sensor data diri gue supaya nggak diteror penjahat.

Lalu, gue pun naik ke atas supaya bisa disika oleh dokter gigi. Ternyata, peralatan dan perlengkapnnya juga ucul-ucul, Kak! Tetap pake konsep fuschia.

Photo 20-07-15 17.28.51

Photo 20-07-15 17.29.20

Photo 20-07-15 17.29.48

Photo 20-07-15 17.26.32

Gue saat disika.. Eh, saat diperiksa giginya sama ibu drg.

Karena gue baru pertama kali melakukan scalling, jadi gue baru tau bahwa di ruangan dokter itu ada layar gede yang bisa melihat penampakan gigi kita dari dekat. Di layar itu, kita bisa melihat karang gigi kita yang tidak kasat mata. Kita dikasih liat oleh si dokter dosa-dosa apa aja yang udah kita perbuat hingga gigi kita bisa seperti itu.

Lalu, dokter pun melakukan penyiksaan. Pas lagi scalling, gigi kita kayak dikikis hidup-hidup karena bunyinya cukup kencang. Untungnya, gue nggak merasa sakit, sih. Nggak seperti yang diceritakan orang-orang, mereka bilang pas scalling sakit banget dan gusinya berdarah. Gue cuma cape ngangain mulut terus-terusan. Sumpah capek, Kak! Sampe gue ileran terus. Kasihan kan dokter dan asistennya kena iler gue terus!

Proses scalling di gigi gue nggak memakan waktu lama, lho. Kalau nggak salah hanya memakan waktu sekitar 10 sampe 15 menit. Ternyata, proses scalling berjalan cepat karena karang gigi gue nggak terlalu banyak. Hahaha… Gile deh, nggak gue sangka karang gigi gue cuma dikit, padahal tadinya gue pikir udah berak berkebon-kebon. Menurut ibu dokter, ini semua karena gue rajin menyikat gigi.

Ya, emang bener sih, gue dari kecil paling rajin sikat gigi. Salah satu didikan militer nyokap gue adalah harus rajin sikat gigi! Jangan sampe sakit gigi atau giginya rusak karena gigi merupakan aset penting. Bisa bayangin nggak kalau nggak ada gigi, kita makan pake apa? Apalagi dulunya pekerjaan sampingan gue adalah sebagai competitive eater (peserta lomba makan)! Kalau nggak punya gigi yang sehat, mana mungkin bisa jadi juara makan dan nulis buku Happy Tummy?

Itulah sebabnya kenapa gue jarang banget punya masalah gigi dan hampir nggak pernah ke dokter gigi. Banyak yang bilang bahwa gue beruntung banget soal gigi, sementara banyak temen gue yang udah abisin duit berjuta-juta buat pasang kawat gigi, tambal gigi, cabut gigi, dan lain sebagainya.

Banyak juga berpikir bahwa gigi gue udah dikawatin dari kecil karena rapih banget. Padahal, emang udah dari sananya aja begitu. Selain karena gen gigi gue emang bagus, rajin menyikat gigi adalah salah satu faktor penting kenapa gigi gue masih tergolong baik-baik aja sampe sekarang.

Gigi gue yang bolong cuma 1, yaitu gigi geraham bungsu bawah sebelah kanan yang letaknya terpencil. Gigi itu bisa bolong karena susah terjangkau sama sikat gigi. Kedua geraham bungsu bawah gue juga mengalami impaksi. Itu lho, gigi geraham bungsu yang tumbuhnya jadi sedikit banget karena kurang lahan untuk bertumbuh, sehingga tumbuhnya ke bawah dan miring. Selama ini sih, gue merasa nggak ada masalah sama impaksi, tapi menurut si dokter sih lebih baik dioperasi aja supaya nggak menimbulkan efek buruk nantinya. Baiklah, akan gue pikirkan baik-baik!

mariskatracy-rock

Setelah selesai memeriksa gigi, kita harus kembali ke meja registrasi untuk menyelesaikan biaya administrasi. Karena gue merupakan pasien baru, jadi gue diwajibkan untuk membayarkan biaya service charge sebesar Rp25 ribu. Biaya ini bukan biaya konsultasi karena biaya konsultasinya gratis kok. Mau dateng kapan aja buat tanya-tanya atau sekadar foto-foto juga boleh.

Ada potongan harga untuk biaya service charge lho! Yaitu dengan berfoto di depan photobooth OMDC dan masukin foto tersebut ke Instagram dengan mention Instagram omdc_official dan drg_oktrimanessa. Dan jangan lupa pake hashtag #klinikgigi #klinikgigijakarta #klinikgigimurah #doktergigi #oktrimanessadentalclinic #omdc. Jadi, kita hanya membayar biaya service charge sebesar Rp10 ribu.

Photo 14-07-15 11.05.45

Jas putih ala dokter dipinjemin dari sana.

Sebelum pulang, jangan lupa isi testimoni dulu, ya!

Photo 20-07-15 17.35.42 (1)

Selain harganya murah, tempatnya ucul dan nyaman, gue juga suka sama pelayanannya yang ramah dan excellent. Dokternya enak buat diajak konsultasi dan nggak rese sama sekali. Sayangnya, tempatnya agak jauh dari rumah gue. Semoga aja setelah membaca tulisan ini, dokter Oktri berniat buka cabang OMDC di Jakarta Pusat. Hahaha… Tak lupa, gue mengucapkan terima kasih kepada Lizta yang ajak gue ke OMDC.

Oktri Manessa Dental Clinic

Jl. Buncit Raya No. 6

Mampang, Jakarta Selatan

No. Telp/ HP: 021-79196565/ 0857-11942-068

Email: drg.oktrimanessa@yahoo.com

Instagram: omdc_official

Foto: Dok. Mariska

 

 

Top

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy