FacebookTwitter

Beli Pisang Pasir di Pisangku.com

By on Jul 8, 2015 in Diary, Food Porn

Share On GoogleShare On FacebookShare On Twitter

Di saat gue ngidam babi cuka, Kak RG malah ngidam pisang pasir. Gue bingung apa yang dimaksud dengan pisang pasir. Apakah itu makanan jenis baru? Apakah makannya dicampur sama pasir? Kegaptekan gue membuat gue nggak tahu soal pisang hits itu.

Ternyata, pisang pasir itu adalah pisang kepok yang digoreng dengan balutan butiran tepung pasir. Bentuknya mirip chicken katsu, rasanya gurih, dan manis. Menurut Kak RG, pisang ini patut dicoba karena berbeda dari pisang goreng kebanyakan. Tadinya gue pikir beli pisang pasir itu harus mampir ke tempat yang jauh, seperti Bogor atau Bandung, tapi ternyata nggak kok. Karena, pisang tersebut bisa dipesan di www.pisangku.com.

Kalau kalian buka web itu, langsung keliatan jelas nomor telepon dan hape untuk delivery, yaitu 93004000 dan 081317810000. Sayangnya, mereka delivery-nya baru bisa di daerah Jakarta Selatan aja. Belum bisa ke daerah Mangga Besar. Hiksss.. Ya sudah deh, gue pun minta dikirim ke kantor gue aja yang emang berdomisili di daerah Jakarta Selatan. Gue emang bunglon gitu, deh. Bisa jadi anak pusat, utara, selatan, dan barat. Gue cuma belum pernah mencoba jadi anak timur.

Ada minimal pemesanan delivery, yaitu 20 biji, ditambah ongkos kirim Rp25ribu. Jadi, gue pun memesan 20 pisang pasir untuk dibawa pulang ke keluarga buat dibagi-bagikan ke Kak RG dan keluarga gue. Sebenarnya, ada menu-menu lain sih di sana, seperti pisang pasir kecil, onde-onde kacang hijau, pastel istimewa, dan risol raghout. Cuma, gue lebih penasaran sama pisang pasir, jadi gue pesen pisang pasir gede semua, deh.

Di web-nya, tertulis bahwa harga sebijik pisang pasir adalah Rp3.500. Cuma pas gue telepon, dia bilang harga per bijiknya Rp3 ribu. Nggak mungkin kan turun harga di saat perekonomian lagi makin susah. Kayaknya sih, gara-gara gue pesen 20 biji makanya dikasih diskon. Murah banget, ya! Beli burger sebijik aja nggak dapet dengan harga segitu! Jadi, biaya yang gue habiskan adalah Rp60 ribu ditambah ongkir Rp25 ribu.

Gue nggak tau, ya, kalau misalnya kita pesan pake Gojek, apakah boleh beli pisang nggak sampe 20? Hahaha… Udah gitu kan kalau pake promo Gojek selama bulan Ramadan kan ongkosnya cuma ceban.

mariskatracy-rock

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya pesanan pisang pasir gue pun dateng. Datengnya pun lumayan tepat waktu. Telat setengah jam, sih, tapi masih okelah. Soalnya, gue pesen pisang di hari Jumat dan jamnya hampir berdekatan sama jam buka puasa.

Packaging Pisang Pasir. Lewat packaging-nya, gue jadi tau bahwa nama pemiliknya Mas Wildan. Hahaha...

Packaging Pisang Pasir. Lewat packaging-nya, gue jadi tau bahwa nama pemiliknya Mas Wildan.

Satu box isinya ada 10 pisang pasir. Karena gue pesennya 20 bijik, jadi yang nyampe di kantor gue adalah 2 box.

Isinya nggak full soalnya udah dicomot beberapa. Hehehe...

Isinya nggak full soalnya udah dicomot beberapa. Hehehe…

Nah, bener kan kalau dilihat dari deket, mirip chicken katsu! Bisa boongin orang, nih. Kasih makan pisang pasir pake nasi. Hahaha...

Nah, bener kan kalau dilihat dari deket, mirip chicken katsu! Bisa boongin orang, nih. Kasih makan pisang pasir pake nasi. Hahaha…

Rasanya sesuai sama yang dijanjikan gurih dan manisnya emang pas. Manis dari pisangnya, bukan karena pake gula atau tambahan sesuatu. Kalau kata Kak RG, pas pisangnya digigit, teksturnya mirip kayak gurihnya ayam KFC. Hahaha… Gurihnya juga pas sama manisnya pisang. Karena ukurannya cukup gede, makan dikit aja juga udah kenyang, sih. Gue aja sebagai mantan juara makan, cuma sanggup makan 4 bijik. Kalau kalian nggak pengin makan terlalu banyak, pesen aja pisang pasir kecil yang ukurannya jelas lebih kecil dan harganya cuma ceceng per bijik.

Ini tekstur dalemnya. Bukti bahwa ini pisang beneran, bukan ayam.

Ini tekstur dalemnya. Bukti bahwa ini pisang beneran, bukan ayam.

Kalau misalnya kalian makan pisangnya nggak langsung abis dan disisakan buat besok, nggak apa-apa banget, lho. Tinggal ditutup aja, tanpa harus dimasukin ke kulkas. Dan pas gue makan lagi esok harinya, pisangnya masih enak! Masih gurih pula. Gue sih nggak tau, ya, bisa tahan sampe berapa hari gurihnya. Karena, nggak sampe 2 hari, pisangnya udah abis. Hahaha…

Sedangkan, Kak RG yang juga bawa pisang pulang ke rumah, langsung masukin sisa pisang ke dalam kulkas. Pas esok harinya dimakan, gurihnya langsung hilang. Rasanya sih makin manis, tapi udah nggak kayak makan pisang pasir. Dia bilang sih, berasa kayak makan pisang goreng biasa. Sukurin lo!

mariskatracy-rock

Jadi, kalau kalian pengin cobain pisang pasir, bisa banget beli di www.pisangku.com! Kalau nggak punya kantor atau rumah di daerah Jakarta Selatan, coba aja pesan pake Gojek. Mungkin aja direstui sama abang Gojeknya. Selamat mencoba, ya!

Foto: Mariska

 

Makasih udah baca sampai selesai kak!

Biar nggak ketinggalan post terbaru, like facebook page gue ya…

mariskatracy-rock

 

Top
The official website of blogger, book author, and eating champion Mariska Tracy