Kata Artis-Artis tentang Buku Kedua Kak Uung

Tadinya, buku kedua gue ini belum ada judulnya. Kasihan, ya, bukunya udah jadi, tapi nggak ada judulnya. Kayak yang pernah gue ceritain sebelumnya di artikel Behind The Scene Buku Kedua Kak Uung. Soalnya, gue orangnya perfeksionis banget jadi bingung nentuin judul yang bagus dan tepat. Gaya banget deh gue bilang diri sendiri perfeksionis, padahal dari sananya gue udah nge-blank bingung ngasih judul apa. Akhirnya, setelah dirapatkan sama pihak Gagas Media, judul terbaik pun ditemukan, yaitu Happy Tummy – Makan Nggak Kenyang Asal Menang. Ucul kan judulnya. Hihihi… Biar sesuai dengan isinya, yaitu tentang pengalaman Kak Uung ikutan lomba makan.

happy tummy1

Gambar tersebut merupakan salah satu ilustrasi dari buku Happy Tummy

mariskatracy-rock

Sayangnya, buku ini belum bisa didapatkan di toko buku kesayangan kalian karena cover-nya masih diproses, lalu kami juga harus melakukan polling cover lagi supaya hasilnya cihuy. Tapi, di blog kali ini, gue bakal beberin satu-satu soal komentar dari para endorser mengenai buku ini. Para endorser ini sudah membaca buku gue duluan supaya mereka bisa kasih penilaian, terus komentar mereka bisa dipajang di buku.

Siapa aja sih para endorser gue? Kebanyakan sih dari kalangan public figure, semacam artis atau sosialita yang kalian sering lihat di teve. Gue seneng banget karena mereka mau menyempatkan waktu untuk membaca buku yang aneh ini, padahal jadwal mereka sangat padat. Setelah membaca buku ini, gue berharap mereka masih bisa menjalani aktivitas dengan normal seperti biasanya. Tidak kekurangan suatu apa pun.

mariskatracy-rock

Langsung aja deh, gue beberin apa kata mereka:

Rafael Tan (Personel SM*SH, Solois, Aktor)

“Membaca buku ini mengingatkan gue tentang banyak hal. Tentang masa kecil, tentang waktu, tentang omelan nyokap, tentang pengalaman makan, juga tentang menemukan seseorang yang bisa mengubah kita jadi lebih baik. Ceritanya lucu, jadi gue yakin buku ini bisa menghibur banyak orang untuk membacanya, terutama yang punya pengalaman yang sama dan yang suka kuliner kayak gue! Hahaha…”

Icha Rahmanti (Penulis buku Cintapuccino, dll)

“Budaya makan yang terlihat sepele dan amat biasa karena dilakukan setiap hari sebetulnya menyimpan banyak cerita “tersembunyi”. Baca kisah Mariska ini salah satu contohnya: unik dan nggak biasa. Saat cewek-cewek lajang berlomba diet demi langsing, Mariska malah ikutan lomba makan untuk berdamai dengan dirinya.”

Dea Azkadi (Vokalis band HiVi!, Pekerja Seni)

“Bukunya bagus dan genre cerita seperti ini sudah banyak digemari. Pastinya bakal banyak yang baca. Sukses terus, ya!”

Yoris Sebastian (Penulis buku Creative Junkies, Founder & Creative Thinker OMG Consulting)

“Buku ini adalah salah satu contoh nyata bahwa setiap orang punya ceritanya sendiri. Mariska kreatif memilih kisah hidupnya. Saya suka karena buku ini memberi semangat positif untuk yang membacanya.”

Alberthiene Endah (Penulis buku biografi Joko Widodo, Chrisye, Titiek Puspa, Merry Riana, dll)

“Kesegaran tak selalu bisa diperoleh dari bacaan. Jika ada, itu temuan. Buku ini menghadirkan kicauan lincah yang berujung terciptanya rasa segar dalam perasaan. Kadang hal-hal yang tampak sepele dalam hidup sebetulnya justru adalah sumber keceriaan dan pemaknaan akan bahagia yang sesungguhnya.”

Lucy Wiryono (Presenter, Owner resto Holycow, Holygyu, dan Loobie Lobster)

“Perempuan banyak tas, banyak baju, atau banyak sepatu? Itu sih biasa. Tapi, perempuan banyak makan? Kisah klasik perempuan yang saat pergi dengan pasangannya akan makan dengan porsi sedikit, tapi sampai rumah makan lagi tentu bukan hal yang aneh bagi kita. Tidak banyak perempuan yang mengakui kalau dirinya banyak makan. Mariska adalah salah satunya. Saya begitu takjub melihat selera makannya yang WARBIYASAKI. Saya menjadi saksi saat Mariska menaklukkan tumpukan steak saat lomba #MANvsMeat di Holycow! Bukan cuma itu, tapi Mariska juga punya nyali untuk menghabiskan semangkuk besar WASABI hanya dengan 3 kali suap saja! Buku ini mengajak kita melihat pengalaman kuliner Mariska yang spektakuler, sekaligus mengajak perempuan-perempuan di luar sana yang mungkin juga banyak makan. Jangan dilawan, Sis. Lemesin aja.”

Giorgino Abraham (Aktor film, sinetron Aku Anak Indonesia, dll)

“I’m not a big fan of reading a book, tapi aku suka ceritanya. Simpel dan apa adanya. Aku kan suka banget makan Roti Boy dan kalau makan roti itu, aku bisa makan sampai 5 tanpa rasa enek sama sekali. Tapi, pas tau Kak Uung makan Roti Boy sampai 9 dan sampai berasa enek, itu gokil banget! Hahaha…”

Sheryl Sheinafia (Musisi, Presenter program Breakout Net TV)

“Entah kenapa, aku jadi pengin ikutan lomba makan setelah baca buku ini. Kayaknya kalau aku ikutan lomba makan mie ayam gerobak bisa menang, deh. Hahaha… Flow cerita di buku ini juga unexpected dan menghibur sekali. You are cool, Kak Mariska. Sukses terus, ya!”

Asri Mirza (Redaktur Eksekutif majalah GADIS)

“Udah lama banget tau tentang kehebatan Uung di lomba makan. Tapi, baru sekarang tau cerita lengkap plus suka-duka di balik kehebatannya itu. Buku ini nggak cuma bikin gue ketawa ngakak dengan cerita kehidupan Uung yang menurut gue sangat absurd, tapi buku ini juga mengajarkan gue bahwa menilai seseorang itu memang tidak bisa dari penampilan luarnya aja. Harus dilihat dari keseluruhannya. Well said Uung. Congratz, ya! Gue bangga sama lo.”

Aubry Beer (Puteri Indonesia Intelegensia 2013, Model, dan Presenter program Entertainment News Net TV)

“Buku ini dijamin bikin ketagihan dan senyum-senyum sendiri. Soalnya seru banget bacanya! Aku sampai googling lawan Kak Uung yang namanya Owen Gozali, lho. Hahaha…”

Christoffer Nelwan (Aktor film Marmut Merah Jambu, Guru Bangsa Tjokroaminoto, dll)

“Such a great story. Gokil, unik, inspiratif secara bersamaan. Sukses untuk bukunya, ya!”

mariskatracy-rock

Kayak begitu deh komentar-komentar mereka. Sumpah deh, gue nggak bayar mereka sepeser pun supaya mereka mau baca dan kasih komentar yang bagus-bagus. Hahaha… Sampai jumpa di-updatean selanjutnya, ya, mengenai perkembangan buku ini. Kira-kira, buku ini bisa didapatkan di toko buku sekitar tanggal 20 Mei.

Foto: Dok. Gagas Media